Cahya Cahya
Prodi PSPR, Sekolah Pascasarjana UGM. Gedung Lengkung Jalan Teknika Utara, Pogong Yogyakarta.

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Gaya Pedalangan Sunda Cahya, Cahya; Haryono, Timbul; Soetarno, Soetarno
RESITAL : JURNAL SENI PERTUNJUKAN Vol 12, No 2 (2011): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami gaya pedalangan Sunda pada dasarnya adalah sebuah upaya penjelajahan dan pemetaan jagatpedalangan Sunda yang kaya dengan nilai-nilai tradisi dan permasalahan-permasalahan uniknya. Salah satunyaadalah permasalahan gaya pedalangan yang identik dengan keberadaan paguron-paguron dalang dengan tokohtokohdalang yang mencirikan warna paguronnya masing-masing. Berkaitan dengan gaya pedalangan itulah, maka pada akhirnya mucul bentuk gaya mendalang perseorangan yang lazim disebut gaya mandiri. Penelitian ini membahas berbagai gaya mandiri yang berkembang di wilayah Jawa Barat.Kata Kunci: wayang golek, gaya pedalangan, paguron dalangABSTRACTSundanese Puppetry Style. Understanding Sundanese puppetry style is basically venturing and mapping Sundanesepuppetry world which is rich of traditional values and distinctive problems. One of the problems is related to puppetrystyle in which the puppet masters are characterized by their mainstream or school. Such style has later developed intoindependent styles of Sundanese puppetry. This research discusses various independent styles of Sundanese puppetry.Key words: Sundanese wayang, wodden puppet
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL)PADA KONSEP JAMUR DI KELAS X Cahya, Cahya
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 17, No 2 (2017): BAHASA, BUDAYA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan formal dalam hal ini sekolah, memiliki peranan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, dalam mencapai tujuan tersebut permasalahan yang sering terjadi adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan,diantaranya mengenaipencapaian prestasi belajar yang diperoleh peserta didik.Begitu juga yang terjadi di SMA Pasundan 3 Bandung, Berdasarkan informasi dari guru mata pelajaran biologi sekitar 50% lebih,peserta didik mendapatkan nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada materi jamur.Penulis untuk menjawab masalah tersebut, akan melakukan sebuah penelitian terhadappenerapan model Problem Based Learning(PBL) pada pelajaran Biologi materi jamur, dengan tujuan untuk mengetahui: 1) hasil belajar peserta didik sebelum diterapkannya penggunan Lembar Kerja Siswa(LKS) berbasis PBL; 2) sikap peserta didik terhadap proses pembelajaran menggunakan LKS berbasis PBL; 3) aktivitaspeserta didik selama proses pembelajaran dengan menggunakan LKS berbasis PBL; 4) penilaian dokumen RPP guru dalam penerapan LKS berbasis PBL; 5) pelaksanaan pembelajaran guru selama menggunakan LKS berbasis PBL; 6)hasil belajar peserta didik setelah diterapkannya LKS berbasis PBL. Penelitian ini menggunakan metodePre-Experimental Designs, pada rancangan penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebasnya adalah penerapan model pembelajaran LKS berbasis PBL dan variabel terikatnya adalah hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Hasil belajar peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan LKS yang berbasis PBL pada konsep materi jamur masih tergolong rendah, dengan nilai rata-rata di kelas eksperimen pada saat pretestyang hanya mencapai 34; 2) sikap yang dihasilkandari proses pembelajaran menggunakan LKS berbasis PBL dapat meningkatkan respon peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung; 3) pembelajaran dengan menggunakan LKS yang berbasis PBLdapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik yaitu mencapai nilai rata-rata sebesar 88 dengan kriteria sangat baik; 4) penilaian dokumen RPP guru dalam penerapan LKS berbasis PBLmendapatkan hasil yang memuaskan yaitu 94; 5) hasil aktivitas guru selama pembelajaran diperoleh nilai ratarata sebesar 94 yang termasuk kedalam kriteria sangat baik,sehingga pembelajaran PBL merupakan metode yang tepat dalam memenuhi peran dan aktivitas guru selama pembelajaran; 6) terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik setelah mendapatkan pembelajaran PBL pada konsep jamur,dengan nilai rata-ratapretest sebesar 34 dan nilai rata-rata post-test 89 dengan indeks N-gain sebesar 0,77% yang termaksud pada kategori tinggi. Perbedaan hasil pembelajaran tersebut juga ditunjukan pula oleh hasil analisis uji t dimana t hitung = 15,76 yang lebih besar dari pada ttabel = 2,01 pada taraf signifikan 1% atau α = 0,01. Maka pengetahuan awal pretestpeserta didik dan pengetahuan akhir post-testpeserta didik menunjukkan perbedaan yang signifikan (berbeda nyata).
Konsep “Nyari” dalam Ranah Estetika Pertunjukan Wayang Golek Cahya, Cahya; Haryono, Timbul; Soetarno, Soetarno
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.67

Abstract

ABSTRACTThis paper is a part (portion) of one topic of dissertation research by the author as a preparation for the final exams of doctoral program. The focus of the study in this paper is directed to study aspects of the aesthetic values of the elements contained in the puppet show as a puppeteer working area in performing his style. The aesthetic analytical theory which is used in this study is the concept of "Nyari" that may indicate the value or aesthetic qualities of an art work. The aesthetic reality that can be found in the form of a working of a puppet show as the result of the puppeteer creative manner, indicates the wealth of traditional values as a priceless source of artistic inspiration for the artists-creators.Keywords: Wayang Golek, concept of “Nyari”, performance working ABSTRAKTulisan ini merupakan sempalan (bagian) dari salah satu topik bahasan hasil penelitian disertasi yang penulis lakukan sebagai bahan persiapan menempuh ujian akhir program doktor. Fokus pengkajian pada tulisan ini diarahkan kepada aspek penelaahan nilai-nilai estetik yang terdapat pada unsur-unsur pertunjukan wayang golek sebagai aspek wilayah garap dalang dalam menyajikan gaya pertunjukannya. Pisau bedah analisis estetik yang dijadikan pemberangkatan pada pengkajian ini adalah konsep “nyari” yang dapat menunjukkan nilai atau kualitas estetik dari sebuah karya seni. Realitas estetik yang dapat dijumpai pada bentuk garap pertunjukan wayang hasil dari olah kreatif seorang dalang tersebut, mengindikasikan kekayaan nilai-nilai tradisi sebagai sumber inspirasi berkesenian bagi para seniman-kreator yang tak ternilaikan keberadaannya.Kata kunci: wayang golek, konsep “nyari”, dan garap pertunjukan
Konsep “Nyari” dalam Ranah Estetika Pertunjukan Wayang Golek Cahya, Cahya; Haryono, Timbul; Soetarno, Soetarno
PANGGUNG Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.67

Abstract

ABSTRACTThis paper is a part (portion) of one topic of dissertation research by the author as a preparation for the final exams of doctoral program. The focus of the study in this paper is directed to study aspects of the aesthetic values of the elements contained in the puppet show as a puppeteer working area in performing his style. The aesthetic analytical theory which is used in this study is the concept of "Nyari" that may indicate the value or aesthetic qualities of an art work. The aesthetic reality that can be found in the form of a working of a puppet show as the result of the puppeteer creative manner, indicates the wealth of traditional values as a priceless source of artistic inspiration for the artists-creators.Keywords: Wayang Golek, concept of “Nyari”, performance working ABSTRAKTulisan ini merupakan sempalan (bagian) dari salah satu topik bahasan hasil penelitian disertasi yang penulis lakukan sebagai bahan persiapan menempuh ujian akhir program doktor. Fokus pengkajian pada tulisan ini diarahkan kepada aspek penelaahan nilai-nilai estetik yang terdapat pada unsur-unsur pertunjukan wayang golek sebagai aspek wilayah garap dalang dalam menyajikan gaya pertunjukannya. Pisau bedah analisis estetik yang dijadikan pemberangkatan pada pengkajian ini adalah konsep “nyari” yang dapat menunjukkan nilai atau kualitas estetik dari sebuah karya seni. Realitas estetik yang dapat dijumpai pada bentuk garap pertunjukan wayang hasil dari olah kreatif seorang dalang tersebut, mengindikasikan kekayaan nilai-nilai tradisi sebagai sumber inspirasi berkesenian bagi para seniman-kreator yang tak ternilaikan keberadaannya.Kata kunci: wayang golek, konsep “nyari”, dan garap pertunjukan
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MENJUMLAHKAN DAN MENGURANGKAN BILANGAN BULAT MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) Cahya, Cahya
JPG: JURNAL PENELITIAN GURU FKIP UNIVERSITAS SUBANG Vol 2 No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN GURU (JPG)
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.193 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Operasi Hitung Bilangan Bulat melalui Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together  ( NHT )  pada siswa kelas IV  SD Negeri  Panaruban Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Subyek penelitian terdiri dari 27 orang siswa yang heterogen. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus sertiap siklus terdiri dari 3 pertemuan  , pada 2  pertemuan awal pembelajaran tentang pembahaasan materi pelajaran, sedangkan pertemuan ke 3 dilaksanakan tes formatif. Rata- rata hasil tes formatif siklus 1 adalah 66,67 dan rata- rata hasil tes formatif siklus 2 adalah 78,52. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan nilai rata- rata sebesar 11,85 ( 17,77% ). Dengan demikian pembelajaran Matematika  dengan Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together  ( NHT ) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.