Kondang Budiyani
Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Yogyakarta

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA ORANG DENGAN DIABETES MELITUS Kristianingrum, Yetti; Budiyani, Kondang
PSYCHO IDEA Vol 9, No 2 (2011): PSYCHO IDEA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat. Subjek penelitian adalah orang dengan diabetes melitus, sebanyak 60 orang. Data variabel penelitian diungkap dengan Skala Dukungan Keluarga dan Skala Kepatuhan Minum Obat. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment dari Karl Pearson. Berdasarkan analisis data diperoleh koefisien sebesar r = 0,707 (p<0,01), berarti hipotesis dapat diterima. Besarnya koefisiensi determinan adalah 0,50. Berarti dukungan keluarga memberikan sumbangan sebesar 50% terhadap kepatuhan minum obat. Dengan demikian masih ada 50% faktor-faktor lain di luar  variabel dukungan keluarga yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, orang dengan diabetes melitus.
PELATIHAN MANAJEMEN DIRI UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Budiyani, Kondang
PSYCHO IDEA Vol 8, No 2 (2010): PSYCHO IDEA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan manajemen diri dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat kadar gula darah antara pretest dan post test. Kadar gula darah lebih rendah pada saat post test. Subjek penelitian sebanyak 3 orang. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dan rancangan eksperimen the one group pretest-posttest design. Hasil analisis berdasarkan pemeriksaan visual (visual inspection) yaitu dengan penyajian secara grafik menunjukkan tidak terjadi penurunan kadar gula darah sesudah pelatihan manajemen diri. Namun, pada saat pelatihan manajemen diri terlihat penurunan kadar gula darah menjadi kurang dari 200 mg/dl   Kata kunci : kadar gula darah, pelatihan manajemen diri, penderita diabetes melitus tipe II
PERBEDAAN KONSEP DIRI ANTARA PENDERITA KANKER PAYUDARA YANG BELUM DILAKUKAN OPERASI PENGANGKATAN PAYUDARA DENGAN PENDERITA KANKER PAYUDARA YANG SUDAH DILAKUKAN OPERASI PENGANGKATAN PAYUDARA Narti, Wiwin; Budiyani, Kondang
PSYCHO IDEA Vol 7, No 2 (2009): PSYCHO IDEA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsep diri penderita kanker payudara yang belum dilakukan operasi pengangkatan payudara dan  konsep diri penderita kanker payudara yang sudah dilakukan operasi pengangkatan payudara. Subjek  penelitian sebanyak 26 orang penderita kanker payudara yaitu 12 orang penderita kanker payudara yang belum dilakukan operasi pengangkatan payudara dan 14 orang penderita kanker payudara yang sudah dilakukan operasi pengangkatan payudara.  Data penelitian diungkap dengan Skala Konsep Diri dan Angket. Data dianalisis dengan menggunakan statistik non parametrik yaitu dengan Mann Withney U Test. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan konsep diri antara penderita kanker payudara yang belum dilakukan operasi pengangkatan payudara dengan  penderita kanker payudara  yang sudah dilakukan operasi pengangkatan payudara. Konsep diri penderita kanker payudara sebelum dilakukan operasi  pengangkatan payudara lebih tinggi (mean =174.83) daripada konsep diri penderita kanker payudara yang sudah dilakukan operasi pengangkatan payudara (mean = 156.50). Hasil analisis tambahan untuk melihat perbedaan per aspek dari konsep diri menunjukkan bahwa perbedaan hanya ditemukan pada aspek ethical self dan family self. Aspek physical self, personal self dan social self tidak menunjukkan adanya perbedaaan.
PELATIHAN MANAJEMEN DIRI UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Budiyani, Kondang; Martaniah, Sri Mulyani
PSYCHO IDEA Vol 9, No 1 (2011): PSYCHO IDEA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan manajemen diri dapat meningkatkan kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus tipe II. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan kepatuhan diet antara pretest dan post test. Kepatuhan diet lebih tinggi pada saat post test. Subjek penelitian sebanyak 3 orang. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dan rancangan eksperimen the one group pretest-posttest design. Analisis data menggunakan pemeriksaan visual (visual inspection). Hasil menunjukan (1) apabila dibandingkan dengan sebelum pelatihan manajemen diri maka ada peningkatan skor kepatuhan diet pada saat pelatihan manajemen diri dan sesudah pelatihan manajemen diri. Skor kepatuhan diet yang paling tinggi  adalah pada saat pelatihan manajemen diri, (2) Apabila dibandingkan dengan sebelum pelatihan manajemen diri maka ada peningkatan skor manajemen diri sesudah pelatihan manajemen diri   Kata kunci :  kepatuhan diet, pelatihan manajemen diri, penderita diabetes  melitus tipe II
PELATIHAN EFIKASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA ANAK DOWN SYINDORME PADA ORANGTUA Prahara, Sowanya Ardi; Budiyani, Kondang
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 20, No 1: Februari 2018
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.121 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris apakah pelatihan efikasi diri mampu meningkatkan efikasi terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome pada diri orangtua. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan efikasi diri orangtua terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome sebelum dan sesudah pelatihan pada kelompok eksperimen. Subjek penelitian sebanyak 6 orangtua yang memiliki anak down syndrome yang mendapatkan skor rendah dari Skala Efikasi Diri terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome. Design eksperimen yang digunakan adalah one group pretest-postest design. Hasil analisis data menggunakan teknik analisis data Wilcoxon matched pairs sigend-ranks test menunjukkan nilai Z yang didapat sebesar -2.207 dengan p = 0.0135 (p = <0.05). Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat efikasi diri terhadap kemampuan berwirausaha anak down syndrome pada orangtua yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan pelatihan efikasi diri.
DUKUNGAN SUAMI DAN DEPRESI PASCA MELAHIRKAN Sumantri, Rustian Adi; Budiyani, Kondang
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 1: Februari 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.331 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan depresi pasca melahirkan pada wanita. Dalam penelitian ini dirumuskan suatu hipotesis yaitu ada hubungan negatif antara dukungan suami dengan depresi pasca melahirkan pada wanita. Subjek penelitian ini adalah wanita pasca melahirkan yang berada pada rentang usia dewasa awal yang bertempat tinggal di kabupaten Purworejo. Jumlah subjek dalam penelitian ini 50 orang. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Dukungan Sosial dan BDI. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dalah analisis product moment dari Pearson dengan hasil korelasi (Ray) sebesar -0,842 (p<0,01). Berdasarkan hasil analisis data, hipotesis penelitian ini dapat diterima.
PELATIHAN EFIKASI DIRI GURU: EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN PRESTASI BELAJAR SISWA Prahara, Sowanya Ardi; Budiyani, Kondang
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 21, No 1: Februari 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai efektivitas pelatihan strategi peningkatan efikasi diri pada guru mampu meningkatkan efikasi diri akademik dan prestasi belajar siswa. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan efikasi diri akademik siswa sebelum dan sesudah diberikan tritmen dan ada hubungan antara efikasi diri dengan prestasi belajar siswa. Subjek penelitian sebanyak 180 siswa. Design eksperimen yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Efikasi Diri Akademik. Hasil analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan hasil nilai t sebesar 1.419 dengan taraf signifikansi 0.159 (p<0.05). Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan efikasi diri akademik pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Walaupun subjek memiliki efikasi diri akademik lebih tinggi setelah diberikan perlakuan dengan rerata sebesar 68.84 daripada sebelum diberikan perlakuan dengan rerata sebesr 67.89. Berdasarkan dari nilai rerata yang diperoleh dari pengukuran tersebut dapat diketahui bahwa perlakuan yang diberikan bukan berarti tidak berpengaruh terhadap subjek penelitian, melainkan disebabkan karena adanya variable extraneous yang turut serta di dalamnya. Selain itu, juga tidak ada hubungan antara efikasi diri akademik dengan prestasi belajar siswa.
PERBEDAAN KECERDASAN EMOSI ANTARA REMAJA YANG MENGIKUTI AKTIVITAS BERMAIN GAMELAN DENGAN REMAJA YANG TIDAK MENGIKUTI AKTIVITAS BERMAIN GAMELAN Asrandini, Narulia; Budiyani, Kondang
Jurnal Psikologi Integratif Vol 1, No 1 (2013): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.308 KB)

Abstract

The research aimed to explore emotional quotion differences at youth both who play gamelan and do not at Vocational High School Kasihan I Bantul.The result of analysis with sample t-tes independent showed that there is different between coefcient t value as 3,003 (p<001). Furthur, there is different between emotional qoution at youth who play gamelan activity with score mean (M= 162,58) is higher than youth who do not play gamelan activity.