Nursiah Chalid
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

Peranan Sektor Pertanian Di Propinsi Riau

Jurnal Ekonomi Vol 17, No 03 (2009)
Publisher : Jurnal Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.254 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sektor pertanian dalamperekonomian daerah Riau. Data yang digunakan adalah data sekunder yangbersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Kontribusi sektor pertanianterhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau masih relatifbesar berfdsarantara 16,90% - 43,48% selama periode 1983 - 2008. Besamya kontribusi iniditunjang oleh sub sektor perkebiman dan kehutanan.Kontribusi sektor pertanian terhadap kesempatan kerja di daerah Riau masih diatas50% yaitu berkisar 52,18% - 59,72% dan relatif cenderung menurun, tetapiperanannya masih sangat besar. Produktivitas tenaga kerja disektor pertanian lebihrendah dibandingkan produktivitas tenaga kerja di Riau. Nilai ekspor hasilpertanian cenderung meningkat, tetapi kontribusinya terhadcp nilai ekspor nonmigas relatif cenderung menurun

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Di Daerah Riau

Jurnal Ekonomi Vol 18, No 01 (2010)
Publisher : Jurnal Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.809 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengeluaran konsumsi rumah tangga masyarakatRiau. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari BadanPusat Statistik Propinsi Riau. Dari data pengeluaran konsumsi dan pendapatannasional regional Riau tahun 1987-2008 diketahui nilai average propensity toconsume (APC) berkisar antara 0,52-0,74 dan nilai ini cenderung relatif stabil,sedangkan nilai marginal propensity to consume (MPC) berkisar antara 0,17-0,92 dan relatif berfluktuasi. Fungsi konsumsi yang dibuat berdasarkan datatersebut adalah : C = 94870,28662 + 0,55 Y dari fungsi tersebut diperoleh nilaiAPC = MPC = 0,55. Studi yang dilakukan ini mendukung studi Kuznets, tetapitidak mendukung teori Keynes.Berdasarkan data rata-rata pengeluaran perkapita sebulan pada tahun 1990proporsi pengeluaran konsumsi makanan 65,44% dan bukan makanan 34,56%.Pada tahun 2005 rata-rata proporsi pengeluaran perkapita sebulan untukmakanan 55,77% dan bukan makanan 44,23%. Secara Agregat berdasarkanPDRB menurut penggunaan tahun 2000 - 2008 proporsi pengeluaran konsumsimakanan berldsar antara 33,60% - 39,86% dan proporsi pengeluaran konsumsibukan makanan berkisar antara 65,55% - 66,40%. Hal ini menunjukkan tingkatkesejahteraan masyarakat Riau relatif baikKata kunci: Pengeluaran konsumsi. Average Propensity to Consume (APC) danMarginal Propensity to Consume (MPC).

Peranan Ekspor Dalam Perekonomian Indonesia

Jurnal Ekonomi Vol 19, No 01 (2011)
Publisher : Jurnal Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.547 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan ekspor dalam perekonomian Indonesia. Data yangdigunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Jakarta- Indonesia.Kontribusi ekspor non migas terhadap total ekspor relative besar berkisar antara 73,53%-83,88%selama periode 1993-2008. Besarnya kontribusi ini ditunjang oleh ekspor hasil industri.Peranan ekspor dalam perekonomian dilihat dari besarnya angka multiplier ekspor dan elastisitasekspor. Angka multiplier ekspor untuk variabel total nilai ekspor, migas, non migas, masing-masing47,423, 229,284, dan 52,605. Sedangkan untuk variabel nilai ekspor minyak mentah, hasil minyak dangas alam masing-masing 566,044, 1579,168 dan 477,136. Angka multiplier ekspor untuk variabel nilaiekspor hasil pertanian, hasil industri dan hasil tambang diluar migas masing-masing 1299,844, 65,406dan 290,930.Angka elastisitas ekspor variabel nilai total ekspor, migas dan non migas masing-masing 1,79, 1,86,dan 1,74. Angka elastisitas ekspor variabel nilai ekspor minyak mentah, hasil minyak dangas alammasing-masing 2,02, 1,46, dan1,75. Angka elastisitas ekspor variabel nilai ekspor hasil pertanian,hasil industry, dan hasil tambang masing-masing 2,48, 1,82, dan 0,94.

Fungsi Impor Dalam Perekonomian Indonesia

Jurnal Ekonomi Vol 19, No 02 (2011)
Publisher : Jurnal Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.176 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi impor dalam perekonomian Indonesia. Data yangdigunakan adalah data sekunder yaitu data perkembangan nilai impor dan Produk Bruto Domestik(PDB) tahun 1993-2008 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Jakarta-Indonesia. Fungsi impordianalisis dengan menggunakan Regresi liniar sederhana.Dari fungsi total impor diketahui nilai impor otonom sebesar 17638,556 juta US $ dan angka marginalpropensity to import sebesar 0,016 yang berarti apabila Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat satumiliar rupiah, maka nilai impor meningkat 0,016 juta US $. Dari fungsi total nilai impor migasdiketahui nilai impor otonom sebesar 1404,517 juta US $ dan angka marginal propensity to import0,006 yang berarti apabila Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat satu miliar rupiah, nilai impormigas meningkat sebesar 0,006 juta US $. Dari fungsi impor non migas diketahui nilai impor otonomsebesar 18952,306 juta US $ dan angka marginal propensity to import sebesar 0,011 yang berartiapabila Produk Domestik Bruto (PDB) tanpa migas meningkat satu miliar rupiah maka nilai impornon migas meningkat 0,011 juta US $.

Perkembangan Perkebunan Kelapa Sawit Di Provinsi Riau

Jurnal Ekonomi Vol 19, No 03 (2011)
Publisher : Jurnal Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.271 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan penyebaran produksi, produktivitas dan jumlah petani perkebunan kelapa sawit di daerah yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Jakarta dan Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Perkembangan luas areal dan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau tahun 1984 - 2009 meningkat setiaprata — rata laju pertumbuhan luas areal 16,23% per tahun dan rata-pertumbuhan produksi 27,59% per tahun.Pada tahun 2009 luas areal Perkebunan Rakyat 996199 Ha (51,74%), Perkebunan Negara 79545 Ha (413%) dan Perkebunan Besar Swasta 849597 Ha (Sedangkan jumlah produksi Perkebunan Rakyat 2658044 ton (44,81%),Besar Negara 337727 ton (5,69%) dan Perkebunan Besar Swasta 2936537 total Rata - rata laju pertumbuhan luas areal Perkebunan Rakyat, Perkebiman Bdan Perkebunan Besar Swasta selama periode 2004 - 2009 masing-masing 0,34% dan 6,93%, sedangkan rata-rata laju peprtumbuhan produksi masi20,59%, 3,76% dan 13,62% per tahun. Rata -rata produktivitas perkebunan kdi Riau pada tahun 2009 sebesar 4055,75 Kg / Ha, produktivitas Perkebun3805,34 Kg /Ha, Perkebunan Besar Negara 4299,79 Kg f Ha dan Perkebunan Swasta 4282,90 Kg/Ha.Daerah tingkat 11 dengan luas areal perkebunan kelapa sawit terbesar pada tahun 2009 adalah Rokan Hulu 379969 Ha (19,88%) dan Kampar 316282 Ha (16,55%).daerah penghasil terbesar adalah Kampar 1134925 ton (19,11%) dan R916074 ton (15.43%). Dan jumlah petani terbesar di Kampar 80882 KKdan R70064 KK

PERANAN EKSPOR DALAM PEREKONOMIAN RIAU

Jurnal Ekonomi Vol 21, No 04 (2013)
Publisher : Jurnal Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.482 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan ekspor dalam perekonomianRiau. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari BadanPusat Statistik, Provinsi Riau. Kontribusi ekspor non migas terhadap total eksporrelative besar berkisar antara 44,74% - 69,68% selama periode 2004-2011.Besarnya kontribusi ini ditunjang oleh ekspor hasil industry yaitu berkisar antara98,21% - 99,50%.Peranan ekspor dalam perekonomian dilihat dari besarnya angka multiplierekspor dan elastisitas ekspor. Angka multiplier ekspor untuk variable total nilaiekspor dan non migas, masing-masing 0,015391 dan 0,013782 sedangkan untukvariable nilai ekspor hasil minyak 0,471704. Angka multiplier ekspor untukvariable nilai ekspor hasil industry dan hasil tambang diluar migas masing-masing 0,013873 dan 0,843202Angka elastisitas ekspor variable nilai total ekspor dan non migas masing-masing0,7758 dan 0,7207. Angka elastisitas ekspor variable nilai ekspor hasil minyak0,9633. Angka elastisitas ekspor variable nilai ekspor hasil industry dan hasiltambang masing-masing 0,7164 dan 0,4608.Kata kunci : Multiplier ekspor, elastisitas ekspor

Analysis of the potential solid waste palm oil as animal feed cattle in province Riau

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2014): Wisuda Februari Tahun 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify and analyze the potential of solid waste as cattle feed in the Riau province where oil palm solid waste is estimated each year has increased the amount of solid waste production as the increasing production of fresh fruit bunches ( FFB ) is in if every year .The data used in this study are primary and secondary data . The method used in this peneilitan is descriptive method . To see the right strategy in the potential of oil palm solid waste as cattle feed in the province of Riau , then used the method of SWOT analysis .With the potential approximity Solid waste can be seen in the amount of solid waste production from year 2006 - 2011 continues to increase . This is due to increase the amount of FFB ( fresh fruit bunches ) are processed each year . Based on the results of the SWOT analysis can be seen in the analysis of potential strategies palm solid waste as cattle feed in Riau Province namely WO strategy . WO strategy is a strategy to survive by reducing weaknesses and avoid threats , namely The company delivers directly to the location of the solid waste breeders , giving Solid waste must be mixed with other feed ingredients that exist around the location so that the cows are not malnourished , and the government provides assistance cow the farmer groups that use Solid waste to developing cattle population and to increase the income of farmers .Keywords : palm oil , potential , solid waste

Analysis of feed fish processing business in district district Siak Hulu Kampar

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Vol 1, No 1 (2014): Wisuda Februari Tahun 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The presence of fish feed businesses in the District of Kampar regencySiak Hulu has a contribution in supporting regional economicdevelopment. Fish food processing industry has not experienced growth in terms of numbers, but in terms of the advancement of knowledge in the modern age as it makes the Siak Hulu district more and more interested in trying to establish fish feed businesses. Opportunities in the domestic market for this commodity is still very open,because of the consumption of fodder for livestock entrepreneurs so that the demand for animal feed is relatively stable and even tended to increase.The research was conducted on the Siak Hulu district Kampar regency.Formulation of the problem in this study is whether the fish food processing business in the District of Kampar regency Siak Hulu could be developed in termsof its economy. The purpose of this study was to determine the development of fish feed processing business in the District of Kampar regency Siak Hulu. Population and samples in this study were all fish feed processing industry owned by the people in the District Siak Hulu, amounting to 9 business units.Based on the results of analysis show that the average amount of revenuefish food processing business in the District of Kampar regency Siak Hulu is Rp.3016667 with a total production cost of Rp. So the revenue of Rp 2,035,824.94.980,841.72. BEP value of production volume in Siak Hulu district of 230 kg or Rp. 1,150,000.00 per month.Keywords : Feed Fish Processing.

PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERMINTAAN RUMAH DI KOTA PEKANBARU

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Vol 1, No 2 (2014): wisuda oktober 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Housing as one of the basic needs that must be met by the public as well as determine the level of social welfare. Demand for residential or housing is closely linked to population growth. This research aims to determine and analyze the effect of population growth on the demand for homes at Pekanbaru. Methods of analysis used is a simple linear regression. For purposes of analysis used secondary data time series, 2001-2012, is demographic data and housing data at Pekanbaru. Statistical tests include the t test,correlation coefficient, and R-square (coefficient of determination). The results of this research indicate that population growth does not significantly affect the demand for homes at Pekanbaru is based on the significant t values greater than 0.05. Based on estimates ofthe regression coefficient of determination was found the R-Squared of 0.110 which shows that population grow thcan only explain or influence the demand of 11.00 percent and the remaining 89.00 percentase influenced by variables other than the variable of population growth. So expect to other similar research to complement well with adding variables or data are used so as to provide better results.Keyword: housing demand, population growth

Peranan subsektor perikanan laut dan budidaya dalam meningkatkan perekonomian Provinsi Riau periode 2007 - 2011

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Vol 1, No 2 (2014): wisuda oktober 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fishing sector is divided into two types based on general waters there are fisheries pond, outdoor and marine fisheries and aquaculture. Marine fisheries and aquaculture subsector includes all activities of arrests, seeding and cultivation of all types of salt water fish and other biota. Marine fisheries and cultivation of natural resources including renewable but also potentially depletd because every system environment there is a threshold population size. If the size of a population or stock falls below this limit, then population will perish. Marine fisheries and aquaculture is resource that move and movement is strongly influenced by the physical waters (currents and temperature), lead to this resource in the management strongly depends on the time and season, therefore it is not predictable like other resources. The data used in this study is secondary data coming from various sources, among others the fisheries agency and maritime Province of Riau, the central bureau of statistics of the Province of Riau, that explaines the interconnectedness of marine cultivation and fisheries with the absorption of labour, exports and contributed to the gross regional domestic revenue is seen from time to the time (time series). The result of the study explained that the role of marine fisheries and aquaculture subsector in terms of employment , exports and contribution to regional gross domestic income is relatively small, becaused the marine fisheries and aquaculture is only subsector of fisheries and of course it’s small scope and limited. In addition there are several factors that hinder the development of marine fisheries and aquaculture subsector include economy problems such as difficulty in fuel, global crisis. Besides the weather and pollution issues are also thing that hinder the development of marine fisheries and aquaculture itself.Keywords : Role, Marine Fisheries and Aquaculture Subsector