Edy Cahyono
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Semarang Gedung D6 Lantai 2 Kampus Sekaran Gunungpati Semarang, 50229, Telp. (024)8508035

Published : 56 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Chemical Science

PENGARUH SELULASE BERBAGAI JAMUR PADA HIDROLISIS ENZIMATIK KULIT PISANG DALAM PEMBUATAN BIOETANOL Pratomo, Julianto; Supartono, Supartono; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai banyak limbah hasil pertanian, salah satunya adalah kulit pisang. Kulit pisang belum banyak diolah di Indonesia untuk menjadi bahan bakar alternatif. Dalam kulit pisang mengandung selulosa sekitar 17,36 %. Selulosa berpotensi untuk dijadikan bahan baku dalam memproduksi etanol melalui proses delignifikasi, hidrolisis dan biokonversi oleh mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis jamur terbaik sebagai katalis pada hidrolisis dan kadar bioetanol tertinggi hasil fermentasi serbuk kulit pisang. Pada penelitian ini proses delignifikasi dengan menggunakan larutan NaOH 0,01M. Proses hidrolisis dilakukan dengan katalis enzim dari jamur selama 6,7 dan 8 jam, dan fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu 8, 10, 12 dan 14 hari. Jenis jamur terbaik sebagai katalis pada proses hidrolisis berasal dari jamur tiram. Kadar bioetanol tertinggi pada waktu fermentasi 10 hari sebesar 0,26%. Kadar bioetanol meningkat dengan penambahan supernatan 100 mL saat hidrolisis yaitu menjadi 1,28%.
REAKSI ESTERIFIKASI BUTANOL DENGAN ASAM ASETAT TERKATALISIS KATALIS Zr4+-ZEOLIT BETA Kusumawati, Avelisia; Siadi, Kusoro; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol menghasilkan ester. Reaksi esterifikasi pada umumnya menggunakan asam anorganik seperti H2SO4, reaksi esterifikasi pada umumnya menyebabkan korosi untuk menghambat maka digunakan katalis Zr4+-zeolit beta. Bagaimana reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Zeolit beta direndam dalam 25 mL ZrCl4 selama 24 jam dan diaduk dengan stirer kemudian campuran disaring dengan vakum dan dicuci dengan aquadest, setelah itu filtrat dideteksi dengan larutan AgNO3 untuk menghilangkan Cl- kemudian dikeringkan pada suhu 120°C selama 2 jam dan dikalsinasi pada suhu 400°C selama 3 jam, katalis dikarakterisasi dengan XRD, BET. Telah dipelajari pembuatan katalis dengan cara pengembanan logam zirconium kedalam zeolit beta dengan metode pertukaran ion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum pada reaksi esterifikasi butanol dengan asam asetat dengan katalis Zr4+-zeolit beta. Karakterisasi katalis analisis kristalinitas katalis menggunakan XRD,  uji BET. Esterifikasi butanol direaksikan dengan asam asetat menggunakan katalis Zr4+-zeolit beta dengan pelarut diklorometana pada variasi waktu 4,6,8,12 dan 24 jam dan temperatur 80°C. Selama reaksi berlangsung, dicuplik 20mL sampel  pada waktu reaksi 4, 6, 8, 12 dan 24 jam.  Untuk memisahkan produk organik dengan air, lapisan organik  ditambah dengan Na2SO4 anhidrid, kemudian dialiri gas N2untuk menghilangkan pelarutnya. Kemudian dianalisis menggunakan GC, GC-MS, FTIR.  Hasil butanol dengan asam asetat didapatkan produk butil etanoat.  Hasil esterifikasi Pada waktu 4 jam 48%, 6 jam 49%, 8 jam 50%, 12 jam 51%, dan 24 jam 53%.
UJI AKTIVITAS KATALIS Zn2+-ZEOLIT BETA PADA REAKSI SIKLISASI-ASETILASI R-(+)-SITRONELAL MENJADI ISOPULEGIL ASETAT Hermawan, Ardi; Cahyono, Edy; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KINETIKA REAKSI SIKLISASI-ASETILASI SITRONELAL MENJADI ISOPULEGIL ASETAT TERKATALISIS Zr4+-ZEOLIT BETA Wahyuningrum, Ribka; Cahyono, Edy; Siadi, Kusoro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS RASIO KADAR AMILOSA/AMILOPEKTIN DALAM AMILUM DARI BEBERAPA JENIS UMBI Pramesti, Henny Ayu; Siadi, Kusoro; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasio amilosa/amilopektin dalam amilum sangat menentukan aplikasi-nya dalam industri dan sangat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Pada proses pembuatan tepung rasio amilosa dan amilopektin sangat diperhatikan untuk mendapatkan kualitas tepung dengan tekstur yang lebih bagus. Penelitian dilakukan untuk menganalisis rasio amilosa/amilopektin pada amilum yang terdapat dalam beberapa jenis umbi.Sampel amilum umbi yang digunakan yaitu ubi kayu, ubi jalardan suweg. Dalam penelitian ini dilakukan preparasi sampel dengan mengekstraksi amilum, kemudian menentukan kadar amilum dengan metode hidrolisis asam, sehingga didapatkan hasil kadar amilum ubi kayu sebesar 87,95%, kadar amilum ubi jalar sebesar 84,89% dan amilum suweg sebesar 83,86%.Analisis kadar amilosa dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Kadar amilopektin ditentukan dari hasil selisih antara kadar amilum dan kadar amilosa.Hasil analisis rasio amilosa/amilopektin dalam amilum ubi kayu  sebesar 36% : 51,95%,  amilum ubi jalar sebesar 31,86% : 53,03%dan amilum suweg sebesar 24,91 % : 58,95%.
TRANSFORMASI EUGENOL MENJADI ISOEUGENOL ASETAT MELALUI ISOMERISASI DAN ASETILASI Priyosetyoko, Priyosetyoko; Sudarmin, Sudarmin; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eugenol merupakan komponen utama dalam minyak cengkeh. Telah dilakukan transformasi terhadap eugenol menjadi isoeugenol asetat melalui isomerisasi eugenol dengan memindahkan ikatan rangkap dua alil ke posisi konjugasi pada cincin benzena yang dilanjutkan asetilasi terhadap gugus hidroksil. Isomerisasi eugenol dilakukan dengan katalis KOH dalam pelarut etilen glikol selama 6 jam temperatur 150°C menghasilkan isoeugenol dengan kemurnian 84,85%. Asetilasi dilakukan menggunakan anhidrida asetat dengan katalis natrium asetat tanpa pelarut dan pelarut diklorometana pada temperatur 135°C masing-masing divariasi waktu reaksi 4, 6, dan 8 jam. Waktu yang optimum untuk reaksi asetilasi tanpa pelarut adalah 6 jam menghasilkan isoeugenol asetat dengan kemurnian 70%. Waktu yang optimum untuk asetilasi isoeugenol dalam pelarut diklorometana adalah 8 jam menghasilkan isoeugenol asetat dengan kemurnian 81,60%.
ISOLASI 1,8-SINEOL DARI MINYAK KAYUPUTIH DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI FUMIGAN Sitophilus oryzae Sari, Dian Kumala; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah suatu alternatif penggunaan pestisida jenis fumigan yang aman dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan senyawa aktif sekaligus senyawa terbesar yang terkandung dalam minyak kayuputih yaitu 1,8-Sineol. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui dosis minimum dan waktu paparan minimum yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat mortalitas 100% pada kutu beras (Sitophilus oryzae). Pengisolasian senyawa 1,8-Sineol dilakukan dengan metode destilasi fraksinasi pengurangan tekanan dan hasil analisis menujukkan bahwa kemurnian senyawa 1,8-Sineol hasil isolasi adalah sebesar 83,36%. Analisis struktur senyawa hasil isolasi menggunakan FTIR dan 1H-NMR menunjukkan bahwa senyawa terisolasi adalah 1,8-Sineol. Senyawa 1,8-Sineol hasil isolasi ini selanjutnya diujikan aktivitasnya sebagai fumigan pada kutu beras (Sitophilus oryzae). Hasil uji aktivitas menunjukkan bahwa senyawa 1,8-Sineol memiliki kemampuan sebagai fumigan pada kutu beras (Sitophilus oryzae) karena dapat membunuh kutu beras dengan tingkat mortalitas 100 % pada dosis penggunaan sebanyak 150 µL/L dan waktu paparan selama 45 jam.
KAJIAN TEORITIS SINTESIS ISOPULEGIL ASETAT DARI R-(+)-SITRONELAL DIKATALISIS 〖Zr〗^(4+)-ZEOLITE BETA METODE DFT/B3LYP Natanael, Natanael; Cahyono, Edy; Sudarmin, Sudarmin
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitronelal merupakan senyawa monoterpena yang mempunyai gugus aldehida, ikatan rangkap dan rantai karbon yang memungkinkan untuk mengalami reaksi siklisasi asetilasi. Sitronelal dapat dapat mengalami reaksi siklisasi-asetilasi dengan katalis homogen maupun katalis heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal dengan katalis -zeolite beta melalui perhitungan komputasi menggunakan metode DFT B3LYP dengan himpunan basis STO3G dalam program Gaussian 03W. Pada penelitian ini dilakukan optimasi geometri terhadap tiap spesi reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal. Penelitian ini menggunakan metode DFT/B3LYP dengan himpunan basis STO3G dalam program Gaussian 03W. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 3 keadaan transisi dan 2 hasil antara dalam mekanisme reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal. Diketahui juga bahwa energi pembentukan pada hasil antara 2 untuk isopulegil asetat lebih tinggi dibanding neoisopulegil asetat, untuk produk akhir isopulegil asetat energi pembentukan lebih rendah dibanding neoisopulegil asetat.
PEMISAHAN SITRONELAL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI KOLOM DENGAN FASA DIAM SIKLODEKSTRIN TERASETILASI Setyaningrum, Murtiyanti; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemisahan senyawa kiral telah menjadi perbincangan besar didunia penelitian. Senyawa kiral memiliki pasangan enantiomer dengan efek samping yang berbeda. Melihat kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian tentang pemisahan senyawa kiral (sitronelal) dengan menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam siklodekstrin terasetilasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemisahan senyawa kiral menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam siklodekstrin terasetilasi. Reaksi asetilasi siklodekstrin dengan anhidrida asam asetat selama 36 jam. Hasil reaksi asetilasi dianalisis dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Siklodekstrin terasetilasi digunakan sebagai fasa diam. Pemisahan sitronelal dilakukan dengan eluen yang telah ditentukan dengan KLT yaitu toluen : etil asetat (12:0,1) sehingga diperoleh isolat F1 dari hasil penggabungan beberapa fraksi. Analisis terhadap isolat F1 dilakukan menggunakan GC. Kromatogram GC isolat F1 menunjukkan presentase sitronelal 86,77 %. Dilakukan perbandingan dengan silica gel sebagai fasa diam untuk kromatografi kolom. Kromatogram GC menunjukkan presentase sitronelal sebanyak 80,91 %. Hasil Analisis perlu dilanjutkan dengan GC-kolom kiral untuk mengetahui terpisahnya senyawa kiral.
KANDUNGAN KIMIA DAN POTENSI BEBERAPA JENIS TEPUNG UBI JALAR PADA PEMBUATAN ROTI Rahmawati, Arisna; Supartono, Supartono; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia tepung ubi jalar (variasi jenis ubi jalar) dan mengaplikasikan dalam pembuatan roti tawar. Kandungan kimia yang ditentukan dalam penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, protein, zat besi (Fe), seng (Zn), dan total karoten dan dibandingkan dengan SNI tepung terigu. Hasil perhitungan didapatkan bahwa kadar air, dan kadar abu, zat besi yang didapat masih memenuhi SNI tepung terigu, tetapi pada kadar protein, seng belum dapat memenuhi SNI tepung terigu. Roti tawar dibuat dengan komposisi campuran tepung terigu dan tepung ubi jalar baik putih, ungu maupun kuning 80:20. Kualitas roti tawar tersebut diketahui dengan menguji kadar air, kadar abu, serat kasar dan uji organoleptik. Berdasarkan uji organoleptik roti tawar yang paling disukai panelis adalah roti tawar ubi jalar putih. Hasil perhitungan kadar air, abu pada roti tawar ubi jalar masih memenuhi SNI, sehingga layak dikonsumsi.
Co-Authors Achmad Binadj, Achmad Agustina, Diah Tria Ardi Hermawan, Ardi Arisna Rahmawati, Arisna Arofah, Barorotul Ulfah Asmaul Husna Astuti, Fiki Kusuma Avelisia Kusumawati, Avelisia Aziz Rizqi Pratama, Muhammad Budiarti, Santi Cepi Kurniawan Dewi Selvia Fardhyanti Dian Kumala Sari, Dian Kumala Doni Setiawan Duong, Nguyen Thuy Eko Budi Susatyo Endang Susilaningsih Ersanghono Kusuma Ersanghono Kusumo, Ersanghono Fianti Fianti, Fianti Gema Arief Wicaksana, Gema Arief Harjono Harjono Harno Dwi Pranowo Henny Ayu Pramesti, Henny Ayu Ida Maesyaroh, Ida Indri Saputri, Indri Julianto Pratomo, Julianto Karomah Dwidayati, Nur Kasmadi Imam Supardi Kusoro Siadi Latifah - Listanti, Dian M. Muchalal Machmudah - Madayanti Khomsyatun, Madayanti Marfina, Apriza Mariana, Elyta Merlianita, Ditha Mubarak, Syarifatul Muchalal Muchalal Murbangun Nuswowati Murtiyanti Setyaningrum, Murtiyanti Nanik Wijayati Natanael Natanael, Natanael Niasri, Niasri Nico Aditya Wijaya, Nico Aditya Noor Malikhah Muazizah, Noor Malikhah Nuni Widiarti Nur Amalia Afiyanti, Nur Amalia Nurcahyo, Bowo Pangesti, Rizki Dwi Pranonowo, Harno Dwi Priyosetyoko Priyosetyoko, Priyosetyoko Rahayu, Endah Fitriani Ratnawati Kusuma Ningsih Ribka Wahyuningrum, Ribka Riyanti . Rizalina, Hartias Rizka Rida Utami Rizkita, Aden Dhana Romawati, Carolina Rudiyanto pakiz, Rudiyanto Saptorini Saptorini, Saptorini Septiyaningsih, Tri Setiarto Pratigto, Setiarto Soeprodjo - Sri Haryani Sri Mursiti Sri Nurhayati Suci Fajariah, Eka Sudarmin Sudarmin Sufiati Bintanah Supartono Supartono Supranowo Supranowo Syafaatunniyah, Syafaatunniyah Tjahyo Subroto, Tjahyo Triyono Triyono Ulung Aggraito, Yustinus Umi Rahmawati,, Umi Uswatun Kasanah, Uswatun Van, Ngoc Chau Widayani, Anis Yunita, Wulansari