Slamet Budijanto
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Published : 57 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Pascapanen Pertanian

Pengembangan Teknologi Sereal Sarapan Bekatul dengan Menggunakan Twin Screw Extruder Budijanto, Slamet; Sitanggang, Azis Boing; Wiaranti, Hasti; Koesbiantoro, Bram
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1334.242 KB) | DOI: 10.21082/jpasca.v9n2.2012.63-69

Abstract

Pengembangan bekatul sebagai bahan baku untuk pembuatan sereal sarapan diperlukan untuk memanfaatkan produk samping dari penggilingan padi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk sereal sarapan bekatul (rice bran puffed cereal) dengan menggunakan teknologi ekstrusi ulir ganda. Pemilihan formula dari 27 kombinasi perlakuan berdasarkan penilaian deskriptif yaitu bentuk dan keseragaman produk oleh panelis terbatas (5 orang). Dari 27 formula, terpilih 4 formula untuk dilakukan pengujian sifat fisikokimia dan organoleptik. Dari 4 formula terpilih, dipilih formula 3 yang memiliki nilai derajat gelatinisasi 31,51%, derajat pengembangan 149,77%, kekerasan produk 0,835 Kgf; kerenyahan produk 0,203 Kgf; IPA 4,670 g / ml; IKA 0,0144 g/ml; dan ketahanan dalam susu 53 menit 4 detik. Kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat, dan serat makanan dari formula sereal terpilih dalam basis basah masing-masing 3,67%, 3,40%, 10,52%, 4,41%, 77,99% dan 8,19%.
Stabilisasi Bekatul Dengan Ekstruder Ulir Ganda Menggunakan Response Surface Methodology Kusumawaty, Ineke; Fardiaz, Dedi; Andarwulan, Nuri; Widowati, Sri; Budijanto, Slamet
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10808.492 KB) | DOI: 10.21082/jpasca.v10n1.2013.27-38

Abstract

Keterbatasan pemanfaatan bekatul dalam pangan disebabkan oleh sifatnya yang mudah tengik sehingga perlu dilakukan stabilisasi. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum stabilisasi bekatul dengan ekstruder ulir ganda tanpa die sebagai bahan bakuekstraksi protein. Optimasi kondisi stabilisasi bekatul dilakukan dengan menggunakan response surface methodology (RSM) dengan central composite design (CCD)dua faktor yaitu X1 (suhu/oC) dan X2 (kecepatan ulir/Hz).Pengolahan data menggunakan program Design Expert 7.0® yang memberikan model persamaan pengaruh suhu dan kecepatan ulir ekstruder terhadap respon kadar air, kadar protein terlarut, dan aktivitas lipoksigenase. Hasil optimasi memberikan kondisi suhu ekstrusi 130,96oC dan kecepatan ulir 26,65 Hz. Bekatul yang dihasilkan memiliki kadar air 7,02%, kadar protein terlarut 2,04%(bk), aktivitas lipoksigenase 0,007?mol/menit/ml, dan stabilitas oksidatif yanglebih tinggi yaitu 20,00 jam daripada bekatul yang tidak distabilisasi 13,50 jam.
Aplikasi Asap Cair dan Gel Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Untuk Memperpanjang Masa Simpan Buah Pepaya Budijanto, Slamet; Sujiprihati, Sriani; Rizkyah, Dini; Prabawati, Sulusi
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4262.101 KB) | DOI: 10.21082/jpasca.v8n1.2011.11-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan anti fungi asap cair dan pelapisan gel lidah buaya dalam memperpanjang masa simpan buah pepaya. Penelitian dilakukan dengan rnenggunakan Rancangan Kelornpok Lengkap Teracak (RKLT) dua faktor. Faktor pertama perlakuan perendaman asap cair dan faktor kedua perlakuan pelapisan gel lidah buaya. Hasil penelitian perlakuan asap cair dapat menekan laju respirasi sedangkan perlakuan lainnya tidak dapat menghambat laju respirasi. Semua perlakuan tidak menurunkan susut bobot, dan padatan total terlarut (PTT). Perlakuan yang diberikan dapat memperpanjang masa simpan selama dua sampai tiga hari, dan dapat memperlambat pelunakan buah pepaya. Perlakuan asap cair, pelapisan gel lidah buaya dan kombinasi asap cair dan pelapisan gel lidah buaya sangat berpengaruh pada kesukaan panelis dalam menilai penampilan, aroma, rasa, tekstur dan warna daging buah pepaya. Buah pepaya yang diberi perlakuan pelapisan gel lidah buaya mempunyai mutu sensori yang lebih baik. . Liquid Smoke and Aloe vera Gel Application for Extending Shelf Life of PapayaThe aim of this research was to study the effect of liquid smoke and Aloe vera gel in extending shelf life of papaya fruit. This study used Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was liquid smoke. The second factor was of coating (C). comprising: without coating (Co) and with coating using Aloe vera gel (Cl). The result showed that liquid smoke treatment could suppressed the respiration rate significantly that the others could not. All of treatment did not influence to fruit weight loss and total solute solid. However, these treatments significantly extended self life for two to three days and delayed fruit softening. Moreover, the sensory analysis revealed that liquid smoke treatment resulted in significant fruit performance Improvement, and Aloe vera gel treatment significantly enhanced fruit flavor, smell, texture and color. Consumers preferred papaya fruit with Aloe vera gel coated treatment.
OPTIMASI PROSES GELATINISASI BERDASARKAN RESPON SURFACE METHODOLOGY PADA PENCETAKAN BERAS ANALOG DENGAN MESIN TWIN ROLL Gultom, Reni Juliana; Sutrisno, Sutrisno; Budijanto, Slamet
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9772.975 KB) | DOI: 10.21082/jpasca.v11n2.2014.67-79

Abstract

Sumber karbohidrat lokal seperti singkong, jagung dan sagu aren dapat dijadikan beras analog mendukung program diversifikasi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan formula beras analog dan rekayasa proses untuk mendapatkan kondisi optimum proses gelatinisasi pada pencetakan beras analog menggunakan mesin twin roll. Optimasi proses menggunakan Respon Surface Methodology (RSM) dengan tiga variabel proses yaitu suhu (67 oC,72 oC,77 oC), kadar air (52%, 54%, 56%) dan waktu proses gelatinisasi (19’, 23’, 27’). Kondisi proses optimum diperoleh pada suhu 77oC pada kadar air 52% dan lama proses gelatinisasi pada saat pemasakan 20 menit. Mutu kekerasan beras analog masih kurang dari target maksimum yang diinginkan, sedangkan derajat gelatinisasi, kelarutan dalam air dan penyerapan air dan kecerahan telah mencapai target yang diinginkan. Analisis produk akhir menunjukkan bahwa beras analog yang dihasilkan memiliki kekerasan,derajat gelatinisasi, daya serap air, kelarutan dalam air dan kecerahan warna sebesar 2,14 kg, 50,99 %, 1,68 g/ml, 0,006 g/2 ml dan 70,37 dengan desirability 0,863.Kata kunci :pencetakan, gelatinisasi, mesin twin roll, beras analog, respon surface methodologyEnglish Version AbstractDomestic carbohydrate sources such as cassava, maize and sago could be used as raw material of analogue rice support food diversification program. This research aimed to design analogue rice formula and engineering process to obtain the optimum condition of gelatinization process on analogue rice moulding using a twin roll machine. Optimization of process using Response Surface Methodology (RSM) with three variables, such as temperature (67 oC, 72 oC, 77 oC), water content (52 %, 54 %, 56 %) and time of gelatinization process (19', 23', 27'). Results of the research showed that the optimum condition of process was reached at temperature of 77 oC, 52 % water content and gelatinization process during cooking for 20 minutes. Hardness quality of analog rice was found still less than desired maximum target. While the degree of gelatinization, water absorption, water solubility index and brightness have reached desired target. An analysis of final product showed that the produced analog rice has value of hardness, degree of gelatinization, water absorption, water solubility and brightness were 2.14 kg, 50.99%, 1.68 g/ml, 0.006 g/2ml and 70.37, respectively, with desirability of 0.863.Keywords :moulding, gelatinisation, twin roll machine, analog rice, respon surface methodology
Identifikasi Dan Uji Keamanan Asap Cair Tempurung Kelapa Untuk Produk Pangan Budijanto, Slamet; Hasbullah, Rokhani; Prabawati, Sulusi; Setyadjit, nFN; Sukarno, nFN; Zuraida, Ita
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9598.564 KB) | DOI: 10.21082/jpasca.v5n1.2008.32-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keamanan pangan asap cair tempurung kelapa untuk produk pangan dengan uji toksisitas akut dan identifikasi komponen volatil menggunakan Gas Chromatography- Mass Spectroscopy (GC-MS). Uji toksisitas akut asap cair dilakukan dengan menentukan nilai LD50 atau dosis tunggal suatu zat yang diharapkan akan membunuh 50% hewan percobaan, berdasarkan OECD 402 (2001) Guidelines for the Testing of Chemicals. Tiga ekor mencit digunakan untuk setiap perlakuan. Dosis yang diujikan adalah 0, 50, 500, 5.000, dan 15.000 mg/kg bobot badan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa nilai LD50 asap cair tempurung kelapa lebih besar dari 15.000 mg/kg bobot badan mencit. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.74 Tahun 2001, asap cair tempurung kelapa dengan nilai LD50 lebih besar dari 15.000 mg/kg, maka termasuk bahan yang tidak toksik dan aman digunakan untuk produk pangan. Identifikasi komponen volatil asap cair tempurung kelapa diawali dengan mengekstrak bahan tersebut menggunakan diklorometan sebagai pelarut. Hasil analisis GC-MS menunjukkan terdapat 40 komponen yang teridentifikasi dari asap cair, dengan 7 komponen yang dominan yaitu 2-Methoxyphenol (guaiacol), 3,4-Dimethoxyphenol, Phenol, 2-methoxy-4-methylphenol, 4-Ethyl-2-methoxyphenol, 3-Methylphenol, dan 5-Methyl-1,2,3-trimethoxybenzene. Selain itu, tidak ditemukan adanya senyawa-senyawa Policyclic Aromatic Hydrocarbon (PAH) yang bersifat karsinogenik termasuk benzo[a]pyrene dalam asap cair tempurung kelapa.Identification and Safety Test on Liquid Smoke Made From Coconut Shell for Food ProductThe objective of this research was to study the food safety of coconut shell liquid smoke for food products by acute toxicity test and identification of volatile compounds by means of Gas Chromatography- Mass Spectroscopy (GC-MS). Acute toxicity test of these product were assessed by determination of L050 dose (the single dose which causes the death of half the test animals) based on OECD 402 (2001) Guidelines for the Testing of Chemicals. Three mice were used for each step. The dose used were 5 fixed levels, i.e. 0, 50, 500, 5000, and 15000 mg/kg body weight. Results indicated that LO,o dose of this liquid smoke were more than 15.000 mg/kg body weight of mice. Based on regulation by the Indonesian Government (Regulation 74/RII2001), liquid smoke with LDso value more than 15.000 rug/kg body weight of mice, is not toxic and safe for food products. Identification of volatile compounds of liquid smoke was started by extracted these product using dichloromethane as a solvent. Result of GC-MS showed that liquid smoke comprised 40 components. From GC-MS spectra were identified 7 peaks of a higher proportions. They were identified as 2-Methoxyphenol (guaiacol), 3,4-dimethoxyphenol, Phenol, 2- methoxy-4-rnethylphenol, 4-Ethyl-2-methoxyphenol, 3-Methylphenol, and 5-Methyl-I.2.3-trimethoxybenzene. Neither benzo[a]pyrene nor other polycyclic aromatic compounds with carcinogenic properties were found in the liquid smoke.