Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PENDEKATAN SMK3 DAN RISK ASSESSMENT DI PT. “XYZ” Tarigan, Sirmon Paulus; Tambunan, Mangara M; Buchari, Buchari
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 5 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.526 KB)

Abstract

PT. “XYZ” merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan Tandan BuahSawit (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK). PT. “XYZ” menerapkan programKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai hal yang mutlak dalam upaya meningkatkanproduktivitas dan komitmen pihak perusahaan untuk memenuhi peraturan dan persyaratan yangterkait dengan mutu dan aspek lingkungan K3. Walaupun program K3 telah diterapkan, namunkecelakaan kerja tetap terjadi, seperti luka bakar, memar dan keseleo. PT. “XYZ” memiliki beberapamesin dan peralatan yang memiliki potensi bahaya dan dapat membahayakan karyawan. Berdasarkanhal tersebut, maka PT. “XYZ” perlu menganalisis penerapan program K3, mengidentifikasi sumberbahaya (hazard) dengan pendekatan Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3) danrisk assessment. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitatif. Metode pengumpulandata secara observasi dengan audit SMK3 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan program K3 berdasarkan persepsikaryawan berada pada level Kuning dengan nilai tingkat pencapaian sebesar 70,23%. Tingkatpenerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan audit SMK3 menunjukkan PT.“XYZ” berhak untuk mendapatkan sertifikat bendera Emas dengan nilai pencapaian penerapansebesar 87,35%. Untuk tingkat kehilangan/kerugian (loss rate) berada pada kategori Kuning (kerugiansedang). Untuk level tingkat penerapan program K3 pada PT. “XYZ” berada pada level 2 (kategoriCukup Aman). Sedangkan untuk perangkingan bahaya (hazard) dalam kategori bahaya serius (serious)adalah stasiun kerja Pembantingan, kategori bahaya sedang (moderate) yakni stasiun kerja Perebusandan unit kerja Boiler, kategori bahaya kecil (minor) yakni stasiun kerja Pengepresan, Pemurnian danunit kerja Turbin, sedangkan kategori tidak perlu diperhatikan (negligible) yakni stasiun kerjaPengolahan Inti.
PENGARUH GAJI, UPAH, DAN TUNJANGAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. XYZ Batubara, Khairunnisa; Buchari, Buchari; Pujangkoro, Sugiharto
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 5 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.349 KB)

Abstract

Kinerja karyawan merupakan hal yang sangat penting di dalam perusahaan. Rendahnya gaji, upah,dan tunjangan menjadi salah satu faktor rendahnya kinerja karyawan, sehingga PT. XYZ sering sekali tidakdapat memenuhi pesanan pelanggan dan tidak tercapainya target produksi, yang mengakibatkan PT. XYZharus meminta bantuan kepada perusahaan sejenis untuk menyelesaikan order. Bulan Januari 2012- Juli 2012,tercatat selama 6 bulan PT. XYZ tidak dapat memenuhi pesanan pelanggan. Oleh karena itu PT. XYZ inginmengetahui faktor apa yang paling berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Metode pengumpulan dataadalah dengan penyebaran kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai gaji, upah, dan tunjangan kepadakaryawan. Setelah kuesioner disebar dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui kelayakankuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SPSS dan melalui beberapa tahap yaituanalisis regresi linier berganda, uji statistik f, dan uji statistik t. Hasil yang didapat menunjukkan secarasimultan gaji (upah) dan tunjangan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji fyang menghasilkan nilai Fhitung > Ftabel yaitu 25,854 > 3,32. Secara parsial, faktor yang berpengaruh terhadapkinerja karyawan adalah faktor gaji (upah). Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang menghasilkan nilai thitung >ttabel, yaitu 6,927 > 2,042 untuk gaji dan 3,646 > 2,570 untuk upah.
ANALISIS PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI BAGIAN PRODUKSI DENGAN 5S DALAM KONSEP KAIZEN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DI PT.XYZ Ginting, Perwira; Matondang, Rahim; Buchari, Buchari
Jurnal Teknik Industri USU Vol 3, No 5 (2013): Jurnal Teknik Industri USU
Publisher : Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.689 KB)

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan sarana untuk mencegah terjadinyacedera, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. PT. XYZ bergerak di bidangperakitan mesin digester dan screwpress serta memproduksi berbagai sparepart yang terdapatpada mesin kelapa sawit. PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan yang belum secara optimalmenerapkan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Pekerja PT. XYZ banyak yangmengeluh karena kondisi lingkungan yang tidak teratur atau ergonomis dan belum lengkapnyaalat pelindung diri. Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi di PT. XYZ dari tahun 2008 sampai 2012sebesar 12, 13, 12, 10, dan 15 kecelakaan kerja. Kondisi perusahaan menunjukan bahwa barangatau scrap sisa produksi berserakan di lantai, perusahaan belum menerapkan pengaturanbarang, tidak semua pekerja menjaga kebersihan, dan pekerja mempunyai keahlian namunjarang diawasi pada saat bekerja. Analisis permaslahan dilakukan dengan metode 5S (Kaizen)serta megukur frekuensi rate, Severity rate, dan T Selamat dan Produktivitas kerja. HasilPengukuran frekuensi rate dari tahun 2008 sampai 2012 sebesar 250; 236; 200; 139; 196.Severity rate sebesar 4166,67; 57681,16; 9333,33; 2333,33; dan 10312,50. Dengan T Selamat2009 sampai 2012 sebesar -208,02; -574,16; -157,49; 1339,82. Produktivitas kerja dari tahun2008 sampai 2012 sebesar 0,99583; 0,94231; 0,99067; 0,99767; dan 0,98969. Produktivitas kerjasangat dipengaruhi oleh total jam kerja pekerja dan jumlah jam kerja hilang. Hasil analisisdengan metode 5S (Kaizen).menunjukkan bahwa kondisi aktual tidak sesuai dengan metode 5S(Kaizen).
KARAKTERISASI STRUKTUR NANO KARBON DARI LIGNOSELLULOSA Pari, Gustan; Santoso, Adi; Hendra, Djeni; Buchari, Buchari; Maddu, Akhirudin; Rachmat, Mamat; Harsini, Muji; Heryanto, Teddi; Darmawan, Saptadi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan abad ini dan yang akan datang sudah memasuki teknologi nano. Di bidang hasil hutan, teknologi nano yang dapat dikembangkan di antaranya adalah nano karbon dari bahan berlignoselulosa. Tujuan penelitian ini adalah menyediakan informasi dan teknologi pengolahan arang sebagai bahan baku nano karbon dari bahan lignoselulosa. Bahan baku lignoselulosa yang digunakan dalam penelitian ini adalah kayu jati, dan bambu yang dikarbonisasi pada suhu 400-500°C menggunakan kiln drum, arang yang dihasilkan dimurnikan dengan jalan dipanaskan pada suhu 800°C selama 60 menit yang sebelumnya didoping dengan logam Zn, Ni dan Cu. selanjutnya dihaluskan menggunakan high energy mechanic (HEM) selama 48 jam. Arang dengan kristalinitas tinggi disintering menggunakan spark plasma pada suhu 1.300°C. Karbon yang dihasilkan diuji sktuktur dan sifatnya menggunakan Py-GCMS, SEM-EDX, XRD,dan sifat elektrik. Hasil penelitian menunjukkan struktur karbon yang terbaik dihasilkan dari arang jati yang dikarbonisasi pada suhu 800°C yang didoping dengan atom Ni pada perbandingan 1:5 yang menghasilkan derajat kristalinitas sebesar 78,98% resistensi (R) 0,17Ω, konduktivitas 175,52 Ω-1m-1. Kualitas nano karbon setelah disintering derajat kristalinitasnya menjadi 81,87%, resistensi (R) 0,01Ω, dan konduktivitasnya sebesar 1067,26 Ω-1m-1. Nano karbon yang dihasilkan dapat dibuat sebagai biosensor, biobatere dan bioelektroda. Sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
Ilmu Kimia Tumbuhan Lauraceae Indonesia: X. Alkaloid Benzilisokuinolin Dari Litsea cassiaefolia Hakim, Euis Holisotan; Achmad, Sjamsul Arifin; Buchari, Buchari; Pramutadi, Sidharta
Journal of Mathematical and Fundamental Sciences Vol 27, No 3 (1994)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.608 KB)

Abstract

Penyelidikan kimia telah dilakukan untuk pertama kalinya terhadap tumbuhan Litsea cassiaefolia. Pada penyelidikan ini, melalui kombinasi kromatografi partisi dan cara pemisahan yang lazim, tiga alkaloid telah ditemukan, yakni disentrin (I), dehidrodisentrin (II), dan disentrinon (III), masing-masing termasuk alkaloid benzilisokuinolin jenis aporfin, dehidroaporfin, dan oksoaporfin. Karakterisasi ketiga alkaloid tersebut dilakukan berdasarkan data spektroskopi UV, 1H-NMR, 13C-NMR, dan massa. Di antara ketiga senyawa tersebut, disentrin (I) merupakan alkaloid utama yang ditemukan dengan kadar yang cukup tinggi; oleh karena itu, sifat biologi senyawa ini diselidiki lebih lanjut. Ditemukannya ketiga alkaloid dalam tumbuhan ini sangat berguna sebagai dasar kajian kemotaksonomi. The first chemical study on Litsea cassiaefolia had been carried out in our laboratory. In this investigation, by combination of partition chromatography and common separation methods, three alkaloids had been isolated, namely dicentrine (I), dehydrodicentrine (II), and dicentrinone (III), which belong to benzylisoquinoline alkaloids of the types aporphine, dehydroaporphine, and oxoaporphine, respectively. The characterization of the alkaloids had been based upon the UV, 1H-NMR, 13C-NMR and mass spectroscopic evidence. Among these compounds, dicentrine (I) is the major alkaloid which may be isolated in relatively higher yield, thus, the biological property of this compound is being further investigated. Finding the alkaloids in this plant is beneficial as a basis for chemotaxonomy. 
ANALISIS DIAZINON SECARA DIFERENSIAL PULSA VOLTAMETRI DIBANDINGKAN DENGAN KROMATOGRAFI Setiarso, Pirim; Buchari, Buchari; Noviandri, Indra; Mujahidin, Didin
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 18, No 2 (2011)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan diazinon dari sampel tanah pertanian di beberapa kecamatan Kabupaten Nganjuk Jawa Timur menggunakan elektroda kerja tembaga amalgam padat (CuSAE) secara diferensial pulsa voltametri (DPV) dibandingkan dengan metode kromatografi. 100 g sampel tanah pertanian yang dihaluskan dengan ukuran 100 mesh diekstraksi menggunakan aseton. Ekstraksi dilakukan menggunakan ekstraktror soxhlet dengan 10 kali sirkulasi. Hasil ekstraksi sebagian ditambahkan surfaktan SDS untuk dianalisis secara voltametri menggunakan elektroda CuSAE dan sebagian dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Analisis voltametri dilakukan pada pH 3 dengan elektrolit pendukung CaCl 2 menggunakan standar adisi, sedangkan analisis dengan HPLC menggunakan grafik standar. Berdasarkan data voltamogram dan kromatogram yang telah diolah dengan program origin 7.0 menghasilkan perolehan kembali rata-rata diazinon (97.40 ± 1.02) % pada voltametri dan (100.98 ± 7.10) % pada HPLC. Analisis diazinon kedua metode dibandingkan dengan uji t (t hitung = 0.4785 < t tabel = 2.31) sehingga tidak ada perbedaan hasil antara metode voltametri dan HPLC.
PREPARATION OF REFERENCE MATERIAL FOR TRIGONELLINE DETERMINATION INSIDE OF GREEN COFFEE BEANS USING HPTLC Muflihah, Yeni M.; Buchari, Buchari
Jurnal ILMU DASAR Vol 14 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jid.v14i1.482

Abstract

Preliminary study of preparation reference material for trigonelline determination in green coffee beans have been performed by HPTLC method. Physical characterization performed on green coffee beans include the determination of moisture content, ash content and metal content. Water content values obtained on average 6.4% (%RSD 4.8) and ash content 3.9% (%RSD 16.2). Metal determination (Cu, Zn, Fe) with atomic absorption spectrometry method found Cu 9.4 (mg/kg), Zn 12,0 (mg/kg) and Fe 64.0 (mg /kg). Sonication as extraction method using methanol solvent for 30 minutes and separation method HPTLC on aluminum plates coated with silica gel 60 F254. Eluent used was mixture of n-propanol: methanol: water (4:1:4, v/v/v) with elution length 8 cm. Linear regression obtained in concentration range 200-1200 ng spot-1 with R2 = 0.9857. Detection limits obtained 140.7 ng and 468.9 ng for quantitation limit. Repeatability was achieved from 800 ng spot-1 (% RSD 13.8). Keywords : Reference material, Trigonelline, green coffee, HPTLC
Pemisahan Unsur Tanah Jarang ( Ce, La, dan Gd ) dengan Metode Solvent Impregnated Resin menggunakan 1-fenil-3-metil-4-benzoil-5-pirazolon Rohiman, Asep; Buchari, Buchari
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 16, No 4 (2015): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya sumber daya mineralnya, termasuk unsur logam tanah jarang. Sayangnya, teknologi untuk memurnikan unsur tanah jarang tersebut belum mumpuni. Salah satu teknologi terbaru saat ini dalam bidang pemisahan adalah dengan teknik mengimpregnasikan senyawa ekstraktan terhadap resin, yang dikenal dengan metode SIR. Senyawa pirazolon dan turunannya diketahui dapat digunakan untuk mengekstrak sejumlah ion logam salah satunya adalah ion logam tanah jarang. Pada penelitian ini, senyawa HPMBP telah berhasil disintesis. Senyawa tersebut digunakan sebagai ekstraktan untuk mengekstraksi ion logam tanah jarang dengan menggunakan metode SIR. Untuk menentukan kemurnian dan kesesuaian dengan yang diharapkan maka dilakukan karakterisasi baik secara fisik maupun kimiawi terhadap senyawa hasil sintesis tersebut yang meliputi: uji titik leleh, TLC, HPLC, karakterisasi gugus fungsi dengan spektroskopi IR, dan NMR. Tahap berikutnya yaitu penyiapan SIR yang dilakukan dengan cara mengamobilkan senyawa HPMBP pada  Amberlite XAD-16. Rasio berat HPMBP terhadap XAD-16  yang dapat diamobilkan yaitu 3 : 2. Selanjutnya, produk SIR tersebut digunakan untuk ekstraksi La+3, Ce+3, dan Gd+3 dalam media HNO3 0,1 M sebagai fasa air dengan cara batch. Kondisi pH optimum untuk ekstraksi La+3, Ce+3, dan Gd+3 secara berurutan diperoleh pada  pH = 3,1 ; pH = 2,19 dan pH = 1,70.
Pengaruh Berbagai Ekstrak Metanol Tumbuhan terhadap Mortalitas Juvenil Instar-2 dan Penetasan Telur Nematoda Sista Kentang (Globodera rostochiensis) Asyiah, Iis Nur; Yulinah, Elin; Sutisna, Mumu; Buchari, Buchari
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 11, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.12113

Abstract

The research was conducted to know the influence of methanol extracts from 19 plant species to the second-stage juvenil (J2) mortality and to the hatching of the potato cyst nematode, Globodera rostochiensis, the new pest of potato in Indonesia. The research was conducted by using complete random design, where each treatment was repeated 3 times. Cyst hatching was conducted by using ZnSO4 10-2 M. Data obtained to be analyzed with the ANOVA and continued with the DMRT 5%. The result indicated that from 19 species of examined plant, clove flower and leaf methanol extract with concentration 10.000 ppm inflicted 100% and 96,7% J2 mortality and others inflicted <50% 12 mortality. Clove flower and leaf methanol extract permanently inhibited of cyst hatching, methanol extract of Andrograpis puniculata, Capsium frutescens, Chrysanthemum sp., and Allium sativum inhibited of cyst hatching non permanently, while other plants extract methanol didnt inhibit of cyst hatching.
Cyclic Voltammetry Study of Mediated Electrochemical Oxidation Using Platinum Wire, Pt/Co(OH)2 and Pt/Co Electrodes In Various Supporting Electrolytes Herlina, Herlina; Zulfikar, Muhammad Ali; Buchari, Buchari
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 3, No 2 (2018): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkpk.v3i2.22330

Abstract

Amoxicillin is one of β-lactam antibiotic in penicillin groups which their presence in surface water and wastewater not only affects water quality but also causes long-term adverse effects on ecosystems and human health due to their resistance to natural biodegradation. The processing of organic waste electrochemically has the advantage of cheap and efficient cost, exhaust gas that does not contain toxic and hazardous materials. We have studied the process of amoxicillin electro-oxidation mediated by a cobalt (III) ion called an electrochemical oxidation process mediated (MEO) in a voltammetry study using a platinum working electrode, Pt/Co(OH)2 and Pt/Co in various supporting electrolytes such as  KNO3, NaClO4, Na2SO4 and phosphate buffer solution with concentrations 0.10 M. The results show that the amoxicillin oxidation peaks using the above-mentioned working electrode in various electrolyte solutions are in the potential range of 500-670 mV (Ag/AgCl). The presence of cobalt ions forming complex compounds with amoxicillin causes the oxidation current decreasing that indicates the presence of degradation to amoxicillin.