Articles

Found 8 Documents
Search

Substitusi Tepung Bawang Putih (Allium sativum) dengan Bawang Hitam (Black Garlic) dalam Ransum terhadap Umur Bertelur dan Bobot Telur Pertama Puyuh (Coturnix - coturnix japonica) Berliana, Berliana; Nurhayati, Nurhayati; Nelwida, Nelwida
Jurnal Agripet Vol 18, No 2 (2018): Volume 18, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.491 KB) | DOI: 10.17969/agripet.v18i2.12779

Abstract

ABSTRAK. Untuk mendapatkan produksi terbaik dalam pemeliharaan puyuh maka harus memperhatikan ransum yang diberikan dimana ransum yang berkualitas baik akan meningkatkan penyerapan zat makanan yang berguna untuk meningkatkan performa awal produksi seperti umur pertama bertelur, bobot badan saat pertama bertelur, bobot telur pertama dan konversi ransum yang terbaik pula. Performa awal merupakan kunci keberhasilan untuk produksi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa awal bertelur pada puyuh yang bahan pakannya diganti dari tepung bawang putih menjadi bawang hitam. Materi yang digunakan adalah 200 ekor puyuh betina umur 3 minggu yang dipelihara sampai umur bertelur pertama. Perlakuan yang diberikan adalah penggantian tepung bawang putih dengan bawang hitam sehingga diperoleh 5 perlakuan dan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 10 ekor puyuh. Perlakuannya adalah P0=100% ransum komersil tanpa penambahan tepung bawang putih dan bawang hitam (kontrol), P1=100% ransum komersil+3% tepung bawang putih+0% bawang hitam, P2=100% ransum komersil+2% tepung bawang putih+1% bawang hitam, P3=100% ransum komersil+1% tepung bawang putih+2% bawang hitam, P4=100% ransum komersil +0% tepung bawang putih+3% bawang hitam. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan jika terdapat pengaruh pada perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Peubah yang diamati meliputi konsumsi ransum, bobot badan dan umur saat bertelur pertama dan konversi ransum. Hasil dari penelitian menunjukkan penggantian tepung bawang putih dengan bawang hitam tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, bobot badan dan umur saat bertelur pertama, dan konversi ransum puyuh. Kesimpulan yang diperoleh bahwa substitusi tepung bawang putih dengan bawang hitam sampai 3 % dalam ransum belum dapat memperbaiki performa awal produksi telur pada puyuh. (Substitution garlic with black garlic in the ration on early egg production of layer quail (Coturnix - coturnix japonica)) ABSTRACT. Quail production depends on the feed and feeding where feed quality will increase quail ability to digest and absorb the nutrients, thus, will improve the performance of early egg production, body weight at first egg laid, egg weight and feed conversion. The performance of early egg production is key to success and subsequent determinant of production. This study aimed to determine the performance of early egg production of quail fed ration contained garlic that was substituted by black garlic. The study used 200 female quail at 3 weeks of age and was kept until the first day of laying egg. The treatments were the substitution level of garlic with black garlic, namely P0 = 100% commercial feed without garlic and black garlic, P1 = 100% commercial feed + 3% garlic + 0% black garlic, P2 = 100% commercial feed + 2% garlic + 1% black garlic, P3 = 100% commercial feed + 1% garlic + 2% black garlic, and P4 = 100% commercial feed + 0% garlic + 3% black garlic. The research was designed into Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications those 10 quails each. The parameters were feed consumption, body weight and age at the first day of laying egg, and feed conversion. Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and the significant effect of the treatment would be tested using Duncan’s Multiple Range Test. Results of this study showed that there was not significant different (P>0.05) among treatment groups on feed consumption, body weight and age at the first day of laying egg, and feed conversion. It is concluded that using black garlic up to 3 % or 2.91 % in ration to substitute garlic does not improve quail early egg production performance yet.
Performa Ayam Broiler yang Mengkonsumsi Kulit Nanas yang Difermentasi dengan Yogurt dalam Ransum Mengandung Gulma Obat Nurhayati, Nurhayati; Berliana, Berliana; Nelwida, Nelwida
Jurnal Agripet Vol 16, No 1 (2016): Volume 16, N0. 1, April 2016
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.592 KB) | DOI: 10.17969/agripet.v16i1.3657

Abstract

ABSTRAK. Penelitian bertujuan untuk mengetahui performa ayam broiler yang mengkonsumsi kulit nanas yang difermentasi (KNF) dengan yogurt dalam ransum mengandung gulma obat (GO). Materi yang digunakan yaitu 200 ekor ayam broiler jantan umur 2 hari, ransum mengandung gulma obat dan kulit nanas yang difermentasi dengan yogurt. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 (ransum kontrol, ransum mengandung 0 % KNF dan 0 % GO), T1 (ransum mengandung 0 % KNF dan 2 % GO), T2 (ransum mengandung 7,5 % KNF dan 2 % GO), T3 (ransum mengandung 15 % KNF dan 2 % GO), dan T4 (ransum mengandung 22,5 % KNF dan 2 % GO). Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan (PBB), bobot akhir dan konversi ransum. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan Uji kontras ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum yang mengandung KNF berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap konsumsi ransum, PBB, bobot akhir, dan konversi ransum. Konsumsi dan konversi ransum meningkat dengan peningkatan pemberian KNF sedangkan bobot badan menurun. Disimpulkan bahwa pemberian tepung kulit nanas setelah difermentasi dengan yogurt sebanyak 22,5 % di dalam ransum mengandung campuran gulma obat dapat menurunkan performa ayam broiler. (Broiler chicken performance fed fermented pineapple peel by yogurt in diet containing medicinal weed)ABSTRACT. Research aimed to determine broiler performance fed different level of yoghurt - fermented pineapple peel (FPPM) in the diet containing medicinal weed. Two hundred 2 day - old male broiler chicken, diet containing medicinal weed  (MW) and yoghurt - fermented pineapple peel used in this study. The experimental design was a completely randomized design with 5 treatments and 5 replications. The treatments were T0 (control, diet containing 0% FPPM and 0% MW), T1 (diet containing 0% FPPM and 2% MW), T2 (diet containing 7.5% FPPM and 2% MW), T3 (diet containing 15% FPPM and 2% MW), and T4 (diet containing 22.5% FPPM and 2% MW). The variables were feed consumption, body weight gain, live weight and feed conversion ratio. Data were analyzed by ANOVA and Contrast orthogonal Test. The results showed that there was a significant effect (P<0,05) of treatment on the feed consumption, body weight gain, live weight and feed conversion ratio. Feed consumption and feed conversion ratio increased with increasing level of FPPM in the diet, however, body weight decreased. It is concluded that feeding yoghurt - fermented pineapple peels up to 22,5 % in the broiler diet containing medicinal weed decreased broiler chicken performance.
The influence of time feed restriction on efficiency of protein utilization in growing period of broiler chicken Berliana, Berliana; Aziz, Abdul
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 19 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The research aim was to determine the influence of time feed restriction on the efficiency of protein utilization in growing period of broiler. Materials used in this experiment were 500 22 - 42-day-old broilers. The commercial pelleted feed containing 19% protein and 3100 kcal/kg of ME for grower period was used. The treatments were P0 (feed was provided ad libitum from 7 to 42 day of age, P1 (feed was provided ad libitum from 22 to 42 day of age), P2 (feed was provided 8 hours a day, with time composition 3 hr in the morning (08.00-11.00) and 5 hr in the afternoon till night (16.00-21.00)), P3 (feed was provided 10 hours a day, with time composition 3 hr in the morning (08.00-11.00) and 7 hr in the afternoon till night (16.00-23.00)) dan P4 (feed was provided 12 hours a day, with time composition 3 hr in the morning (08.00-11.00) and 9 hr in the afternoon till night (16.00-01.00)). Completely Randomized Design with 5 treatments and 4 replicationS was used in this experiment. Parameters measured were feed intake, protein consumption, body weight gain and efficiency of protein utilization. The result showed that time length to provide the feed was significantly reduced (P&lt;0.05) feed intake, protein consumption and was significantly increased (P&lt;0.05) the efficiency of protein utilization. Therefore, body weight was&nbsp;the same for all treatments. It concluded that 8 hours a day for time length to proved the feed could increase the efficiency of protein utilization and did not interfere body weight gain.
ANALISIS PERAN POLA ASUHAN DAN PROSES SOSIALISASI OLAHRAGA BELADIRI DITINJAU DARI PERSPEKTIF KESETARAAN GENDER Berliana, Berliana
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN OKTOBER 2014, TH. XXXIII, NO. 3
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.2389

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa peluang yang diberikan pada anak perem- puan untuk melakukan aktivitas publik belum sepenuhnya. Keengganan orang tua memberikan izin kepada anak perempuan menggeluti cabang olahraga berat, masih dipengaruhi oleh konteks masyarakat dan budaya. Masalah pokok dan fokus kajian berkaitan dengan pola pengasuhan anak pada keluarga, klub, dan sekolah dalam menggiring mereka mengambil keputusan sebagai atlet dalam olahraga kompetitif. Sekaitan dengan itu, situs penelitian lapangan dilakukan pada atlet, keluarga, pelatih, dan sekolah, selain ditambah data yang digali dari suami, rekan tempat bekerja, dan lingkungan masyarakat. Observasi partisipasi sebagai upaya memotret data dilakukan peneliti selama enam bulan lama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh yang diterapkan pada anak perempuan akan menggiring mereka untuk menggeluti olahraga prestasi sejak kecil dan menumbuhkan kemandirian yang memperkokoh konteks pandangan perempuan terhadap dirinya sebagai sumberdaya manusia yang berkualitas. Kata Kunci: pola asuh, atlit perempuan, perspektif gender AN ANALYSIS OF THE CHILD REARING PRACTICE AND THE MARTIAL ARTS SOCIALIZATION PROCESS VIEWED FROM THE GENDER EQUALITY PERSPECTIVE Abstract: This study started from the idea that girls were not given sufficient opportunities to do public activities. The parents? reluctance to give permission to their daughters to do heavy sports was influenced by the community?s contexts and culture. The core problem and the focus of this study was related to the child rearing practice in the family, in the club, and in schools by encouraging the girls to make a decision as competitive sports athletes. Accordingly, the field study was focused on the athletes, the family, the coach, and schools. The data were also obtained from husbands, colleagues, and community environment. The researcher conducted participant observation for six months. The findings showed that the child rearing to girls led them to join competitive sports and this had developed their independence which strengthened their own perception on themselves as quality human resources. Keywords: child rearing practice, female athletes, gender perspective
GAMBARAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI DITINJAU DARI GIZI DAN DISMENORE PADA MAHASISWI AKBID INTERNASIONAL PEKANBARU Berliana, Berliana; Aslina, Aslina
SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 2 (2013): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi remaja wanita sangat mempengaruhi terjadinya menarke. Secara psikologis wanita remajayang pertama sekali mengalami haid akan mengeluh rasa nyeri kurang nyaman, dan mengeluhperutnya terasa begah. Tetapi pada beberapa remaja keluhan-keluhan tersebut tidak dirasakan, halini dipengaruhi oleh nutrisi yang adekuat yang biasa dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui Gambaran gangguan siklus menstruasi yang ditinjau dari gizi dan dismenorepadamahasiswi tingkat II dan III Akbid Internasional Pekanbaru Tahun 2012. Penelitian ini menggunakanjenis penelitian, kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Dan menggunakan pendekatan crosssectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 66 orang. Alat ukur yang digunakan kuisioner . HasilPenelitian didapatkan mahasiswi dengan gizi underweight sebagai penyebab tidak teraturnya siklusmenstruasi sebanyak 26 orang dan berdasarkan dsymenorhea sebagai penyebab tidak teraturnyasiklus menstruasi sebanyak 43 orang. Diharapkan kepada mahasiswi dapat meningkatkan asupangizi, karena asupan gizi berperan penting dalam proses menstruasi.
Peningkatan Responsibility Melalui Penerapan Model Pembelajaran Ditinjau dari Kepribadian Extrovert dan Introvert Siswa Hartono, Tony; Berliana, Berliana; Mulyana, Mulyana
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 19, No 1 (2019): STRATEGI PROSES BELAJAR MENGAJAR
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan tanggung jawab siswa melalui penerapan model pembelajaran teaching personal social responsibility (TPSR) dan direct instruction (DI) ditinjau dari kepribadian introvert dan extrovert. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain factorial 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini adalah SDN 1 dan 2 Panyingkiran berjumlah 41 siswa putra dan putri dari kelas IV. Teknik sampling yaitu random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 32 siswa. Instrumen untuk mengukur kepribadian (Eysenck) dan sikap tanggung jawab, menggunakan skala angket personal social respobsibility. Analisis data menggunakan SPSS versi 17. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Terdapat perbedaan pengaruh siswa yang belajar dengan model pembelajaran TPSR dan DI terhadap peningkatan sikap tanggung jawab, (2) Terdapat perbedaan pengaruh siswa dengan kepribadian tipe exktrovert yang diberikan model pembelajaran TPSR dan DI terhadap peningkatan sikap tanggung jawab, (3) Terdapat perbedaan pengaruh siswa dengan kepribadian tipe introvert yang diberikan model pembelajaran TPSR dan DI terhadap peningkatan sikap tanggung jawab, (4) Terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kepribadian introvert, extrovert terhadap peningkatan sikap tanggung jawab. Simpulan dalam penelitian ini model pembelajaran TPSR lebih baik dari pada DI. Penelitian ini menyarankan untuk menggunakan model pembelajaran TPSR dalam meningkatkan tanggung jawab.
Analisa Bakteri Udara Sebagai Upaya Pemantauan dan Pencegahan Infeksi Nosokomial di Rumah Sakit berliana, berliana
Husada Mahakam Vol 4 No 3 (2016): November 2016
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.967 KB)

Abstract

Analisa bakteri udara sebagai upaya pemantauan dan pencegahan infeksi nosokomial di rumah sakit. Tujuan penulisan artikel&nbsp; ini adalah untuk mengetahui cara pemantauan dan pengendalian infeksi nosokomial di rumah sakit dengan mengukur&nbsp; kualitas udara ditinjau dari parameter biologi sehingga memenuhi standar baku sesuai&nbsp; KEPMENKES RI nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang persyaratan lingkungan Rumah Sakit. Pengelolaan lingkungan dalam upaya pencegahan infeksi nosokomial yaitu dengan cara menghilangkan kuman penyebab infeksi dari&nbsp; sumber infeksi dan mencegah kuman tersebut mencapai penderita dan menjauhkan penderita yg rentan dg cara isolasi sumber kuman . Pemantauan lingkungan untuk parameter Biologi yang dianalisa adalah jumlah total bakteri/jamur dan identifikasi bakteri /jamur patogen, sebaiknya dilakukan minimal 2 (dua) kali setahun. Cara pemeriksaan total bakteri yang direkomendasikan adalah dengan menggunakan alat Microbiological Air Sampler (MAS), sedangkan untuk identifikasi mikroorganisme patogen dengan cara kultur dan uji biokimia.
Penggunaan Kulit Nanas Fermentasi dalam Ransum yang Mengandung Gulma Berkhasiat Obat Terhadap Konsumsi Nutrient Ayam Broiler Ibrahim, Wasir; Mutia, Rita; Nurhayati, Nurhayati; Nelwida, Nelwida; Berliana, Berliana
Jurnal Agripet Vol 16, No 2 (2016): Volume 16, No. 2, Oktober 2016
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.81 KB) | DOI: 10.17969/agripet.v16i2.4142

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kulit nanas fermentasi ke dalam ransum yang mengandung gulma berkhasiat obat terhadap konsumsi nutrient ayam broiler. Penelitian ini menggunakan DOC jantan strain cob umur 2 hari sebanyak 200 ekor yang dipelihara selama 42 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. P0 = 0% tepung kulit nanas fermentasi (TKNF) dalam ransum mengandung 0% gulma obat(GO), (kontrol positif), P1 = 0% TKNF dalam ransum mengandung 2 % gulma obat (GO),(kontrol negatif), P2 = 7.5% TKNF dalam ransum mengandung 2 % gulma berkhasiat obat, P3 = 15% TKNF dalam ransum mengandung 2 % gulma berkhasiat obat, P4 = 22.5% TKNF dalam ransum mengandung 2 % gulma berkhasiat obat. Parameter yang diamati kandungan gizi kulit nanas sebelum dan sesudah fermentasi dan konsumsi nutrient. Pengaruh yang nyata terhadap parameter yang diamati dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan, Data yang diperoleh dari setiap parameter dianalisis ragam (ANOVA) menggunakan bantuan software SPSS 16.0. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan kulit nanas yang fermentasi dengan yoghurt dalam ransum yang mengandung gulma berkhasiat obat pada taraf 15% memberikan hasil terbaik pada konsumsi nutrient ayam broiler. (Fermented pineapple peel supplementation with addition of medicinal weeds on nutrient intake consumption of broiler chicken) ABSTRACT. The aim of this study was to determine the effect of using fermented pineapple peel in the ration containing medicinal weeds on nutrient consumption and performance of broiler . Two hundred 2 days male broiler chicken cob strain were used in this study and kept for 42 days. Completely randomized design (CRD)was applied with 5 treatments and 5 replicates. Treatments consisted of P0 = 0% of fermented pineapple peels meal (FPPM) in ration containing 0% medicinal weed (MW), positive control). P1 = 0% of fermented pineapple peels meal (FPPM) in the ration containing 2 % medicinal weed (MW), negative control). P2 = 7.5% of FPPM in the ration containing 2 % medicinal weed (MW). P3 = 15% of FPPM in the ration containing 2 % medicinal weed (MW). P4 = 22,5% of FPPM in the ration containing 2 % medicinal weed (MW). The parameters measured was nutrien intake before and after fermented peel and consumption. The observed data were analyzed by statistical product and service solution (SPSS 16.0). Results showed that use of fermented pineapple peel meal up to 15% with addition medicinal weeds was the best on nutrient consumption of broiler chicken.