Articles

Found 16 Documents
Search

FUNGSI DAN PERANAN BALI ORCHID GARDEN DI KESIMAN KERTALANGU SEBAGAI WISATA ALTERNATIF Budiasa, I Made
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 9, No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

As one of the world tourism destination, Bali is supported by tourism industry components, such as tourist attractions whether they are natural or cultural ones. As a good example of tourist attraction developed by a private company in Bali is Bali Orchid Garden. It is unique in term of its history, product, location, collection, promotion, personnel, and number of visitors. As a tourist attraction, the Bali Orchid Garden is quite relevant with the concept of alternative tourism, in which it is opposed to mass tourism. The alternative tourism lies emphasis on the small scale of development, the active experience of tourists, direct contact between tourists and host community, local community prosperity, providing tourists with a wider choice of tourist products to enjoy, and it cares in preserving the environment. Related to the main function of Bali Orchid Garden as a tourist attraction, its role is to provide a product diversification or innovation to support cultural tourism in Bali. In a wider perspective, the role and function of Bali Orchid Garden could be seen from economic, socio-cultural, and environmental aspects
PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS KOPI ARABIKA KINTAMANI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMODITAS EKSPOR SEKTOR PERKEBUNAN Arnawa, I Ketut; Martiningsih, Ni Gst.Ag.Gd. Eka; Budiasa, I Made; Sukarna, I Gede
Jurnal Ngayah Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Ngayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Ringkasan Eksekutif Di Kabupaten Bangli khususnya di Kintamani ada beberapa subak abian/ koperasi tani yang anggotanya sebagai petani kopi arabika sekaligus melakukan penanganan pengolahan pasca panen olah basah (wet process). Hasil wawancara dengan kelihan (ketua) subak abian Bakti Yasa, Ketua Koperasi Tani Perkebunan Mulih Sari, dan eksportir kopi yang ada, mereka menyatakan sangat antusias dengan adanya pembinaan UKM yang dilakukan oleh DIKTI dan mengharapkan agar dapat terlaksana karena ke dua UKM ini sangat berminat memperbaiki mutu hasil olahan dan menambah jumlah produksi untuk memenuhi permintaan pasar serta sekaligus mampu sebagai eksportir. Berkaitan dengan kuantitas yaitu produktivitas kebun kopi masih relatif rendah, kendala yang dijumpai adalah teknik budidaya meliputi bibit, pemupukan dan pemeliharaan kesemuanya belum optimal sehingga akan berpengaruh baik terhadap kuantitas maupun kualitas mutu citarasa dan aroma produk. Tujuan dari program ini adalah pembinaan terhadap UKM mitra dalam mengatasi kendala yang dihadapi baik kualitas maupun kuantitas kopi arabika dalam upaya peningkatan volume ekspor. Metode yang diterapkan adalah memberikan pelatihan kepada UKM mitra. Penentuan UKM menggunakan metode porpusive sampling, yaitu Subak Abian Bakti Yasa dan Subak Abiah Muluh Sari dengan dasar pertimbangan keduanya orentasi produksi untuk ekspor. Setiap UKM dipilih 20 petani untuk diberi pelatihan. Sebelum dan sesudah pelatihan diberikan pre- test dan post-test. Hasil kegiatan pada tahun pertama, telah mampu meningkatkan omzet 10% per tahun, penambahan investasi 10% dan perluasan pemasaran di tingkat regional dan di tingkat internasional yaitu ke negara Korea Kata-kata kunci: kopi arabika, ekspor, subak, proses kering Executive Summary In Bangli Regency, especially at Kintamani, there are some subak abian/traditional farmer organization whose members are as arabica coffee farmers and also handle the post harvest wet process. The interview with kelihan (chairman) of subak abian of Bakti Yasa, The Farmer Cooperation of Mulih Sari Plantation, and the existing exporter, they stated enthusiastically with the UKM (small and medium enterprises than hereafter SME) that conducted by DIKTI and expected it can be conducted because both SMEs really want to improve the process results quality and enhance the production amount to fulfill the market demand and also able to be exporters. Related with the quantity, the plantation production still low, the faced obstacles are the cultivation technique including seeds, fertilizing and rearing, all of them not optimal yet so will influence the quality or quantity of the product taste and aroma. The program is aimed at constructing the partner SMEs in facing the obstacles either in quality or quantity in effort to improve the export volume. SMEs partner determination and activities method, SMEs were determined by purposive sampling, that is Subak Abian Bakti Yasa, Subak Abian Mulih Sari, with consideration both of them have conducted export. Then each SME’s member was determined of 20 farmers to be given training. The given training divided into two stages, i.e. theory and practices. Before training, pre test was conducted to measure the training effectiveness and at the end of activities were given post test. The output of the activities could improve aspect 10%/year, the investment addition of 10% and marketing extension at regional level and international level that is to Korea, SMEs still need companionship to absorb all given trainings so the turnover increase target, and investment of 10% per year can be realized well. Keywords: arabica coffee, export, foreign exchange, subak, wet process
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH KOPI ARABIKA DALAM UPAYA PENINGKATAN KEUNTUNGAN UKM (USAHA KECIL DAN MENENGAH) DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN Arnawa, I Ketut; Martiningsih, Ni Gst.Ag.Gd. Eka; Budiasa, I Made; Sukarna, I Gede
Jurnal Ngayah Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Ngayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Ringkasan Eksekutif Di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ada beberapa subak abian dan koperasi tani yang anggotanya sebagai petani kopi arabika sekaligus melakukan penanganan pengolahan pasca panen olah basah (wet process). Hasil wawancara dengan kelihan (ketua) subak abian Bakti Yasa, Ketua Koperasi Tani Perkebunan Mulih Sari, dan eksportir kopi yang ada bahwa, permasalahan yang dihadapi UKM pada saat ini adalah bagaimana mempercepat proses pengolahan dan cara penanganan limbah. Berkaitan dengan penanganan limbah yang belum ditangani dengan baik, akan berpengaruh terhadap peningkatan volume ekspor. Karena beberapa pembeli (importir) tertentu penanganan limbah merupakan salah persyaratan yang harus dipenuhi oleh UKM. Tujuan dari program ini adalah memberikan pembinaan kepada UKM mitra dalam mempercepat proses pengolahan dan menangani limbah untuk peningkatan volume ekspor, peningkatan keutungan, dan upaya pelestarian lingkungan. Metode yang diterapkan adalah memberikan pelatihan kepada UKM mitra. Penentuan UKM menggunakan metode purposive sampling, yaitu Subak Abian Bakti Yasa dan Subak Abiah Muluh Sari dengan dasar pertimbangan keduanya orentasi produksi untuk ekspor. Setiap UKM dipilih 20 petani untuk diberi pelatihan. Sebelum dan sesudah pelatihan diberikan pre- test dan post-test. Hasil kegiatan dapat meningkatkan kapasitas pengupasan kulit buah dari 0,5 ton per jam menjadi 2 ton per jam dan pemanfaatan limbah dalam satu periode pengolahan, telah mampu meningkatkan keuntungan 4,5 % -7,5 % per tahun dan total omzet meningkat 19,67 % - 40,34 % Kata-kata kunci: kopi, penanganan limbah, keuntungan Executive Summary In Kintamani District, the Regency of Bangli, there are some traditional farmer organizations (Subak and koperasi) which all of them actively on Arabica Coffee cultivation and doing wet processes post harvest production. According to interview conducted with the head of Subak Bakti Yasa, the leader of Mulih Sari Cooperation, and the existing exporters stated that the main problems faced by the small and medium enterprises (UKM) in the regency are how to accelerate processing and how to manage the waste of the coffee production processes. The waste management is one of important aspect would be implemented, because it will influent to the volume of product export. Recently the waste treatment is one of requirements for exporting product. The aims of this program are encouraging small enterprises in this area in the waste treatment program due to improve the export volume. Furthermore if the quality of product were enhanced, the coffee farmers would gain more benefit even maintaining the environment sustainability. This program using purposive sampling, and 40 participants from the small enterprises (Bhakti Yasa and Mulih Sari) were trained in waste management process. In the end of the program the participants were assessed by pre test and post test. Finally after the training activities, the capacity of pulping process were rose 0,5 ton to 2 ton per hours. The utilizing of whist product also give 4.5 % to 7.5 % beneficial impact per years and the rising of the coffee selling from 19.67 % to 40.34 % totally. Keywords: coffee, waste management, benefit
PRODUKTIVITAS USAHATANI PADA KAWASAN SIMANTRI DI KABUPATEN BANGLI Tariningsih, Dian; Raka, I Dewa Nyoman; Budiasa, I Made
Jurnal Agrimeta Vol 4, No 08 (2014): Agrimeta
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

The purpose of this research is to investigate the productivity of farming in the region Simantri.This study is a field experiment, the application of technology Simantri on rice farming in paddy fields and corn farming in dry land, the location of selected research Jehem Village, to determinethe productivity of farm receipts in calculating the value of the cost ratio (R / C). The results found Simantri applications can reduce the cost of the use of fertilizers, farm productivity of corn is higher than rice farming. Corn farm productivity 1.86, 1.43 while rice farming.
MEMAHAMI NILAI-NILAI BUDAYA TRADISI DALAM LAKON SENI PERTUNJUKAN BALI: SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA Budiasa, I Made
Aksara Vol 26, No 2 (2014): Aksara, Edisi Desember 2014
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1430.765 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v26i2.157.157-167

Abstract

Setiap suku bangsa yang ada di muka bumi ini memiliki sumber yang berbeda dalam pembentukan karakter generasi muda penerus bangsanya. Dalam pembangunan karakter bangsa Indonesia, nilai-nilai kearifan lokal menjadi sumber penting yang harus dimiliki oleh generasi muda penerus bangsa. Melihat pentingnya nilai-nilai kearifan lokal itu, kajian ini menggunakan data LBM, LSI, dan LKN. Sebagai bangun karya sastra, karya-karya ini merupakan hal yang menarik untuk diteliti dengan tujuan agar para seniman dalam hal ini sebagai kelompok intelektual memberikan tawaran tentang identitas ideal, yaitu “modal sosial” dan “modal cultural” kepada masyarakat yang sedang mengalami krisis moral. Nilai-nilai, seperti nilai religius, cinta damai, jujur, disiplin, persahabatan, dan gemar membaca serta rasa tanggung jawab dapat dimanfaatkan untuk memperdayakan kontrol emosional masyarakat dalam penciptaan kedamaian dan kesejahteraan.
PELESTARIAN TANAMAN BAMBU SEBAGAI UPAYA REHABILITASI LAHAN DAN KONSERVASI TANAH DI DAERAH SEKITAR MATA AIR PADA LAHAN MARGINAL DI BALI TIMUR Raka, I Dewa Nyoman; Wiswasta, I.G.N. Alit; Budiasa, I Made
Jurnal Agrimeta Vol 1 No 01 (2011): Agrimeta
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Dewasa ini pemerintah telah menggalakkan upaya rehabilitasi lahan dan  konservasi tanah seperti penghijauan dan reboisasi. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mempertahankan kesuburan tanah, memulihkan lahan kritis, serta memperbaiki tata air.  Upaya perbaikan lahan  yang telah rusak tersebut dapat dilakukan dengan melestarikan tanaman bambu sebagai tanaman reboisasi dan rehabilitasi. Dengan melestarikan bambu, lahan yang telah rusak akan kembali memberikan fungsinya dengan baik dalam waktu yang cukup cepat, sehingga sumberdaya alam hutan, tanah dan air dapat berdaya guna dan berhasil guna bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui partisipasi masyarakat dalam pelestarian tanaman bambu untuk menanggulangi lahan marginal/kritis di Bali Timur, (2) membuat bahan kampanye ke masyarakat berupa Leaflet terkait tanaman bambu dalam upaya menanggulangi lahan kritis, (3) membuat bahan ajar yang terkait konservasi untuk kalangan mahasiswa.Penelitian ini adalah penelitian, field experiment dan survei, sampel ditentukan secara purposive sampling di 30 desa yang memiliki kawasan lahan marginal/kritis di Bali Timur. Hasil Penelitian menemukan partisipasi masyarakat dalam pelestarian tanaman bambu untuk menanggulangi lahan marginal/kritis 76,00% kuat, dan melalui demplot tanaman bambu diketahui terjadi peningkatan debit air  sebesar 10%.  Disarankan kepada pemerintah desa untuk turut berperan aktif melalui pembuatan awig-awig desa dalam pelestarian tanaman bambu untuk menanggulangi lahan marginal/ kritis.
DUKUNGAN MASYARAKAT DAN DAYA DUKUNG BIOFISIK TERHADAP KEBERHASILAN PELAKSANAAN REHABILITASI LAHAN DAN KONSERVASI TANAH DI DAERAH SEKITAR MATA AIR PADA LAHAN MARGINAL DI BALI TIMUR Budiasa, I Made; Wiswasta, I.G.N. Alit; Raka, I Dewa Nyoman
Jurnal Agrimeta Vol 1 No 01 (2011): Agrimeta
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.588 KB)

Abstract

Dewasa ini pemerintah telah menggalakkan upaya rehabilitasi lahan dan  konservasi tanah seperti penghijauan dan reboisasi. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mempertahankan kesuburan tanah, memulihkan lahan kritis, memperbaiki tata air dan membina perilaku masyarakat, sehingga sumberdaya alam hutan, tanah dan air dapat berdaya guna dan berhasil guna bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.  Akan tetapi fakta menunjukan luas lahan kritis ada kecendrungan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mem-peroleh Model Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) yang efektif dan efisien untuk menanggulangi lahan marginal/kritis di Bali Timur, (2) membuat bahan kampanye ke masyarakat berupa Leaflet dalam upaya menang-gulangi lahan kritis, (3) membuat bahan ajar yang terkait konservasi untuk kalangan mahasiswa.Penelitian ini adalah penelitian, field experiment, laboratorium dan survei,  sampel ditentukan secara purposive sampling di 30 desa yang memiliki kawasan lahan marginal/kritis di Bali Timur. Hasil Penelitian menemukan dukungan masyarakat  ditinjau dari aspek sosial ekonomi terhadap keberhasilan tindakan RLKT 56,00% kuat.  Daya dukung biofisik menemukan bahwa rerata curah hujan di wilayah Kubu mencapai 1.233 mm per tahun, di wi1ayah Abang curah hujan 1.481 mm per tahun, dan di wilayah Kintamani rerata curah hujan 1.796 mm per tahun. Kepekaan erosi tanah daerah penelitian berkisar agak tinggi sampai tinggi. Penggunaan lahan didominasi oleh penggunaan tegalan dan kebun campuran, dan di bagian/daerah berlereng curam didominasi oleh semak belukar, dan berdasarkan hasil matching/mencocokkan antara kualitas lahan dengan persyaratan tumhuh tanaman yang dievaluasi, kesesuaian lahan aktualnya ter-golong tidak sesuai sampai sesuai bersyarat, sedangkan secara potensial dari cukup sesuai, sesuai bersyarat sampai tidak sesuai.
PERJUANGAN PEREMPUAN MENDOBRAK KETIDAKADILAN GENDER DALAM CERITA “PAN BRENGKAK”, “DIAH RATNA TAKESHI”, DAN TEMPURUNG Budiasa, I Made
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.099 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.16.49-60

Abstract

Isu perlawanan gender terhadap hegemoni laki-laki, sistem patriarki, feodal, dan kawin paksasering mewarnai karya sastra, baik sastra tradisional maupun modern. Terjadinya perlawanankaum perempuan itu dalam karya sastra tidak terlepas dari kondisi masyarakat Bali yangmasih diwarnai arogansi elite, struktur status, dan kelas sosial. Penelitian ini bertujuanuntuk mengungkap bentuk perjuangan kaum perempuan dalam mendobrak ketidakadilangender yang dialaminya dan implikasi positif dari perjuangan itu. Sumber data adalah ceritarakyat “Pan Brengkak”, lakon wayang kulit “Diah Ratna Takeshi”, dan novel Tempurung.Ketiga cerita itu menggambarkan perjuangan kaum perempuan dalam mencari identitashidup dengan mendobrak hegemoni laki-laki, sistem patriarki, feodal, dan kawin paksa.Pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dengan teknik catat. Analisis datamenggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bentukperlawanan yang dilakukan oleh kaum perempuan dalam memperjuangkan keadilan genderpada ketiga cerita itu adalah perlawanan terhadap dominasi laki-laki, penentangan terhadapsistem feodal, dan penolakan terhadap sistem perjodohan. Perjuangan itu berimplikasi positifdalam menumbuhkan jiwa perempuan pekerja keras, bertanggung jawab, dan pemberani.
GERAKAN MASYARAKAT MADANI DALAM LAKON-LAKON WAYANG KULIT BALI: SEBUAH PERJUANGAN MASYARAKAT YANG TERHEGEMONI (Civil Society Movement in Balinese Leather Puppet Plays Bali: A Struggle of Hegemonized Society) Budiasa, I Made
SALINGKA Vol 11, No 02 (2014): SALINGKA, EDISI DESEMBER 2014
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.017 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v11i02.24

Abstract

Appreciation of the literary treasures of the archipelago were removed from the oral literature, especially the play Balineseshadow puppets (LWKB) is an appreciation, preservation, andattempts to document the work of the puppeteer in Bali in his work as a puppet artist. Mastermind as a director and as an actor takoh the language game is able to package the show to be interesting and load with a moral message. As a literary work, LWKB the inner dynamics of the puppeteer hidden inside various problems, such as social criticism, the norms that must be adhered to in the community, and matters relating to ethics in the state and nation. The moral is that posed by the puppeteer, such as the loss of the concept of manyamabraya in society, nervous government in solving the various problems facing thenation, a bureaucratic authoritarian hegemony and strengthening civil society, and the culture of corruption, collusion, and  nepotism is a “treat” at any time to be heard, seen, andexperienced by the puppeteer. This phenomenon, recorded and conveyed through dialogues servant figures which is the symbol of civil society.
ABACUS GLOBAL DISTRIBUTION SYSTEM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK NEGERI BALI Budiasa, I Made; Mastiani Nadra, Nyoman
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities] Vol 4 No 3 (2014): November 2014
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.157 KB)

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran sangat tergantung pada media pembelajaran yang digunakan. Pembelajaran dianggap sebagai proses komunikasi dari pemberi pesan kepada penerima pesan melalui media komunikasi. Terdapat berbagai jenis media pembelajaran baik yang berbentuk fisik maupun non-fisik. Abacus Global Distribution System merupakan salah satu perangkat lunak (software) yang biasa digunakan oleh biro perjalanan wisata dalam melakukan reservasi tiket penerbangan. Penggunaan Abacus Global Distribution System sebagai media pembelajaran di Politeknik Negeri Bali khususnya pada Program studi Usaha Perjalanan Wisata Jurusan Pariwisata dapat memberikan manfaat dan kontribusi nyata terhadap efektivitas dan efisiensi pembelajaran mata kuliah Tarif dan Dokumen Pasasi 3 yang diajarkan pada semester IV.