Menofatria Boer
Staf Pengajar PS. Air Sekolah Pascasarjana dan FPIK, Institut Pertanian Bogor, Bogor

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Aspek Reproduksi dan Daerah Pemijahan Udang Jari (Metapenaeus elegans De Man, 1907) di Laguna Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah

ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 10, No 1 (2005): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.5 KB)

Abstract

Penelitian aspek reproduksi dan daerah pemijahan udang jari (Metapenaeus elegans) di perairan SegaraAnakan Cilacap, dilakukan sejak Maret sampai Desember 2004. Penelitian bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek reproduksi dan pengkajian musim dan daerah pemijahan udang M. elegans di perairan Segara Anakan. Metode peneltian yang digunakan survei post facto. Daerah penelitian dibedakan menjadi 3 wilayah perairan. Penentuan zona berdasarkan dua aspek, yaitu aspek ekologis dan aspek daerah penangkapan (fishing ground) alat tangkap apong. Pada setiap zona ditentukan tiga lokasi sampling. Sampel udang pada setiap stasiun diambil 30 ekor udang betina terbesar, sehingga terkumpul 270 ekor udang sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. elegans memijah sepanjang tahun, dengan dua puncak musim pemijahanyaitu bulan April/Mei dan November/Desember. Daerah pemijahan udang jari (M. elegans) adalah perairan laguna bagian tengah. Meskipun pada lokasi pemijahan terjadi pendangkalan akibat laju sedimentasi yang tinggi dan menjadikan perairan keruh serta kondisi salinitas yang berfluktuasi tinggi, namun pemijahan tetap terjadi di perairan tersebut.Kata kunci : aspek reproduksi, daerah pemijahan, udang jari, laguna Segara Anakan.Study on the reproduction and spawning ground of Metapenaeus elegans in Segara Anakan Lagoon Cilacap  was conducted from March to December 2004. This study was aimed at investigating some reproductiveaspects and to discover the spawning ground M. elegans. The research was used survey post facto method. The researh area was divided into three waters zone. The zone was determinated based on two aspect, i.e. ecological aspect and fishing ground aspect. Three sampling station determined of each zone. The shrimp  sample was taken from three unit apong (set net) cathces. 30 biggest male shrimp were took off from in each, so 270 male shrimp collected. The result showed that M. elegans spawned along the year with two peaks of spawning season, i.e. April/May and November/December. Spawning ground of fine shrimp (M. elegans) was found in lagoon waters, despite high turbidity, high sedimentation rate and high salinityfluctuation in the water.Key words: reproduction aspect, spawning ground, M. elegans, Segara Anakan Lagoon.

DINAMIKA POPULASI SUMBER DAYA IKAN LAYUR (Lepturacanthus savala) DI PERAIRAN SELAT SUNDA (Population Dinamycs of Savalai Hairtail fish (Lepturacanthus savala) in Sunda Strait Waters)

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 6, No 1 (2015): Marine Fisheries - Mei 2015
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.446 KB)

Abstract

ABSTRACTSavalai hairtailis one of demersal fish that landed in PPP Labuan Banten with a fishing ground from the Sunda Strait waters. Savalaihairtail fish were caught by many gears (multigear) such as trawl, purse seine, small bottom trawl, and gillnet. This research aimed at reviewing population dynamic of savalai hairtail in Sunda Strait waters. The results showed the value of the growth coefficient (k) for female and male were 0,30/month and 0,23/month respectively, with asimptotic length (L∞) 710,41 mm for females and 856,52 mm for males. First length capture for females and males were 460,46 mm and 454,66 mm respectively. First length of maturity for female and male fish were 567,24 mm and 599,73 mm respectively. Natural mortality (M) for the female and male fish were 0,27/year and 0,22/year respectively. Total mortality (Z) for the female and male fish were 1,25/year and 1,60/year respectively. Based on the relationship between the values of M and Z, then the arrest of mortality (F) known for female and male fish were 0,97/years and 1,38/year respectively. The rate of exploitation for female and male fish were72% and 83% respectively. Based on the current rate exploitation, savalaihairtail fish exploitation has exceeded optimum exploited level (50%), so it indicated the savalaihairtail was overfishing. The value of Lc was smaller than Lm indicated savalaihairtail experienced growth overfishing.Keywords: growth overfishing, overfishing, savalai hairtail, Sunda Strait-------ABSTRAKIkan layur merupakan salah satu ikan demersal yang didaratkan di PPP Labuan Banten dengan fishing ground dari perairan Selat Sunda. Ikan layur ditangkap dengan banyak alat tangkap diantaranya alat tangkap payang, pukat cincin, pukat pantai, jaring arad, dan jaring insang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji dinamika populasi sumber daya ikan layur (Lepturachantus savala) di Perairan Selat Sunda. Hasil penelitian menunjukkan nilai keofisien pertumbuhan (k) ikan betina dan jantan berturut-turut 0,30/bulan dan 0,23/bulan, dengan panjang asimptotik (L∞) 710,41 mm dan 856,52 mm. Panjang ikan pertama kali tertangka (Lc) untuk betina dan jantan berturut-turut sebesar 460,46 mm dan 454,66 cm. Panjang ikan layur pertama kali matang gonad (Lm) untuk betina sebesar 567,24 mm dan jantan sebesar 599,73 mm. Laju mortalitas alami (M)) untuk ikan betina sebesar 0,27/tahun dan ikan jantan sebesar 0,22/tahun. Mortalitas total (Z) untuk ikan betina sebesar 1,25/tahun dan ikan jantan sebesar 1,60/tahun. Berdasarkan hubungan antara nilai M dan Z, maka mortalitas penangkapan (F) diketahui untuk betina sebesar 0,97/tahun dan jantan sebesar 1.38/tahun. Laju ekploitasi ikan layur betina dan jantan berturut-turut sebesar 72% dan 83%. Berdasarkan nilai laju eksploitasi, pemanfaatan ikan layur telah melebihi pemanfaatan optimal (50%), sehingga di indikasikan mengalami tangkap lebih. Nilai Lc<Lm menunjukkan tangkap lebih yang terjadi adalah growth overfishing.Kata kunci: growth overfishing, tangkap lebih, ikan layur, Selat Sunda

PARAMETER POPULASI KERAPU SUNU (Plectropomus sp.) DAN OPSI PENGELOLAANNYA DI PERAIRAN KARIMUNJAWA

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 9, No 2 (2018): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1175.976 KB)

Abstract

ABSTRACTGroupers are important fisheries resources in the tropic and sub-tropic due to it has high economic value, so that continuously exploitation even in some waters have collapsed and high capture pressureThe study aimed to identify population parameters of coral grouper (Plectropomus sp.) in Karimunjawa waters as basic information for fisheries management. Sampling method using fish landing observation method for fish catches in 14 days every month since 2010-2015 caught in Karimunjawa waters. Growth parameters, mortality, length at first capture, and recruitment pattern analysis using the Rstudio, FiSAT II and spawning potential ratio with LB-SPR analysis. The growth rate is relatively slow with k values ranging from 0.10 to 0.13 and lifespan of 21.93-27.73 years. The stock condition of the coral grouper species of P. leopardus, P. maculatus, and P. Oligacanthus was indicated overfished with E> 0.5 and SPR of 0.14, 0.22, and 0.25. These indicate that the 3 species of Plectropomus sp. in Karimunjawa is at unsustainable levels. Coral grouper type P. areolatus has E=0.45 and SPR=0.52, meaning that this type of grouper has a low exploitation rate and high spawning potential compared to other species coral grouper in Karimunjawa waters.Keywords: coral grouper, fisheries, Karimunjawa waters, stock statusABSTRAKIkan kerapu adalah sumber perikanan penting di daerah tropis dan sub-tropis karena bernilai ekonomis tinggi, sehingga terus dilakukan eksploitasi bahkan beberapa perairan telah mengalami collapse dan tekanan penangkapan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter-parameter populasi ikan kerapu sunu (Plectropomus sp.) di perairan Karimunjawa sebagai informasi dasar dalam pengelolaan perikanan. Metode pengambilan data menggunakan metode observasi (pengamatan) terhadap hasil tangkapan ikan selama 14 hari dalam satu bulan dari tahun 2010-2015 yang ditangkap di Perairan Karimunjawa. Analisis parameter pertumbuhan, mortalitas, length first capture, dan recruitment pattern menggunakan program Rstudio, FiSAT II dan rasio potensi pemijahan dengan analisis LB-SPR. Laju pertumbuhan tergolong lambat dengan nilai k berkisar 0,10-0,13 dan lifespan 21,93-27,73 tahun. Kondisi stok ikan kerapu sunu jenis P. leopardus, P. maculatus, dan P. oligacanthus diindikasikan mengalami kondisi tangkap lebih dengan E > 0,5 dan SPR sebesar 0,14, 0,22, dan 0,25. Hal ini menunjukkan bahwa penangkapan saat ini untuk 3 spesies kerapu sunu di Karimunjawa berada pada tingkat yang tidak berkelanjutan. Kerapu sunu jenis P. areolatus memiliki E sebesar 0,45 dan SPR 0,52, artinya kerapu jenis ini memiliki tingkat eksploitasi yang rendah dan potensi pemijahan yang tinggi dibandingkan jenis kerapu sunu lainnya di Perairan Karimunjawa.Kata kunci: kerapu sunu, perikanan, Perairan Karimunjawa, status stok