Carli Carli
Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang, Semarang 50275. PO BOX 6199

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PENCETAK PAVING BLOCK DENGAN KAPASITAS 7 BUAH PAVING BLOCK TIAP PENGEPRESAN Hardjuno, Bambang Singgih; Tjahjono, Bambang; Bono, Bono; Carli, Carli; Sriyanto, Nanang Budi
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ide ini berawal dari penawaran iklan di internet berkaitan dengan mesin pencetak paving-block yang menggunakan mekanisme penekanan secara manual. Mesin pencetak paving-block dengan menggunakan “pembawa-pasir” untuk memindah pasir dari hopper ke dalam cetakan paving. Mesin pencetak paving-block ini dapat digunakan untuk mencetak paving yang beraneka bentuk dengan jalan mengganti cetakan paving serta dapat digunakan untuk mencetak paving dengan jumlah paving lebih dari satu buah dalam 1 kali pengepresan. Bertolak dari hal tersebut di atas, berhasil dibuat mesin yang memenuhi kriteria-kriteria: menggunakan mekanisme penekanan secara manual untuk mencetak paving, menggunakan “pembawa-pasir” untuk memindah pasir dari hopper ke dalam cetakan paving dan dapat digunakan untuk mencetak paving-block yang beraneka bentuk dengan cara mengganti cetakan paving, serta dapat digunakan untuk mencetak paving-block dengan jumlah lebih dari satu buah dalam 1 kali pengepresan.  Telah berhasil dibuat mesin pencetak paving-block dengan kapasitas 7 buah sekali pengepressan. Kata kunci: Mesin paving-block, manual, pembawa-pasir
ANALISIS KEKUATAN TARIK PADA SAMBUNGAN ALUMINIUM DAN TEMBAGA YANG DISAMBUNG DENGAN LAS GESEK UNTUK KONEKTOR ELEKTRIKAL Haryanto, Poedji; Purnomo, Adhy; Carli, Carli
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan gesek (friction welding, FW) proses penyambungan terjadi akibat panas yang ditimbulkan oleh gesekan antara dua bagian logam yang disambung. Keduabagianlogam yang akan disambung disatukan dibawah pengaruh tekanan aksial, kemudian salah satu diputar sehingga pada permukaan kontakakan timbul panas (mendekati titik cair logam), maka setelah putaran dihentikan akan terbentuk sambungan logam. Keuntungan pengelasan gesek dapat menyambung dua bahan yang berbeda   (dissimilar   metal).   Tembaga   (Cu)   dan   aluminium   (Al) merupakan bahan yang akan disambung pada penelitian ini. Dua metoda penyambungan  dengan  proses  las  gesek,  yaitu  penyambungan  yang secara langsung dan penyambungan dengan menusuk (Shock). Penyambungan dengan cara menusuk merupakan proses penyambungan Cu dan Al untuk mendapatkan kekuatan sambungan yang lebih besar. Metoda  yang  telah  dilakukan  peneliti  dengan  kontak  langsung  pada kedua permukaan bahan uji. Penelitian ini tentang penyambungan bahan aluminium dengan tembaga, sambungan Al dan   Cu digunakan untuk komponen eletrikal. Proses penyambungan anatara Al dan Cu dalam penelitian ini dengan metoda penyambungan tusuk (shock) untuk mendapatkan sambungan yang lebih kuat dibandingkan dengan sambungan kontak permukaan.Bahan uji Cu dengan Ø 12 mm, diameter tusuk Ø 8 mm dan bahan Al dengan Ø 12 mm. Proses penyambungan dengan mertode friction welding, waktu yang digunakan dalam proses penyambungan 15 detik dan 20 detik. Kapasitas mesin yang digunakan 2,2 kWatt, putaran 1400 RPM dan tekanan hydraulik 25 bar. Kata kunci: Las gesek, Kontak langsung, Sambungan shock, Tembaga, Aluminium
ANALISIS KEKUATAN TARIK PADA SAMBUNGAN ALUMINIUM DAN TEMBAGA YANG DISAMBUNG DENGAN LAS GESEK UNTUK KONEKTOR ELEKTRIKAL Haryanto, Poedji; Purnomo, Adhy; Carli, Carli
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan gesek (friction welding, FW) proses penyambungan terjadi akibat panas yang ditimbulkan oleh gesekan antara dua bagian logam yang disambung. Keduabagianlogam yang akan disambung disatukan dibawah pengaruh tekanan aksial, kemudian salah satu diputar sehingga pada permukaan kontakakan timbul panas (mendekati titik cair logam), maka setelah putaran dihentikan akan terbentuk sambungan logam. Keuntungan pengelasan gesek dapat menyambung dua bahan yang berbeda   (dissimilar   metal).   Tembaga   (Cu)   dan   aluminium   (Al) merupakan bahan yang akan disambung pada penelitian ini. Dua metoda penyambungan  dengan  proses  las  gesek,  yaitu  penyambungan  yang secara langsung dan penyambungan dengan menusuk (Shock). Penyambungan dengan cara menusuk merupakan proses penyambungan Cu dan Al untuk mendapatkan kekuatan sambungan yang lebih besar. Metoda  yang  telah  dilakukan  peneliti  dengan  kontak  langsung  pada kedua permukaan bahan uji. Penelitian ini tentang penyambungan bahan aluminium dengan tembaga, sambungan Al dan   Cu digunakan untuk komponen eletrikal. Proses penyambungan anatara Al dan Cu dalam penelitian ini dengan metoda penyambungan tusuk (shock) untuk mendapatkan sambungan yang lebih kuat dibandingkan dengan sambungan kontak permukaan.Bahan uji Cu dengan Ø 12 mm, diameter tusuk Ø 8 mm dan bahan Al dengan Ø 12 mm. Proses penyambungan dengan mertode friction welding, waktu yang digunakan dalam proses penyambungan 15 detik dan 20 detik. Kapasitas mesin yang digunakan 2,2 kWatt, putaran 1400 RPM dan tekanan hydraulik 25 bar. Kata kunci: Las gesek, Kontak langsung, Sambungan shock, Tembaga, Aluminium
PEMBUATAN ALAT PENGERING SERBUK TEMBAGA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM REFRIGERASI KOMPRESI UAP Carli, Carli; Hartono, Hartono; Sunarto, Sunarto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serbuk tembaga merupakan bahan utama dalam pembuatan produk keperluan otomotip maupun elektronik, karena sifat konduktifnya. Salah satu cara pembuatan serbuk tembaga adalah dengan metode electrorefining yaitu proses pengendapan elektrolisis dengan dialiri aliran listrik. Permasalahan yang timbul adalah pada proses pengeringan, serbuk tembaga hasil electrorefining mudah mengalami oksidasi dari udara luar dan membutuhkan temperaturyang tidak terlalu panas yang mengakibatkan serbuk menjadi gosong. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan alat pengering  serbuk tembaga dalam ruang tertutup. Alat pengering serbuk tembaga dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja memanfaatkan penyerapan uap air oleh evaporator dan panas buang dari kondensor dengan temperatur ruang pengeringan kurang dari 50 °C dengan menggunakan sistim refrigerasi kompressiuap. Metode pembuatan alat pengering serbuk tembaga meliputi observasi, desain alat, pembuatan dan pengujian alat, pengambilan data sampai menganalisa data. Hasil dari penelitian  ini adalah prototype alat pengering serbuk tembaga yang dapat digunakan  untuk pengeringan  serbuk tembaga dengan tingkat kelembaban udara ruang pengeringan sebesar 35 %, dan kapasitas penyerapan uap air 0,32 ml/jam. Kata kunci : alat pengering, serbuk tembaga.