Articles

Found 11 Documents
Search

Klasifikasi Pertumbuhan, Sektor Basis dan Kompetitif Kota Jambi

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2, No 4 (2015)
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the classification of economic growth in the city of Jambi, base and non-base sectors in the economy of the city of Jambi, Competitive sectors in the economy of the city of Jambi and to determine the leading sectors in Jambi city.The results showed that based on the analysis tipology Klassen, there are three (3) sectors forward and grow exponentially (quadrant I), namely manufacturing industry, trade sector, hotel and restaurant as well as transport and communication sectors.           During the period 2000-2012 the leading sectors in the city of Jambi based analysis of location Quetiont (LQ) there are as many as seven sectors, namely Manufacturing (LQ = 1.37), sector Electricity, Gas and Water (LQ = 3.25), Construction sector (LQ = 1.61), the sector of Trade, Hotels and Restaurants (LQ = 1.38), transport and communications sector (LQ = 2.52), Financial sector, Leasing & Business Services (LQ = 1.76) Offices and Services sector (LQ = 1.44). Based Shift Share Analysis for the period 2000-2012, the sectors that possess proporsioal growth component value (P) positive namely Mining and Quarrying sector, sectors Electricity Gas and Water, Building sector, the hotel and restaurant trade sector, as well as the financial sector, leasing and services company. Sectors which show the value of diffrential Shift (D) is positive Manufacturing sector, trade sector, hotel and restaurant as well as transport and communications sectors. Based on a combined analysis of three tools of analysis shows that the sector is the dominant sector in the sector that belong criteria developed and grown by leaps and bounds, and competitive sector basis is the sector of Trade, Hotels and Restaurants.

Deteksi Ilusi Fiskal Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi (Pengujian Perilaku Asimetris Pemerintah Daerah dalam Merespon Dana Perimbangan)

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: (1). Menganalisis perkembangan pendapatan asli daerah dan dana perimbangan kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi; (2) Menganalisis dan mengidentifikasi fenomena ilusi fiskal yang terjadi dalam keuangan kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan data panel kabupaten/kota di Provinsi Jambi dalam rentang waktu tahun 2001 – 2012. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan regresi data panel. Variabel-variabel yang digunakan adalah belanja daerah, PDRB, Pajak Daerah, Herfindahl Concentration Taxes (HCT), Dana Alokasi Umum, dan Dana Bagi Hasil. Hasil penelitian mendapatkan: (1) Meskipun tingkat ketergantungan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jambi selama periode Tahun 2007 – 2011 sudah mulai menunjukan tetapi tingkat ketergantunnya masih terkagoteri tinggi: (2) PDRB, DAU, dan DBH  memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan pengeluaran  pemerintah. Sedangkan pajak daerah (TAX) memiliki hubungan yang negatif dan signifikan secara statistik. Hasil penelitian tersebut menunjukkan terjadi ilusi fiskal setelah diberlakukannya otonomi daerah. Karena terdapat variabel pendapatan yang memiliki korelasi negatif dengan pengeluaran pemerintah, dengan nilai yang signifikan; (3) Terdapatnya fenomena ilusi fiskal di dalam kinerja anggaran pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Jambi,  disebabkan karena tingginya ketergantungan daerah transfer pemerintah pusat. Dengan kata lain, meskipun pajak daerah turun, pemerintah daerah tetap menganggarkan belanja daerah lebih besar dari tahun sebelumnya, karena harapan untuk mendapatkan dana transfer dari pusat tersebut. Keywords: Ilusi Fiskal, Dana Perimbangan, Data Panel, Belanja Daerah

Dampak alokasi belanja langsung terhadap ketimpangan ekonomi wilayah (Studi kasus Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Jambi, dan Provinsi Bengkulu)

Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 12 No 2 (2017): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze: 1) the development of direct shopping; 2) developments in economic inequality; 3) the effect of direct spending on economic inequality. This study uses time series data from 2005-2014 with a case study of North Sumatra Province, Jambi Province, and Bengkulu Province. The study found that 1) North Sumatra Province had the highest direct expenditure development from Jambi Province and Bengkulu Province; 2) North Sumatra Province which has the highest direct expenditure also has higher inequality from Jambi Province and Bengkulu Province but still falls into low inequality; 3) Direct expenditure has a significant effect on economic inequality in North Sumatra and Bengkulu Provinces, while in Jambi Province direct expenditure does not significantly influence economic inequality.

Estimasi Fungsi Konsumsi Pangan dan Non Pangan Penduduk Perkotaan Propinsi Jambi

TINGKAP Vol 11, No 2 (2015): MASYARAKAT DAN PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.498 KB)

Abstract

This study aims to identify and analyze the development of consumption expenditure of urban residents, the spending patterns of food and non food consumption of urban residents, the MPC for food and non food of urban residents, and the function of food and non food consumption of urban residents in Jambi province. Descriptive analysis method was used as data analysis in this study. The results of this study showed that during the time period of 1993-2011 per capita consumption expenditure of urban residents in Jambi always increase with an average of 52.11 percent per three years, or 17.37 percent annually. Meanwhile, the pattern of consumption expenditure of urban residents  in Jambi province is still dominated by food consumption expenditure by the average of 55.09 percent while non-food consumption only amounted to 44.01 percent. However, the spending patterns of food and non food consumption of urban residents Jambi province has changed. The function of food consumption of urban residents Jambi province during the period 1993-2011was by 25.8 percent and 23.8 percent  for non-food.Keyword: The function of consumption, consumption patterns, food and non-food

Pengaruh pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk dan produktivitas tenaga kerja terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Jambi

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   pengaruh   pertumbuhan   ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan produktivitas tenaga kerja terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Jambi.. Penelitian  ini  menggunakan  data  sekunder. Metode  analisis  data  yang  digunakan dalam    penelitian    ini    adalah  Ordinary  Least  Square  (OLS).  Data  yang  digunakan  dalam penelitan ini adalah data time  series  dari  tahun  2000-2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  ketiga variabel yaitu pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk, dan produktivitas tenaga  kerja  memilki  pengaruh  signifikan  terhadap  penyerapan  tenaga  kerja  di  Kota Jambi. Secara parsial variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, produktivitas tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan pertumbuhan penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan  terhadap  penyerapan  tenaga  kerja di  Kota Jambi,  dengan  nilai  R-squared  sebesar 0.9853 angka ini menunjukkan sekitar 98% dari variasi penyerapan tenaga kerja di Kota Jambi periode 2000-2013 dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan penduduk dan produktivitas tenaga kerja, sedangkan  sisanya  2 %  dipengaruhi  oleh  faktor-faktor  lain  diluar model estimasi

Analisis produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 5 No 2 (2016): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja oleh sektor ekonomi di Provinsi Jambi. Penelitian menggunakan data time series periode 2004-2013. Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat pertumbuhan rata-rata produktivitas tenaga kerja per sektor sebesar 7,86 persen. Secara simultan, pendidikan, upah, dan usia harapan hidup berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi. Secara parsial, pendidikan dan upah berpengaruh signifikan, sedangkan usia harapan hidup tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi REFERENCES Afrida. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Ghalia Indonesia. Anonim, 2001. Analisa Produktivitas Regional Sektoral. Disnakertrans. Provinsi Jambi. Indonesia Anonim, 2003. Pengukuran dan Anilsa Produktivitas Regional Sektoral Provinsi Jambi. Disnakertrans. Provinsi Jambi. Indonesia Anonim, 2006a. Pengukuran Produktivitas Sektoral Provinsi Jambi. Disnakertrans. Provinsi Jambi Anonim, 2006b. Susenas. BPS. Provinsi Jambi Arsyad, lincolin dan Stephanus Eri Kusuma. 2014. Ekonomi Indsutri. Yogyakarta : UPD STIM YKPN. Dessler, Garry. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Indeks Gramedia. Jakarta Fauzan, Desra. 2008. Analisis Produktrivitas Tenaga Kerja Pada Sektor Industri di Provinsi Jambi. Skripsi. Jambi Fatchurrohman. 2014. Analisis Spasial Disparitas Produktivitas Tenaga Kerja (Studi Kasus 38 Kabupaten/Kota Di Jawa Timur. FE. Gujarati, D.N dan Porter,D.C. 2010. Dasar-dasar Ekonometrika. Salemba Empat. Jakarta Hidayat, Syahrul M. 1998. Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Menghadapi Era Industrialisasi. Balai Pustaka. Jakarta Kamaluddin, Rustian. 1998.Pengantar Ekonomi Pembangunan. LPFE-UI. Jakarta Mankiw, E. 2003. Pengantar Ekonomi. Edisi kedua jilid pertama. Jakarta: Erlangga. Mankiw N. Gregory. 2000. Teori Makro Ekonomi. Edisi Keempat. Alih Bahasa : Imam Nurmawan. Jakarta : Erlangga. Mahendra, A D. 2014. Analisis Pengaruh Pendidikan Upah Jenis Kelamin Usia dan Pengalaman Kerja terhadap Produktivitas Tenaga Kerja. Skripsi. Semarang Malthis, L, Robert. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT Salemba Embar Satria. Jakarta Muchdarsyah. 2009. Produktivitas Apa Dan Bagaimana. Jakarta. Bumi Aksara. Mulyadi. 2014. Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan. Edisi Revisi. Jakarta. Rajawali Pers. Nawawi. 2006. Analisis Produktivitas Tenaga Kerja Menurut Sektor Ekonomi di Provinsi Jambi tahun 1990-1998. FE Nazir, Moh. 2013. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Bogor Simanjuntak, P. 1998. Pengantar Sumber Daya Ekonomi Manusia. Jakarta: LPFE-UI. Subri, Mulyadi. 2004. Ekonomi Sumer Daya Manusia. Jakarta Sudarwan. 2003. Ekonomi Sumber Daya. Bandung. CV. Pustaka Setia. Sukirno, Sadono. 2005. Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada Sumarsono, Sonny. 2003. Ekonomi Manajemen Sumberdaya Manusia Dan Ketenagakerjaan. Jogjakarta : Graha Ilmu Syahputra, Andi. 2009. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Ekonomi Basis Di Provinsi Jambi Periode 2000-2007. Jambi : Fakultas Ekonomi Unja Syamsuddin, 1997. Poduktivitas Tenaga Kerja pada Sektor Industri dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi di Provini Jambi. Jurnal Manajemen dan Pembangunan Edisi IX. FE-UNJA.Jambi Tarigan, Robinson, MRP. 2005. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Bumi Askara. Jakarta Tasman, Aulia dan Aima, Havidz.M. 2014. Ekonomi Manajerial, Dengan Pendekatan Matematis. Rajawali pers. Jakarta. Ravianto, J. 1995. Produktivitas dan Manusia Indonesia, Edisi ke II. LSI. Jakarta Zainab Bakir dan Chris Manning. 1984. Angkatan Kerja di Indonesia : Partisipasi, Kesempatan dan Pengangguran. Jakarta: Rajawali

Pengaruh PDRB sektor pertanian, nilai tukar petani dan investasi sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian Provinsi Jambi

e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2018): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the agricultural sector employment in Jambi Province. The study was conducted over a period of 21 years, from 1995 to 2015. Methods of data analysis using quantitative descriptive analysis and regression. The results found that: 1) the average development of the agricultural sector GDP variables and the agricultural sector investment has increased from year to year, while the exchange rate variable of farmers and the agricultural sector employment fluctuates from year to year; 2) The agricultural sector GDP positive and significant effect on employment in the agricultural sector of the province of Jambi, while the exchange rate of the farmers and investment in the agricultural sector does not have a significant effect. Keywords : GRDP of agriculture sector, Farmer exchange rate, and Investment of agriculture sector.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyerapan tenaga kerja sektor pertanian di Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan dalam kurun waktu 21 tahun, 1995-2015. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan regresi. Hasil penelitian menemukan: 1) rata-rata perkembangan variabel PDRB sektor pertanian dan investasi sektor pertanian mengalami peningkatan dari tahun ketahun, sedangkan variabel nilai tukar petani, dan penyerapan tenaga kerja sektor pertanian berfluktuasi dari tahun ke tahun; 2) PDRB sektor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian di Provinsi Jambi, sedangkan nilai tukar petani dan investasi disektor pertanian tidak  memiliki pengaruh yang signifikan. Kata kunci: PDRB sektor pertanian, Nilai tukar petani, dan Investasi sektor pertanian.

Klasifikasi Pertumbuhan, Sektor Basis dan Kompetitif Kota Jambi

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2 No 4 (2015): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the classification of economic growth in the city of Jambi, base and non-base sectors in the economy of the city of Jambi, Competitive sectors in the economy of the city of Jambi and to determine the leading sectors in Jambi city.The results showed that based on the analysis tipology Klassen, there are three (3) sectors forward and grow exponentially (quadrant I), namely manufacturing industry, trade sector, hotel and restaurant as well as transport and communication sectors.           During the period 2000-2012 the leading sectors in the city of Jambi based analysis of location Quetiont (LQ) there are as many as seven sectors, namely Manufacturing (LQ = 1.37), sector Electricity, Gas and Water (LQ = 3.25), Construction sector (LQ = 1.61), the sector of Trade, Hotels and Restaurants (LQ = 1.38), transport and communications sector (LQ = 2.52), Financial sector, Leasing & Business Services (LQ = 1.76) Offices and Services sector (LQ = 1.44). Based Shift Share Analysis for the period 2000-2012, the sectors that possess proporsioal growth component value (P) positive namely Mining and Quarrying sector, sectors Electricity Gas and Water, Building sector, the hotel and restaurant trade sector, as well as the financial sector, leasing and services company. Sectors which show the value of diffrential Shift (D) is positive Manufacturing sector, trade sector, hotel and restaurant as well as transport and communications sectors. Based on a combined analysis of three tools of analysis shows that the sector is the dominant sector in the sector that belong criteria developed and grown by leaps and bounds, and competitive sector basis is the sector of Trade, Hotels and Restaurants.

ANALISIS DISPARITAS PEMBANGUNAN EKONOMI DAN HUBUNGANNYA DENGAN INVESTASI DI PROVINSI JAMBI TAHUN 2002-2014

Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disparitas pembangunan ekonomi  dan hubungannya dengan investasi di Provinsi Jambi  tahun 2002 – 2014. ketimpangan antardaerah menunjukkan terjadinya perbedaan tingkat pembangunan tingkat kesejahteraan. Ketimpangan antar daerah sering kali menjadi permasalahan serius. Jenis  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  data  sekunder  yaitu data  runtut  waktu  (Time Series)  dari  tahun  2002 - 2014. Berdasarkan Model Indeks Williamson, maka diketahui Di Provinsi Jambi pemerataan pembangunan Berada antara 0,341 – 0,566, bahwa ketimpangan di Provinsi Jambi tergolong menegah Berdasarkan hasil uji korelasi Person menunjukkan hubungun yang cukup lemah antara variabel disparitas dengan PMDN, dengan arah positif, peningkatan PMA menyebabkan peningkatan disparitas pembangunan ekonomi di Provinsi Jambi, namun, berdasarkan nilai signifikansi hasilnya tidak ada korelasi antara PMDN dan PMA.     Kata Kunci : Disparitas, Pembangunan Ekonomi, Investasi

Profile of informal sector workers and factors affecting informal sector employment in Jambi Province

Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 5 No 2 (2017): Journal of Perspectives on Financing and Regional Development
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze; 1) the profile of informal sector workers in Jambi Province; 2) The development of informal sector employment in Jambi Province; 3). the effect of economic growth, population, and income per capita on informal sector employment. The data used microdata of National Labor Force Survey, Jambi Province 2015. The results showed; 1) Informal sector workers in Jambi Province 81.5 percent are in rural areas, dominated by male workers, mostly poorly educated, and work in agriculture; 2). During the period 2005-2015, the average growth of the informal sector was 1.3 percent per year, and 3) Simultaneously the economic growth, population, and income per capita had a significant effect on informal sector employment.Keywords: informal sector, economic growth, population, and income per capita