I Ketut Budayasa
Program Studi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search

ISOMORFISMA PADA GRAF P4 ADHISTIASARI, EKA; Budayasa, I Ketut
MATHunesa Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
ESTIMASI MISSING DATA DALAM MULTIVARIAT BERDASARKAN DATA YANG TERAMATI Sitohang, Hutrisah SM; Budayasa, I Ketut
MATHunesa Vol 2, No 1a (2013): edisi Yudisium
Publisher : Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Perbedaan Profil Pemecahan Masalah Peraih Medali OSN Matematika Berdasarkan Jenis Kelamin Mairing, Jackson Pasini; Budayasa, I Ketut; Juniati, Dwi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 18, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.12 KB) | DOI: 10.17977/jip.v18i2.3612

Abstract

Abstract: Differences of Problem Solving Competences of OSN Mathematics Medal Winners by Sex. This study was carried out to explore whether different sexes influence the performances of OSN Mathematics Medal Winners . T wo subjects, namely  MF ( female) and YB ( male), were selected and as signed to solve two mathematical problems. The subjects’ p rofiles were obtained from in - depth inte rviews. The data indicate that there are differences in problem-solving profiles of the female and the male subjects, revealed in what they think and do when solving the mathematical problems and in the order of how they solve the problems. The order reflects  the stages of  Polya, and the differences observed seem to be caused by the different scheme of solving problems.Abstrak: Perbedaan Profil Pemecahan Masalah Peraih Medali OSN Matematika Berdasarkan Jenis Kelamin. Dalam rangka melengkapi teori- teori mengenai perbedaan gender, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan profil pemecahan masalah antara peraih medali OSN yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Untuk itu, peneliti memilih dua subjek yaitu MF (perempuan) dan YB (laki- laki) serta mengembangkan dua masalah matematika. Profil diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam menggunakan masalah-masalah tersebut. Hasilnya adalah ada perbedaan profil pemecahan masalah antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan tersebut tampak pada apa yang mereka pikirkan dan lakukan ketika memecahkan masalah dan urutan pemecahan masalahnya. Urutan itu didasarkanpada tahap- tahap Polya. Perbedaan tersebut lebih disebabkan oleh perbedaan skema pemecahan masalah.
Eliciting Mathematical Thinking of Students through Realistic Mathematics Eucation Anwar, Lathiful; Budayasa, I Ketut; Amin, Siti Maghfirotun; Haan, Dede de
Journal on Mathematics Education Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.3.1.620.55 - 70

Abstract

This paper focuses on an implementation a sequence of instructional activities about addition of fractions  that has been developed and implemented in grade four of primary school in Surabaya, Indonesia. The theory of Realistic Mathematics Education (RME) has been applied in  the  sequence, which aims to assist low attaining learners in supporting students’ thinking in the addition of fractions. Based on the premise that eliciting and addressing learners’ alternative conceptions in mathematics is beneficial in  assisting them to improve their understanding, the paper seeks to explore the role that RME plays pertaining to this particular supposition. The paper presents and discusses examples of learners’ responses to contextual problems given to them during the course of the instructional activities. Keywords: Realistic Mathematics Education, mathematical thinking, a sequence of instructional activities DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jme.3.1.620.55-70
ANALISIS PENYELESAIAN TUGAS PROBABILITAS SISANALISIS PENYELESAIAN TUGAS PROBABILITAS SISWA SD DITINJAU DARI PERBEDAAN KEMAMPUAN MATEMATIKA DAN GENDER sari, dwi ivayana; Budayasa, I Ketut; juniati, dwi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v7i1.1344

Abstract

This study is aimed to analyze probabilistic thinking of elementary school students based on math ability and gender differences. Descriptive explorative approach was used to describe in depth probabilistic thinking of boys with high, middle, low math ability and girls with high, middle, low math ability. The result showed that probabilistic thinking of boy with high math ability indicated multistructural because his thinking quantitative and proportional. While probabilistic thinking of boys with middle, low math ability and girls with high, middle, low math ability indicated unistructural because their thinking quantitative and non proportional. Beside that, boys’ thinking in solving probability tasks was more analytical and flexible than girls’ thinking. So, students with math ability difference, gave difference response in solving probability tasks. This result found new strategy in solving probability comparison task. This result could contribute to curriculum developer to introduce probability in elementary school level and teachers could use discussion method in teaching probability material.
PENGEMBANGAN WISATA TREKKING DI KAWASAN DANAU BUYAN, DESA PANCASARI, KABUPATEN BULELENG Budayasa, I Ketut
JURNAL MASTER PARIWISATA Volume 02 Nomor 02, Januari 2016
Publisher : JURNAL MASTER PARIWISATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buleleng regency in North Bali has many areas that could potentially be developed into tourist destination areas, one of them being Lake Buyan Forest Area which is very potential to be a trekking tour as an alternative form of tourist attraction offering new experiences to tourists. The study was aimed at determining the potential of the forest area as a place for trekking activities, community participation and tourists in the development of the area, and to identify the effective strategies in its development. Data collection techniques used in this study were observation, structured interviews with tourists who were conducting trekking activities and in-depth interview with the related people andthe tourists visiting Lake Buyan. The research method used wasdescriptive-qualitative and SWOT analyses. The study results showed that the physical and non-physical potential owned by forest area of Buyan Lake could be developed into a tourist trekking area, which was also supported by the SWOT analysis. In the process its development, the participation of the related people was an important factor.
DEVELOPING EXPERIMENT-BASED TEACHING MATERIALS OF FRACTAL GEOMETRY TO UPGRADE STUDENTS’ COMPETENCES Juniati, Dwi; Budayasa, I Ketut
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2017, TH. XXXVI, NO. 1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2400.603 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i1.11660

Abstract

Abstract: This study was aimed at producing experiment-based teaching materials of fractal geometry in order to improve students? competence. Development research model proposed by Thiagarajan, Semmel & Semmel was adopted. The subjects were mathematics students of Universitas Negeri Surabaya taking Fractal geometry course in 2015/2016 academic year. Teaching materials included lecture books and students? worksheets containing experiment activities. Experiments were conducted using open source software and measurement tools. Experiment topics comprised spirolateral construction, fractal construction with iterated function system, Fractal dimension calculation methods and their applications. The results of this study showed that the teaching materials were valid, practical and effective.PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOMETRI FRAKTAL BERBASIS EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWAAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar geometri fraktal yang berbasis eksperimen untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model Thiagarajan, Semmel, & Semmel. Subjek penelitian adalah mahasiswa matematika Universitas Negeri Surabaya yang memprogram geometri fraktal. Bahan ajar yang dihasilkan adalah buku dan lembar kerja mahasiswa yang berbasis eksperimen. Kegiatan eksperimen yang dirancang berbasis data yang dijumpai di lapangan dan penggunaan teknologi multimedia yang berupa bermacam software dan penggunaan alat untuk pengukuran. Topik eksperimen yang diberikan adalah pembentukan spirolateral, pembentukan fraktal dengan menggunakan objek geometri klasik,pembentukan? fraktal dengan sistem Lindenmayer, pembentukan Fraktal dengan sistem fungsi teriterasi,penghitungan dimensi fraktal dan aplikasinya. Teknik pengumpulan data lewat angket dan pengamatan;data dianalisis secara kualitatif dan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dihasilkan memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.Kata Kunci: Geometri Fraktal, pembelajaran berbasis eksperimen, pengembangan bahan ajar
Literasi Statistik: Siswa SMA dalam Membaca, Menafsirkan, dan Menyimpulkan Data Hafiyusholeh, Moh.; Budayasa, I Ketut; Siswono, Tatag Yuli Eko
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman terhadap data adalah penting bagi semua lapisan masyarakat, termasuk siswa. Siswa harus memiliki kemampuan dalam memahami data agar mereka mampu bereaksi secara cerdas terhadap informasi kuantitatif di sekitar mereka.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana siswa SMA dalam membaca, menafsirkan dan membuat simpulan dari suatu data. Untuk memperoleh gambaran tersebut, peneliti menetapkan satu siswa perempuan yang mempunyai tingkat kemampuan matematika tinggi sebagai subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara berbasis tugas yang divalidasi melalui triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam membaca data memulai dengan memperhatikan judul grafik/diagram dan keterangan pada setiap sumbu yang diberikan, subjek menggali informasi langsung dari apa yang tertulis secara eksplisit berdasarkan grafik yang ada, memaknai dan menjelaskan titik-titik dalam grafik sebagai hubungan sumbu x terhadap sumbu y. Dalam menafsirkan dan menyimpulkan data, subjek memperhatikan pola umum dari fluktuasi data dan menggunakan tren data umum untuk memprediksi kemungkinan data yang akan datang dan menentukan nilai kenaikan atau penurunan data berdasarkan nilai rata-ratanya
Profil Berpikir Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika Isroil, Ahmad; Budayasa, I Ketut; Masriyah, Masriyah
JURNAL REVIEW PEMBELAJARAN MATEMATIKA Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2017.2.2.93-105

Abstract

This study has aims to describe the profile of junior high school students’ Thinking in Solving math problems. The subjects of this research are three students of high, medium and low in mathematical ability. Thinking profile of students described as follows: Understanding the problem, students received information by reading problems, then they recalled, processed, and stored information. Devising a plan, students processed, stored, and recalled information. Carrying out the plan, students recalled, processed, and stored information. Looking back, students stored information by performing a repletion of steps looking back.
Profil Proses Berpikir Mahasiswa Tipe Kepribadian Sensing dalam Pemecahan Masalah Logika Matematika Sunarto, M.J. Dewiyani; Budayasa, I Ketut; Juniati, Dwi
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2017, TH. XXXVI, NO. 2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.715 KB) | DOI: 10.21831/cp.v36i2.13119

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil proses berpikir mahasiswa dengan tipe kepribadian Sensing, yang terdiri atas Artisan dan Guardian, dalam menyelesaikan masalah matematika.  Pengenalan terhadap profil berpikir mahasiswa penting diketahui oleh pengajar, karena melalui pengenalan tersebut, pengajar dapat mengembangkan model pembelajaran yang sesuai pada masing-masing tipe kepribadian sehingga proses pembelajaran dapat dicapai secara optimal. Mengenai tipe kepribadian, David Keirsey membagi menjadi tipe Sensing dan Intuisi. Pada penelitian ini, akan dibicarakan tipe Sensing, yang terbagi menjadi tipe Artisan dan Guardian. Subjek penelitian adalah mahasiswa jurusan Sistem Informasi sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Metode yang digunakan  adalah metode kualitatif eksploratif dimana subjek diminta untuk memecahkan masalah matematika menggunakan langkah heuristik dari Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil proses berpikir mahasiswa dengan tipe Guardian lebih detail dan spesifik dalam memecahkan masalah matematika daripada tipe Artisan, yang lebih mengutamakan persoalan yang harus diselesaikan.Kata Kunci:  Pemecahan Masalah Matematika, Tipe Kepribadian, Sensing, Proses Berpikir. THINKING PROCESS PROFILE OF SENSING STUDENTS’ PERSONALITY TYPE IN SOLVING MATHEMATICAL PROBLEMS ABSTRACT. The study was aimed  to understand the thinking process profile of Artisan and Guardian students in solving mathematical problem. The importance of thinking process profile,  an instructor can develop appropriate learning model for each personality type. So, the learning process can be optimized. The personality type is divided, by David Keirsey, into two types, Sensing and Intuition. In this research will be studied about Sensing type, which is divided into two, Artisan and Guardian. The subjects were students of Information Systems at a college in Surabaya. The used methods in this research is eksploratif qualitative method. This study is also using Polya for the step of mathematical problem solving, in order to get more knowledge about thinking process profile. The result shows that Guardian is more detail and more specific than Artisan ,  who is prioritize to finish the problem, in solve mathematical problems.Keywords:  Mathematic Problem Solving, Personality Type, Sensing, Thinking Process.