Articles

Found 6 Documents
Search

Performan Ayam Broiler yang Diberi Ransum yang Mengandung Bungkil Kelapa yang Difermentasi Ragi Tape Sebagai Pengganti Sebagian Ransum Komersial

Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XIII No. 5 Februari 2010
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of the research was to study effect of using fermented copra meal with ragi tape in ration  to  replace  of  commercial  feed  diets  on  broiler  performance. One  hundreds  of  broiler  Lohman strain aged a week were randomly assigned to five dietary treatments. The treatments were consisted of two levels of copra meal without fermentation (BKTF) and two levels of copra meal with fermentation of ragi  tape  (BKFRT)  to  replace of part of  commercial  feed diets  (RK) and one  of dietary  treatment was without copra meal as a control. They were R0 = 100 percent of commercial feed diets as a control (RK); R1 = 10 percent of BKTF + 90 percent of RK; R2 = 20 percent of BKTF + 80 percent of RK; R3 = 10 percent of BKFRT + 90 percent of RK; dan R4 = 20 percent of BKFRT + 80 percent of RK.  The chicks were  fed  for  four weeks. At  the  end  of  experiment,  two  broilers  from  each units were  slaughtered  to measure  carcass  weight.  Data  from  completely  randomized  design  were  subjected  to  ANOVA  and different  among  treatments were  further  analyzed using Tukey  test. Parameters  of  the  research were feed consumption, average body weight gain, feed conversion, final body weight and carcass weight. The result of  the experiment  showed that using of copra meal with or without  fermentation used ragi tape  in broiler diets to replace commercial  feed diets were no significant effect on feed consumption, average body  weight  gain,  final  body  weight  and  carcass  weight,  but  they  had  signifacant  effect  on  feed conversion. Using of copra meal in broiler diets with or without fermentation of ragi tape (BKFRT and BKTF) at level of 20 percent were increase feed conversion. The result concluded that using copra meal in  broiler  diets with  or without  fermentation  of  ragi  tape  could  application  at  level  of  10  percent  to replace  commercial  feed  diets,  and  fermentation  of  copra  meal  used  of  ragi  tape  had  no  significant improvement on broiler performance.

Karakteristik Endapan Cairan Rumen Sapi asal Rumah Potong Hewan sebagai Feed Supplement

Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XIV No. 1 Mei 2011
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The  aims  of  this  experiment  were  to    identify  and  characterize of sediment  product from cattle rumen liquor as a source of amino acids, minerals and vitamins. The sediment were obtained as pellets upon centrifugation of rumen liquor at 10,000 g for 10 minutes for collection of supernatant. The sediment were evaluated for amino  acids, minerals and vitamins composition and chararacterized for the pH,  solubility of dry  matter,  specific  density,  bulk  and  compacted  bulk  densities  and  angle  of  response.  Result  of  the experiment showed that sediment contained higher minerals:  Na, K and Fe compared with the commercial premix, but  lower in B-vitamins and  amino acids. The composition of mineral Na,  K, and Fe from rumen liquor of local cattle was 13.47%, 7.73 % and 14.52 %,  while Na, K, and Fe from  rumen liquor of  imported cattle was 18.40%, 10.25%, and 14.52% respectively. The sediment had pH range from 10.01-10.03, the dry matter solubility   was 35.5%  up to 39.1%. The  sediment from imported cattle had  higher specific density, bulk  and  compacted  bulk  densities  and  angle  of  response  than  that  of  local  cattle. It  is  concluded  that sediment from cattle rumen liquor contained high  Na, K  and Fe, low amino acids and B-vitamin,  high pH and low solubility.

Karakteristik Endapan Cairan Rumen Sapi asal Rumah Potong Hewan sebagai Feed Supplement

Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan JIIP Volume XIV No. 1 Mei 2011
Publisher : Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this experiment were to  identify and characterize of sediment product from cattle rumen liquor as a source of amino acids, minerals and vitamins. The sediment were obtained as pellets upon centrifugation of rumen liquor at 10,000 g for 10 minutes for collection of supernatant. The sediment were evaluated for amino acids, minerals and vitamins composition and chararacterized for the pH,  solubility of dry matter, specific density, bulk and compacted bulk densities and angle of response. Result of the experiment showed that sediment contained higher minerals:  Na, K and Fe compared with the commercial premix, but lower in B-vitamins and amino acids. The composition of mineral Na, K, and Fe from rumen liquor of local cattle was 13.47%, 7.73 % and 14.52 %,  while Na, K, and Fe from  rumen liquor of  imported cattle was 18.40%, 10.25%, and 14.52% respectively. The sediment had pH range from 10.01-10.03, the dry matter solubility  was 35.5% up to 39.1%. The sediment from imported cattle had higher specific density, bulk and compacted bulk densities and angle of response than that of local cattle. It is concluded that sediment from cattle rumen liquor contained high Na, K and Fe, low amino acids and B-vitamin, high pH and low solubility.

IbM DI KECAMATAN HAMPARAN RAWANG KOTAMADYA SUNGAI PENUH KERINCI DENGAN PENERAPAN PROGRAM RONTOK BULU PAKSA (FORCE MOLTING) DALAM PEREMAJAAN AYAM PETELUR TUA PADA PETERNAKAN RAKYAT

Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 30, No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Volume 30 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penerapan program Ipteks bagi masyarakat (IbM) ini adalah untuk memperkenalkan teknologi peremajaan ayam petelur tua dengan menerapkan program rontok bulu paksa (force molting) dalam rangka meningkatkan produktivitas ayam- ayam petelur tua yang tidak produktiv. Disamping itu juga diperkenalkan teknologi penggunaan enzim asal cairan rumen sapi dari rumah potong hewan (RPH) untuk meningkatkan kualitas ransum berbasis pakan lokal dan penggunaan probiotik ragi tape  untuk  meningkatkan  kesehatan  dari  ayam-ayam  petelur  milik  masyarakat peternak yang tergabung dalam kelompok tani. Target luaran   yang ingin dicapai dari penerapan program Iptkes bagi masyarakat (IbM) berbasis hasil penelitian secara rinci adalah sebagai berikut  : 1. Peternak  dapat  mengetahui  dan  terampil  dalam  melakukan  peremajaan terhadap  ayam-ayam  petelur tua dengan  menerapkan  program  rontok  bulu paksa (RBP) atau force molting. 2. Peternak dapat mengetahui teknologi pembuatan ransum ayam petelur, penggunaan enzim dari cairan rumen untuk meningkatkan nilai nutrisi ransum/pakan  ternak  ayam  petelurnya  dan  penambahan  probiotik  dari  ragi  tape meningkatkan kesehatan hewan. 3. Peternaki  mampu dan terampil dalam mengelola usaha peternakannya. 4. Metode ini dapat menciptakan pertanian/peternakan ramah lingkungan  dan berkelanjutan dengan sistem low input. 4. Meningkatkan kesejahteraan petani/peternak dan masyarakat desa. Kegiatan ini telah dilaksanakan dimulai dari bulan Agustus 2014   di desa Simpang Tiga dan desa Paling Serumpun Kecamatan Hamparan Rawang Kotamadya Sungai Penuh Kerinci bersama kelompok tani peternak ayam petelur yang tergabung dalam kelompok tani Jaya Bersama desa Simpang Tiga dan kelompok tani Tunas Baru desa Paling Serumpun. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode pendidikan kepada masyarakat (peternak) melalui penyuluhan, pelatihan, dan   dilanjutkan dengan demontrasi serta penerapan/aplikasi langsung (percontohan) dan bimbingan yang dilaksanakan  pada   pertengahan  Bulan  Agustus  dan  awal  Bulan  September 2014 dengan melibatkan  kelompok tani ternak sebagai pengelola. Kegiatan ini berjalan dengan baik dimana program penerapan ipteks bagi masayarakat  ini  melibatkan  semua  peternak  ayam  petelur  yang  tergabung  dalam kedua kelompok tani, masyarakat umum, dan kepala desa. Dari hasil pelaksanaaan kegiatan, produksi telur dari ayam-ayam petelur yang didemontrasikan meningkat dengan produksi telur mencapai 76 sampai  80%. Produksi telur lebih tinggi dari produksi telur sebelumnya yang hanya  kurang dari 55%. Para peternak ayam petelur terlihat antusias dan ingin menerapkan pada peternakan ayam petelur miliknya. Dari hasil penerapan program ipteks bagi masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa  program  ipteks  bagi  masyarakat  berjalan  baik,  produksi  telur  pada  ayam petelur tua dalam penerapan program rontok bulu paksa (force molting) meningkat, dan  para  peternak  siap  untuk  melaksanakan  program  rontok  bulu  paksa  (force molting) dalam peremajaan ayam petelur tua di peternakannya. Key word : ayam petelur, rontok bulu paksa, cairan rumen sapi, produktivitas

Penggunaan Ekstrak Fermentasi Jahe (Zingiber officinale) Dalam Air Minum Terhadap Kualitas Karkas Ayam broiler

Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 21 No 2 (2018): Volume 21 nomor 2 tahun 2018
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tingkat penggunaan ekstrak fermentasi jahe (Zingiber officinale) dalam air minum terhadap konsumsi air minum,  kualitas karkas (bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, kolesterol karkas, bobot lemak abdomen) dan konsumsi ransum ayam broiler. Materi yang digunakan adalah ayam broiler umur satu hari unsex, strain Lohman sebanyak 200 ekor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri 5 perlakuan dan 4 ulangan masing-masing ulangan terdiri dari 10 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari P0 = Air minum tanpa penambahan ekstrak fermentasi  jahe (kontrol); P1 = Air minum denagn penambah 2cc ekstrak fermentasi jahe ; P2 = Air minum dengan penambahan  4cc ekstrak fermentasi  jahe; P3 = Air minum dengan penmahan  6cc ekstrak fermentasi  jahe; P4 = Air minum dengan penambahan 8cc ekstrak fermentasi  jahe. Variabel yang diamati adalah konsumsi air minum, kualitas karkas (bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, kolesterol karkas, lemak abdomen) dan konsumsi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak fermentas jahe dalam air minum  menunjukkan pengaruh yang  nyata (P<0,05)  terhadap konsumsi ransum dan kualitas karkas (bobot potong, bobot karkas, persentase karkas tetapi penggunaan ekstrak fermentasi  jahe dalam air minum dapat menurunkan kolesterol karkas dan bobot lemak abdomen. Kesimpulan  yang  dapat diambil dari penelitian ini adalah penggunaan ekstrak fermentasi  jahe (Zingiber officinale)  dapat digunakan sampai taraf 8 cc dalam air minum, dapat meningkatkan qualitas karkas dan konsumsi ransum dan dapat menurunkan  kolesterol karkas dan bobot lemak abdominal  ayam broiler.

Performance of Broiler Chickens Fed Diet Added with Buffaloes Rumen Fluid Enzymes from Slaughterhouses

Buletin Peternakan Vol 43, No 2 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (2) MAY 2019
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to evaluate the effect of addition of rumen fluid enzymes of buffaloes from slaughterhouse in diet on feed intake, slaughter weight, daily weight gain, feed conversion ratio, absolute carcass weight, relative carcass weight, and digestive organs of broiler. Materials used was two hundred unsexed 1 day old chicks of broilers. The study used a completely randomized design with five treatments and four replications consisted of 10 birds each replication. Treatment groups were as follows P0 = diet  without addition of rumen fluid enzymes (control); P1 = diet  with addition of rumen fluid enzymes of 0.75%; P2 = diet with addition of rumen fluid enzymes of 1.5%; P3= diet with addition of rumen fluid enzymes of 2.25%; P4=  diet with addition of rumen fluid enzymes of 3%. The variables observed were feed intake, slaughter weight, daily weight gain, feed conversion ratio, absolute carcass weight, relative carcass weight, and digestive organs. Results of the study showed that the treatments gave a non-significant different (P>0.05) on feed intake, slaughter weight, daily weight gain, feed conversion ratio, absolute carcass weight, relative carcass weight, and digestive organs of broiler chicken.  It could be concluded that the use of rumen fluid enzymes of buffaloes in the diets up to 3% level did not increase performance and digestive organs of broiler chicken.