Ibnu Dwi Buwono
Dosen Pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

POTENSI GENETIK INDUK BELUT SAWAH (Monopterus albus) BERDASAR UJI POLIMORFISME MENGGUNAKAN MARKER RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA)

Jurnal Akuatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Variasi genetik merupakan kunci untuk menentukan potensi genetik suatu spesies ikan dalam upaya seleksi induk. Uji polimorfisme berdasar marker RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) diaplikasikan untuk mendeteksi keragaman genetik belut sawah (Monopterus albus) asal Banjaran, Sumedang, Garut dan Tasikmalaya. Sebanyak 12 sampel diambil dan variasi genetik dianalisis menggunakan NTSYS-pc (Numerical Taxonomy System Programe). Belut sawah asal Tasikmalaya menunjukkan adanya variasi gen (3 variasi fragmen DNA) yang teramplifikasi primer S28 (5’-GTGACGTAGG-3’) dan hubungan kekerabatan relatif jauh (Similarity Index / SI 48%) dengan belut Banjaran, Sumedang dan Garut. Sebaliknya berdasar primer S45 (5’-TGAGCGGACA-3’), belut asal Sumedang memiliki polimorfisme lebih tinggi (3 variasi fragmen DNA) dan hubungan kekerabatan relatif jauh (SI 54 %) dibanding lainnya. Berdasar variasi gen yang tercermin dalam fragmen DNA yang teramplifikasi primer RAPD, belut sawah asal Tasikmalaya dan Sumedang merupakan calon induk unggul.

APLIKASI POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) KONVENSIONAL DAN REAL TIME PCR UNTUK DETEKSI WHITE SPOT SYNDROME VIRUS PADA KEPITING

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.583 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari metode deteksi White Spot Syndrome Virus yang terbaik pada kepiting sebagai carrier WSSV yang menginfeksi udang windu dengan menggunakan PCR Konvensional dan Real Time PCR. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif kualitatif. Sampel kepiting diperoleh dari tambak udang windu di Kecamatan Pasekan dan Karangsong, Kabupaten Indramayu. Isolasi DNA menggunakan Kit Wizard Genomic DNA Purification (Promega), yang dilanjutkan dengan amplifikasi dan elektroforesis (PCR konvensional) serta kuantifikasi amplifikasi tanpa elektroforesis (real time PCR). Hasil penelitian menunjukkan 12 sampel positif WSSV terdeteksi dengan real time PCR, dibandingkan dengan PCR konvensional yang hanya mendeteksi 7 sampel positif WSSV dari total 14 sampel uji. Hal ini membuktikan Real Time PCR lebih mampu mendeteksi keberadaan WSSV pada kepiting tanpa gejala klinis dibandingkan dengan PCR konvensional.

PENAMBAHAN EKSTRAK TAUGE DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMIJAHAN IKAN MAS KOKI (Carassius auratus)

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan Kelautan
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.774 KB)

Abstract

untuk diberikan kepada induk ikan mas koki. Unit perlakuan disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan kandungan ekstrak tauge. Tauge yang digunakan sebanyak 490,2 g/kg pakan, 653,6 g/kg pakan, dan 817,0 g/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kandungan ekstrak tauge memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap persentase pemijahan, tetapi memberikan siklus pemijahan yang lebih cepat. Pada derajat pembuahan telur dan derajat penetasan telur, ekstrak tauge memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Penambahan tauge sebanyak 653,6 g/kg pakan pada pakan induk ikan mas koki menghasilkan derajat pembuahan dan derajat penetasan telur tertinggi masing – masing yaitu 87,23 % dan 87,30 %.   Kata kunci : ekstrak tauge, derajat pembuahan, derajat penetasan, mas koki, pemijahan,

UJI EFEKTIVITAS DAUN PEPAYA (Carica papaya) UNTUK PENGOBATAN INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus)

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan Kelautan
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.522 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan daun pepaya dalam mengobati penyakit ikan mas koki yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, dan 2000 ppm. Parameter yang diamati meliputi kelangsungan hidup ikan uji, gejala klinis, uji histopatologi hati dan ginjal, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan daun pepaya untuk pengobatan ikan mas koki yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila melalui perendaman selama 48 jam pada konsentrasi 1000 ppm merupakan perlakuan terbaik dengan kelangsungan hidup sebesar 73,33%, sedangkan dari hasil Uji Regresi diketahui bahwa dosis optimum penggunaan daun pepaya dengan perendaman selama 48 jam yaitu 1245 ppm serta pengaruh perbedaan konsentrasi larutan daun pepaya terhadap kelangsungan hidup ikan mas koki sebesar 99,31 % dengan nilai R2 = 0,9863.   Kata kunci : Aeromonas hydrophila, daun pepaya, ikan mas koki, kualitas air.

ANALISIS KEKERABATAN IKAN MAS KOI (Cyprinuscarpio koi) DAN IKAN MAS MAJALAYA (Cyprinuscarpio carpio) MENGGUNAKAN METODE RAPD

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan Kelautan
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.009 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan strain ikan Koi danikan Mas Majalaya menggunakan metode RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). DNA dari sampel ikan Koi (Kohaku, Tancho, Ogon, Asagi, danShiro), Majalaya, dan Patin diisolasi menggunakan metode CTAB. Amplifikasi DNA menggunakan primer OPA-2 (5’-TGCCGAGCTG -3’) dan OPA-3 (5’-AGTCAGCCAC -3’) setelah optimasi dari beberapa primer. Hasil penelitian menunjukan kekerabatan ikan Koi dengan ikan Mas Majalaya relatif dekat (indeks kesamaan 62%). Kekerabatan ikan Koi strain Kohaku, Tancho, Shiro menurut indeks kesamaan berkisar 48-55% dan Strain Koi Ogon dan Asagi memliki hubungan kekerabatan terdekat (indeks kesamaan 84%). Primer OPA-2 lebih sensitif untuk mendeteksi hubungan kekerabatan ikan Koi dan ikan Mas Majalaya.   Kata kunci : ideks kesamaan, ikan Koi, ikan mas Majalaya, kekerabatan  

EFEKTIVITAS EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Nicolaia speciosa Horan) UNTUK PENCEGAHAN SERANGAN Saprolegnia sp. PADA LELE SANGKURIANG

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.37 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Subang dan di Laboratorium Biotektonologi Kelautan UNPAD, Jatinangor. Pelaksanaannya dimulai dari tanggal 3 Agustus 2012 sampai dengan 19 September 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak bunga kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) yang efektif dalam mencegah serangan jamur Saprolegnia sp. pada telur lele sangkuriang. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak bunga kecombrang yang diberikan meliputi 0 ppm (kontrol), 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm. Parameter uji yang diamati adalah saprolegniasis, daya tetas telur dan kualitas air. Hasil penelitian perendaman telur pada ekstrak bunga kecombrang konsentrasi 60 ppm menunjukkan hasil terbaik derajat penetasan telur sebesar 60,56%.

ANALISIS POTENSI DAN KARAKTERISASI MOLEKULER GEN 16S rRNA BAKTERI SELULOLITIK YANG DIISOLASI DARI MAKROALGA Eucheuma sp. DAN Sargassum sp. SEBAGAI PENGHASIL ENZIM SELULASE

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan Kelautan
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.89 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mencari bakteri selulolitik yang bersimbiosis pada makroalga Eucheuma sp dan Sargassum sp. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif terhadap parameter uji, identifikasi molekuler gen 16S rRNA dan aktivitas selulolitik. Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu kultivasi bakteri, uji aktivitas selulolitik dan analisis molekuler gen 16S rRNA. Hasil penelitian didapatkan 16 isolat murni bakteri dengan 5 diantaranya memiliki aktivitas selulolitik, isolat bakeri dengan kode B.1.2 menghasilkan indeks selulolitik 2,477 mm dan kode C.2 menghasilkan indeks selulolitik 6,102 mm. Dari hasil karakterisasi molekuler gen 16S rRNA diketahui spesies bakteri pada kode isolat B.1.2 adalah Bacillus subtilis dan kode isolate C.2 adalah Bacillus thuringiensis. Kata kunci : Bakteri selulolitik, Makroalga, Zona Bening, 16S rRNA

ANALISIS PEMASARAN IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) DI KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN KALAPA CIUNG KECAMATAN CIMALAKA KABUPATEN SUMEDANG

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan Kelautan
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.683 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di Kelompok Pembudidaya Ikan Kalapa Ciung Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Pelaksanaannya dimulai dari bulan Januari-Mei 2012. Analisis pemasaran dilakukan untuk mengetahui saluran pemasaran ikan mas koki yang paling efisien dan struktur pasar di kelompok pembudidaya ikan Kalapa Ciung. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis finansial yang meliputi analisis pendapatan usaha, analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C), analisis rasio keuntungan terhadap biaya, analisis Market Share, analisis saluran pemasaran, dan analisis struktur pasar. Hasil penelitian menunjukkan pola saluran pemasaran II memiliki tingkat efisiensi pemasaran tertinggi dengan market share sebesar 44,44% dan tingkat efisiensi pemasaran terendah terdapat pada saluran pemasaran I dengan market share sebesar 5,56%. Struktur pasar di kelompok pembudidaya ikan Kalapa Ciung mengarah pada struktur pasar monopolistik dan struktur pasar pada pelaku pemasaran mengarah pada pasar persaingan sempurna.   Kata kunci : Ikan Mas Koki, Kelompok Pembudidaya Ikan Kalapa Ciung, Pemasaran.

PENAMBAHAN YOGHURT TERHADAP POPULASI MIKROBA PEMBUSUK PADA SOSIS LELE DUMBO

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 3. No. 1, Maret 2012
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.711 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari penambahan yoghurt yang digunakan untuk memperpanjang masa simpan sosis lele dumbo berdasarkan populasi mikroba pembusuk. Penelitian mengenai pengaruh penambah yoghurt terhadap populasi mikroba pembusuk Metode penelitian dengan penambahan yoghurt pada sosis lele dumbo dilakukan dengan  perlakuan konsentrasi 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, kemudian disimpan pada suhu rendah (5°-10°C). Waktu pengamatan penelitian yang dilakukan yaitu penyimpanan pada hari  1, 4, 7, 9, 10, 11, 12, 13, 14. Parameter pengamatan adalah penghitungan jumlah total bakteri untuk mikroba pembusuk(TPC) dan derajat keasaman (pH) sosis lele dumbo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan yoghurt pada sosis lele dumbo memberikan pengaruh terhadap jumlah bakteri pembusuk dan pH selama penyimpanan suhu rendah. Berdasarkan jumlah populasi selama penelitian ternyata konsentrasi yoghurt memiliki kemampuan yang sama dalam menghambat aktivitas dan pertumbuhan mikroba pembusuk pada sosis lele dumbo. Semua perlakuan penambahan yoghurt 10%-25% dapat menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk. Oleh karena itu penambahan yoghurt sebanyak 10% sudah dapat menghambat aktivitas dan pertumbuhan mikroba pembusuk sampai hari ke-14 dengan kisaran bakteri pembusuk 3,0x104-3,5x104.

Analisis Kekerabatan Genetik Hibrid Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dan Ikan Mas (Cyprinus carprio L) Mengunakan PCR-RAPD

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan Unpad
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.89 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kekerabatan generasi kedua hasil persilangan ikan mas (Cyprinus carprio) dan hibrid ikan nilem (Osteochilus hasselti) terhadap induknya dengan metode PCR-RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA – Polymerase Chain Reaction) menggunakan Primer jenis Operon, OPA-3 dan OPA-11. Metode penelitian dilakukasn secara ekploratif dan  dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penggunaan primer OPA-11 memunculkan pita lebih banyak jika dibandingkan dengan OPA-3. indeks kekerabatan generasi keduanya sangat beragam, hasil persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan mas betina sebesar 70,5% mengarah kepada ikan mas. Hasil persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan nilem betina  memilki nilai kekerabatan sebesar 26% mengarah kepada hibrid ikan nilem. Fenotip yang dimunculkan dari generasi kedua ini mengarah pada indukan betina  seperti persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan mas betina lebih menyerupai ikan mas dibandingkan ikan nilem. Sedangkan Hasil persilangan hibrid ikan nilem jantan dengan ikan nilem betina menyerupai ikan nilem.