Hamdani Budiman
Laboratorium Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS KADAR TIMBAL DAN GAMBARAN DARAH GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI PUSAT LATIHAN GAJAH SEBANGA RIAU Budiman, Hamdani; Azhar, Al; Yusuf, Irwandi
Jurnal Veteriner Vol 11 No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to determine the lead concentration in blood and hematological profilesof Sumatran elephants. Eight out of 57 captivated Sumatran elephants in Sebanga Elephant TrainingCenter (ETC) Riau were examined for the lead concentration in the blood and for hematological profiles.The results showed that their lead concentration in blood was 0.3425 ? 0.4633 ppm with the average of0.3905 ± 0.373 ppm. Their hemoglobin level was 9.60 ? 12.10 g/dl with the average of 10.39 ± 1.20 g/dl.Hematocrit levels was 31 ? 47% with the average of 37.50 ± 5.21%. In male, their average levels ofhemoglobin and hematocrit were 10.85 ± 1.28 g/dl and 41.00 ± 4.90%, respectively which were higher thanthose in female (9.93 ± 1.06 g/dl and 34.00 ± 2.53%, respectively). Their lead concentration was higher inthe younger elephant than in the older elephants. Although, the lead concentration in blood of Sumatranelephants was high, it appeared to be not related either with their hemoglobin or hematocrit levels. Therewas, however, relationship between the lead level in blood with the age of elephants.
Isolation and Characterization of Avian Influenza Virus Based on Macroscopic Examination of Native Chicken Embryo Fakhrurrazi, Fakhrurrazi; Budiman, Hamdani
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 3, No 2 (2009): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.44 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v3i2.9788

Abstract

The aim of this research was to isolate and characterize the virus based on macroscopic examination of native chickens embryo infected with the AI virus. This research used 10 infected native chickens from Ateuk Pahlawan and Doi villages. All chickens were examined to identify the present of AI using rapid test and in ovo virus propagation. Rapid test showed 7 chickens from Ateuk Pahlawan villageand 5 chickens from Doi village were AI positive. Propagation of the viruses in 11 days old chicken embryo in ovo showed that embryo died 5 days post inoculated whereas macroscopic examination showed dwarfed embryo, hemorrhagic, and loss of feather.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL SARANG SEMUT (Myrmecodia sp. TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT (Mus musculus) JANTAN YANG HIPERURISEMIA -, Roslizawaty; Budiman, Hamdani; Laila, Hiqmah; -, Herrialfian
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 2 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.766 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i2.2947

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol sarang semut (Myrmecodia sp.) terhadap gambaran histopatologi ginjal mencit  (Mus musculus) jantan yang hiperurisemia. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan dengan umur 10 minggu yang secara klinis dinyatakan sehat. Secara acak seluruh mencit dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok perlakuan terdiri atas 5 ekor mencit. Kelompok K0 adalah kelompok kontrol negatif yang diberikan pakan standar, K1 adalah kelompok kontrol positif yang diberikan pakanstandar dan diinduksi pakan purin tinggi, K2 adalah kelompok yang diberikan pakan standar, diinduksi pakan purin tinggi dan diterapi allopurinol, K3 dan K4 adalah kelompok yang diberikan pakan standar, diinduksi pakan purin tinggi dan diterapi dengan ekstrak etanol sarang semut masing-masing dengan dosis 100  dan 200  mg. Setelah perlakuan selesai pada hari ke-22,  organ ginjal diambil untuk dibuat preparat histologi dan diwarnai dengan metode haematoksilin eosin. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian (Anova). Rata-rata tubulus proksimal yang mengalami penyempitan pada kelompok K0; K1; K2: K3; dan K4 masing-masing adalah 32,95±1,37; 67,74±1,81; 75,53±2,68; 24,11±2,61; dan 13,50±2,90. Pemberian ekstrak etanol sarang semut berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap gambaran histopatologi ginjal mencit jantan dalam memperbaiki penyempitan lumen tubulus proksimal mencit jantan yang diinduksi pakan purin tinggi.  Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol sarang semut dengan dosis 200 mg memiliki efektivitas lebih baik dibandingkan dengan dosis 100 mg dalam memperbaiki penyempitan lumen tubulus proksimal.
SUPLEMEN BUNGKIL INTI SAWIT TEPUNG DAUN KATUK BERPOTENSI MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA PADA KAMBING PERANAKAN ETTAWA Akmal, Muslim; Reza Ferasyi, Teuku; Budiman, Hamdani; R, Razali; A, Azhari; A, Anwar; Aji Pamungkas, Fitra; Nasution, Saddat; Armansyah, T.; Hambal, Muhammad; S, Syafruddin; Sayuti, Arman
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.641 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2638

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian suplemen bungkil inti sawit (BIS), tepung daun katuk (KAT), dan kombinasi bungkil inti sawit dan tepung daun katuk (BISKAT) terhadap peningkatan kualitas spermatozoa kambing jantan peranakan Ettawa (PE). Dalam penelitian ini digunakan 20 ekor kambing jantan PE, berumur 1,5 tahun dengan berat badan antara 15 -20 kg dan dibagi atas empat kelompok yakni P0, P1, P2, dan P3 yang masing-masing diberi akuades, BIS 100 g/hari/ekor, kombinasi BIS 100 g/hari/ekor dan KAT 15 g/hari/ekor, dan KAT 15 g/hari/ekor. Pemberian perlakuan dilakukan selama 35 hari. Pada hari ke-36 dilakukan kastrasi dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kualitas spermatozoa yang meliputi motilitas, viabilitas, integritas membran, dan abnormalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian suplemen kombinasi BISKAT dapat meningkatkan motilitas, viabilitas, integritas membran, dan menurunkan abnormalitas spermatozoa dibanding kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa pemberian suplemen kombinasi BISKAT berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa kambing PE.
EFEK PEMBERIAN MINYAK JELANTAH TERHADAP GAMBARANHISTOPATOLOGIS HATI TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Aisyah, Siti; Budiman, Hamdani; Florenstina BR. G, Dessy; Aliza, Dwinna; Salim, M Nur; Balqis, Ummu; Armansyah, T.
Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.665 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v9i1.2989

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari gambaran histopatologi hati tikus putih (Rattus norvegicus) akibat mengonsumsi minyak jelantah.  Duapuluh ekor tikus berumur 3 bulan dengan bobot badan ±250 g dibagi atas 4 kelompok perlakuan dan setiap kelompok terdiri at as 5 ekor. Perlakuan K1 (minyak goreng curah), K2, K3, dan K4 (minyak jelantah 3x, 6x, dan 9x pemakaian). Perlakuan dilakukan selama 60 hari, dan pada hari ke 61 dilakukan eutanasia yang dilanjutkan dengan nekropsi. Hati tikus diambil dan difiksasi dalam larutan buffered neutral formaline 10%untuk diproses sediaan histopatologis dan diwarnai dengan hematoksilin dan eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hati berwarna coklat kehitaman, bengkak, dan ditemukan nodul multi fokal dengan konsistensi padat. Secara histopatologi terjadi peningkatan kongesti, degenerasi cloudy swelling, dan nekrosis sel
20. The Histological Structure of Tegal Duck (Anas javanicus) Spleen at Different Age Hafizsha, Nabila Latifa; Budiman, Hamdani; Hamny, Hamny; Masyitha, Dian; Iskandar, Cut Dahlia; Balqis, Ummu; Jalaluddin, Muhammad
Jurnal Medika Veterinaria Vol 11, No 2 (2017): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.957 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v11i2.3522

Abstract

The aim of the  study was to determine the histological structure of tegal duck (Anas javanicus) spleen according to ages variation. One month, 2 month and 3 months of tegal duck were used as the sample of this study. The spleen of each duck was analyzed by Hematoxylin-Eosin (HE) method, then observed under light microscope. The result of this study performed there were the differences of histological structure of the ducks spleen. The capsule thickness had increased along with increasing age, which was 16.0 ± 1.0 µm; 25.3 ± 2.5 µm; and 29.0 ± 1.0 µm. The boundary between the two pulp in the tegal duck 3 months  old more obvious than 1 month or 2 months old. The diameter of white pulp had increased in the oldest duck. It can be concluded that the development of spleen histological structure was more perfect with the  increasing age of tegal duck.
PENGAMATAN BRUISES PADA MUSCULUS PECTORALIS AYAM BROILER YANG DIJUAL DI PASAR LAMBARO ACEH BESAR DAN HUBUNGANNYA DENGAN JUMLAH MIKROBA Budiman, Hamdani; Ferasyi, T. Reza; Windasari, Wulan; Salim, M. Nur; Aisyah, Siti; Hambal, Muhammad
Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.896 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v9i1.2999

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan jumlah mikroba antara ayam normal dengan ayam yang mengalami bruises. Sampel ayam broiler diperoleh di Pasar Lambaro Aceh Besar dengan memilih lima musculus pectoralis ayam normal dan lima musculus pectoralis ayam yang mengalami bruises untuk dilakukan uji mikrobiologis. Bagian musculus pectoralis ditimbang dengan berat 25 g, kemudian dilakukan stomaker untuk mendapatkan ekstrak. Selanjutnya dilakukan uji mikrobiologis, perhitungan jumlah koloni dilakukan selama 24 jam. Jumlah mikroba pada sampelayam normal masing-masing adalah Sn1 (1,6x102), Sn2 (2,6x103), Sn3 (3,5x102), Sn4 (1,3x103), dan Sn5 (1,2x102) Cfu/ml, sedangkan pada sampel ayam yang mengalami bruises masing-masing adalah Sb1 (3,8x104), Sb2 (3,0x104), Sb3 (1,3x105), Sb4 (1,9x105), dan Sb5 (1,6x105) Cfu/ml. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ayam yang mengalami bruises memiliki jumlah mikroba yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam normal.
PENGARUH KEPADATAN POPULASI TERHADAP GAMBARAN PATOLOGI ANATOMI DAN HISTOPATOLOGI INSANG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Haqqawiy, Eka Janni; -, Winaruddin; Aliza, Dwinna; Budiman, Hamdani
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.084 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i1.2914

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran patologi anatomi  ikan nila dan histopatologi insang ikan nila dengan kondisi kepadatan populasi pada wadah pemeliharaannya di atas normal. Lima puluh ekor ikan nila dibagi atas empat kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol terdiri atas 5 ekor ikan, kelompok I  10 ekor ikan, kelompok II 15 ekor ikan, dan kelompok III 20 ekor ikan. Insang difiksasi dalam larutan Davidson 10% kemudian dilakukan pembuatan sediaan histologi dengan menggunakan pewarnaan hematoksilin dan eosin (HE). Pengamatan histopatologi dilakukan dengan mikroskop cahaya biokuler, kemudian dilakukan pemotretan dengan fotomikrograf. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan histopatologi ditemukan nekrosis, hiperplasia lamella primer, dan sekunder, serta fusi lamella pada insang ikan nilayang dipelihara dalam padat populasi di atas normal.
GAMBARAN HISTOLOGIS LIMPA AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) PADA UMUR BERBEDA hanum, syafarina; budiman, Hamdani; masyitha, Dian
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.207 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.4012

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histologis limpa ayam kampung (Gallus gallus domesticus) pada umur berbeda. Sampel yang digunakan adalah limpa ayam kampung (Gallus gallus domesticus) berumur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan masing-masing 3 ekor. Limpa masing-masing hewan diambil dan diproses secara mikroteknik dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE), kemudian diamati dengan mikroskop stereo. Hasil penelitian menunjukkan  struktur histologis limpa dari ketiga umur ayam terdiri dari kapsula, trabekula, pulpa merah, dan pulpa putih. Terdapat perbedaan pada ketebalan kapsula, diameter pulpa putih, serta batas antara pulpa merah dan pulpa putih. Ketebalan kapsula dan diameter pulpa putih paling besar pada umur 3 bulan kemudian diikuti umur 2 bulan dan 1 bulan. Batas antara kedua pulpa pada umur 3 bulan tampak lebih jelas terlihat jika dibandingkan dengan umur 1 bulan dan 2 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin bertambah umur ayam kampung, maka perkembangan struktur histologis limpanya semakin berkembang baik.This study aims to determine the histological finding of  spleen in local chicken (Gallus gallus domesticus) at different ages. The samples were local chicken (Gallus gallus domesticus) aged 1 month, 2 months and 3 months respectively 3 chickens. The spleen of each animal was taken and processed Microtechnique with hematoxylin-eosin (HE) stain, then observed with a stereo microscope.  The results showed spleen histological structure of third age consist of chickens capsule, trabeculae, red pulp and white pulp. There is a difference in the thickness of the capsule is, the diameter of white pulp, as well as the boundary between red pulp and white pulp. The thickness and diameter of the capsule of the greatest white pulp at 3 months followed by the age of 2 months and 1 month. The boundary between the two pulp at 3 months or more obvious when compared to the age of 1 month and 2 months. The conclusion of this study is the increasing age of chicken, the development of spleen increasingly well developed histological finding.
Histopatologi Hati Tikus Putih (Rattus novergicus) Yang Diinjeksi Formalin (Histopathology of Rat (Rattus novergicus) Liver Induced by Formaldehide) Oktarian, Alfin; Budiman, Hamdani; Aliza, Dwinna
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.952 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3328

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologi hati tikus putih yang diinjeksi formalin dengan dosis bertingkat. Penelitian ini menggunakan hati 24 ekor tikus putih strain Wistar jantan umur 4-5 bulan dengan berat 180-200 gram. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol (KO) adalah tikus yang hanya diberi pakan standar tanpa perlakuan apapun. Kelompok perlakuan 1 (K1), 2 (K2), dan 3 (K3) diberi pakan standar dan diinjeksi formalin secara intraperitoneal dengan dosis 1; 2,5; dan 5 mg/kg bb per hari. Penelitian ini dilakukan secara berkelanjutan selama 14 hari. Pada hari ke-15 semua tikus dibunuh dengan menggunakan kloroform, kemudian sampel organ hati diambil untuk dibuat sediaan histopatologi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan rata-rata (±SD) jumlah sel hati yang mengalami degenerasi parenkim pada K0, K1, K2, dan K3 berturut-turut adalah (2,40 ± 0,34), (3,40 ± 0,34), (4,73 ± 0,410), dan (5,53 ± 0,50). Jumlah sel hati yang mengalami degenerasi hidropis pada K0, K1, K2, dan K3 berturut-turut adalah (0,26 ± 0,23), (3,13 ± 0,30), (4,33 ± 1,00), dan (5,40 ± 0,87). Jumlah sel hati yang mengalami nekrosis pada K0, K1, K2, dan K3 berturut-turut adalah (0,66 ± 0,23), (2,06 ± 0,30), (2,53 ± 0,46), dan (3,60 ± 1,00). Formalin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah sel hati yang mengalami degenerasi parenkim, degenerasi hidropis, dan nekrosis. Pemberian formalin dengan dosis bertingkat selama 14 hari pada tikus putih menyebabkan perubahan histopatologi sel hati berupa degenerasi parenkim, degenerasi hidropis, dan nekrosis. Semakin tinggi dosis yang diberikan, semakin banyak kerusakan sel hati yang ditemukan.  ABSTRACK This study aimed to determine the histopathology of rat liver induced by gradual dosage of formaldehide. This study used 24 liver of Wistar rats aged 4-5 months, weighing of 180-200 grams. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 4 unidirectional pattern group treatments. Eachgroup treatment consisted of six rats. The control group (KO) rat given only the standard feed without any treatment. Treatment group 1 (K1), 2 (K2), and 3 (K3) were fed with standard feed and injected intraperitoneally with formaldehide doses of 1, 2.5, and 5 mg/kg bw. The treatment was carried out for 14 consecutive days. On day 15 all rats were eutanized using chloroform. Then the liver samples taken for histopathological preparations. Data were analyzed using ANAVA and then followed by Duncan test. Statistical analysis showed that the average (± SD) number of parenchyma degeneration of liver cell on K0, K1, K2, and K3 were (2.40±0,34), (3.40±0.34), (4.73±0.410) and (5.53±0.50) respectively. The number of hydropis degeneration of liver cell on K0, K1, K2, and K3 were (0.26±0.23), (3.13±0.30), (4.33±1.00), and (5.40±0.87) respectively. The number of liver cell necrosis in K0, K1, K2, and K3 were (0.66±0.23), (2.06±0.30), (2.53±0.46), and (3.60±1.00) respectively. Formalin effect significantly (P<0.05) on the number of parenchyma degeneration, hydropis degeneration, and necrosis of liver cell. The higher the dosage given, the more damage the liver cells were found.
Co-Authors Abdian, Mardhiah Abdul Harris Agik Suprayogi Al Azhar Amiruddin Amiruddin Andi Novita Annah, Nurjannah Anwar A, Anwar Arman Sayuti Atika Resty Handani, Atika Resty Azhari A Bakrie, Muttaqien Basri A. Gani, Basri A. Cut Dahlia Iskandar Darmawi Darmawi Darniati Darniati Dessy Florenstina BR. G, Dessy Dian Masyitha Dianatul Habibah Harahap, Dianatul Habibah Dwina Aliza Dwinna Aliza Eka Janni Haqqawiy, Eka Janni Elsa Mariane Ramadani, Elsa Mariane Erina Erina Fachrurrazi Fachrurrazi Fakhrurrazi Fakhrurrazi Fitra Aji Pamungkas, Fitra Hafizsha, Nabila Latifa Hamny Hamny hanum, syafarina Herrialfian -, Herrialfian Hiqmah Laila, Hiqmah Irwandi Yusuf Ismail Ismail Juli Melia M Nur Salim, M Nur M. Hasan M. Nur Salim Mecky Desca Saad, Mecky Desca Muhammad Hambal Muhammad Hanafiah Muhammad Hasan Muhammad Jalaluddin, Muhammad Mulya Fahmi, Mulya Muslim Akmal Mustafa Sabri Nanda, Widya Nazaruddin Nazaruddin Nita, Has NURLIANA NURLIANA Oktarian, Alfin Rahman, Resty Fauzana Razali Daud Razali R Razali Razali Reimena, Resti rina aulia barus Rosa, Teuku Shaddiq Roslizawaty -, Roslizawaty Roslizawaty Roslizawaty, Roslizawaty Saddat Nasution, Saddat Salim, Muhammad Nur Septian, Anugrah Siti Aisyah Subhaini Jakfar Sugito - Sugito Sugito Syafruddin s Syarifahnur, Fatin T. Armansyah T. Fadrial Karmil T. Reza Ferasyi, T. Reza Tapielaniari -, Tapielaniari Teuku Reza Ferasyi Teuku Reza Ferasyi, Teuku Tongku N. Siregar, Tongku Ummu Balqis Wardani, Elia Winaruddin - Wulan Windasari, Wulan Yudha Fahrimal Zainuddin - Zainuddin Zainuddin