Articles

Found 30 Documents
Search

GAMBARAN HISTOPATOLOGIS DAN KLINIS AYAM HERBAL SETELAH DIUJI TANTANG DENGAN VIRUS AVIAN INFLUENZA H5N1 Setiyono, Agus; Bermawie, Nurliani
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): J. Ked. Hewan
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.485 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1252

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan histopatologis dan klinis ayam herbal setelah ditantang dengan virus avian influenza (AI) H5N1. Seluruh ayam dibagi atas 3 kelompok perlakuan Kelompok kontrol, Kelompok I (I-1, I-2, dan I-3), dan Kelompok II (II-1, II-2, dan II-3). Masing-masing kelompok terdiri atas 15 ekor ayam sehingga jumlah seluruh ayam yang digunakan adalah 105 ekor. Ayam Kelompok I dan II masing-masing diberi herbal I (sambiloto, temu ireng, adas bintang, sirih merah) dan herbal II (sambiloto, adas bintang, sirih merah) selama 3 minggu sebelum ditantang virus. Ayam kelompok perlakuan secara keseluruhan tidak ada yang hidup hingga hari ke-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 ekor ayam KII-3 (46,7%) masih hidup sampai hari ke-4 setelah uji tantang virus. Perubahan histopatologis sistem pernafasan ayam kelompok perlakuan menunjukkan pembendungan, edema, dan kerusakan sel epitel mukosa. Sistem limfoid juga menunjukkan pembendungan, deplesi folikel limfoid, dan fibrosis limpa dan bursa Fabrisius. Analisis imunohistokimia mengindikasikan partikel virus AI telah menyebar di organ atau jaringan sistem pernafasan dan sistem pertahanan.
Potency of Medicinal Plants for Eradication of Avian Influenza : In Vitro Test on Vero Cells Setiyono, Agus; Bermawie, Nurliani
Jurnal Sain Veteriner Vol 31, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Some of medicinal plants indicate their potency as anti-viral such as Sambiloto (Andrographis paniculata Nees), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa L.), Beluntas (Pluchea indica L.) Sirih Merah (Piper crocatum) and Adas (Foeniculum vulgare).  Avian Influenza (AI) H5N1 strain viruses used in this study was isolated from field in Cikole area, West Java in July 20th 2007.  To explore the potency of medicinal plants as anti-viral substance, the consecutive assays were performed by virus infection inhibition test in in vitro study using Vero cells.  After the Vero cells were growing confluently, they were treated with sterilized-extract of medicinal plants either in single or combination.  Furthermore, the culture cells were infected with AI H5N1 strain virus, then incubated at 37oC and examined for cytopathic effect (CPE) microscopically.  The result showed that extract of Sambiloto and combination of Sambiloto and Temu Ireng were stronger than others in inhibition of virus attachment and infection to the cells.  The Vero cells still alive up to 3rd day post infection with AI H5N1 virus after treatment with Sambiloto and Temu Ireng.  In conclusion, extract of Sambiloto and Temu Ireng showed their potency as candidate for anti-viral substances that may needed for eradicating AI infection.
OBSERVASI HASIL DAN MUTU LADA LOKAL DI DUA AGROEKOLOGI Bermawie, Nurliani; Wahyuni, Sri; Heryanto, Ruby; Setiyono, Rudi T; Udarno, Laba
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Balittro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUpaya peningkatan produktivitas lada dapat dilakukan dengan penggunaan bahan tanaman unggul lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hasil, komponen hasil dan mutu lada lokal asal Sukabumi dan varietas pembanding Petaling-1, di dua agroekologi berbeda, di kabupaten Sukabumi dan kabupaten Purwakarta. Pengamatan dilakukan pada 10% tanaman contoh dari tiap populasi, pada sifat hasil per pohon, komponen hasil dan mutu. Data dianalisis dengan uji t. Pertumbuhan, hasil, komponen hasil dan mutu lada kedua varietas secara umum lebih baik di Purwakarta dari pada di Sukabumi. Hasil uji t memperlihatkan bahwa hasil per pohon, karakter jumlah malai per tanaman, panjang malai, jumlah biji per malai, bobot malai dan panjang tangkai malai berbeda antara varietas lokal dengan varietas Petaling-1, dan lada lokal lebih baik dari Petaling-1. Hasil lada lokal per pohon di Purwakarta 2,79 kg, dan varietas Petaling-1, yaitu1,67 kg per pohon. Di Sukabumi hasil buah segar lada lokal juga lebih tinggi dari varietas Petaling-1 berturut-turut 2,13 kg dan 1,30 kg per pohon. Malai lada lokal 9-13,5 cm, dengan jumlah buah per malai 70-140 butir, lebih panjang dan lebih banyak dari malai Petaling-1 berturut-turut 5-9 cm, dan 20-60 butir. Mutu lada putih maupun lada hitam berbeda antar lokasi, dan mutu di Purwakarta lebih baik dari pada di Sukabumi. Di kedua lokasi, mutu lada lokal baik kadar minyak atsiri, oleoresin maupun piperin lebih baik dari Petaling-1. Bobot buah segar lada lokal sama dengan Petaling-1 sehingga cocok untuk diproses menjadi lada putih.Kata kunci: Piper nigrum, hasil, kadar minyak atsiri, piperin, oleoresin
EVALUASI PRODUKSI DAN FISIKO-KIMIA MINYAK CENGKEH ZANZIBAR GORONTALO Supriadi, Handi; Syafaruddin, Syafaruddin; Bermawie, Nurliani; Hadad EA, Mochamad
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 3 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cengkeh Zanzibar Gorontalo telah lama dijadikan sebagai sumber benih oleh petani cengkeh di Provinsi Gorontalo karena cengkeh tersebut memiliki keunggulan yaitu berproduksi tinggi dan aroma bunganya disukai oleh banyak pabrik rokok  kretek. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi produksi, fisiko-kimia minyak dan karakteristik morfologi 17 pohon induk cengkeh Zanzibar Gorontalo yang sudah digunakan sebagai sumber benih oleh petani. Kegiatan dilaksanakan di Desa Taludaa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mulai Januari sampai September 2012, dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cengkeh Zanzibar Gorontalo memiliki produksi bunga basah lebih tinggi dibandingkan cengkeh Afo dan komposit Zanzibar Karo. Pohon induk tersebut memiliki mutu bunga cengkeh yang baik dengan kadar minyak atsiri 19,94-23,00% dan kadar eugenol total 87,43-93,00%. Ukuran bunga lebih besar dengan aroma bunga khas, serta seragam dalam penampilan karakter vegetatif dan generatif tanaman.EVALUATION OF GORONTALO ZANZIBAR CLOVE PRODUCTION AND ITS PHYSICO-CHEMICAL ESSENTIAL OILABSTRACT The Clove of Zanzibar Gorontalo has been used as a source of seeds by farmers in Gorontalo province due to high production and its scents preferred by many cigarette industries. A research was carried out to evaluate production and physico-chemical properties of essential oil of Zanzibar clove trees grown. The study (in form of surveys) was focused on the morphological characters (vegetative and generative) of 17 mother trees of Zanzibar clove from January to September 2012 at Taludaa village, Bone Bolango district, Gorontalo. The results showed that the fresh yield of Gorontalo Zanzibar clove was 133,46 kg/tree/year being much higher than those of Afo and Zanzibar Karo composite varieties, 103.0 and 47.0 kg/tree/year respectively. In addition to high in yields, the clove mother trees have good quality in essential oil (19,94-23,00%) and total of eugenol content (87,43-93,00%), larger in flower sizes, distinctive in floral aroma, and homogeny in performance of vegetative and generative characters.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI, POTENSI PRODUKSI DAN KOMPONEN UTAMA RIMPANG SEMBILAN NOMOR LEMPUYANG WANGI WAHYUNI, SRI; BERMAWIE, NURLIANI; KRISTINA, NATALINI NOVA
853-8212
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.167 KB)

Abstract

ABSTRAKLempuyang  merupakan family  Zingiberaceae,  dan  banyakdigunakan oleh masyarakat untuk obat/jamu sebagai peningkat stamina,antikanker dan obat antiinfeksi. Balittro memiliki koleksi plasma nutfahlempuyang yang dikumpulkan dari berbagai daerah. Potensi sifat tanamanperlu dievaluasi untuk mengetahui karakter potensial dan keunggulannya.Karakterisasi sembilan aksesi lempuyang wangi dilakukan di KP. Cicurug– Sukabumi Jawa Barat tahun 2009 hingga tahun 2010. Benih ditanamdengan jarak tanam 60 x 40 cm, jumlah tanaman per plot 20 tanaman dandiulang tiga kali. Pengamatan dilakukan pada sepuluh tanaman terhadapsifat morfologi tanaman, pertumbuhan, produksi, dan mutu rimpang. Hasilpengamatan menunjukkan bahwa morfologi dan pertumbuhan tanamanlempuyang bervariasi. Pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah anakan,jumlah daun panjang dan lebar daun, serta diameter batang antar aksesibervariasi. Produksi rimpang lempuyang wangi umumnya lebih dari 15ton/ha, rimpang mempunyai banyak akar. Mutu simplisia rimpang adalahkisaran kadar minyak atsiri 1,34–4,61%, kadar sari larut dalam air 16,22–23,5%, kadar sari larut etanol 7,9–13,8%, kadar serat 5,47– 8,87% dankadar pati 40-50%. Hasil analisis ekstrak rimpang lempuyang dengan GC-MS menunjukkan bahwa sekitar 50 komponen terdeteksi. Zerumbonemerupakan komponen utama lempuyang dengan nilai sebesar 36–49%.Komponen utama zerumbone dan acetic acid terdapat di semua aksesi.Komponen utama lainnya di antaranya adalah alpha humulene, humuleneoxide, beta-eudesmol, beta-selinene, linalool, 12-oxabicyclo, caryophileneoxide, 3-octadecyne, hexadecanoic acid, dan 3-octyne 5-methyl.Komposisi komponen utama antar aksesi berbeda senada dengan aromawangi yang ditimbulkan pada lempuyang. Sebanyak tujuh nomor aksesiyang mempunyai keunggulan produksi lebih dari 15 t/ha, mutu minyakatsiri lebih dari 1% dan zerumbone 40%.Kata kunci: Zingiber aromaticum, produksi, komponen utama rimpangABSTRACTWild ginger is one of Zingiberaceae family. Plant use as a medicinefor stamina improvement, anticancer and antiinfection. Balittro hadcollected wild ginger from several area and potential characters should beevaluated. Characterization was conducted at Cicurug experimental garden– West Java on 2009-2010. Seed rhizome of nine accession was plantedwith 60 x 40 cm space, twenty numbers of plant each plot and threereplication. Observation was carried out for morphological characters,growth, yield, and rhizome quality. Result showed that there werevariations in morphology and growth of wild ginger. Plant height, numbersof tillers, numbers of leaves, leaves length, leaves width, and stemdiameter among acessions were variate. Rhizome yield was generally morethan 15 ton/ha, rhizome having plenty of roots. Rhizome quality analysisshowed that among accessions have essential oil content range from 1.34-4.61%, extract soluble water 16.22 – 23.5%, extract soluble ethanol 7.9-13.88%, fiber content 5.47 – 8.87%, and carbohydrat content 40-50%.GS-MS of wild ginger rhizome extract revealed totally around 50constituent was detected. The highest constituent detected is zerumbone(36-49%). Moreover, acetic acid also detected in all accession with valuerange from 4.64 – 14.36%. Other major constituent are alpha humulene,humulene oxide, beta-eudesmol, beta-selinene, linalool, 12-oxabicyclo,caryophilene oxide, 3-octadecyne, hexadecanoic acid, and 3-octyne 5-methyl. The composition of major constituent among collection numbers isdifferent and reflected the differences of the flavour of the flesh rhizome.Seven collection numbers are having yield potential more than 15 ton/ha,essential oil content more than 1% dan zerumbone content 40%.Key word: Zingiber aromaticum, rhizome yield, rhizome constituent
POTENSI BAKTERI ENDOFIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KANDUNGAN ANDROGRAFOLID PADA TANAMAN SAMBILOTO GUSMAINI, GUSMAINI; AZIZ, SANDRA ARIFIN; MUNIF, ABDUL; SOPANDIE, DIDY; BERMAWIE, NURLIANI
853-8212
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.822 KB)

Abstract

ABSTRAKBakteri endofit hidup di dalam jaringan tanaman yang sehat danberperan antara lain di dalam memacu pertumbuhan tanaman denganmenghasilkan senyawa-senyawa zat pengatur tumbuh, seperti IAA, GA 3 ,dan Sitokinin. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi potensi bakteriendofit dalam  meningkatkan pertumbuhan, produksi, dan kadarandrografolid pada tanaman sambiloto. Penelitian dilakukan di rumah kacaBalittro Cimanggu Bogor pada Oktober 2011–Mei 2012. Perlakuandisusun mengikuti Rancangan Acak Kelompok, enam perlakuan danempat ulangan. Perlakuan terdiri dari (1) kontrol, dan perlakuan bakteriendofit yaitu (2) 20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (perlakuan 2-5masing-masing terdiri dari 4 jenis isolat), dan (6) 90AA (isolat tunggal).Suspensi bakteri endofit (50 ml/tanaman) diberikan 4 kali yaitu padaminggu ke 3, 5, 7, dan 9 setelah tanam dengan konsentrasi 10 10 spk/ml.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit berpengaruh postifdan nyata dalam meningkatkan pertumbuhan, produksi herba segar dankering serta andrografolid pada tanaman sambiloto lebih baikdibandingkan kontrol. Peningkatan pertumbuhan tertinggi ditunjukkanpada tinggi tanaman dan jumlah cabang primer yaitu masing-masing24,7% (20 CD) dan 42,2% (20 BB). Produksi herba kering meningkat 25-82,81%, sejalan dengan meningkatnya serapan hara N (64,7-158,8%), P(50-100%), dan K (65-155%). Peningkatan produksi herba kering danandrografolid terbaik diperoleh dari penggunaan 20 CD (82,81 dan142,11%), 20 BB (88,75 dan 131,58%), dan 20 BD (65,63 dan 131,58%).Implikasi dari hasil penelitian ini bahwa bakteri endofit berpotensi untukdikembangkan pada budidaya tanaman sambiloto.Kata kunci: Andrographis paniculata, bakteri endofit, andrografolid,pertumbuhan, produksiABSTRACTEndophytic bacteria live within healthy plant tissue and playimportant roles, such as producing compounds of plant growth regulatorssubstances such as IAA, GA 3 , and Cytokinin. The aims of this research isto evaluate the potential of endophytic bacteria to promote the growth,andrographolide content, and dry matter yield of king of bitter. Theresearch was conducted in the greenhouse of Cimanggu Balittro in October2011-May 2012. Treatments were arranged in a randomized completeblock design with six treatments and four replications. Treatments consistof (1) control, and 5 kinds of endophytic bacteria isolates such as (2)20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (treatments no.2-5, consisted of 4types of isolate), and (6) 90AA (single isolate). The highest presentage ofplant height and number of primary branches were obtained from thetreatment of 20CD (24.7%) and 20BB (42.2%). Increase in the dry herbyield of 25-82.81% was in agreement with increasing in uptake of N (64.7-158.8%), P (50-100%), and K (65-155%). The best treatment with whichyielding high of dry herbs and andrographolide was 20CD isolates (82.81and 142.11%), followed with 20 BB (88.75 and 131.58%), and 20 BD(65.63 and 131.58%). The study implies that endophytic bacteria havepotential for development of king of bitter cultivation.Key words: Andrographis paniculata, endophytic bacteria, androgra-pholide, growth, yield
STABILITAS HASIL DAN MUTU ENAM GENOTIPE HARAPAN JAHE PUTIH KECIL (Zingiber officinale Rosc. var amarum) PADA BEBERAPA AGROEKOLOGI BERMAWIE, NURLIANI; SYAHID, SITTI FATIMAH; AJIJAH, NUR; PURWIYANTI, SUSI; MARTONO, BUDI
853-8212
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.899 KB)

Abstract

ABSTRAKPeningkatan produktivitas dan mutu jahe putih kecil memerlukanbahan tanaman unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuistabilitas hasil dan mutu enam genotipe jahe putih kecil pada berbagaikondisi agroekologi. Enam genotipe harapan jahe putih kecil dan duagenotipe lokal sebagai pembanding diuji selama dua musim tanam diempat lokasi (Sukabumi, Sumedang, Majalengka, dan Garut) pada tahun2004 sampai 2006. Rancangan percobaan dilakukan mengikuti rancanganacak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Jarak tanam 60 x 40 cmdengan populasi per plot sebanyak 100 tanaman. Parameter yang diamatiadalah hasil (bobot rimpang per rumpun) dan mutu (kadar minyak atsiri,fenol total, sari larut air, dan sari larut alkohol). Analisis stabilitas hasilmenggunakan metoda Yau dan Hamblin. Hasil pengujian menunjukkangenotipe ZIOF-0049 dan ZIOF-0050 menghasilkan rimpang dengan rataanbobot aktual cukup tinggi serta stabil pada berbagai kondisi agroeokologi.Kadar minyak atsiri genotipe ZIOF-0049 sedang (2,92%), sedangkanZIOF-0050 tinggi (3,28%). Genotipe ZIOF-0046 memiliki kadar minyakatsiri cukup tinggi (3,91%), dan stabil di seluruh unit pengujian. Selainkadar minyak atsiri genotipe ZIOF-0046 juga memiliki kadar fenol(3,04%) dan kadar sari larut air (24,40%) yang cukup tinggi. GenotipeZIOF-0008 memiliki kadar minyak atsiri yang tinggi (3,64%) dan stabilpada berbagai unit pengujian. Empat genotipe ZIOF-0049, ZIOF-0050,ZIOF-0046, dan ZIOF-0008 menunjukkan karakter stabil pada sifat hasildan mutu rimpang sehingga layak untuk direkomendasikan sebagaigenotipe unggul dan beradaptasi luas.Kata kunci: Zingiber officinale var. amarum, jahe putih kecil, interaksigenetik dan lingkungan, hasil, mutuABSTRACTThe provision of superior genotype having stable yield andquality is a prerequisite for the productivity and quality improvement ofsmall white ginger. Research to study stability of yield and quality wasundertaken on six promising genotypes with two control variety by multienvironmental tests in four locations (Sukabumi, Sumedang, Majalengka,and Garut) for two growing seasons from 2004-2006. The experimentused a randomized block design with three replicates, 60 cm x 40 cm plantspacing, 100 plants per plot. Parameters observed were fresh rhizomeyield and quality (essential oil content, total phenolic content, watersoluble extract, and alcohol soluble extract). Stability analysis wasundertaken based on Yau and Hamblin method. Genotype ZIOF-0049 andZIOF-0050 produced the high rhizome weight and considered to berelatively stable at four locations. Essential oils content of ZIOF-0049were medium (2,92%) and ZIOF-0050 were high (3,28%). Genotypes thathave high content of essential oil (3,91%) and stable in various testing unitwas ZIOF-0046. In addition to the essential oil content, genotypes ZIOF-0046 also had phenol (3,04%) and water-soluble extract (24,40%) contentwere high. Genotype ZIOF-0008 has a high volatile oil content (3,64%)and stable in various testing unit. Four genotypes ZIOF-0049, ZIOF-0050,ZIOF-0046 and ZIOF-0008 showed stable in rhizome yield and qualitycharacters. That were deserves to be recommended as superior genotypesand wide adaptation.Key words: Zingiber officinale var. amarum, small white ginger, geneticand environment interaction, yield, quality
OBSERVASI HASIL DAN MUTU LADA LOKAL DI DUA AGROEKOLOGI Bermawie, Nurliani; Wahyuni, Sri; Heryanto, Ruby; Setiyono, Rudi T; Udarno, Laba
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Balittro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.492 KB)

Abstract

ABSTRAKUpaya peningkatan produktivitas lada dapat dilakukan dengan penggunaan bahan tanaman unggul lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hasil, komponen hasil dan mutu lada lokal asal Sukabumi dan varietas pembanding Petaling-1, di dua agroekologi berbeda, di kabupaten Sukabumi dan kabupaten Purwakarta. Pengamatan dilakukan pada 10% tanaman contoh dari tiap populasi, pada sifat hasil per pohon, komponen hasil dan mutu. Data dianalisis dengan uji t. Pertumbuhan, hasil, komponen hasil dan mutu lada kedua varietas secara umum lebih baik di Purwakarta dari pada di Sukabumi. Hasil uji t memperlihatkan bahwa hasil per pohon, karakter jumlah malai per tanaman, panjang malai, jumlah biji per malai, bobot malai dan panjang tangkai malai berbeda antara varietas lokal dengan varietas Petaling-1, dan lada lokal lebih baik dari Petaling-1. Hasil lada lokal per pohon di Purwakarta 2,79 kg, dan varietas Petaling-1, yaitu1,67 kg per pohon. Di Sukabumi hasil buah segar lada lokal juga lebih tinggi dari varietas Petaling-1 berturut-turut 2,13 kg dan 1,30 kg per pohon. Malai lada lokal 9-13,5 cm, dengan jumlah buah per malai 70-140 butir, lebih panjang dan lebih banyak dari malai Petaling-1 berturut-turut 5-9 cm, dan 20-60 butir. Mutu lada putih maupun lada hitam berbeda antar lokasi, dan mutu di Purwakarta lebih baik dari pada di Sukabumi. Di kedua lokasi, mutu lada lokal baik kadar minyak atsiri, oleoresin maupun piperin lebih baik dari Petaling-1. Bobot buah segar lada lokal sama dengan Petaling-1 sehingga cocok untuk diproses menjadi lada putih.Kata kunci: Piper nigrum, hasil, kadar minyak atsiri, piperin, oleoresin
EVALUASI PRODUKSI DAN FISIKO-KIMIA MINYAK CENGKEH ZANZIBAR GORONTALO Supriadi, Handi; Syafaruddin, Syafaruddin; Bermawie, Nurliani; Hadad EA, Mochamad
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 3 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cengkeh Zanzibar Gorontalo telah lama dijadikan sebagai sumber benih oleh petani cengkeh di Provinsi Gorontalo karena cengkeh tersebut memiliki keunggulan yaitu berproduksi tinggi dan aroma bunganya disukai oleh banyak pabrik rokok  kretek. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi produksi, fisiko-kimia minyak dan karakteristik morfologi 17 pohon induk cengkeh Zanzibar Gorontalo yang sudah digunakan sebagai sumber benih oleh petani. Kegiatan dilaksanakan di Desa Taludaa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, mulai Januari sampai September 2012, dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cengkeh Zanzibar Gorontalo memiliki produksi bunga basah lebih tinggi dibandingkan cengkeh Afo dan komposit Zanzibar Karo. Pohon induk tersebut memiliki mutu bunga cengkeh yang baik dengan kadar minyak atsiri 19,94-23,00% dan kadar eugenol total 87,43-93,00%. Ukuran bunga lebih besar dengan aroma bunga khas, serta seragam dalam penampilan karakter vegetatif dan generatif tanaman.EVALUATION OF GORONTALO ZANZIBAR CLOVE PRODUCTION AND ITS PHYSICO-CHEMICAL ESSENTIAL OILABSTRACT The Clove of Zanzibar Gorontalo has been used as a source of seeds by farmers in Gorontalo province due to high production and its scents preferred by many cigarette industries. A research was carried out to evaluate production and physico-chemical properties of essential oil of Zanzibar clove trees grown. The study (in form of surveys) was focused on the morphological characters (vegetative and generative) of 17 mother trees of Zanzibar clove from January to September 2012 at Taludaa village, Bone Bolango district, Gorontalo. The results showed that the fresh yield of Gorontalo Zanzibar clove was 133,46 kg/tree/year being much higher than those of Afo and Zanzibar Karo composite varieties, 103.0 and 47.0 kg/tree/year respectively. In addition to high in yields, the clove mother trees have good quality in essential oil (19,94-23,00%) and total of eugenol content (87,43-93,00%), larger in flower sizes, distinctive in floral aroma, and homogeny in performance of vegetative and generative characters.
MULTIPLIKASI TUNAS, PERAKARAN DAN AKLIMATISASI TANAMAN SAMBANG NYAWA (Gynura procumbens) Kristina, N. Nova; Sirait, Nursalam; Bermawie, Nurliani
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 16, No 2 (2005): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.716 KB) | DOI: 10.21082/bullittro.v16n2.2005.%p

Abstract

Shoots Multiplication, Rooting, and Acclimatization of Gynura procumbensThe research was performance to obtain shoots multiplication, rooting and acclimati-zation of Gynura procumbens was conducted    January  2004 to May 2005 at the Laboratory of Tissue Culture of Gremplasm and Breeding Division. This research was conducted within two steps, i.e. 1) : Shoots multiplication  in : MS + BA (0; 0,1; 0,3 and 0,5 ) mg/l; 2) rooting and acclimatization. Explants were culture on rooting medium MS + IAA (0,1; 0,3); MS + IBA  (0,1; 0,3) or NAA (0,1 and 0,3) mg/l. Acclimatization were performanced on the two kinds of media i.e. dung manure + soil (1 : 1) or husk + soil (1 : 1). Rooting and shoots multiplication were arranged in completely randomized design, with 10 replications and 2 explants for each bottle. Acclimatization was arranged in randomized-block design with 10 replications and 1 plantlet for each treatment. The results showed the best medium for multiplication shoot was MS-free hormone with 5,4 shoots, 2 months after cultured. The highest number of roots was obtained in NAA 0,1 mg/l with 9,3/plantet. MS + IBA 0,3 mg/l give the longest roots (9,58 cm) and IAA 0,1 mg/l the highest number of leaf (12/plantet). Interaction between the source medium and acclimatization medium was observed however, there was no significantly difference between IAA 0,1 mg/l and IBA 0,1 mg/l in number of shoots and long shoots (5,2 and 5,01 cm).