Fajar Cahyadi
PGSD FIP Universitas PGRI Semarang

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA LAGU MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS V SEKOLAH DASAR

Mimbar Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.921 KB)

Abstract

Mathematics is considered a difficult material with various formulas that is not only memorized but also need to be understood. This makes the mathematics learning outcomes in primary schools is low. To overcome these problems, there should be a learning innovation to facilitate learners in the study of mathematical formulas. One type of media is media of math song about math formula to help students in solving mathematical problems. Media of song about mathematical formula is expected by learners, teachers, and parents to make it easier to understand the material. This was reinforced by the results of limited testing in class V, they are media of mathematical formula songs is accepted by learners and teachers having the advantage of growing enthusiasm of the participants thus they are more eager, more focus and more active to take part in the mathematics learning.Keywords: development, songs media, elementary school mathematics.

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI MEDIA PUZZLE PADA ANAK

PAUDIA : JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.215 KB)

Abstract

Masih rendahnya keaktifan dan kemampuan berhitung merupakan permasalahan dalam pembelajaran yang harus dipecahkan. Siswa kelas II pada dasarnya aktif tetapi bukan aktif dalam pembelajaran. Siswa cenderung bermain, karena memang karakteristik siswa kelas II masih sama dengan karakteristik anak PAUD. Ditambah lagi dengan anggapan bahwa berhitung atau matematika itu sulit menyebabkan kurang termotivasinya siswa dalam belajar matematika sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Masalah dalam penelitian ini adalah masih rendahnya keaktifan dan kemampuan berhitung siswa dalam mata pelajaran matematika. Maka perlu alternatif media yang mengajak siswa untuk bermain sambil belajar. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media puzzle dan model NHT Penelitian ini dilaksanakan pada semester II selama 1 bulan pada bulan April 2016 bertempat di SDN 02 Ngampelkulon Kendal. Subyek penelitian adalah siswa kelas II yang berjumlah 23 orang yang terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Prosedur penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu 1) membuat perencanaan, 2) melakukan tindakan, 3) mengadakan pengamatan terhadap tindakan, 4) merefleksi hasil pengamatan tindakan, setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Data yang telah dikumpulkan dalam penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian pada siklus I keaktifan belajar siswa 67,50% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 83, 48%. Hasil belajar siswa pada siklus I adalah 75, 65 dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 88,04. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media puzzle dengan model NHT dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas II SDN 02 Ngampelkulon Kendal.

Pematangan Gerak Dan Iringan Wayang Topeng Desa Soneyan Sebagai Usaha Pelestarian Kesenian Tradisi

978-602-7561-892
Publisher : Program Studi S3 Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.233 KB)

Abstract

Kesenian tradisi merupakan salah satu kekayaan dan ciri khas suatu Bangsa.Kesenian tradisi merupakan cerminan dari kehidupan masyarakatnya. Akan tetapi yang terjadi saat ini justru banyak kesenian tradisi yang kehilangan eksistensinya, dan tidak sedikit kelompok kesenian tradisi yang pecah dan memilih untuk menjadi pengamen di jalanan kota besar, seperti yang bisa dilihat di jalanan kota Semarang. Wayang Topeng Desa Soneyan adalah salah satu kesenian tradisi yang merupakan kekayaan Bangsa Indonesia.Keadaan Wayang Topeng Desa Soneyan semakin terpinggir dan terdesak, sehingga sangat membutuhkan sentuhan dan pendampingan agar kesenian Wayang Topeng tetap dapat mempertahankan eksistensinya.Berdasarkan keadaan Wayang Topeng yang demikian, maka diperlukan sebuah sarana untuk berekspresi lebih ringkas sehingga dapat dinikmati sebagai pertunjukan yang menarik minat masyarakat untuk menikmati pertunjukan Wayang Topeng. Dengan pelatihan yang dilakukan, dapat memberikan pengalaman lebih kepada para anggota kelompok kesenian untuk berekspresi dan meningkatkan kualitas gerak tari serta meningkatkan kemampuan musikalitas. Kemampuan anggota kelompok kesenian Wayang Topeng Desa Soneyan dalam hal gerak tari maupun musikalitas sangat menentukan kualitas dari pertunjukan. Dengan kualitas yang lebih baik dan durasi yang lebih padat, diharapkan Wayang Topeng Desa Soneyan dapat lebih diminati oleh masyarakat, tidak hanya sebagai hiburan wajib saat upacara Sedekah Bumi. Dengan demikian, eksistensi kesenian Wayang Topeng dan keutuhan kelompok kesenian Wayang Topeng dapat tetap terjaga.

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MELALUI STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERKALIAN SISWA KELAS II SD NEGERI NGEMPON 02 KECAMATAN BERGAS, KAB. SEMARANG TAHUN 2011/2012

MALIH PEDDAS Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyak siswa yang mengalami kesukaran dalam memahami pelajaran matematika, khususnya materi perkalian, sehingga banyak siswa yang beraggapan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit. Oleh karena itu, perlu penerapan model STAD sebagai salah satu metode untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah (a) Bagaimana cara menerapkan model STAD dalam upaya meningkatkan hasil belajar materi pokok perkalian siswa kelas II SD Negeri Ngempon 02. (b) Bagaimana hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran STAD?. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa II SD Negeri Ngempon 02 yang berjumlah 30 siswa, yang terdiri dari 17 laki – laki dan 13 perempuan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah efektivitas pembelajaran melalui STAD dan variabel terikat hasil belajar materi perkalian. Dengan melalui 2 siklus diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II materi perkalian dan keaktifan siswa. hasil belajar siswa dapat meningkat ditunjukan nilai rata – rata pada siklus I adalah 64,7, siklus II 82,87. Ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus I siswa yang tuntas belajar 17 siswa dan yang tidak tuntas 13 siswa, serta ketuntasan klasikal 56,67%. Siklus II yang yang tuntas belajar 27 siswa dan yang tidak tuntas 3 siswa, serta ketuntasan klasikal 90%. Hasil uji kompetensi siklus II lebih baik dari siklus I. Keaktifan siswa pun meningkat, hal ini ditunjukan keaktifan siswa pada siklus II > siklus I (75,2% > 66,6%), Hal ini tampak bahwa keaktifan siswa siklus II lebih Efektif dibanding siklus I. Melalui dengan menggunakan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar materi perkalian siswa kelas 2 SD Negeri Ngempon 02.KATA KUNCI : Model STAD, Pembelajaran dan Hasil Belajar.

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CAMTASIA STUDIO DALAM MATA KULIAH MATEMATIKA 1 UNTUK MAHASISWA PGSD

Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang Vol 1, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan pola pikir mahasiswa di jaman sekarang dimana semua berbasis teknologi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran di perguruan tinggi. Pemanfaatan software camtasia dan microsoft powerpoint dalam pembelajaran memberi kesempatan  mahasiswa untuk bisa melihat tahap demi tahap materi yang diajarkan dengan efektif sehingga perhatian mahasiswa menjadi lebih fokus dan termotivasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: apakah ada perbedaan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 yang pembelajaranya menggunakan media video berbasis camtasia dengan yang tidak, dan apakah rata-rata kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 dapat mencapai 70. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen yang  menggunakan desain posttest-only control design. Analisis statistik data akhir pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan uji t dua pihak memberikan hasil bahwa ada perbedaan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 yang pembelajaranya menggunakan media video berbasis camtasia dengan yang tidak. Rata-rata kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 dapat mencapai 70.Kata kunci: multimedia pembelajaran, camtasia studio, PGSD. ABSTRACTNowadays the selection of instructional media in accordance with the mindset of students where everything is based on technology becomes one of the important things to achieve learning goals in higher education. The use of Camtasia software and microsoft powerpoint give the students opportunity to be able to see step by step the material being taught effectively to the attention of students to be more focused and motivated. Problems in this study are: whether there are differences in student competence in the subject of mathematics 1 using Camtasia-based video media and does the average score of students’ competence in the subject of mathematics 1 reach 70. This study was an experimental research using posttest-only control design. Data was analysed by t-test (two-tailed). The result shows that the average score of students’ competence in the subject Mathematics 1 passed 70 and it significantly higher than the score of control group.Keywords: learning media, camtasia studio, PGSD.

PEMANFAATAN MEDIA APE PKK KELURAHAN MARGOHAYU KECAMATAN KARANGAWEN KABUPATEN DEMAK

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7839.026 KB)

Abstract

PEMANFAATAN MEDIA APE PKK KELURAHAN MARGOHAYU KECAMATAN KARANGAWEN KABUPATEN DEMAK

The Development Research on Hand-Puppets in “Cita-Citaku” Theme for the Fourth Grader of SDN Gotputuk Blora

Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education Vol 1, No 1 (2016): Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.649 KB)

Abstract

There are some media which can be used in the teaching - learning process. One of them is hand-puppets. This media is different from the other hand-puppets because it is made personally for each theme, and here the researchers focused on the theme “Cita-Citaku”. This media is simple, economic, and efficient to be played. These media can also attract and build young learners’ imagination, because it is made from colourful-attractive fabric, like flannel. This study focuses on the implementation of hand-puppets as teaching media in “Cita-Citaku” theme for the fourth grader of SDN Gotputuk Blora, Central Java. This theme of teaching material is so important to be taught to the students so that they can understand well how to reach their dreams in the future. It is an R&D research. The data were collected by interviewing, giving tests, and observing the teachers and students, and taking the documentation. Based on the collected data, the students’ scores of the implementation of hand-puppets in “Cita-Citaku” theme were increased. The students characters on self-confidence, teamwork, hard-work, and curiosity were increased positively too. The suggestion to the teachers is they must be a facilitator, motivator, and innovator to the students. They must motivate their students to ask and give an opinion. For the next researcher(s), we suggest them to make the similar research about hand-puppets in different field and theme.

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CAMTASIA STUDIO DALAM MATA KULIAH MATEMATIKA 1 UNTUK MAHASISWA PGSD

Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 1 No 2 (2017): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemilihan media pembelajaran yang sesuai dengan pola pikir mahasiswa di jaman sekarang dimana semua berbasis teknologi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran di perguruan tinggi. Pemanfaatan software camtasia dan microsoft powerpoint dalam pembelajaran memberi kesempatan  mahasiswa untuk bisa melihat tahap demi tahap materi yang diajarkan dengan efektif sehingga perhatian mahasiswa menjadi lebih fokus dan termotivasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: apakah ada perbedaan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 yang pembelajaranya menggunakan media video berbasis camtasia dengan yang tidak, dan apakah rata-rata kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 dapat mencapai 70. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen yang  menggunakan desain posttest-only control design. Analisis statistik data akhir pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan uji t dua pihak memberikan hasil bahwa ada perbedaan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 yang pembelajaranya menggunakan media video berbasis camtasia dengan yang tidak. Rata-rata kompetensi mahasiswa pada mata kuliah matematika 1 dapat mencapai 70.Kata kunci: multimedia pembelajaran, camtasia studio, PGSD. ABSTRACTNowadays the selection of instructional media in accordance with the mindset of students where everything is based on technology becomes one of the important things to achieve learning goals in higher education. The use of Camtasia software and microsoft powerpoint give the students opportunity to be able to see step by step the material being taught effectively to the attention of students to be more focused and motivated. Problems in this study are: whether there are differences in student competence in the subject of mathematics 1 using Camtasia-based video media and does the average score of students’ competence in the subject of mathematics 1 reach 70. This study was an experimental research using posttest-only control design. Data was analysed by t-test (two-tailed). The result shows that the average score of students’ competence in the subject Mathematics 1 passed 70 and it significantly higher than the score of control group.Keywords: learning media, camtasia studio, PGSD.

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MELALUI STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERKALIAN SISWA KELAS II SD NEGERI NGEMPON 02 KECAMATAN BERGAS, KAB. SEMARANG TAHUN 2011/2012

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 2, No 1 (2012): malih peddas
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.94 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyak siswa yang mengalami kesukaran dalam memahami pelajaran matematika, khususnya materi perkalian, sehingga banyak siswa yang beraggapan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit. Oleh karena itu, perlu penerapan model STAD sebagai salah satu metode untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah (a) Bagaimana cara menerapkan model STAD dalam upaya meningkatkan hasil belajar materi pokok perkalian siswa kelas II SD Negeri Ngempon 02. (b) Bagaimana hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran STAD?. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa II SD Negeri Ngempon 02 yang berjumlah 30 siswa, yang terdiri dari 17 laki ?óÔé¼ÔÇ£ laki dan 13 perempuan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah efektivitas pembelajaran melalui STAD dan variabel terikat hasil belajar materi perkalian. Dengan melalui 2 siklus diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II materi perkalian dan keaktifan siswa. hasil belajar siswa dapat meningkat ditunjukan nilai rata ?óÔé¼ÔÇ£ rata pada siklus I adalah 64,7, siklus II 82,87. Ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus I siswa yang tuntas belajar 17 siswa dan yang tidak tuntas 13 siswa, serta ketuntasan klasikal 56,67%. Siklus II yang yang tuntas belajar 27 siswa dan yang tidak tuntas 3 siswa, serta ketuntasan klasikal 90%. Hasil uji kompetensi siklus II lebih baik dari siklus I. Keaktifan siswa pun meningkat, hal ini ditunjukan keaktifan siswa pada siklus II > siklus I (75,2% > 66,6%), Hal ini tampak bahwa keaktifan siswa siklus II lebih Efektif dibanding siklus I. Melalui dengan menggunakan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar materi perkalian siswa kelas 2 SD Negeri Ngempon 02.KATA KUNCI : Model STAD, Pembelajaran dan Hasil Belajar.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PEMBELAJARAN TEMATIK-INTEGRATIF KELAS IV SD NEGERI DONOROJO 2 DEMAK

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 5, No 1 (2015): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.702 KB)

Abstract

Problems studied in this research is whether there is influence learning model to Make a Match motivation and learning thematic integrative Elementary School fourth grade SD N Donorojo 2 Demak school year 2013/2014? Goals to be achieved in this study was to investigate the influence of the learning model to Make a Match integrative motivation to learn thematic Elementary School fourth grade SD N Donorojo 2 Demak academic year 2013/2014 views of learners learning motivation after the treatment.This research is quantitative. The population in this study is the fourth grade students of SD Negeri Donorojo 2 Demak . Samples taken that whole fourth grade students totaling 24 learners using the technique of saturated samples. The design of this study used a pre-experimental design (nondesign) in the form of a one- group pretest-posttest design. The data in this study were obtained through questionnaires, documentation and observation sheet. Data analysis technique used is using t-test and a test to determine the normalized gain increased motivation of learners.The data has been collected and analyzed using t-test and test normalized gain. In the t-test obtained t of 6.375 ?óÔÇ??Ñ 2.069 ttable with siginfikasi 5% level. So H0 is rejected and Ha is accepted or it can be said that this study shows the difference between the initial conditions and the improvement of the condition of significant end. So in this study it can be concluded that no effect of the use of learning models to Make a Match motivation and learning thematic integrative Elementary School fourth grade SD N Donorojo 2 Demak school year 2013/2014. Normalized gain calculations indicate the magnitude of the increase in motivation of learners prior to the treatment of learning models Make a Match and after treatment learning model to Make a Match. Pretest and posttest results obtained with a gain of 0,75 higher category.Thus the suggestion that teachers should convey the researcher can use the Make a Match model of learning in the learning activities specially integrated thematic learning to make learning atmosphere becomes more active, innovative, creative, effective and fun.