Chandradewana Boer
Pusat Penelitian Hutan Tropis Universitas Mulawarman (PPHT Unmul)

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Informasi dari Feses dan Jejak Kaki Rusa Sambar (Cervus unicolor) serta Implikasinya pada Akurasi Penaksiran Populasi Suba, Rachmat Budiwijaya; Boer, Chandradewana; -, Irman
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Ilmu Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.344 KB)

Abstract

This study aims to investigate Sambar Deer (Cervus unicolor) ecology from the encounter of pellet piles groups and tracks in the study area. This study was carried out in Swanslutung village, one of the villages in the Paser District, East Kalimantan, where the hunting pressure is still relatively high and local people still depend on hunting for bush-meat of Sambar Deer. Further discussion addresses to find accurate and reliable scheme of population etimate. Average density estimate for the study area, based on the groups of pellet piles count, was 3.01 + 0.17 individuals/km2. Tracks can give information about sex and age classes, some of essential parts to study population dynamic of Sambar Deer. Dispersion of pellet piles groups and tracks can be used in tracking to study home range and territories of the species.   Keywords: pellet piles groups, tracks, population dynamic, Sambar Deer
IDENTIFIKASI POHON INANG EPIFIT DI HUTAN BEKAS TEBANGAN PADA DATARAN RENDAH DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) MALINAU Sujalu, Akas Pinaringan; Hardwinarto, Sigit; Boer, Chandradewana; Sumaryono, Sumaryono
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pohon inang epifit (porofit) pada hutan bekas tebangan setelah 6 tahun pembalakan seluas 12 hektar di Hutan Penelitian Malinau (MRF-CIFOR) pada hutan dataran rendah DAS Malinau.  Pohon inang epifit di hutan bekas tebangan ditemukan 50 pohon per hektar, yang terdiri dari 162 spesies dalam 42 suku dengan 484 pohon (79.9%) berdiameter 20-51 cm.  Pohon inang dari family Dipterokarpa di temukan paling banyak di hutan bekas tebangan (± 50%). Shorea parvifolia Dyer. merupakan pohon inang paling banyak ditemukan (34 pohon).
Keanekaragaman kumbang sungut panjang (Coleoptera: Cerambycidae) di Hutan Lindung Wehea, Kalimantan Timur Sugiarto, Sugiarto; Boer, Chandradewana; Mardji, Djumali; Komara, Liris Lis
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 15, No 3 (2018): November
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.15.3.166

Abstract

Kumbang sungut panjang (longhorn beetle) (Coleoptera: Cerambycidae) adalah kelompok serangga yang terdiri atas banyak spesies dan bernilai penting secara ekonomi, berasosiasi dengan beragam spesies tumbuhan inang dan merupakan famili kumbang yang paling terkenal. Kehadiran famili ini di Hutan Lindung Wehea (HLW), Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur belum pernah dilaporkan sehingga tulisan ini adalah informasi pertama mengenai keanekaragaman spesies kumbang sungut panjang di HLW. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies, spesies yang dominan, subdominan dan kemerataan penyebaran individu kumbang sungut panjang Famili Cerambycidae di HLW. Kumbang ditangkap dengan menggunakan perangkap malaise dan perangkap dari daun nangka (Artocarpus heterophyllus) di dalam plot penelitian berukuran 20 m x 100 m (0,2 ha). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman Simpson adalah sebesar 0,93 (keanekaragaman tinggi). Di antara 42 spesies yang ditemukan, 6 spesies termasuk dominan, 8 spesies subdominan, dan 28 spesies tidak dominan. Spesies yang dominan adalah Epepeotes spinosus (Thomson), E. luscus (Fabricius), Acalolepta rusticatrix (Fabricius), Ropica quadricristata (Breuning), Pterolophia melanura Pascoe, dan Egesina (Callienispia) minuta (Fisher). Indeks kemerataan Simpson (E) adalah sebesar 0,36 (penyebaran individu masing-masing spesies tidak merata).
Informasi dari Feses dan Jejak Kaki Rusa Sambar (Cervus unicolor) serta Implikasinya pada Akurasi Penaksiran Populasi Suba, Rachmat Budiwijaya; Boer, Chandradewana; -, Irman
Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.344 KB) | DOI: 10.22146/jik.1566

Abstract

Information from Feces and Foot Tracks of Sambar Deer(Cervus unicolor), and Its Implication on PopulationEstimationThis study aims to investigate Sambar Deer (Cervus unicolor) ecology from the encounter of pellet piles groups and tracks in the study area. This study was carried out in Swanslutung village, one of the villages in the Paser District, East Kalimantan, where the hunting pressure is still relatively high and local people still depend on hunting for bush-meat of Sambar Deer. Further discussion addresses to find accurate and reliable scheme of population etimate. Average density estimate for the study area, based on the groups of pellet piles count, was 3.01 + 0.17 individuals/km2. Tracks can give information about sex and age classes, some of essential parts to study population dynamic of Sambar Deer. Dispersion of pellet piles groups and tracks can be used in tracking to study home range and territories of the species.
Identifikasi Pohon Inang Epifit di Hutan Bekas Tebangan Pada Dataran Rendah Daerah Aliran Sungai (DAS) Malinau Sujalu, Akas Pinaringan; Hardwinarto, Sigit; Boer, Chandradewana; Sumaryono, Sumaryono
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2015.1.1.1-6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pohon inang epifit (porofit) pada hutan bekas tebangan setelah 6 tahun pembalakan seluas 12 hektar di Hutan Penelitian Malinau (MRF-CIFOR) pada hutan dataran rendah DAS Malinau. Pohon inang epifit di hutan bekas tebangan ditemukan 50 pohon per hektar, yang terdiri dari 162 spesies dalam 42 suku dengan 484 pohon (79.9%) berdiameter 20-51 cm.  Pohon inang dari family Dipterokarpa di temukan paling banyak di hutan bekas tebangan (± 50%). Shorea parvifolia Dyer. merupakan pohon inang paling banyak ditemukan (34 pohon).
OBSERVASI KERAGAMAN JENIS BURUNG PADA BEBERAPA DAERAH HUTAN YANG TERSISA (HCVF) DI DALAM PERKEBUNAN PT. KALIMANTAN SAKTI ABADI, KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH Boer, Chandradewana
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/u-jht.v2i2.1638

Abstract

Pembukaan hutan alam untuk kepentingan pembangunan Sawit tentu akan memberikan dampak yang buruk kepada sebagian besar keanekaragaman hayati yang ada.? Namun demikian bilamana tetap disiapkan areal bervegetasi alami disekitar kawasan, maka peluang kehilangan jenis keanekaragaman hayati termasuk jenis-jenis burung yang ada akan dapat ditekan dan dikurangi.? Masih ditemukan sebanyak 84 jenis burung yang teridentifikasi melalui aktifitas penangkapan, pengamatan dengan teropong, mendengar dan lainnya.