Selamat Budijitno
Staf Pengajar Bagian Bedah FK Undip Semarang

Published : 13 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Kedokteran Diponegoro

HUBUNGAN KARAKTERISTIK (USIA DAN JENIS KELAMIN) DAN KADAR TRIGLISERIDA SERUM DENGAN KEJADIAN KARSINOMA KOLOREKTAL DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Kurahmawati, Anis; Mughni, Abdul; Budijitno, Selamat; Yudhanto, Eka
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background: Colorectal carcinoma ranked as 4th of the most deadliest cancer worldwide and 5th in Indonesia. The earlier research suggested that there was an association between age, sex, serum triglycerides levels, and the incidence of colorectal carcinoma. This study aimed to find out the association between characteristic (age and sex) and serum triglycerides leves with the incidence of colorectal carcinoma in Kariadi Hospital.Method: This was a case-control study. The samples were divided into two groups, the case and the control group. The case group included the patients was diagnosed with colorectal carcinoma in any stages between 2009-2011 while the control group included those who had the other diseases in digestive system. After selected by simple random sampling, the number of eligible samples according to the inclusion criterias was 30 for case and 78 for control. The Chi-Square and logistic regression test was used to analyse the data.Result: The Chi–Square test for serum triglycerides levels show that the value of p=0,312, with OR:1,643 (95% CI=0,642-4,326). For age logictic regression show that the value of significancy for 40-49, 50-59, ≥60 years age groups: p=0,095, p=0,267, p=0,287 respectively. The Chi–Square test for sex show that the value of p=0,006 (p<0,05), with OR: 3,641 (95% CI=1,4-9,468).Conclusion: serum triglycrides levels and age are negative risk factor colorectal carcinoma. Sex is significantly associated with the increased risk of colorectal carcinoma.Keywords: Serum triglycerides levels, age, sex, colorectal carcinoma
PERBEDAAN DERAJAT DIFERENSIASI ADENOKARSINOMA KOLOREKTAL PADA GOLONGAN USIA MUDA, BAYA, DAN TUA DI RSUP DR.KARIADI SEMARANG Ratnasari, Dian; Mughni, Abdul; Yudhanto, Eko; Budijitno, Selamat
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background : Nowadays, colorectal cancer was more oftenly found on patient in younger age which had worse prognosis than in older patient. Adenocarcinoma was a type of colorectal cancer which was oftenly found. Differentiation degree was a factor influenced colorectal cancer prognosis. The purpose of this study was to show that there was difference in differentiation degree of Adenocarcinoma colorectal between young, middle, and old age.Method : It was an observational analytic retrospective studies with cross sectional method. Patient’s medical records with diagnosis adenocarcinoma colorectal from Kariadi Hospital Semarang were classified into three groups, young age (≤40 years old), middle age(41-60 years old), and old age(>60 years old). Then, differentiation degree were noted . It was analyzed by chi-square test.Result : Analysis between age and differentiation degree shows that there is a significant difference with p=0,01. It also shows that the younger patient they are found the most in moderate-poorly differentiation degree, and the least they are found in well differentiation degree.Conclusion : There is a significant difference in differentiation degree of adenocarcinoma colorectal between young, middle, and old age in Dr Kariadi Hospital Semarang.Keyword: differentiation degree, adenocarcinoma colorectal, age
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN BEROBAT PADA PASIEN PATAH TULANG YANG MENGGUNAKAN SISTEM PEMBIAYAAN JAMKESMAS (Studi Kasus di RS dr. Kariadi Semarang) Sari, Ayu Puspita; Priambodo, Agus; Pramono, Dodik; Yudhanto, Eka; Budijitno, Selamat
MEDIA MEDIKA MUDA 2012:MMM VOLUME 1 NUMBER 1 YEAR 2012
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Background : Delayed treatments made bone fracture cases more difficult and required more intensive treatments. The Jamkesmas program was created to give the poor and the needy easy access to get health services.Aims : To analyze factors related to the delayed treatment on bone fracture patients who used Jamkesmas payment method in dr. Kariadi Hospital in Semarang.Methods : The type of this research is observational analysis with cross sectional design. The research was held from May 2012 until June 2012, at the Surgery in-patient installation of dr. Kariadi Hospital in Semarang. Interviews were conducted to patients by using questionnaires. Chi Square and Fischer exact test were used for the statistical test.Results : There are 90% of patients who do not have delayed treatment (< 72 hours) and 10% who have delayed treatment (> 72 hours). Most patients have low level of education (72%), sufficient level of knowledge about bone fracture (55,1%), good level of knowledge about Jamkesmas (69%), have good attitude toward bone fracture (96,6%), and have medical behaviors in searching for initial treatment of bone fracture (82,8%). Most of health facilities are affordable (96,9%). There is a significance between patient behaviors in searching for initial treatment of bone fracture (p<0.05) with the delayed treatment on patients who use Jamkesmas. There is no significance between the level of education (p>0.05), level of bone fracture knowledge (p>0.05), level of Jamkesmas knowledge (p>0.05), the affordable health facilities (p>0.05) and attitude toward bone fracture (p>0.05) with the delayed treatment on patients who used Jamkesmas.Conclusion : The patient behaviors in searching for initial treatment of bone fracture has a significant relationship with the delayed treatment on bone fracture patients who used Jamkesmas.Key words: delayed treatment, bone fracture, Jamkesmas
PERBEDAAN KUANTITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA ANAK DENGAN DEMAM TIFOID DI KELAS III DAN NON KELAS III RSUP. Dr. KARIADI SEMARANG PADA TAHUN 2011 Putri, Prastikha Rahmasari Vania; Hapsari, MMDEAH; Budijitno, Selamat
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar belakang :  Angka kejadian demam tifoid pada anak yang dari tahun ke tahun semakin meningkat, akan meningkatkan potensi penggunaan antibiotik yang lebih banyak. Perbedaan karakteristik kelas perawatan dapat menyebabkan perbedaan kuantitas penggunaan antibiotik. Kuantitas penggunaan antibiotik di rumah sakit akan dinyatakan dalam Defined Daily Doses/100 pasien-hari.Tujuan  : Penelitian ini dilakukan untuk mengukur dan membedakan kuantitas penggunaan kloramfenikol, seftriakson dan sefotaksim pada anak dengan demam tifoid di kelas III dan non kelas III RSUP Dr. Kariadi Semarang pada tahun 2011.Metode : Merupakan penelitian observasional klinik dengan desain cross sectional. Pengambilan data dengan consecutive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji independent t test. Uji Mann-whitney apabila persebaran data tidak normal.Hasil : Kuantitas penggunaan antibiotik Kloramfenikol sebesar 30,51 DDD/100 pasien-hari (26,53 DDD/100pasien-hari kelas III dan 3,98 DDD/100pasien-hari non kelas III), Kuantitas Seftriakson sebesar 31,92 DDD/100pasien-hari (5,65 DDD/100pasien-hari kelas III dan 26,27 DDD/100pasien-hari non kelas III). Terdapat perbedaan kuantitas yang bermakna penggunaan kloramfenikol ( p = 0,00) dan seftriakson (p = 0,001) antara kelas III dan non kelas III.Kesimpulan :  Kloramfenikol lebih sering digunakan di kelas III dan Seftriakson lebih sering digunakan di non kelas III pada pasien anak dengan demam tifoid di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada tahun 2011.
PERBEDAAN KUALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA ANAK DENGAN DEMAM TIFOID DI KELAS III DAN NON KELAS III (Penelitian Di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada Tahun 2011) Soegijanto, Wilma Monica; Hapsari, MMDEAH; Budijitno, Selamat
MEDIA MEDIKA MUDA Vol 2, No 1 (2013): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : MEDIA MEDIKA MUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.628 KB)

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang penting di berbagai negara berkembang, terutama Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik sehingga diperlukan evaluasi perbedaan penggunaan antibiotik terutama di ruang perawatan kelas 3 dan non kelas 3 di Bagian Ilmu Kesehatan Anak.Tujuan:  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotic secara kualitas pada demam tifoid di kelas 3 dan non kelas 3 bangsal anak RSUP Dr. Kariadi pada periode Januari – Desember 2011.Metode:  Penelitian ini merupakan studi observasional klinik dengan design cross sectional. Kualitas dinilai dengan menggunakan kategori Gyssens, 2011. Uji beda menggunakan uji chi-square.Hasil: Rasionalitas penggunaan antibiotik secara kualitas pada pasien anak dengan demam tifoid pada kelas 3 bangsal anak RSUP Dr. Kariadi sebesar 43,6% dan pada non kelas 3 sebesar 8,1%. Proporsi rasionalitas penggunaan antibiotik pada kelas 3 bangsal anak RSUP Dr. Kariadi lebih tinggi dibangdingkan dengan non kelas 3.Kesimpulan: Terdapat ketidaktepatan penggunaan antibiotik terutama di non kelas 3 Bangsal Anak RSUP Dr. Kariadi.
PENGARUH SUPLEMENTASI ALFA TOKOFEROL TERHADAP STOMATITIS TERKAIT KEMOTERAPI PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA INVASIF Hartanto, Bernardus Ryan; Budijitno, Selamat
JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.675 KB)

Abstract

Latar Belakang: Kemoterapi adalah salah satu tatalaksana yang sering dipilih dalam pengobatan kanker karena terbukti memperpanjang survival rate pasien. Stomatitis adalah efek samping yang tidak jarang ditemukan dan cukup serius. Selain vitamin C, Alfa tokoferol juga sangat poten dalam melindungi sel dari stress oksidatif dan kerusakan sel karena sifat antioksidannya.  Tujuan: Membuktikan adanya efek pemberian Vitamin E pada penderita kanker payudara invasif terhadap stomatitis terkait kemoterapi.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain pretest- posttest control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok yang diberikan Vitamin E dan kelompok yang diberikan plasebo, dengan randomisasi sederhana yang dilaksanakan di RSUP Dr. Kariadi. Sampel penelitian adalah wanita penderita kanker payudara invasif yang sedang menjalani program kemoterapi antara siklus kedua dan keempat dengan keluhan stomatitis terkait kemoterapi (n=26) yang diberikan pretest, lalu diberi suplementasi Vitamin E, kemudian diberikan postest. Skor Stomatitis setelah suplementasi Vitamin E dianalisis menggunakan uji Kendall’s tau – b.Hasil: Di antara kedua kelompok, skor stomatitis pada kelompok terapi menunjukan hasil yang lebih baik daripada kelompok kontrol. Pada tes Kendall’s tau-b menunjukan hasil yang bermakna dengan p=0,032.Kesimpulan: Terdapat perbaikan skor stomatitis terkait kemoterapi pada penderita kanker payudara invasif pada kelompok yang diberikan Vitamin E.