Bambang Cahyono
Laboratorium Kimia Organik, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto, SH, Semarang 50275, Telp. (024)76480824

Published : 48 Documents
Articles

PERBANDINGAN KANDUNGAN MINYAK ATSIRI ANTARA JAHE SEGAR DAN JAHE KERING ., Supriyanto; Cahyono, Bambang
CHEMISTRY PROGRESS Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe (Zingiber officinale var emprit) merupakan salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia yang memberikan peranan cukup berarti dalam penerimaan devisa negara. Daya guna bahan ini sangat erat hubungannya dengan komponen bioaktif yang terkandung didalamnya. Kualitas dan kuantitas minyak atsiri jahe emprit segar dan simplisia jahe kering dilaporkan guna memberi informasi kepada masyarakat mengenai efek dari pasca panen. Total minyak atsiri diperoleh melalui destilasi Stahl selama ± 6 jam, sedangkan analisis komponen minyak atsiri dilakukan dengan GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar minyak atsiri jahe segar dan simplisianya masing-masing 3,71% (v/w) dan kadar 0,94 % (v/w). Data GC-MS memperlihatkan bahwa jahe segar memiliki jenis minyak atsiri lebih banyak daripada jahe kering, selain jumlah zingiberinenya lebih dominan. Hasil penelitian dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa jahe segar lebih baik dibandingkan dengan simplisia jahe kering.Gingeris an important herbal commodities of Indonesia. The utilityof this ginger is related to itsbioactive components. The analysis of qualityandquantity ofessential oilof freshanddriedginger are necessary in order to informaboutpost-harvest to the public. Totalessential oilobtained byStahldistillation for ±6hours, and their components are performedbyGC-MS. The results showed that essential oil of fresh and dried ginger are 3.71% (v/w)and 0.94% (v/w), respectively. GC-MS spectra indicatethatfreshgingerhas many types of volatileessential oil and zingeberenethandriedginger. Therefore, the results of this research can explain the public understanding that the freshgingeris better thandriedginger.
RANCANG BANGUN DAN UJI ALAT PROSES PENINGKATAN MINYAK CENGKEH PADA KLASTER MINYAK ATSIRI KABUPATEN BATANG Widayat, W; Cahyono, Bambang; Ngadiwiyana, N
JURNAL ILMU LINGKUNGAN Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012
Publisher : PSIL UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Minyak cengkeh merupakan salah satu produk dari minyak atsiri yang dihasilkan oleh Kluster Minyak Atsiri di Kabupaten Batang. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kadar eugenol yang rendah serta warna yang belum bisa memenuhi standar SII/EOA maupun SNI 06 2387 2006. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peningkatan kualitas minyak cengkeh /eugenol dengan proses adsorpsi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: bahan minyak cengkeh belum memenuhi standar SNI 06 2387 2006 khususnya dari warna dan kadar eugenol total. Hal ini dikarenakan dalam proses masih digunakan peralatan dari besi. Minyak cengkeh dapat ditingkatkan kadar eugenol dan perbaikan warna menjadi lebih cerah (kuning) dengan penambahan asam sitrat 0,6-10%. Peralatan dengan pengadukan dapat digunakan dalam proses peningkatan minyak cengkeh. Daya yang terpasang sekitar 1 PK dan kapasitas setiap batch 20-30 kg dengan waktu operasi 60 menit dan temperatur 50oC. Kemampuan UKM di Klaster Minyak Atsiri Kab Batang Jawa Tengah dapat ditingkatkan dengan kegiatan pelatihan dan Expo hasil penelitian. Pada Tahun pertama, UKM telah melakukan kegiatan analisis produk dan perbaikan minyak cengkeh sehingga memenuhi standar SNI 06 2387 2006. Kata Kunci: minyak cengkeh, eugenol, adsorpsi, tangki berpengaduk, persentase Fe terikat ABSTRACT Clove oil is a product of essential oils produced by clusters of Essential Oils in Batang. The problem faced today is that low levels of eugenol and it color doen’t meet with SII / EOA and SNI 06 2387 2006 standard. The purpose in this research for improving the quality of clove oil / eugenol with adsorption process. The results showed that: clove oil doesn’t meet of SNI 06 2387 2006 especially at colors and total eugenol. This is because the process was used equipment from iron. The eugenol and color improving to yellow bright of clove oil by adding citric acid from 0.6 to 10%. Stirring equipment can be used to the process for increasing the quality of clove oil. Installing power of about 1 PK with batch of 20-30 kg capacity with 60 minutes operating time at 50oC. The capability of UKM at clusters of Essential Oil at Batang, Central Java can be improved by training and researching Expo. In the first year, UKM had engaged in product analysis and improvement of clove oil that meets with SNI 2387 06 2006.   Keywords: clove oil, eugenol, adsorption, stirred tank, the percentage of Fe bonded
Asam Lemak Dari Gonad Kerang Simping Amusium Pleuronectes Cahyono, Bambang; Legowo, Bayu; Supriyanto, Jusup; Widowati, Ita
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 15, No 1 (2010): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2598.399 KB)

Abstract

Amusium pleuronectes merupakan salah satu biota laut yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Beberapa senyawa asam lemak yang terdapat dalam bahan alam tersebut, untuk pertamakalinya telah berhasil diidentifikasi dan diusulkan strukturnya. Sampel A. pleuronectes dikumpulkan dari perairan Weleri - Kendal, Jawa Tengah. Isolasi bahan dilakukan dengan ekstraksi kontinyu, diikuti dengan hidrolisis dan esterifikasi menggunakan methanol/BF3. Analisis ester dari asam lemak dilakukan dengan GC-MS, menghasilkan tujuh puncak utama yang diusulkan sebagai asam tetradekanoat, asam pentadekanoat, asam heksadekanoat, asam heksadekaenoat, asam heptadekanoat, asam oktadekanoat dan asam oktadekaenoat, Senyawa omega-3 yang lazim diperoleh dalam bahan alam laut jenis lain, tidak ditemukan dalam sampel dari lokasi yang dipilh. Keadaan ini membuka telah wawasan bagi penelitian lebih lanjut, khususnya data dari daerah lain, guna mendapatkan gambaran peta potensi pengembangan A. pleuronectes di Jawa Tengah. Kata kunci : Amusium pleuronectes, asam lemak, gonad  Amusium spleuronectes. is one of the marine biota that very prospective for further development. Several fatty acid compounds contained in this natural product, for the first time have been identified and proposed their structures. Samples were collected from the waters of Weleri - Kendal, Central Java. Materials isolation were carried out using continuous extraction, followed by hydrolysis and esterification using methanol/BF3. Analysis of fatty acid esters by GC-MS, resulting in seven main peaks which is proposed as tetradecanoic acid, pentadecanoic acid, hexa-decanoic acid, heptadecanoic acid, and oktadecanoic acid. Omega-3 compounds commonly found in other materials types of marine natural, not found in samples from locations selected. This situation opens perspectives This situation opens perspectives for further research, especially data from other regions, in order to get an picture map of A. pleuronectes potential development in Central Java. Key words:  fatty acids,  Amusium pleuronectes, gonad
PENGARUH PROSES PENGERINGAN RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza ROXB) TERHADAP KANDUNGAN DAN KOMPOSISI KURKUMINOID Cahyono, Bambang; Huda, Muhammad Diah Khoirul; Limantara, Leenawaty
REAKTOR Volume 13, Nomor 3, Juni 2011
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.395 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.13.3.165-171

Abstract

EFFECT OF DRYING PROCESSES ON CURCUMINOID CONTENT AND COMPOSITION OF TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza ROXB) RHIZOMES. Curcuminoid a yellow coloring agent of turmeric is known to have many benefits in food and medicinal industries. This compound can be isolated by simple extraction from fresh rhizome or symplicia. The research of comparing qualitative and quantitative of curcuminoid in different drying process has not yet been published. Drying methods used in this research were done in an oven at 60°C and under 30-watt electrical lamp at ±30°C. Each method was carried out in time variation of 1, 3, and 5 days. Extraction of curcuminoid was done using ethanol 95% followed by fat reduction process using petroleum ether. Curcuminoid analysis was done by TLC, UV-Visible spectrophotometer and HPLC. The result showed that the water content of all samples was approximately 4.06%-7.76%. TLC analysis identified the presence of two dominant components in the curcuminoid with the Rf values of 0.37 and 0.15. The UV-Visible spectra indicated that simplicia would give more result in curcuminoid than fresh rhizome. There were 4 substances detected in HPLC analysis, they were curcumin 61-67%, demetoxycurcumin 22-26%, bisdemetoxycurcumin 1-3%, and curcuminoid derivative 10-11%. In addition, drying on oven resulted brighter and crispier simplicia than drying under lamp.  Kurkuminoid yang merupakan zat utama yang berwarna kuning dalam temulawak telah diketahui memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan dan makanan. Bahan ini dapat diisolasi dari bahan segar atau simplisia kering melalui ekstraksi. Riset yang mencoba membandingkan kualitas dan kuantitas kurkuminoid akibat perlakuan panas pada saat pembuatan simplisia hingga sekarang belum pernah dilakukan. Penelitian dimulai dengan pengeringan temulawak segar setelah dirajang pada oven suhu 60°C dan pada pengeringan lampu listrik 30 watt pada suhu ± 30°C. Masing-masing metode dilakukan variasi lama pengeringan 1, 3, 5 hari. Ekstraksi kurkuminoid dilakukan menggunakan etanol 95% dan defatisasi menggunakan petroleum eter, sedangkan analisis kualtatif dan kuantitatif kurkuminoid direalisasikan dengan KLT, spektrofotometer UV-Tampak dan KCKT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan air semua sampel sekitar 4,06%-7,76%. Analisis KLT mengidentifikasi adanya dua komponen dominan dalam kurkuminoid dengan nilai Rf 0,37 dan 0,15. Hasil analisis Spektrofotometri UV-tampak memberikan keenderungan bahwa kurkuminoid dari sampel kering lebih mudah terekstraksi daripada sampel basah. Kromatogram HPLC dapat mendeteksi adanya 4 senyawa yaitu kurkumin 61-67%, demetoksikurkumin 22-26%, bisdemetoksikurkumin 1-3%, dan turunan kurkuminoid 10-11%, urutan prosentase masing-masing komponen tetap sama selama proses pengeringan. Hasil penelitian ini juga telah dapat menunjukkan bahwa perbedaan kondisi operasi pengeringan sangat mempenaruhi penampakan simplisia yang dihasilkan, pengeringan oven memiliki warna lebih cerah dan  lebih meremah daripada pengeringan lampu.
SINTESIS SENYAWA C18H26O9 DARI HIPTOLIDA HASIL ISOLASI DAUN HYPTIS PECTINATA Suzery, Meiny; Kusniawati, Ely; Hudiyanti, Dwi; Cahyono, Bambang
REAKTOR Volume 14, Nomor 1, April 2012
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/reaktor.14.1.68-72

Abstract

SYNTHESIS OF C18H26O9 COMPOUNDS FROM HYPTOLIDE ISOLATED FROM HYPTIS PECTINATA LEAVES. Isolation of hyptolide has been done from Hyptis pectinata, and alkene group transformation through oxidation reactions using H3B: OEt2 to the isolated compound was also conducted. Product analyses were carried out using TLC, UV spectrometry, IR, and LC-MS. Pure crystal with melting point of 86-87oC was isolated. The yield was 1.75% (w/w). After analysing and compilating of spectroscopic data it was confirmed as hyptolide compound. Hydroboration of this compound (followed by hydrolysis using H2O2 under alkaline conditions) produce its alcohol derivatives, with 28.9% the percentage of transformation, it was demonstrated by LCMS data. IR spectrum at 3600cm-1, confirming the replacement of hydroxyl bond by alkene. Regioselectivity of addition reaction is proposed through simulation with Chem Office. The reaction product was suspected as 6-hydroxy-7-(6-oxo-3,6-dihydro-2H-pyran-2-yl) heptane-2,3,5-tryil triacetate. Extension of reaction time to 24 hours, has increase hydroboration product to 78.3%. This research has opened other studies of natural materials in accordance to the roadmap set.  Telah dilakukan isolasi hiptolida dari bahan alam Hyptis pectinata, dan transformasinya melalui reaksi oksidasi menggunakan H3B:OEt2 terhadap gugus alkena pada senyawa hasil isolasi. Analisis produk dilakukan menggunakan KLT, spektrometri UV, IR, dan LC-MS. Kristal murni dengan titik leleh 86-87oC berhasil diisolasi dengan rendemen 1,75 % (b/b), dirujuk sebagai senyawa hiptolida setelah melalui analisis dan kompilasi data-data spektroskopi. Hidroborasi terhadap senyawa hiptolida (yang diikuti hidrolisis menggunakan H2O2 dalam suasana basa) menghasilkan senyawa alkohol turunannya, dengan persentase transformasi sebesar 28,9%, dapat ditunjukkan melalui data LCMS. Data spectrum IR menunjukkan adanya puncak pada 3600cm-1, memperkuat dugaan  adanya ikatan hidroksil menggantikan gugus alkena. Regioselektivitas reaksi adisi diusulkan melalui simulasi dengan Chem Office, produk reaksi diduga mempunyai struktur  sebagai 6-hydroxy-7-(6-oxo-3,6-dihydro-2H-pyran-2-yl)heptane-2,3,5-tryil triacetate. Perpanjangan waktu reaksi selama 24 jam, telah dapat menaikkan produk hidroborasi menjadi 78,3%. Data penelitian ini telah membuka jalan bagi penelitian-penelitian bahan alam lain sesuai dengan roadmap penelitian yang telah ditetapkan.
PROFIL TAMPILAN FISIK DAN KANDUNGAN KURKUMINOID DARI SIMPLISIA TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB) PADA BEBERAPA METODE PENGERINGAN Zahro, Laely; Cahyono, Bambang; Hastuti, Rini Budi
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 17 Issue 1 Year 2009
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8075.172 KB)

Abstract

ABSTRAK-Penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh beberapa metode  terhadap kualitas  simplisia temulawak yakni dengan melihat tampilan fisik dan kandungan kurkuminoid temulawak. Rimpang temulawak segar dibersihkan, dipotong, dikeringkan dengan beberapa metode  pengeringan yaitu pengeringan oven dengan suhu 60oC, pengeringan dengan oven lampu suhu 30oC, pengeringan dengan sinar matahari dari jam 08.00-11.00 dan dari jam 08.00-15.00, dihaluskan, diekstraksi, dan dianalisis menggunakan spektrofotometer UV- visible. Simplisia hasil pengeringan oven dan oven lampu mempunyai wama yang cerah dan permukaannya berwarna  jingga kekuningan sedangkan simplisia hasil pengeringan matahari berwarna gelap dan terinfeksi jamur  putih. Hasil kandungan kurkuminoid ditampilkan dalam persen dari berat kering dan diuji dengan Analisis Varian Eka Arah Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5%. Kadar kurkuminoid yang dihasilkan dari pengeringan oven yaitu 0,68%, 0,92%, 0,91%, dan 0,82%, dari pengeringan oven lampu yaitu 0,71%, 0,83%, 0,57%, dan 0,97%, dari pengeringan matahari pada jam 08.00-11.00 yaitu 0,82%, 0,99%, 0,64%, dan 0,89% dan dari pengeringan matahari pada jam 08.00-15.00 yaitu 0,80%, 0,89%, 0,84%, dan 0,93%. Kadar kurkuminoid yang diteliti dari beberapa metode pengeringan tersebut menunjukkan  tidak ada perbedaan yang sighnifikan. Kata  kunci : kurkuminoid, pengeringan, simplisia,  uv-visibel
Pra-Standarisasi: Produksi dan Analisis Minyak Virgin Coconut Oil (VCO) Asy’ari, Mukhammad; Cahyono, Bambang
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.9.3.74-80

Abstract

Masih banyak minyak VCO yang dijual di pasaran memiliki kualitas rendah. Hal ini dikarenakan belum adanya standarisasi untuk menentukan standar kualitas minyak VCO. Pada penelitian ini dilakukan tahap pra-standarisasi terhadap proses produksi dan analisis minyak VCO. Pra-standarisasi terutama dilakukan pada metode isolasi minyak VCO, analisis kualitas fisik meliputi uji organoleptik dan berat jenis, analisis standar khasiat yang berkaitan dengan komposisi asam-asam lemak esensial dan analisis standar keawetan yang meliputi kadar air, kadar nitrogen, uji peroksida dan kadar asam-asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode isolasi pemancingan mampu menghasilkan minyak VCO sebanyak 0,150 liter/kg kelapa, warna jernih, rasa gurih kelapa-enak dan bau wangi-kelapa, berat jenis 0,924 g/mL, kadar air 0%, nitrogen 0%, uji peroksida positip (+), asam lemak bebas 0,002%. Komposisi asam-asam lemak yaitu asam laurat 39,69%; miristat 24,12%; palmitat 11,17%; kaprat 7,27%; oktanoat/kaprilat 6,94%; oleat 6,48%; stearat 3,03%; linoleat 0,79% dan kaproat 0,52%. Hasil analisis menunjukkan bahwa minyak VCO yang diperoleh sudah memenuhi standar kualitas Asian and Pacific Coconut Community (APCC) kecuali kadar asam laurat masih di bawah standar.Kata kunci: minyak VCO, pra-standarisasi, metode pemancingan VCO, komposisi asam lemak, asam laurat.
Potensi Antimikosis Beberapa Tumbuhan Obat Indonesia Kusrini, Dewi; Anam, Khairul; Cahyono, Bambang
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.9.3.69-73

Abstract

Telah ditelaah potensi antimikosis tumbuhan Annona squamosa L (srikaya), Phylantus Acidus (L) Skeels (ceremai), and Phaleria Macrocarpa [Scheff] Boerl. (mahkota dewa) terhadap mikosis Candida Albicans. Ekstrak etanol srikaya mempunyai aktivitas tertinggi, setara dengan aktivitas 11.566,11 μg ketokenazol, dan ekstra etanol mahkota dewa setara dengan 2.344,46 g ketokenazol.
Sintesis Senyawa 3-Metoksi-4-Iiidroksikalkon dengan Bahan Awal Vanilin dan Asetofenon Ismiyarto, Ismiyarto; Madiyono, Madiyono; Cahyono, Bambang
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 5, No 3 (2002): Volume 5 Issue 3 Year 2002
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.5.3.15-18

Abstract

Sintesis senyawa 3-metoksi-4-hidroksikalkon dengan bahan awal vanilin dan asetofenon lelah dilakukan dengan metode Kohler-Chadwell yang dimodifikasi. Reaksi dilakukan dalam suasana basa pekat berdasarkan mekanisme Claisen-Schmidt. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa transformasi menghasilkan produk murni yang dapat dipisahkan setelah dilakukan reaksi dalam NaOH 60% pada keadaan suhu optimum 70°C selama 1,5 jam. Produksi murni yang dihasilkan sebesar 77,11%.
Analisis Kimiawi Fraksi n-Heksana dari Tanaman Purwoceng (Pimpinella Alpina Molk) Qodri, Zahroul Umami; Cahyono, Bambang; Suzery, Meiny
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 1 (2013): Volume 16 Issue 1 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jksa.16.1.27-32

Abstract

Telah dilakukan kuantifikasi kandungan fenolat total, flavonoid total, uji aktivitas antioksidan (DPPH), serta identifikasi secara kromatografi senyawa fenolat dari golongan kumarin dalam fraksi n-heksana Pimpinella alpina Molk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa fenolat total fraksi n-heksana , yaitu 45,04 mg ekuivalen asam galat/gram fraksi kering. Sedangkan kandungan flavonoid total fraksi n-heksana yaitu 5,58 mg ekuivalen kuersetin/gram fraksi kering. Aktivitas antioksidan dengan metode DPPH diperoleh IC50 yaitu 13485 ppm. Identifikasi dari golongan kumarin dari kromatografi kolom dihasilkan 11 fraksi, berdasarkan hasil profil KLT setelah disemprot dengan pereaksi warna NH3 dan dilihat di bawah lampu UV 365 nm, ditunjukkan bahwa fraksi F1 positif mengandung golongan senyawa kumarin yang ditunjukkan oleh noda berwarna hijau kuning. Bagaimanapun struktur kimia dari senyawa tersebut hingga saat ini belum dapat diusulkan.