Articles

Found 6 Documents
Search

Keragaman dan pengelompokan ikan berdasarkan karakter morfologi di ekosistem Bendungan Colo Sukoharjo Jawa Tengah

DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 7, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1578.033 KB)

Abstract

The objective of the present study was to determine the diversity fishes in Colo Dam  ecosystem and grouping its based on morphological characteristics. Sampling was conducted in September to October 2017 at Sukoharjo Colo Dam Central Java used the  purposive random sampling method. Identification of fish species based Kottelat (1993). The diversity of fish was calculated using Shannon Wieners diversity index. The relationship between abiotic factors and the diversity of fish was analyzed by regression test. Grouped fish with the Ntsys cluster method (2.02i). The results showed that the diversity of Colo Dam fish at station III was higher (1.16) than at stations I, II, and IV (0.84, 0.82, and 1.15), the abiotic factors affecting the diversity of fish species, and fish species that have large morphological equations have a high coefficient of similarity value in dendogram analysis.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman dan pengelompokan  ikan pada di Bendungan Colo. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September-Oktober 2017 di Bendungan Colo Sukoharjo menggunakan metode Purposive sampling. Identifikasi spesies ikan berdasarkan Kottelat (1993). Keanekaragaman ikan dihitung menggunakan indeks keragaman Shannon Wiener. Hubungan antar faktor abiotik dengan keanekaragaman ikan dianalisis dengan uji regresi. Pengelompokan ikan dengan metode cluster Ntsys (2.02i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman ikan Bendungan Colo di stasiun III lebih tinggi (1,16) dari pada stasiun I, II, dan IV (0,84; 0,82; dan 1,15), faktor abiotik mempengaruhi keanekeragaman jenis ikan, dan jenis-jenis ikan yang memiliki persamaan morfologi yang besar memiliki nilai koefisien kemiripan yang tinggi dalam analisis dendogram.

KEANEKARAGAMAN DAN KEKERABATAN IKAN FAMILI CYPRINIDAE PADA EKOSISTEM BENDUNGAN COLO SUKOHARJO JAWA TENGAH

EnviroScienteae Vol 14, No 2 (2018): EnviroScienteae Volume 14 Nomor 2, Agustus 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Cyprinidae fish family is a family of freshwater fish with the largest number of species and its presence is widespread almost all of the world. The main habitat of this family is the rivers ecosystem, river damming changing the environmental conditions between the ecosystems before and after the dams watergate. Such as Colo Dam that dammed Bengawan Solo River that allegedly affects the diversity of species of Cyprinidae fish. So this study was conducted in order to determine the diversity and kinship of the Cyprinidae fish family in the ecosystem before and after the Colo Dam watergate. Sampling was conducted September-October 2017 at Sukoharjo Colo Dam by Purposive sampling method. Identify fish species used Kottelat identification books. The diversity of fish species was calculated by Shannon Wieners diversity index. The correlation between abiotic factor and fish diversity was analyzed by a regression test. The kinship of the fish was analyzed by the Ntsys cluster method (2.02i). The results showed that the Cyprinidae fish species that live in the Colo Dam ecosystem contain 10 species, the diversity of Cyprinidae fish in the fast-water ecosystem of station I is higher (0,96) then the slow-water ecosystem of station II, III, and IV (0,47; 0,73, and 0,58). Abiotic factors of current velocity affect the level of fish diversity reaches 91%. The Cyprinidae fish kinship rate has a coefficient of resemblance between 60% - 85%, fish with the same genus and many similarities in morphological characters and their behavior is categorized as having a close kinship.

Keanekaragaman dan Pengelompokan Jenis Ikan di Waduk Mulur Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia

DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.981 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Mulur mempunyai luas 151 hektar. Waduk ini memiliki satu  inlet dan dua outlet. Pada kawasan inlet dan outlet mempunyai faktor biotik dan faktor abiotik yang berbeda yang dapat mempengaruhi keanekaragaman jenis ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan pengelompokan jenis ikan yang ada di Waduk Mulur. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2017 dan proses identifikasi ikan di Universitas Sebelas Maret. Pengambilan sampel ikan menggunakan metode purposive sampling dengan menentukan empat stasiun yang mewakili yakni pada kawasan inlet, tengah waduk dan dua lokasi outlet. Sampling dilakukan pukul 06.00-18.00 WIB dengan membuat plot ukuran sekitar 10x20 meter3. Sampling dilakukan sebanyak tiga kali ulangan pada masing- masing stasiun. Alat yang digunakan untuk menangkap ikan adalah jaring biasa, jala, serok ikan, anco, dan pancing. Identifikasi ikan dengan buku Kottelat et al (1993). Parameter lingkungan perairan yang diukur mencakup suhu, kecepatan arus, penetrasi cahaya, DO, BOD, dan plankton. Perhitungan indeks keanekaragaman dengan menggunakan indeks keragaman Shannon Wiener. Hubungan antara faktor abiotik dan keanekaragaman jenis ikan dianalisis dengan uji korelasi regresi menggunakan SPSS versi 23.0. Ikan yang berhasil ditangkap dan diidentifikasi selama penelitian berjumlah 512 ekor dikelompokkan kedalam 11 familia, 16 genus dan 24 species. Berdasarkan perhitungan indeks diversitas ikan menunjukkan di kawasan inlet dan tengah mempunyai indeks diversitas lebih tinggi yaitu 1,003 dan 1,026 sedangkan pada stasiun outlet I dan II secara berturut-turut yaitu 0,784 dan 0,895. Faktor abiotik yang secara signifikan mempengaruhi keanekaragaman ikan adalah penetrasi cahaya dan kecepatan arus. Habitat yang berbeda menyebabkan perbedaan karakter morfologi pada ikan.Kata Kunci : Keanekaragaman, Ikan, Waduk Mulur

EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK BAHAN HERBAL (Mengkudu, Pepaya, Kunyit) TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO

Jurnal Akademika Biologi Vol. 6 No. 2 April 2017
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.698 KB)

Abstract

. One of the alternative to overcome bacterial diseases of fish is by using herbal material that contain antibacterial. This study aimed to test the effectiveness of a combination of herbal material extract (noni, papaya and turmeric) in controlling the growth of bacteria Aeromonas hydrophila in-vitro. The research design used was Completely Randomized Design (CRD), which consists of 33 treatments and 3 replications. The parameters measured were the absorbance value (λ = 600 nm) of A. hydrophila growth after 18 hours of incubation and was measured by multiskan GO microplate spectrophotometer. This research was conducted through a two-stage test, the test MIC and FIC using microdilution method. MIC test result showed the minimum dosage of each herbal extract that is 1 µl/ml for noni extract, 2 µl/ml for papaya extract, and 1 µl/ml for turmeric extract. Values obtained FIC index is 0.250 (combination MP), and 0.375 (a combination of MK and PK). The combination of herbal material each extract showed synergistic interaction with FIC index values ≤ 0.5. Formula of the most effective and efficient than any combination is 1/8x noni and 1/4x papaya, 1/4x noni and 1/8x turmeric, 1/4x papaya and 1/8x turmeric.  Keywords: Antibacterial, A.hydrophila, FIC Indeks

Morphological characteristics of silver barb fish population Barbonymus gonionotus (Bleeker, 1849) from different water locations in Central Java Province

Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 19, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are population of silver barb (Barbonymus gonionotus) in Bengawan Solo River, Dengkeng River, Opak River and Gajah Mungkur Reservoir. Bengawan Solo River’s flow meet Dengkeng River’s flow while Opak River’s flow separated from the two other  made an interesting phenomenon of population separability to study diversity and grouping between populations through morphological markers. The study aimed to analyze the diversity of silver barb in the Bengawan Solo River, Dengkeng River, Opak River and Gajah Mungkur Reservoir based on morphological characters. Measurement of morphological characters with morphometric methods with 14 measured morphological characters. Measurement of water chemical and physical factors include temperature, current velocity, depth, pH, dissolved oxygen and substrate. The result showed that the four distinguished morphological characteristics of the population predominantly in silver barb (B. gonionotus) were the dorsal depth, snouth length and caudal pundacle depth. Group analysis showed that silver barb population of the Bengawan Solo River had morphological characters more similar to the Dengkeng River than Opak River and Gajah Mungkur Reservoir because of the similarity of habitat and proximity of the location. Based on the most influential environmental factors is the difference in current velocity.AbstrakPopulasi ikan tawes (Barbonymus gonionotus ) terdapat di Sungai Bengawan Solo, Sungai Dengkeng, Sungai Opak, dan Waduk Gajah Mungkur. Aliran Sungai Bengawan Solo bertemu dengan aliran Sungai Dengkeng sedangkan aliran Sungai Opak terpisah dari keduanya. Hal ini menjadikan sebuah fenomena keterpisahan populasi yang menarik untuk diteliti keragaman dan pengelompokan antar populasi melalui penanda morfologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman ikan tawes di Sungai Bengawan Solo, Sungai Dengkeng, Sungai Opak, dan Waduk Gajah Mungkur berdasarkan karakter morfologis. Pengukuran karakter morfologis dengan metode morfometrik dengan 14 karakter morfologis yang diukur. Pengukuran faktor fisika kimia air meliputi suhu, kuat arus, kedalaman, pH, oksigen terlarut, dan substrat. Hasil penelitian menunjukkan karakter morfologis pembeda keempat populasi tersebut yang dominan pada ikan tawes  adalah tinggi sirip dorsal, panjang moncong, dan tinggi batang ekor. Analisis kelompok menunjukkan populasi ikan tawes Sungai Bengawan Solo memiliki karakter morfologis lebih mirip dengan Sungai Dengkeng daripada Sungai Opak dan Waduk Gajah Mungkur karena kemiripan habitat dan kedekatan lokasi. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah perbedaan kuat arus perairan.

Pemanfaatan potensi Azolla microphylla sebagai pakan untuk ikan sidat (Anguilla bicolor)

DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Azolla microphylla termasuk dalam famili Azollaceae yang sangat kaya protein, asam amino esensial, vitamin dan mineral. Tanaman azolla dapat menjadi sumber nutrien potensial untuk ikan. Anguilla bicolor merupakan salah satu ikan yang memiliki potensial ekspor dengan permintaan pasar dunia yang meningkat dari tahun ke tahun.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan potensi A. microphylla  sebagai pakan untuk ikan sidat (A. bicolor). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Sekitar 15 ekor A. bicolor dengan rata-rata panjang tubuh 20-25 cm dan berat ± 10 g dibagi menjadi lima kelompok, ke dalam akuarium masing-masing berisi tiga ikan untuk diberi pakan uji dengan substitusi A. microphylla (0%, 10%, 20%, 30%, 40 %) selama 30 hari. Parameter penelitian ini adalah pertambahan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan kelangsungan hidup A. bicolor. Hasil analisis ANOVA dilanjutkan uji Tukey dengan taraf kepercayaan 95%, menunjukkan hasil beda nyata (P<0,05) pada perlakuan kontrol (0% A. microphylla) dengan pertambahan berat mutlak: 0,13±0,07g, SGR: 0,55±0,11(%/hari), FCR: 13,25±2,62 dan SR: 100%. Seluruh perlakuan dengan substitusi A. microphylla belum menunjukkan hasil positif untuk ikan sidat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian A. microphylla dengan substitusi konsentrasi (10%, 20%, 30%, 40%) selama 30 hari, belum menunjukkan potensi sebagai pakan untuk A. bicolor.