I Ketut Budayasa
Program Studi Magister Kajian Pariwisata Universitas Udayana

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

ISOMORFISMA PADA GRAF P4 ADHISTIASARI, EKA; Budayasa, I Ketut
MATHunesa Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
ESTIMASI MISSING DATA DALAM MULTIVARIAT BERDASARKAN DATA YANG TERAMATI Sitohang, Hutrisah SM; Budayasa, I Ketut
MATHunesa Vol 2, No 1a (2013): edisi Yudisium
Publisher : Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Eliciting Mathematical Thinking of Students through Realistic Mathematics Eucation Anwar, Lathiful; Budayasa, I Ketut; Amin, Siti Maghfirotun; Haan, Dede de
Journal on Mathematics Education Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.3.1.620.55 - 70

Abstract

This paper focuses on an implementation a sequence of instructional activities about addition of fractions  that has been developed and implemented in grade four of primary school in Surabaya, Indonesia. The theory of Realistic Mathematics Education (RME) has been applied in  the  sequence, which aims to assist low attaining learners in supporting students’ thinking in the addition of fractions. Based on the premise that eliciting and addressing learners’ alternative conceptions in mathematics is beneficial in  assisting them to improve their understanding, the paper seeks to explore the role that RME plays pertaining to this particular supposition. The paper presents and discusses examples of learners’ responses to contextual problems given to them during the course of the instructional activities. Keywords: Realistic Mathematics Education, mathematical thinking, a sequence of instructional activities DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jme.3.1.620.55-70
ANALISIS PENYELESAIAN TUGAS PROBABILITAS SISANALISIS PENYELESAIAN TUGAS PROBABILITAS SISWA SD DITINJAU DARI PERBEDAAN KEMAMPUAN MATEMATIKA DAN GENDER sari, dwi ivayana; Budayasa, I Ketut; juniati, dwi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v7i1.1344

Abstract

This study is aimed to analyze probabilistic thinking of elementary school students based on math ability and gender differences. Descriptive explorative approach was used to describe in depth probabilistic thinking of boys with high, middle, low math ability and girls with high, middle, low math ability. The result showed that probabilistic thinking of boy with high math ability indicated multistructural because his thinking quantitative and proportional. While probabilistic thinking of boys with middle, low math ability and girls with high, middle, low math ability indicated unistructural because their thinking quantitative and non proportional. Beside that, boys’ thinking in solving probability tasks was more analytical and flexible than girls’ thinking. So, students with math ability difference, gave difference response in solving probability tasks. This result found new strategy in solving probability comparison task. This result could contribute to curriculum developer to introduce probability in elementary school level and teachers could use discussion method in teaching probability material.
PENGEMBANGAN WISATA TREKKING DI KAWASAN DANAU BUYAN, DESA PANCASARI, KABUPATEN BULELENG Budayasa, I Ketut
JURNAL MASTER PARIWISATA Volume 02 Nomor 02, Januari 2016
Publisher : JURNAL MASTER PARIWISATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buleleng regency in North Bali has many areas that could potentially be developed into tourist destination areas, one of them being Lake Buyan Forest Area which is very potential to be a trekking tour as an alternative form of tourist attraction offering new experiences to tourists. The study was aimed at determining the potential of the forest area as a place for trekking activities, community participation and tourists in the development of the area, and to identify the effective strategies in its development. Data collection techniques used in this study were observation, structured interviews with tourists who were conducting trekking activities and in-depth interview with the related people andthe tourists visiting Lake Buyan. The research method used wasdescriptive-qualitative and SWOT analyses. The study results showed that the physical and non-physical potential owned by forest area of Buyan Lake could be developed into a tourist trekking area, which was also supported by the SWOT analysis. In the process its development, the participation of the related people was an important factor.
Literasi Statistik: Siswa SMA dalam Membaca, Menafsirkan, dan Menyimpulkan Data Hafiyusholeh, Moh.; Budayasa, I Ketut; Siswono, Tatag Yuli Eko
Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai-Nilai Islami) Vol 1 No 1 (2017): Prosiding SI MaNIs (Seminar Nasional Integrasi Matematika dan Nilai Islami )
Publisher : Mathematics Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman terhadap data adalah penting bagi semua lapisan masyarakat, termasuk siswa. Siswa harus memiliki kemampuan dalam memahami data agar mereka mampu bereaksi secara cerdas terhadap informasi kuantitatif di sekitar mereka.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana siswa SMA dalam membaca, menafsirkan dan membuat simpulan dari suatu data. Untuk memperoleh gambaran tersebut, peneliti menetapkan satu siswa perempuan yang mempunyai tingkat kemampuan matematika tinggi sebagai subjek penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara berbasis tugas yang divalidasi melalui triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek perempuan yang berkemampuan matematika tinggi dalam membaca data memulai dengan memperhatikan judul grafik/diagram dan keterangan pada setiap sumbu yang diberikan, subjek menggali informasi langsung dari apa yang tertulis secara eksplisit berdasarkan grafik yang ada, memaknai dan menjelaskan titik-titik dalam grafik sebagai hubungan sumbu x terhadap sumbu y. Dalam menafsirkan dan menyimpulkan data, subjek memperhatikan pola umum dari fluktuasi data dan menggunakan tren data umum untuk memprediksi kemungkinan data yang akan datang dan menentukan nilai kenaikan atau penurunan data berdasarkan nilai rata-ratanya
Profil Berpikir Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika Isroil, Ahmad; Budayasa, I Ketut; Masriyah, Masriyah
JURNAL REVIEW PEMBELAJARAN MATEMATIKA Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrpm.2017.2.2.93-105

Abstract

This study has aims to describe the profile of junior high school students’ Thinking in Solving math problems. The subjects of this research are three students of high, medium and low in mathematical ability. Thinking profile of students described as follows: Understanding the problem, students received information by reading problems, then they recalled, processed, and stored information. Devising a plan, students processed, stored, and recalled information. Carrying out the plan, students recalled, processed, and stored information. Looking back, students stored information by performing a repletion of steps looking back.
Pelatihan Analisis Statistik Untuk Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru-Guru SMA Kediri Sofro, A'yunin; Oktaviarina, Affiati; Juniati, Dwi; Budayasa, I Ketut
Jurnal Pengabdian Masyarakat MIPA dan Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2019): Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.489 KB) | DOI: 10.21831/jpmmp.v3i1.21580

Abstract

Menulis suatu karya ilmiah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru. Akan tetapi, bagi seorang guru menulis adalah pekerjaan yang tidak mudah. Salah satu kendalanya adalah minimnya kemampuan guru untuk menganalisis data pada karya tulis ilmiah tersebut. Keadaan yang serupa terdapat pada perhimpunan guru dibidang matematika di Kediri. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah mengadakan suatu pelatihan terkait analisis data dalam suatu karya tulis ilmiah. Dalam kegiatan pelatihan telah dilakukan sesi pemaparan materi baik secara teori maupun aplikasi pada software. Anggota yang hadir sebanyak 33 orang. Pada akhir kegiatan, telah dibentuk kelompok kecil yang terdiri dari 3 sampai dengan 4 peserta untuk menyelesaikan soal secara komprehensif. Hasil dari pelatihan ini akan dievaluasi baik dari sisi output maupun proses. Untuk kriteria output, yaitu ketuntasan pemahaman seluruh kelompok telah terpenuhi dimana lebih dari 75 persen tuntas. Artinya dari seluruh anggota peserta dalam kelompok, hanya sekira 25 % mendapatkan nilai 75 dari 100  dan sisanya mendapatkan nilai sempurna. Selain itu, ketuntasan pemahaman materi oleh setiap kelompok telah berhasil mencapai target yaitu diatas 75 persen ketuntasan. Hal ini dikarenakan ada 6 kelompok mendapatkan nilai sempurna (100) dan hanya 2 kelompok melakukan kesalahan minor dan hasil evaluasinya adalah 75. Sedangkan segi proses, respon yang diberikan oleh seluruh peserta juga sangat positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan telah berhasil sesuai dengan kriteria sisi output dan proses.
Perkembangan Berpikir Probabilistik Siswa Sekolah Dasar Sari, Dwi Ivayana; Budayasa, I Ketut; Juniati, Dwi
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol 1, No 1 (2017): JRPIPM September 2017 Volume 1 Nomor 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v1n1.p30-39

Abstract

Berpikir probabilistik setiap orang berbeda, karena perbedaan budaya mengakibatkan perbedaan pengetahuan probabilistik, sedangkan pengetahun probabilistik mempengaruhi pemikiran probabilistik. Perbedaan berpikir probabilistik siswa berbeda-beda tergantung pada level berpikir probabilistik siswa. Di Indonesia pertumbuhan tingkat berpikir probabilistik siswa sekolah dasar sedikit mendapat perhatian oleh para peneliti. Hal ini karena materi probabilitas dikenalkan pertama kali di tingkat SMP kelas IX. Padahal mengembangkan berpikir probabilistik siswa di tingkat dasar sangat penting sebagai pondasi untuk mempelajari probabilitas di tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pertumbuhan tingkat berpikir probabilistik siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan tugas probabilitas standar dan tugas probabilitas eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa leki-laki berkemampuan tinggi dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Level berpikir probabilistik siswa sekolah dasar mengalami pertumbuhan setelah diberi tugas probabilitas eksperimen, terutama pada tugas ruang sampel dan probabilitas suatu kejadian. Hal ini karena eksperimen memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memanipulasi bendabenda yang disediakan dalam menyelesaikan tugas probabilitas. Namun, pada tugas perbandingan probabilitas level berpikir probabilistik siswa tidak mengalami perubahan. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi guru untuk mengajarkan probabilitas di tingkat sekolah dasar dengan memberikan tugas perbandingan probabilitas sebagai langkah awal untuk menggali berpikir probabilistik siswa, terutama pada jenis tugas pemutaran spinner.
PROCESS OF STUDENT COGNITION IN CONSTRUCTING MATHEMATICAL CONJECTURE Astawa, I Wayan Puja; Budayasa, I Ketut; Juniati, Dwi
Journal on Mathematics Education Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Department of Doctoral Program on Mathematics Education, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jme.9.1.4278.15-26

Abstract

This research aims to describe the process of student cognition in constructing mathematical conjecture. Many researchers have studied this process but without giving a detailed explanation of how students understand the information to construct a mathematical conjecture. The researchers focus their analysis on how to construct and prove the conjecture. This article discusses the process of student cognition in constructing mathematical conjecture from the very beginning of the process. The process is studied through qualitative research involving six students from the Mathematics Education Department in the Ganesha University of Education. The process of student cognition in constructing mathematical conjecture is grouped into five different stages. The stages consist of understanding the problem, exploring the problem, formulating conjecture, justifying conjecture, and proving conjecture. In addition, details of the process of the students? cognition in each stage are also discussed.DOI: http://dx.doi.org/10.22342/jme.9.1.4278.15-26