Articles

Found 16 Documents
Search

Identifikasi Kekritisan Komponen Pada Lini Produksi Pabrik Gula Tebu Menggunakan Metode Equipment Criticality Rating Cahyati, Sally; Pramudya, Bambang; Pertiwi, Setyo; Herodian, Sam
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 25, No 1 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract ECR is one of Maintenance Performance Index (MPI)’s  criteria in The System of Eco Maintenance (SEM) proposed for sugarcane fabrication. The SEM is a maintenance system that concerns to energy conservation issue in sugarcane  fabrication. Reduction of energy consumption can affect the reduction of pollutant produced by sugarcane fabrication process. MPI and EPI (Environment Performance Index) are  Operational Performance Index (OPI)’s components that calculated by SEM. The OPI will be used for selecting a proper strategy for  revitalization of sugarcane factory. ECR uses  a pairwise comparison assesment  based on experts interview and judgement. Then, it will be calculated by Expert Choice software. The weight of  ECR’s criteria will be multiplied by criteria value from data processing  result in SEM software. The results show that the highest value of ECR is of 41.52 for Mill and Boiler station and the lowest result is of 8.83 for Drying and Packaging station. Finally the value of ECR will be classified into very critical (ECR1), critical (ECR2), less critical (ECR3) and non critical (ECR4), to determine the level of station’s criticality. keywords: ECR, eco maintenance, sugarcaneAbstrak ECR  adalah salah satu dari kriteria Indeks Kinerja Perawatan (MPI) dalam Sistem Eco Maintenance (SEM) yang diusulkan untuk pengolahan gula tebu. SEM adalah suatu sistem perawatan yang peduli terhadap isu konservasi energi dalam pengolahan gula tebu. Pengurangan konsumsi energi dapat berpengaruh terhadap pengurangan polutan yang dihasilkan oleh proses pengolahan gula tebu.  MPI dan EPI (Indeks Kinerja Lingkungan) adalah komponen-komponen dari Indeks Kinerja Operasional (OPI) yang dihitung oleh SEM. OPI akan digunakan untuk menyeleksi strategi yang tepat bagi revitalisasi pabrik pengolah gula tebu. ECR menggunakan penilaian pembandingan berpasangan berbasis pada wawancara dan penilaian pakar. Kemudian, penilaian tersebut  akan dihitung oleh piranti lunak  Expert Choice. Bobot dari kriteria ECR akan dikalikan dengan nilai kriteria dari hasil pemrosesan data dalam piranti lunak SEM. Hasilnya memperlihatkan bahwa nilai tertinggi dari ECR adalah  41.52 untuk stasiun Gilingan dan Ketel Uap dan hasil  terendah adalah 8.83 untuk stasiun Pengeringan dan Pengepakan. Pada akhirnya nilai ECR akan diklasifikasikan menjadi sangat kritis (ECR1), kritis (ECR2), kurang kritis (ECR3) dan tidak kritis (ECR4), untuk menggambarkan tingkat dari kekritisan stasiun. Kata Kunci: ECR, Eco Pemeliharaan, TebuDiterima:26 November 2010 ; Disetujui:30 Maret 2011   
RANCANG BANGUN SISTEM KODIFIKASI FLARE TIP MENGGUNAKAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY Cahyati, Sally; Rioma, Medy
SINERGI Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2017.2.010

Abstract

Tren digitalisasi dalam industri manufaktur saat ini merupakan suatu kunci bagi terwujudnya proses manufaktur yang efektif dan efisien. Hal ini terutama menyangkut kualitas, waktu dan biaya produksi produk. Daya saing suatu produk akan meningkat jika ketiga hal tersebut dapat dioptimalkan. Permasalahannya adalah seringnya waktu yang terbuang karena harus melakukan proses perancangan dan perencanaan produk yang berulang pada produk–produk yang mempunyai kemiripan. Sistem kodifikasi merupakan konsep yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebagai langkah awal, pendekatan GT (group technology) akan digunakan dalam membangun sistem kodifikasi untuk produk-produk flare tip yang merupakan salah satu  komponen penting dari flare stack. Hasil yang diharapkan dari perancangan sistem kodifikasi adalah waktu yang diperlukan untuk membuat desain produk dan perencanaan proses untuk produk–produk yang serupa dapat dipersingkat dan lebih sistematis dibandingkan menggunakan cara-cara konvensional.
Identifikasi Kekritisan Komponen Pada Lini Produksi Pabrik Gula Tebu Menggunakan Metode Equipment Criticality Rating Cahyati, Sally; Pramudya, Bambang; Pertiwi, Setyo; Herodian, Sam
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 25, No 1 (2011): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract ECR is one of Maintenance Performance Index (MPI)’s  criteria in The System of Eco Maintenance (SEM) proposed for sugarcane fabrication. The SEM is a maintenance system that concerns to energy conservation issue in sugarcane  fabrication. Reduction of energy consumption can affect the reduction of pollutant produced by sugarcane fabrication process. MPI and EPI (Environment Performance Index) are  Operational Performance Index (OPI)’s components that calculated by SEM. The OPI will be used for selecting a proper strategy for  revitalization of sugarcane factory. ECR uses  a pairwise comparison assesment  based on experts interview and judgement. Then, it will be calculated by Expert Choice software. The weight of  ECR’s criteria will be multiplied by criteria value from data processing  result in SEM software. The results show that the highest value of ECR is of 41.52 for Mill and Boiler station and the lowest result is of 8.83 for Drying and Packaging station. Finally the value of ECR will be classified into very critical (ECR1), critical (ECR2), less critical (ECR3) and non critical (ECR4), to determine the level of station’s criticality. keywords: ECR, eco maintenance, sugarcaneAbstrak ECR  adalah salah satu dari kriteria Indeks Kinerja Perawatan (MPI) dalam Sistem Eco Maintenance (SEM) yang diusulkan untuk pengolahan gula tebu. SEM adalah suatu sistem perawatan yang peduli terhadap isu konservasi energi dalam pengolahan gula tebu. Pengurangan konsumsi energi dapat berpengaruh terhadap pengurangan polutan yang dihasilkan oleh proses pengolahan gula tebu.  MPI dan EPI (Indeks Kinerja Lingkungan) adalah komponen-komponen dari Indeks Kinerja Operasional (OPI) yang dihitung oleh SEM. OPI akan digunakan untuk menyeleksi strategi yang tepat bagi revitalisasi pabrik pengolah gula tebu. ECR menggunakan penilaian pembandingan berpasangan berbasis pada wawancara dan penilaian pakar. Kemudian, penilaian tersebut  akan dihitung oleh piranti lunak  Expert Choice. Bobot dari kriteria ECR akan dikalikan dengan nilai kriteria dari hasil pemrosesan data dalam piranti lunak SEM. Hasilnya memperlihatkan bahwa nilai tertinggi dari ECR adalah  41.52 untuk stasiun Gilingan dan Ketel Uap dan hasil  terendah adalah 8.83 untuk stasiun Pengeringan dan Pengepakan. Pada akhirnya nilai ECR akan diklasifikasikan menjadi sangat kritis (ECR1), kritis (ECR2), kurang kritis (ECR3) dan tidak kritis (ECR4), untuk menggambarkan tingkat dari kekritisan stasiun. Kata Kunci: ECR, Eco Pemeliharaan, TebuDiterima:26 November 2010 ; Disetujui:30 Maret 2011   
PERKEMBANGAN SISTEM PERAWATAN MESIN DI INDUSTRI PROSES Cahyati, Sally; Pramudya, Bambang
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 21, No 1 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT For most companies, maintenance represents a very significant function within the overall production environment. The developments in automation, and the resulting complexity of the systems involved, have made the reliability of the machines even more important. This is especially true in the process industry, characterized by expensive specialized equipment and strict environmental considerations. Competition and the drive for profits are forcing companies to implement various productivity improvement efforts. Maintenance function, although is to serve to production, has a fundamental role since it has a direct effect over competition through its impact in productivity (global costs reduction).Diterima: 23 Agustus 2006; Disetujui:  20 Maret 2007
Pengaruh Strategi Lintasan Pahat; Raster Dan 3D Offset Terhadap Kerataan Dan Kesejajaran Produk Cahyati, Sally
MESIN Vol 9, No 2 (2007): MEMINIMALKAN KERUGIAN KAMPUS AKIBAT BANJIR
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Influence of Tool Path Strategies; Raster and 3D Offset to Flatness and Parallelismof Product. Parallelism of two surfaces is one of geometrical tolerance that can measure after theirtolerances offlatness are known. The parallelism andflatness are two geometrical characters thatusually require bystandardizedplates ofmould. Tool path ofmilling machine ona surface plateis one ofthing that influences their character. In this paper, geometrical character offlat plane surface that hadbeen machined by raster tool path strategy and 3D offset strategy will be analyzed. The result ofexperiment can beusefor refinement ofmachining strategies toachieve an optimized machining.
PEMANFAATAN METODA JARINGAN SYARAF TIRUAN BACK PROPAGATION?ADA ANALISIS PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP KEMIRINGAN SISI POTONG HASIL PEMOTONGAN DENGAN LASER CO2 Cahyati, Sally; Suroso, Suroso
MESIN Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The weakness of a laser cutting edges product is tapering form. Sometime tapering is an unwantedperformance product and needfinishing processes to eliminate its. Setting ofparameters cutting can minimizetapering. Amodeling of process is needed to represent the relationship influence of each parameter cutting.But there are difficulties torepresent them tobemathematical models. The solutionfor this case is use one ofArtificial Neural Network (ANN) method what is called Back Propagation. This is an appropriate method toprocess input - output data to be a model process. The results show that the tapering is significantlyinfluenced by the parameters process, the nozzle speed andgas pressure, having the most significant effects.
REDESAIN MEJA CETAKAN MESIN 3D PRINTER BERBASIS FUSED DEPOSITION MODELLING Cahyati, Sally; Mulianto, Dhifan Putra
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEM.2019.v12.i02.p09

Abstract

Mesin 3D printer adalah mesin pembuat suatu model 3D. Metode mesin 3D printer yang digunakan pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti adalah metode FDM (Fused Deposition Modelling). Diketahui adanya ketidak stabilan pada meja cetakan mesin 3D printer pada saat proses produksi dilakukan. Ketidak stabilan meja cetakan mesin 3D printer, menyebabkan tidak maksimalnya produk yang dihasilkan. Terdapat perbedaan antara hasil produk dengan bentuk produk yang telah di desain sebelumnya. Setelah diteliti lebih lanjut, ketidak rataan pada meja disebabkan pada pengaturan meja cetakan yang kurang sesuai. Hasil dari redesain dapat menstabilkan meja cetakan dan memudahkan untuk melakukan kalibrasi dan pengaturan pada meja cetakan mesin 3D printer. Hal ini terbukti ketelitian dimensi produk hasil cetakan yang meningkat dari penyimpangan terbesar 0,037 mm menjadi 0,069 mm, yang diukur dengan proyektor profil yang mempunyai kecermatan 1 mikrometer. 3D Printer Machine is a 3D shaped model making machine. The method of 3D printer machine used by the faculty OF Industrial Technology of Trisakti University is FDM (Fused Deposition Modelling) method. There is known unevenness on the build plate of 3D printer machines during the production process. The unevenness that appears on the objects makes the build plate used by the 3D printer engine unstable. This causes the product to be produced not maximal. There is a difference in shape between product results and previous product design. After further investigation, the unevenness of the table was caused by the improper arrangement of the printed table. The results of the redesign will stabilize the print table and make it easier to calibrate and adjust the print table of the 3D printer machine. This proven that precision of product dimension increase from 0,037 mm deviation to 0,004 mm, its measured with a profile projector has 1 micrometer resolution.  
RANCANG BANGUN SISTEM KODIFIKASI FLARE TIP MENGGUNAKAN PENDEKATAN GROUP TECHNOLOGY Cahyati, Sally; Rioma, Medy
SINERGI Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2017.2.010

Abstract

Tren digitalisasi dalam industri manufaktur saat ini merupakan suatu kunci bagi terwujudnya proses manufaktur yang efektif dan efisien. Hal ini terutama menyangkut kualitas, waktu dan biaya produksi produk. Daya saing suatu produk akan meningkat jika ketiga hal tersebut dapat dioptimalkan. Permasalahannya adalah seringnya waktu yang terbuang karena harus melakukan proses perancangan dan perencanaan produk yang berulang pada produk–produk yang mempunyai kemiripan. Sistem kodifikasi merupakan konsep yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sebagai langkah awal, pendekatan GT (group technology) akan digunakan dalam membangun sistem kodifikasi untuk produk-produk flare tip yang merupakan salah satu  komponen penting dari flare stack. Hasil yang diharapkan dari perancangan sistem kodifikasi adalah waktu yang diperlukan untuk membuat desain produk dan perencanaan proses untuk produk–produk yang serupa dapat dipersingkat dan lebih sistematis dibandingkan menggunakan cara-cara konvensional.
ANALISIS SISTEM PERAWATAN UNIT CATERPILLAR TRACK TYPE TRACTOR D5K DENGAN PENDEKATAN FAULT TREE ANALYSIS Syafiq, Marsa; Cahyati, Sally
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem perawatan Caterpillar Track Type Tractor D5K yang saat ini dilakukan masih belum menerapkan preventive maintenance melainkan masih bersifat breakdown maintenance yang artinya alat berat akan dilakukan perawatan ketika terdapat kegagalan saat beroperasi. Kerusakan ditemukan pada track adjuster yang patah, hal ini menyebabkan tidak efektifnya alat berat dalam beroperasi dikarenakan komponen yang mengalami kegagalan. Apabila kegagalan sistem terus berlanjut, maka alat berat tidak akan sampai ke tingkat produktifitas yang baik. Dalam mengembalikan produktifitas alat berat ketika beroperasi, dibutuhkan metode Fault Tree Analysis (FTA) guna menganalisis kegagalan dan tindakan yang harus dilakukan agar alat berat dapat beroperasi dengan efektif kembali dan penyebab kegagalan tersebut dapat diminimalisirkan. Analisis dengan metode FTA ini menghasilkan beberapa dasar-dasar penyebab rusaknya track adjuster seperti beban berlebih, terkena material luar, check ball aus, Tidak adanya pencucian rutin hingga human error. Dalam melakukan pencegahan agar meminimalisir kejadian yang sama terulang, diharapkan perawatan yang dilakukan secara berkala dan sesuai buku manual pengoperasian dan perawatan yang dikeluarkan oleh Caterpillar. Pencucian yang rutin harus dilakukan agar mengurangi kontaminasi ketika unit sedang tidak beroperasi.
PERENCANAAN PROSES REVITALISASI POROS MAIN OIL PUMP Cahyati, Sally; Zainusjah, Zainusjah; Nugroho, Muhammad Kahfi
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 Buku I
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pakar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan proses revitalisasi poros Main Oil Pump perlu di lakukan sesuaidengan prosedur dan standar guna mencapai hasil baik. Perencanaan prosesrevitalisasi yang di lakukan antara lain, Pemesinan, Perakitan, dan Pengelasan.Pengelasan mengikuti standar ASME Sec.IX, sedangkan proses lainnyamengikuti prosedur dan standar yang di tetapkan oleh pabrik. Proses revitalisasiyang baik tidak lepas dari peran kontrol kualitas. Dalam proses ini ada beberapainspeksi yang berpengaruh terhadap kualitas dari poros itu sendiri. Diantaranyainspeksi proses tersebut adalah mengukur toleransi Runout, melaksanakan NDTdan yang terakhir Balancing. Proses Kontrol Kualitas tersebut di lakukan gunauntuk menghindar penyimpangan ukuran, terjadinya cacat di area pengelasandan misalignment serta unbalance pada poros Main Oil Pump. Poros hasilrevitalisasi setelah di uji mempunyai spesifikasi yang sesuai standar yangditetapkan pabrik yaitu mempunyai runout sebesar 0.03 mm, dimensi dangeometri lainnya sesuai yang di tentukan pada gambar kerja.