Articles
59
Documents
KARAKTERISTIK EMISI JELAGA MESIN DISEL MENGGUNAKAN VENTURI SCRUBBER EGR DENGAN BAHAN BAKAR SOLAR

ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN" VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011
Publisher : ROTASI "JURNAL TEKNIK MESIN"

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.055 KB)

Abstract

Kondisi alam sekarang sudah sangat memprihatinkan karena pemanasan global yang salah satunya disebabkan oleh hasil pembakaran kendaran bermotor yang tidak sempurna. Para pakar otomotif dunia terus melakukan inovasi terhadap produk-produknya,agar gas buang menjadi lebih ramah lingkungan. Sekarang ini kendaraan yang ramah lingkungan sudah menjadi trend dunia,termasuk di Indonesia. Pada penelitian ini digunakan EGR (Exhaust Gas Recirculation) yaitu gas buang yang dimasukan kembali ke intak manifold dan berfungsi menurunkan NOx dan konsumsi bahan bakar. EGR yang di gunakan memakai system pendingin untuk mendinginkan suhu gas buang menggunakan Venturi Scrubber EGR. Penelitian ini juga meneliti adanya perbedaan kepekatan gas buang antara mesin diesel yang mengunakan Venturi Scrubber EGR dengan mesin diesel standar tanpa penggunaan Venturi Scrubber EGR.Pengujian dilakukan pada mesin isuzu panther indirect injection dengan bahan bakar solar. Dari hasil pengujian dengan penambahan alat berupa EGR diperoleh kenaikan opacity sebesar 120,06 % sehingga asap yang keluar jauh lebih banyak di banding tanpa penggunaan EGR, Akan tetapi penggunaan EGR memberi dampak positif yaitu meningkatnya efisiensi bahan bakar (ηƒ) sebesar 59,22 % di banding mesin tanpa penggunaan EGR. Semua data di ambil pada EGR 20,9% dengan temperatur T3 600C saat putaran 2500 rpm dengan load 100%.

PENGARUH LAMA PENYANGRAIAN TELUR ASIN SETELAH PEREBUSAN TERHADAP KADAR NaCl, TINGKAT KEASINAN DAN TINGKAT KEKENYALAN

Animal Agricultural Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agricultural Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Egg is one of the food products derived from poultry which is easily damaged and rotten. The content of protein, fatty acids, vitamins and minerals are high on the egg which cause the egg to be easily damaged by a good medium for the growth of microorganisms. Salting was an effort to preserve the eggs. Salted egg ripening by the way of boiling allegedly could increase moisture in boiled salted egg. An effort of proccessing and preserving to extend storage of egg was to do the proccess of “penyangraian” salted egg after boiling. “Penyangraian” was the improvement of salted egg quality so that last longer in storage. The research of “penyangraian” salted egg after boiling purposed to know the natrium chloride content, saltiness and elasticity. Materials used in this research were 75 duck eggs, ashes rub, table salt, and sea sand. Experiment design used was complately randomized design with four treatments and five replications. The parameters observed in this research were the natrium chloride content, saltiness and elasticity. The results of this research proved that long of “penyangraian” after boiling was influential (P<0,05) to content of NaCl albumen, content of NaCl yolk, and elasticity content of salted albumen while in salted egg saltiness did not show any real influence. Long of “penyangraian” for 5 minutes could increase natrium chloride content of albumen and yolk, each of them was 2,98% and 1,39%, the longer of “penyangraian”, elasticity level of albumen increased.Key words : salted egg, “penyangraian”, saltiness, elasticityABSTRAKTelur merupakan salah satu produk pangan yang berasal dari unggas yang mudah rusak dan busuk. Kandungan protein, asam lemak, vitamin dan mineral yang tinggi pada telur menyebabkan telur mudah rusak karena merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Pengasinan merupakan salah satu upaya untuk mengawetkan telur. Pemasakan telur asin dengan cara perebusan diduga dapat meningkatkan kadar air dalam telur asin rebus. Salah satu usaha pengolahan dan pengawetan untuk memperpanjang penyimpanan telur adalah dengan melakukan proses penyangraian telur asin setelah perebusan. Penyangraian merupakan usaha perbaikan mutu dari produk telur asin supaya lebih tahan lama dalam penyimpanan. Penelitian tentang proses penyangraian telur asin setelah perebusan ini bertujuan untuk mengetahui kadar NaCl, tingkat keasinan dan tingkat kekenyalan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 75 butir telur itik, abu gosok, garam krasak (garam dapur) dan pasir laut. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar NaCl, tingkat keasinan dan tingkat kekenyalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyangraian setelah perebusan berpengaruh nyata (P<0,05) pada kadar NaCl putih telur, kadar NaCl kuning telur dan tingkat kekenyalan putih telur asin, sedangkan pada tingkat keasinan telur asin tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Lama penyangraian 5 menit dapat meningkatkan kadar NaCl putih dan kuning telur masing-masing sebesar 2,98% dan 1,39%, semakin lama penyangraian tingkat kekenyalan putih telur cenderung semakin meningkat.Kata kunci : Telur asin, penyangraian, keasinan, kekenyalan

ANALISIS PELUANG PENGEMBANGAN INDUSTRI ARANG AKTIF DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

Jurnal Sistem Teknik Vol 1 (2010):
Publisher : Magister Teknik Sistem FT UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, the need of activated charcoal as adsorbent and purification materials is increasing. In Ogan Komering Ulu regency has a lot of biomass waste which can be processed to be activated charcoal. Therefore this potency will be analysed comprehensively in order to develop the activated charcoal comodity.Based on field study in Ogan Komering Ulu regency, the potency of biomass waste as activated charcoal raw material can be analysed. Based on the field study at activated charcoal factory Palembang and Bogor, the data of activated charcoal process production and production cost can be collected. From the litrature study and the data collected of the field study, the opportunity to establish the activated charcoal factory in Ogan Komering Ulu regency can be investigated.The biomass waste in Ogan Komering Ulu consist of the wood residue in logged forest is 6.428 m3, the sawmills waste is 3.806 m3, the coconut shell is 75.506 tons, the palm shell is 15.520 tons, the rice husk is 69.103 tons. If the biomass waste above will be processed to be charcoal, therefore the big amount of charcoal from coconut shell is 22.652 tons. The activated charcoal from coconut shell has higher adsorptive capacity of iodine than other raw material. The analysis of supply and demand showed the value of market share was 96 %. Based on the assumption that activated charcoal factory will be operated for 10 years, to establish the activated charcoal factory need  investment capital Rp.128.000.000,-. Based on the financial evaluation the profit will be Rp. 32.972.000,- every year. Pay back period after tax is 3 years 1 month, Net Present Value is (+) Rp. 20.230.196,-, Internal Rate of Return is 22 %, and Break Event Point is 52 %. Sensitivity analysis shows 10 % increasing raw material’s price, the Net Present Value will be positive by Rp. 11.981.048,- and 10 %, decreasing of product’s price, the Net Present Value will be negative by Rp 41.638.414,-, therefore the factory is more sensitive to the product’s price. Based on the research and evaluation, the activated charcoal factory is feasible.

PENINGKATAN PEMAHAMAN PENGGOLONGAN, CARA PENGGUNAAN DAN PENYIMPANAN OBAT SERTA PENGENALAN OBAT TRADISIONAL BUAT PENYAKIT DIABETES DI SMU MUHAMMADIYAH PANGANDARAN

Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.271 KB)

Abstract

Peningkatan pemahaman dan penanganan obat-obatan yang baik di kalangan remaja merupakan bekal awal dalam terwujudnya program pemerintah Primary Health Care (PHC) untuk Indonesia sehat di tahun 2020. Diabetes Melitus sebagai penyakit degeneratif yang prevalensinya semakin meningkat sejak tahun 2010 dapat dimaksimalkan pengobatannya bila keahlian masyarakat dalam menggunakan dan menyimpan obat sudah baik. Kegiatan PPMD Integratif di SMA Mumhammadiyah Kabupaten Pangandaran dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan generasi muda dalam melaksanakan penanganan obat yang baik. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan lisan, simulasi penggolongan obat umum dan obat diabetes, pengenalan tanaman herbal antidiabetes, penyebaran kuisioner, dan pretest-posttest sebagai tolak ukur peningkatan pemahaman. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah kepuasan peserta terhadap kegiatan, dan meningkatnya pemahaman terhadap penggolongan obat, cara penggunaan dan penyimpanan obat diabetes, serta mengenal obat tradisional antidiabetes yang terkualifikasi melalui peningkatan nilai dari pretest ke posttest.

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE KOMPETISI ANTAR SISWA (KAS) PADA SISWA KELAS V DI SDN PAKINTELAN 03 (INCREASING MATHEMATIC INSTRUCTIONAL QUALITY BY STUDENTS COMPETITION AT FIFTH SDN PAKINTELAN 03)

KREATIF Vol 1, No 2 (2011): KREATIF
Publisher : KREATIF

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of preliminary observations are carried out showed that the teachers are still not quite right in applying the methods of teaching and engage students in learning about. Exhaustiveness classical value only reached 39% by Minimum Criteria for Completeness is 70. The purpose of this research are: (1) improve the skills of classroom teachers SDN Pakintelan 03 in implementing the learning of mathematics, (2) increasing the activity of class V students of SDN 03 Pakintelan in implementing the learning of mathematics; improve student learning outcomes SDN Pakintelan 03 class V in the material eye math. The research was conducted in 03 road SDN Pakintelan Langkir, Pakintelan Village, District Gunungpati. The subject of this study were teachers and students of class V were 36 students. Variable of this study were (1) the skills of teachers, (2) student activity, and (3) student learning outcomes. Data collection techniques used were observation, test documentation, and records of activities. The results showed melelui KAS method can improve the teaching skills of teachers, student activities, and student learning outcomes. Percentage increase from the thoroughness student learning cycle by 76% I, II cycles by 89%. By looking at the data above it is advisable KAS method can be used by teachers in implementing the learning. The conclusions of this study is the KAS method can improve the skills of teachers; KAS methods can improve student learning activities; KAS methods can improve student learning outcomes. Therefore, it is recommended that teachers should be able to use traditional methods to improve teaching skills KAS, activities, and student learning outcomes. Key words: Quality of Learning, Methods KAS, Skills Teacher, Student Activities, Student Results.

Analisis Efisiensi Dan Nilai Tambah Agroindustri Tahu di Kota Pekanbaru

Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 1, No 1 (2014): Wisuda Februari Tahun 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study were: 1) to determine the amount of costs, revenues, profits, and profitability value of tofu agroindustry in Pekanbaru. 2) to determine the level of efficiency of tofu agro industry in Pekanbaru. 3) to determine the added value of tofu agro industry in Pekanbaru. This research was conducted from June 2012 until December 2012. The data collection technique was cencus technique. The respondents of this research were all active tofu entrepreneurs in Pekanbaru. This research used qualitative and quantitative methods. The analysis scopes of this research were costs, revenues, profits, profitability, efficiency, and added values analysis. The results of this research showed that the average total cost of tofu agro industry in Pekanbaru was Rp.69,228,509.33 per month. Total revenues of tofu agro industry in Pekanbaru was Rp.96.147.690,00 per month. Total Profit of tofu agro industry in Pekanbaru was Rp.26,919,181.00 per month. The number 38.88 percent of Profitability value meant that tofu agro industry in Pekanbaru was a profitable industry because the value of profitability > 0. 1.39 Ratio of R / C value meant that every Rp.1.00 costs in the production process of tofu will provide 1.39 times profit. The average added value of small size tofu was Rp.7.607,69/kg. The average added vaue of medium size tofu was Rp.5.578,80/kg. Keywords: Tofu, agroindustry, efficiency, added value

Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Pasien Yang Diterapi Dengan Tamoxifen Setelah Operasi Kanker Payudara

Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.543 KB)

Abstract

Abstrak Banyak faktor yang mempengaruhi kepatuhan berobat pasien yang diterapi dengan tamoxifen setelah operasi kanker payudara. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kepatuhan berobat pasien di RS. Dr. M Djamil, Padang. Sehingga dapat menjadi masukan dan perbaikan untuk meningkatkan kepatuhan berobat pasien. Metode yang digunakan adalah wawancara langsung, penderita mengisi daftar pertanyaan (kuesioner) dan skala likert pelayanan tenaga medis. Periode penelitian dilakukan selama 3 bulan. Analisis univariat, bivariat dan multivariat dilakukan dengan memakai SPSS versi 18.00. Dari 61 pasien didapatkan 9 pasien tidak patuh terapi tamoxifen, hasil penelitian bivariat didapatkan hubungan yang bermakna antara kepatuhan dengan umur, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, ketersediaan asuransi kesehatan dan pelayanan tenaga medis (p<0,05) sedangkan efek samping tidak berhubungan dengan kepatuhan (p>0,05). Analisis multivariat didapatkan faktor yang paling berpengaruh adalah pelayanan tenaga medis dengan p= 0,06. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan medis merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan berobat pasien yang diterapi tamoxifen setelah operasi kanker payudara, faktor lain yang berpengaruh adalah umur, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga dan ketersediaan asuransi kesehatan. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan pada tenaga medis sehingga dapat meningkatkan kepatuhan berobat pasien. Kata kunci: Kepatuhan, tamoxifen, kanker payudara.AbstractMany factors affect compliance of treatment in patients treated with tamoxifenAfter breast cancer surgery. This study aims to determine the factors that may affect treatment compliance of patients in the hospital. Dr.M.Djamil, Padang. So it can be sugestion and improvement to enhance patients treatment compliance.Methods. The method is a direct interview, patients filled out a questionnaire (questionnaire) and Likert scale medical services. Period of research carried out for 3 months. Analysis univariat, bivariat and multivariat performed by using SPSS version 18.00.Results. Of the 61 patients we found 9 patients not adherent tamoxifen therapy, the results bivariant a significant association between adherence to the age, level of education, familyIncome, availability of health insurance and medical care (p<0.05). Multivariate analysis found that the most influential factor is the care of medical personnel with p=0.06. Discussion. It can be concluded that the medical services are the most influential factor on treatment compliance of patients receiving tamoxifen after breast cancer surgery, other factors are age, education level, family income and the availability of health insurance. The results of this study can be suggestion on the medical staff so as to improve treatment compliance of patients.Keywords:Compliance, tamoxifen, breast cancer.

Interpretasi Data Penampang Seismik 2D dan Data Sumur Pemboran Area “X” Cekungan Jawa Timur

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.296 KB)

Abstract

Telah dilakukan interpretasi data penampang seismik 2D dan data sumur pemboran Area “X” Cekungan Jawa Timur untuk mengetahui litologi penyusun batuan, arah penyebaran batuan, dan bentuk struktur dan ketebalan dari Formasi Kujung. Data penampang seismik yang digunakan berasal dari 42 line seismik dan data sumur pemboran yang digunakan adalah sebanyak enam sumur yang di dalamnya terdapat log gamma ray, log resistivitas, log densitas, dan log neutron. Analisis yang dilakukan adalah analisis data sumur pemboran yaitu analisis litologi dan korelasi antar sumur, serta analisis pemetaan geologi bawah permukaan. Berdasarkan interpretasi litologi diketahui bahwa Formasi Kujung area “X” tersusun atas batugamping (limestone) dengan sisipan batupasir (sandstone) yang memiliki porositas dan permeabilitas yang baik sebagai reservoir hidrokarbon dan juga terdapat kandungan hidrokarbon pada formasi ini.  Dari korelasi antar sumur arah Barat-Timur, diketahui bahwa bagian Timur daerah penelitian merupakan daerah tinggian dari Formasi Kujung dan bagian Barat merupakan daerah rendahan. Dari korelasi arah Utara-Selatan diketahui bahwa bagian Selatan adalah daerah rendahan dan bagian Utara adalah daerah tinggian. Dari peta struktur puncak dan dasar untuk Formasi Kujung diketahui bahwa formasi ini tersebar di seluruh area penelitian.  Bagian Timur merupakan daerah tinggian dan bagian Barat merupakan daerah rendahan  dari formasi ini. Dari peta ketebalan diketahui bahwa ketebalan formasi ini bervariasi mulai dari 50 meter hingga lebih dari 1000 meter.

Penentuan Bidang Gelincir Gerakan Tanah Dengan Aplikasi Geolistrik Metode Tahanan Jenis Dua Dimensi Konfigurasi Wenner-Schlumberger (Studi Kasus di Sekitar Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Limau Manis, Padang)

Jurnal Fisika Unand Vol 1, No 1: Oktober 2012
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.315 KB)

Abstract

Telah dilakukan penentuan bidang gelincir gerakan tanah pada area di belakang gedung kuliah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Limau Manis, Padang menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dua dimensi konfigurasi Wenner-Schlumberger.  Penelitian ini dilakukan pada satu lokasi dengan 2 lintasan pengukuran yang masing-masing lintasan saling berpotongan pada titik tengah 25,0 m. Panjang bentangan masing-masing lintasan 50,0 m dan spasi elektroda 2,5 m.  Lokasi penelitian ini merupakan daerah dengan topografi berlereng dan berpotensi untuk terjadinya gerakan tanah. Pengolahan data dari hasil pengukuran dilakukan dengan menggunakan software Res2Dinv.  Berdasarkan penampang bawah permukaan yang diperoleh dari hasil penelitian, pada daerah tersebut diduga memiliki tiga lapisan batuan yang sama secara berturut-turut adalah pasir lempungan, batupasir, dan batu gamping.  Lapisan yang diduga berperan sebagai bidang gelincir adalah lapisan batu gamping dengan nilai tahanan jenis berkisar 22068 – 134811 Ωm pada kedalaman lapisan sekitar ± 5,03 m dengan ketebalan sekitar ± 4,63 m.

INVESTIGASI BIDANG GELINCIR PADA LERENG MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DUA DIMENSI

Jurnal Fisika Unand Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.159 KB)

Abstract

Penelitian untuk menginvestigasi bidang gelincir telah dilakukan pada dua lintasan sejajar.  Masing-masing lintasan memiliki panjang 100 m dan jarak kedua lintasan adalah 10 m.  Kedua lintasan tersebut terletak pada sebuah bukit dengan kemiringan 35°.  Metoda yang digunakan adalah geolistrik tahanan jenis dua dimensi dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger.  Pengolahan data menggunakan software Res2Dinv versi 3.59. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa litologi lapisan bawah permukaan pada kedua lintasan diduga terdiri dari pasir lempungan, lempung, batupasir, dan batugamping. Bidang gelincir berupa lapisan batugamping dengan nilai tahanan jenis 756.566,50 Ωm – 6.593.275,00 Ωm dengan kedalaman 6,72 m sampai 10,0 m, untuk lintasan I. Kemudian untuk lintasan II bidang gelincir berupa batugamping dengan nilai tahanan jenis  117.803,00 Ωm – 3.296.588,00 Ωm dengan kedalaman 6,72 m sampai 10,8 m.  Pada kedua lintasan ditemukan bahwa kemiringan bidang gelincir adalah sekitar 35º. Tipe gerakan tanah atau gelinciran adalah translasi.

Co-Authors -, Sukamta -, Sutijan Abdul Karim Andri Ikhwana Angga Kautsar, Angga Aning Ayu Kusumawati, Aning Ayu Anis Khoirunisa, Anis Anjar Mahardian Kusuma Anna Yuliana, Anna Antonius Hintono Anwar, M. Choerul Aswati Mindaryani Basa, Sri Mulyadi Dt. Beny Ramdani, Beny BERLIAN HANUTAMI N.P., BERLIAN HANUTAMI Budiharto, Segar Daan Khambri Donny Kristanto Mulyantoro Dwi Hartanti Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Eko Retnadi Eldrin, Nadya Eka Handayani Enggar Apriyanto, Enggar Ening Herniti Ermi Tety Fakhruddin Z Fakhruddin Z, Fakhruddin Z Fakhrur Rozi, Fakhrur FEBRIANY, ROSSI fikri firmansyah Gunggung Senoaji Hafni Bachtiar Hana Budi Prativi, Hana Budi Hegandari, Hegandari Helmi Septaria Herlin Helvy Trilismana, Helvy Hendar Sudrajat Hendry Gunawan, Hendry Indri Hapsari Insan Sunan K, Insan Jeffri Ardiyanto, Jeffri Jum’atri Yusri Kurniawan, Insan S. Kusrahayu Kusrahayu Leny Latifah Melina Faulina, Melina mufrod mufrod Muhammad Ikhsan Muhammad Iqbal Sy Muhammad Rizki Muhammad, Adzkie Naldi, Febri Nedy, Yohanes Hans Nofaslah, Rido Nofriadel - Nunuk Aries Nurulita NURAINI, HANI Nurvianto, Sandy Palkrisman -, Palkrisman Pamekas, Bondan Wahyu Rahmatil Hayati, Rahmatil Rindiantika, Yokaniza Rindu Twidi Bethary, Rindu Twidi Rini Indrati, Rini Riza Yuniar, Riza Satyawan Pudyatmoko Suaibah Siregar, Suaibah Subarkah, M. Hari Subeno Subeno, Subeno Sudiyono Sudiyono Susmiatun Susmiatun, Susmiatun Syaiful Syaiful Syukriani, Helfi Tatang Shabur, Tatang Tazyinul Qoriah Alfauziah, Tazyinul Qoriah W, Akhmad Bening Wawandono, Novianto Bambang Wibowo, Sapto Aji WUTSQO, LAFIE URWATUL