Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS PARAMETER OPERASI PADA PROSES PLASTIK INJECTION MoOLDING UNTUK PENGENDALIAN CACAT PRODUK Cahyadi, Dadi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAktifitas dunia usaha pembuatan produk berbahan dasar plastik skala kecil menengah di Indonesia dewasa ini, telah banyak menggunakan proses injection molding. Permasalahan yang sering dialami adalah terjadinya cacat produk pada barang jadi, sehingga merugikan pelaku usaha dari segi adanya material yang terbuang serta tertundanya waktu pengiriman. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian kualitas secara berkesinambungan. Telah terjadi cacat produk pada stationery TB 650 (bagian dari box penyimpanan alat tulis) berbahan dasar Polyprophylene. Dalam hal cacat produk tersebut, dikarenakan belum terstandarisasinya setting parameter proses serta masih memakai cara trial and error. Akan dilakukan analisis terhadap terjadinya cacat produk dengan mengembangkan model simulasi empirik yang menggambarkan hubungan antara parameter proses dengan cacat produk yang terjadi, dengan menggunakan Autodesk Moldflow Adviser Software terhadap produk dengan variasi nilai tekanan injeksi, temperatur injeksi serta waktu pendinginan, yang hasilnya diolah untuk mendapatkan kombinasi nilai optimum untuk setting parameter yang diteliti. Dari penelitian didapatkan bahwa tekanan injeksi, temperatur injeksi dan waktu pendinginan berpengaruh terhadap terjadinya cacat produk. Untuk produk stationery TB 650, didapatkan setting yang optimum adalah sebagai berikut; tekanan injeksi (PInj) = 8.578 MPa, temperatur injeksi (TMelt) = 240 oC, serta waktu pendinginan (tCol) = 20 s.?Kata kunci: cacat produk, injection molding, tekanan injeksi, temperature injeksi, waktu pendinginan.
ANALISA PERHITUNGAN GAYA - GAYA MEKANIS PADA PEMBUATAN KOMPONEN OTOMOTIF BRAKET UPPER ARM Djunaedi, Thomas; Cahyadi, Dadi; Darmanto, Darmanto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Braket upper arm adalah salah satu bagian dari sistem peredam getaran (suspensi) pada kendaraan yang terpasang pada rear axle yang berfungsi menyangga pegas koil, tempat dudukan steering knuckle dan memelihara letak geometris bodi dan roda-roda. Braket upper arm terbuat dari sheet metal SAPH 440 yang mempunyai kuat tarik 45 kgm/mm2,resistansi gesek 36 kgm/mm2 dan ketebalan material 2,9 mm. Untuk metode perhitungannya menggunakan pedoman Press Dies Design, dari IMDIA. Disain produk mengikuti permintaan dari pelanggan dan untuk mengurangi scrap yang terbuang dihitung ulang layoutnya yaitu perkalian antara tebal material 2,9 mm lebar produk, jarak antar material blank 2,9 mm dan jarak lebar blank ke tepi 6,65 mm. Untuk mendapatakan potongan dengan burry yang minimal clearen punch dan die diatur sebesar 0,2175 mm dengan gaya potong yang perlukan mesin press sebesar 135 tonf, gaya proses drawing 18,5 tonf, proses bending memerlukan di pelukan gaya dari mesin press dengan tonase 4 tonf dan untuk prroses triming menggunakan mekanisme dua buah cam ?dengan total gaya yang di pelukan untuuk proses triming yaitu 44,5 tonf?Kata Kunci : kuat tarik dan resistansi gesek SAPH 440, blank layout, gaya blanking, gaya drawing, gaya bending dan gaya cam.?
PERANCANGAN BELT CONVEYOR KAPASITAS 30 TON/JAM UNTUK ALAT ANGKUT KERTAS cahyadi, dadi; azis, gilang febri
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan ini bertujuan untuk menghasilkan desain dan gambar kerja konstruksi Belt Conveyor Kapasitas 30 Ton/Jam di PT. Interact Corpindo sebagai alat bantu angkut kertas yang kuat, kokoh, aman, dan efisien sehingga proses mobilitas produk kertas dapat berjalan dengan lancar dan effisien. Proses perancangan Belt Conveyor Kapasitas 30 Ton/Jam di PT. Interact Corpindo ini dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan dan penjelasan tugas/fungsi, perencanaan konsep produk (gambar kerja). Analisis teknik meliputi analisis belt, roller idler, roller conveyor, daya motor, momen yang terjadi pada poros input dan output, roda gigi serta bantalan. Tenaga penggerak Belt Conveyor Kapasitas 30 Ton/Jam di PT. Interact Corpindo ini? direncanakan menggunakan motor gear box yang disesuaikan dengan hasil perencanaan dan design sebesar 15 kw dengan kecepatan belt conveyor 0,8 - 2 m/s. Hasil perancangan menghasilkan lebar belt 800 mm, dengan panjang lintasan 50 m. Perencanaan ini bertujuan untuk menghasilkan desain dan gambar kerja konstruksi Belt Conveyor Kapasitas 30 Ton/Jam di PT. Interact Corpindo sebagai alat bantu angkut kertas yang kuat, kokoh, aman, dan efisien sehingga proses mobilitas produk kertas dapat berjalan dengan lancar dan effisien. Proses perancangan Belt Conveyor Kapasitas 30 Ton/Jam di PT. Interact Corpindo ini dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan dan penjelasan tugas/fungsi, perencanaan konsep produk (gambar kerja). Analisis teknik meliputi analisis belt, roller idler, roller conveyor, daya motor, momen yang terjadi pada poros input dan output, roda gigi serta bantalan. Tenaga penggerak Belt Conveyor Kapasitas 30 Ton/Jam di PT. Interact Corpindo ini? direncanakan menggunakan motor gear box yang disesuaikan dengan hasil perencanaan dan design sebesar 15 kw dengan kecepatan belt conveyor 0,8 - 2 m/s. Hasil perancangan menghasilkan lebar belt 800 mm, dengan panjang lintasan 50 m.
Usulan Perbaikan Proses Cross Drainage untuk Mempercepat Waktu Proyek Pembangunan Jalan Raya Shofa, Mohamad Jihan; Listiyana, Lanis; Cahyadi, Dadi
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v4i2.1054

Abstract

The success of the project can be judged by the timeliness of the planned target. The problem in the highway project is in the difference between cross drainage age implementation and the age of the project plan that has been set, so that, the project becomes not timely. This research aims to evaluate the critical path of cross drainage project, and what improvements are appropriate in the framework of project acceleration. The Critical Path Method (CPM) method is used to determine the critical path of the cross drainage project activity, from which critical path will be analyzed by using the Fishbone Diagram. Furthermore, borda technique is used to determine the appropriate improvement.
Analisis Pengendalian Kualitas Super Absorbent Polymer Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Rosihin, Rosihin; Mujaddid Ulinnuha, Laksamana; Cahyadi, Dadi
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.495 KB) | DOI: 10.30656/jsmi.v1i1.170

Abstract

Quality control is an effort to increase customer satisfaction and minimize damage. Super Absorbent Polymer which is a product as a raw material for making baby diapers / elderly and sanitary napkins. In Super Absorbent Polymer, defects usually found in the colour contamination that there is a dark colour on the product, print labels mistakes and packaging defects. This study aims to determine the value of DPMO and sigma level, identify the efforts which is taken to reduce disability, identify the types of disability, and find the main factors causing disability. Six Sigma method is used to analyze data with define, measure, analyze, improve and control. The quantitative data obtained by direct observation of quality problems. By using the method of six sigma can be seen that the quality of the resulting product is quite good that is 3.07 sigma with a damage rate of 58,624 for a million production (DPMO). The three highest defect product causes are color contamination of 93.34%, misprint of 3.55%, and packaging damage as much as 3.11%. The main factor causing defects is the engine factor for the type of colour contamination defect,. The type of improper defects in the packaging labels and main factor for the packaging defects is the human factor.kecacatan rusaknya kemasan faktor utama ialah faktor manusia.
Analisa Perawatan Mesin Pulper Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Ahlaq, Ade Mukhlis Shoutul; Cahyadi, Dadi; Handika, Firdanis Setyaning
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v3i2.878

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of Pulper machines. The research was conducted using the Overall Equipment Effectiveness method. The research conducted at a company engaged in the Pulp & Paper field. Data collected by interviews and conducting direct observations in the area during February 2017. Based on the research, it can conclude that the Pulley OEE value was obtained by 77.31% with the main factor causing damage was Broken Ragger by 46%. The proposed improvements that can be given to minimize the incidence of broken ragger are training of ragger machine operators regularly, planning maintenance of scheduled ragger machines as well as providing tools to make it easier for operators to repair damaged machines
Analisis Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (Oee) pada Mesin Rolling Stand 3 (Section Mill) Rahmita, Ika; Cahyadi, Dadi; Winarno, Heru
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/intech.v2i2.866

Abstract

The problem that occurs at this time is that the production process is often hampered and does not reach the set targets because the Rolling Stand 3 (mill section) machines are often damaged. Rolling Stand 3 machine (section mill) is used to form steel with a grinding process (rolling). The study was conducted using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method where Overall Equipment Effectiveness (OEE) is a systematic method for measuring the level of machine effectiveness. Overall Equipment Effectiveness (OEE) calculations can be gauged from actual data related to Availability, Performance Rate, and Quality Rate. Overall Equipment Effectiveness (OEE) is used as an indicator, to find out the causes of machine ineffectiveness done by calculating Six Big Losses to find out what factors influence the Six Big Losses. Based on the research results for the period January - December 2015 on Rolling Stand 3 (mill section) machines, the Availability value was 55.77%, Performance Rate 60.05%, Quality Rate 97.82% and Overall Equipment Effectiveness (OEE) was 32.86 %, meaning Overall Equipment Effectiveness (OEE) below the standard value for world-class, which is 85%. To maximize overall machine effectiveness, improvements are needed to the factors that influence the low amount of Overall Equipment Effectiveness (OEE). When viewed from the six elements Six Big Losses, the greatest value is found in the Equipment Failure factor.
ANALISIS KELUHAN FISIK BIDAN AKIBAT MENOLONG PARTUS Wajdi, Farid; Cahyadi, Dadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Indonesia, dari 40,7% menjadi 81,25% di tahun 2015, menaikan beban kerja dan resiko pekerjaan yang mengikutinya. Tujuan dari penelitian ini  adalah  untuk mengidentifikasi resiko  fisik  cedera otot  rangka (musculoskeletal disorders)  pada  bidan. Penelitian dilakukan  di  Fasilitas Kesehatan Tingkat I  (Pusat Kesehatan Masyarakat  Kecamatan) di  Kabupaten Serang  dengan  melibatkan  19  orang bidan.  Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner DMQ (Dutch Musculoskeletal Questionaire) untuk  mengetahui gejala  resiko cedera otot  rangka dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden mengalami  keluhan  sakit  leher (84%),  bahu (79%), punggung atas (74%), pinggul (58%), lutut (53%), kaki (47%), punggung bawah (37%), pergelangan tangan (26%), dan siku (11%). Hasil  uji  korelasi Pearson  terhadap tiga keluhan utama yaitu leher, punggung atas, pinggul (kiri dan  kanan), menunjukkan bahwa hanya ukuran tinggi badan responden (P=0.539, Sig.2-tailed=0.018 ) dan lamanya bekerja (P=0.476, Sig.2-tailed=0.039)  yang signifikan terhadap terjadinya keluhan  leher  (p<0.05). Dari hasil studi ini menunjukkan bahwa ketinggian bed  partus  tidak sesuai dengan ketinggian badan bidan sehingga harus dinaikkan ketinggiannya dengan alat bantu agar bidan penolong partus tidak terlalu membungkuk dalam menolong persalinan.   Kata kunci: kuesioner DMQ, biomekanika, ergonomi fisik, MSDs, bidan
Analisis Pengendalian Kualitas Super Absorbent Polymer Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Rosihin, Rosihin; Mujaddid Ulinnuha, Laksamana; Cahyadi, Dadi
Jurnal Sistem dan Manajemen Industri Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsmi.v1i1.170

Abstract

Quality control is an effort to increase customer satisfaction and minimize damage. Super Absorbent Polymer which is a product as a raw material for making baby diapers / elderly and sanitary napkins. In Super Absorbent Polymer, defects usually found in the colour contamination that there is a dark colour on the product, print labels mistakes and packaging defects. This study aims to determine the value of DPMO and sigma level, identify the efforts which is taken to reduce disability, identify the types of disability, and find the main factors causing disability. Six Sigma method is used to analyze data with define, measure, analyze, improve and control. The quantitative data obtained by direct observation of quality problems. By using the method of six sigma can be seen that the quality of the resulting product is quite good that is 3.07 sigma with a damage rate of 58,624 for a million production (DPMO). The three highest defect product causes are color contamination of 93.34%, misprint of 3.55%, and packaging damage as much as 3.11%. The main factor causing defects is the engine factor for the type of colour contamination defect,. The type of improper defects in the packaging labels and main factor for the packaging defects is the human factor.kecacatan rusaknya kemasan faktor utama ialah faktor manusia.