Articles

Found 30 Documents
Search

MODEL SPLINE DENGAN ERROR BERKORELASI Nalim, Nalim; Budiantara, I Nyoman
MATEMATIKA Vol 8, No 3 (2005): JURNAL MATEMATIKA
Publisher : MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.739 KB)

Abstract

Spline smoothing is a popular method for estimating the function in nonparametric regression  model. Its performance depends greatly on the choice of smoothing parameters. Many methods of selecting smoothing parameters such as GCV, GML and UBR are developed under the assumption of independent observations. They fail badly when data are correlated. In nonparametric regression, correlated error could be solved by finding weighted estimator and determine the correlation matrix from the error. Estimation of nonparametric function is obtained by minimizing the penalized weighted least-square (PWLS). In this paper, the extension of the GML method to estimate the smoothing parameters and correlation simulataneously is presented. Simulation was conducted to evaluate and to compare the performance of  the original GML and the extended GML method. The extended GML is recommended since it works well in all simulation scheme. This method is also able to illustrate the data concentration data in a continous chemical process
ANALISIS REGRESI SEMIPARAMETRIK PADA KASUS HILANGNYA RESPON Yahya, Irma; Budiantara, I Nyoman; Fitriasari, Kartika
MATEMATIKA Vol 9, No 1 (2006): JURNAL MATEMATIKA
Publisher : MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.892 KB)

Abstract

In the specific cases of experiment, not all data (response) may be available, which is called missing response cases. It’s appear for various reasons.  For the existing problem, inference statistics cannot be applied directly.  The aim of this research is to consider about certain method to impute the missing response which is related to semiparametric regression, as a goodness of fit measurement of the used method, suppose an estimator  which is compared to the mean of complete response, then consider asymptotic distribution, consistency and efficiency of parametrics component estimator. By using Kernel approximation, the resulted of nonparametrics estimator and by least square method, the resulted parametric component .The application to minimum temperature’s data in 56 cities at USA, estimator value of  for several confidence interval tend to be similar to the mean value of complete response.  
MODEL REGRESI NONPARAMETRIK ADITIF DENGAN FUNGSI LINK Nasfirah, Siti; Budiantara, I Nyoman; Fitriasari, Kartika
MATEMATIKA Vol 9, No 2 (2006): JURNAL MATEMATIKA
Publisher : MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.262 KB)

Abstract

If  given a couple of data  and  the  relationship  between  variable x and y is revealed as nonparametric regression model with is an error which is random variable with zero mean and variance  and is unknown function. If is an additive function with x  Rd, d ≥ 2. By using link function F, this research is focused on the way to get the estimator in additive component with link function by using two-stage methode and completed with simulation using logit link function. The result shows that two-stage estimator is eisier be used to model nonparametric regression by link function rather than Nadaraya-Watson and local linear. From the simulation, it’s obtained that of the mean and R2 value of the estimator is similar. 
Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline Untuk Pemodelan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Jawa Timur Litawati, Elfrida Kurnia; Budiantara, I Nyoman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.026 KB)

Abstract

Pertumbuhanekonomi merupakan masalah perekonomian dan menjadi salah satu fenomena pentingyang dialami beberapa negara di dunia belakangan ini. Dalampembangunan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan sasaran yang diharapkandapat tercapai, terutama bagi negara berkembang. Jawa Timur merupakan salahsatu provinsi di Indonesia, yang mana pada tahun 2010, nilai LPE mencapai6,68%, masih lebih besar jika dibandingkan dengan LPE nasional di tahun yangsama yaitu sebesar 6,10%. Banyak faktor yang mempengaruhi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) diProvinsi Jawa Timur, sehingga perlu dilakukan pemodelan untuk mengetahuifaktor-faktor apa saja yang secara signifikan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan 4 faktor yang diduga mempengaruhi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yaitu TPAK (x1), APBD (x2),IBS (x3), dan DAU (x4). Data tersebut merupakan data  tahun 2011yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur. Metode yang digunakanuntuk memodelkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)ialah regresi nonparametrik spline linier dengan titik knot optimalyaitu pada kombinasi knot yang mana memiliki nilai GCV (Generalized Cross Validation) terkecil.Adapun variabel yang memberikan pengaruh signifikan adalah semua variabel dengan koefisien determinasi sebesar 85,66% yangmenunjukkan bahwa model yang terbentuk layakdigunakan untuk memodelkan pola data.
Pemodelan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persentase Kriminalitas Di Jawa Timur Dengan Pendekatan Regresi Semiparametrik Spline Marina, Sherly Mega Tri; Budiantara, I Nyoman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.468 KB)

Abstract

Kondisi ekonomi yangsemakin tidak menentu dan suasana sosial yang tidak mendukung dapat menimbulkanmasalah yang meresahkan masyarakat seperti tindak kriminal. Padahal, rasa amanadalah salah satu kebutuhan manusia yang harus terpenuhi. Menurut publikasi BPSberjudul Statistik Indonesia, pada tahun 2009 hingga tahun 2011 Provinsi JawaTimur  termasuk dalam lima besar Provinsidengan angka tindak pidana  tertinggi diIndonesia. Melihat betapa krusialnya masalah kriminalitas khususnya di JawaTimur, pemodelan faktor-faktor yang mendorong adanya tindak kriminal sangatdibutuhkan. Pemodelan faktor-faktor yang mempengaruhi persentase kriminalitasini dilakukan dengan menggunakan regresi semiparametrik Spline. Regresi Splinememiliki titik-titik knot dimana terdapat perubahan pola perilaku data. Titikknot dipilih berdasarkan nilai GCV minimum dan prinsip parsimoni. Berdasarkanpenelitian yang telah dilakukan, terdapat enam variabel yang berpengaruhsignifikan terhadap persentase kriminalitas di Jawa Timur. Variabel tersebutantara lain kepadatan penduduk, tingkat pengangguran terbuka, persentasependuduk miskin, persentase penduduk yang tidak pernah sekolah, persentasekorban penyalahgunaan NAPZA, dan persentase keluarga bermasalah. Model tersebutdapat menjelaskan variabilitas persentase kriminalitas di Jawa Timur sebesar92,13% dengan MSE sebesar 0,00018.
Analisis Survival dengan Pendekatan Multivariate Adaptive Regression Splines pada Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Nisai, Shofa F; Budiantara, I Nyoman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis de-ngan jumlah penduduk padat yang disertai dengan tingkat pen-didikan rata-rata yang masih rendah, mengakibatkan rendahnya pula pengetahuan tentang sanitasi yang baik sehingga dapat memunculkan penyakit yang memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Indonesia merupakan Negara dengan jumlah kejadian DBD tertinggi di Asia Tenggara, sehingga DBD menjadi salah satu obyek penelitian yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini membahas tentang analisis survival dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju kesembuhan pasien DBD dengan pendekatan Multivariate Adaptive Regression Splines (MARS) berdasarkan data rekam medis pasien rawat inap DBD di Kabupaten Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kejadian DBD pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju ke-sembuhan pasien DBD adalah umur, kadar hematokrit, kejadian perbesaran hati, dan jumlah trombosit. Interaksi antar variabel yang mempengaruhi laju kesembuhan pasien antara lain adalah adalah interaksi antara kadar hematokrit dengan kejadian perbesaran hati, interkasi antara umur, kejadian perbesaran hati, dan kadar hematokrit, interaksi antara kadar hematokrit dengan jumlah trombosit, serta interaksi antara umur, kadar hematokrit, dan kejadian perbesaran hati.    
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Angka Gizi Buruk Di Jawa Timur dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline Dewi, Riana Kurnia; Budiantara, I Nyoman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia adalah meningkatnya angka kematian balita. Salah satu penyebabnya adalah kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi sehingga banyak balita mengidap gizi buruk. Pemodelan kejadian balita gizi buruk dengan regresi parametrik belum tentu cocok diterapkan karena pola hubungan antara angka gizi buruk dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya memiliki bentuk pola tertentu. Regresi Nonparametrik Spline adalah metode regresi yang tidak memberikan asumsi terhadap bentuk kurva regresi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian balita gizi buruk di Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan Regresi Nonparametrik Spline, diperoleh nilai GCV minimum yaitu 3,943068 dan R2 sebesar 88,77 persen. Kesimpulan lain diperoleh faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian balita gizi buruk di Jawa Timur tahun 2007 adalah persentase ibu yang memeriksakan kehamilan, persentasee bayi mendapat vitamin A dan persentase rumah tangga miskin.    
Analisis Regresi Spline Multivariabel Untuk Pemodelan Kematian Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Jawa Timur Mubarak, Reza; Budiantara, I Nyoman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global di seluruh dunia, Demam Berdarah Dengue (DBD) telah tumbuh dengan cepat dalam beberapa dekade terakhir.Di Indonesia sendiri, angka penderita penyakit DBD ini sendiri masih tergolong tinggi tiap tahunnya dan hal ini juga terjadi di Jawa Timur. Pada penelitian ini akan diselidiki faktor-faktor yang mempengaruhi persentase kematian pada penderita DBD di Jawa Timur dengan menggunakan analisis regresi Spline. Dari hasil analisis didapatkan bahwa model Spline linier dengan 1 titik knot merupakan model terbaik daripada model spline linier dengan 2 dan 3 titik knot berdasarkan Generalized Cross Validation (GCV) minimum dengan dengan R-Sq sebesar  91.62% dan nilai MSE adalah 0.1823. Variabel-variabel yang signifikan berpengaruh terhadap presentase kematian penderita DBD adalah persentase sarana kesehatan, persentase tenaga kesehatan, rata-rata usia perkawinan pertama, persentase daerah yang berstatus desa, rata-rata lama pemberian ASI eksklusif, persentase penduduk miskin, rata-rata curah hujan, persentase penduduk wanita dibanding total, rata-rata lama sekolah penduduk umur 15 tahun ke atas, angka bebas jentik.    
Pemodelan Pengangguran Terbuka di Jawa Timur dengan Menggunakan Pendekatan Regresi Spline Multivariabel Sari, Ruli Sartika; Budiantara, I Nyoman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kebutuhan premium semakin melonjak seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor pribadi yang memenuhi jalan-jalan perkotaan. Tingginya tingkat permintaan BBM seringkali menyebabkan adanya kelangkaan di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di wilayah selatan Jawa Timur. Kurangnya stok dan rumitnya rantai pasokan untuk menyalurkan BBM menjadi penyebab utama kelangkaan. Variasi kalender seperti jumlah hari libur dan keberadaan hari besar, khususnya hari raya Idul Fitri merupakan salah satu indikator penentu kebutuhan premium pada setiap bulannya. Hasil peramalan dengan menggunakan metode ARIMAX dengan pengaruh kalender variasi merupakan model terbaik yang terpilih, dengan nilai RMSE
Pemodelan Regresi Spline Truncated Multivariabel pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Merdekawati, Inggar Putri; Budiantara, I Nyoman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah penduduk miskin paling banyak kedua setelah Provinsi Jawa Timur. Jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2011 adalah sebesar 15,76 persen, berada di atas rata-rata jumlah penduduk miskin Indonesia yaitu 12,49 persen. Pemodelan kemiskinan di Jawa Tengah dengan menggunakan regresi spline mampu mengestimasi data yang tidak memiliki pola tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kemiskinan di Jawa Tengah menggunakan regresi spline. Regresi spline yang dipilih adalah yang memiliki titik knot dengan nilai GCV minimum. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa dengan regresi spline terbaik adalah regresi spline linier menggunakan tiga titik knot. Faktor yang berpengaruh signifikan pada kemiskinan adalah adalah laju pertumbuhan ekonomi, alokasi belanja daerah untuk bantuan sosial, persentase buta huruf, tingkat pengangguran terbuka, persentase gizi buruk balita, tingkat pendidikan kurang dari SMP, rumah tangga dengan akses air bersih, dan rumah tangga dengan kelayakan papan. Model regresi spline linier menghasilkan R2 sebesar 99,9 persen. Kebijakan yang diberikan oleh tiap daerah sebaiknya berbeda sesuai dengan hasil yang telah didapatkan karena pola data tiap wilayah pada masing-masing variabel prediktor berubah tiap interval knot.