Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Buletin Veteriner Udayana

MENCIT BALB/C DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI HEWAN MODEL PENELITIAN VIRUS PENYAKIT JEMBRANA Berata, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 1 No. 1 Pebruari 2009
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari mencit Balb/c sebagai hewan model penelitian virus penyakit Jembrana. Penelitian menggunakan 32 ekor mencit yang dibagi atas 2 kelompok perlakuan. Kelompok 1 digunakan sebagai kontrol (placebo), sedangkan kelompok 2 divaksin dengan vaksin limpa (JD.vacc.sp.15). Masing-masing mencit disuntikkan 0,2 ml vaksin JD secara intraperitoneal, setiap dua minggu sekali sampai 4 kali. Seminggu pasca vaksinasi ke-4, semua mencit dinekropsi dan limfosit dari limpa diisolasi untuk uji respon kekebalan seluler dengan uji MTT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon kekebalan seluler akibat divaksin dengan vaksin limpa lebih tinggi (rata-rata = 1,3819) dari pada kontrol (placebo)(rata-rata = 1,2194). Analisis statistik diperoleh bahwa perbedaan tersebut bermakna (p<0,05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mencit BALB/c dapat digunakan sebagai hewan model penelitian virus penyakit Jembrana. The presents study axamines the use of Balc/c mice for the animal model to study of Jembrana disease virus. Thirsty two mice were devided in two group (Treated and control group).Mice in the treated group were injected0,2 cc spleen vaccine (JD Vacc. sp.15). The mice were injected by intra peritoneal route, for every two week until 4 time of treatment.The celluler immune response of treated mice was significantly hygest that the control mice. The result of the studyindicated that the Balb/c mice is useful for the animals models to study of Jembrana disease virus.
STUDI PATOGENESIS PENYAKIT JEMBRANA SAPI BALI BERDASARKAN KARAKTERISTIK SELTERINFEKSI PADA JARINGAN LIMFOID DAN DARAH TEPI Berata, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol 2 No. 1 Pebruari 2010
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The aim the research is to studi pathogenesis of Jembrana disease on Bali cattlebased on the characteristic of infected cells in lymphoid tissues and peripheral bloodmononuclear cells. The healthy Bali cattle was inoculated with Jembrana disease virus(JDV) (BBVet collection). After the second day of fever, the peripheral blood of experimental cattle was took jugularis vein. Lymphocyte cells from the peripheral bloodwas isolated by picoll-paque gradient method. Then the experimental cattle was necropsied.The spleen, praescapularis lymphnode and praefemoralis lymphnode were took byaseptically, thenits were processed for to histopathological preparation. For to examine thepercentage of the infected cells in lymphoid organs, the part of each lymphoid tissues weremade suspension in phosphat buffer saline, then it was made smear preparation on theobject glass. Those peripheral lymphocyte cells, lymphocyte smears and histopathologicalpreparation were stained by indirect immunoperoxidase technique. The JDV infected cellswas appeared brown color. The intensity of brown color was examined for to determinedegree of the infection.The result showed that percentage of JDV infected cells in bothspleen andlymphnodes are similarly i.e. average 9,5%. Percentage of the JDV infected cellson peripherallymphocyte cell was average 7%. Based on the intensity of brown color wasappeared that the JDV infected cells from the lymphnodes were stronger than from spleen.The conclusion is the most of the port d‘entry JDV is through the subcutaneus route.
GAMBARAN PATOLOGI PARU-PARU PADA ANJING LOKAL BALI YANG TERINFEKSI PENYAKIT DISTEMPER Kardena, I Made; Winaya, IB Oka; Berata, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 3 No. 1 Pebruari 2011
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Canine distemper is a contagious disease, which can infect any dog species includingdomestic dog in Bali. This research used ten domestic dogs in Bali, which were naturallyinfected with canine distemper virus and have been positively confirmed by laboratory testusing RT-PCR method. Lung tissue changes have been identified on gross pathologicalobservation, i.e.: on average the lungs were changed in color and size. The lungs mainlychanged into pale or darker; in addition, the lungs tended to become bigger. Mean while,the septa alveoli of the lungs observed thicker and were infiltrated by inflammatory cells.This tissue changes indicated that canine distemper virus which infected domestic dog inBali caused inflammatory reaction in lung, which is known as interstitial pneumoniainterstitial. These changes implied to be related to the disturbance of the respiration tract,which was accompanied by mucus-purulent exudates
Efek Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica keiskei) Terhadap Gambaran Histopatologi Ginjal Mencit (Mus musculus) Jantan Adinata, Made Oka; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.2 Agustus 2012
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun Ashitaba (Angelicakeiskei) yang diberikan secara oral dengan dosis bervariasi terhadap gambaran histopatologiginjal mencit. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 25 ekor mencit(Musmusculus) jantan dengan rata-rata berat badan 25-30 gram dan dibagi menjadi limagrup perlakuan. Perlakuan pertama tidak diberikan ekstrak etanol daun Ashitaba atausebagai kontrol. Perlakuan kedua sampai keempat masing-masing diberikan dosis 125mg/kg berat badan (bb); 250 mg/kg bb; 500 mg/kg bb; dan 1.000 mg/kg bb. Perlakuandiberikan secara oral setiap hari dalam waktu 21 hari. Pada hari ke 22, semua mencitdinekropsi dan ginjal diambil untuk selanjutnya dibuat preparat histopatologi denganpewarnaan hematoksilin eosin (HE). Perubahan histopatologi diperiksa berdasarkan adanyadegenerasi melemak, peradangan dan nekrosis. Hasil dari pemberian ekstrak etanol daunAshitaba (Angelica keiskei) dengan dosis 125 mg/kg bb, dua ekor mencit mengalamidegenerasi melemak dan infiltrasi sel radang dan satu mencit mengalami nekrosis.Pemberian dosis 250 mg/kg bb, tiga ekor mencit mengalami degenerasi melemak daninfiltrasi sel radang dan satu ekor mencit mengalami nekrosis. Pemberian dosis 500 mg/kgbb, tiga ekor mencit mengalami degenerasi melemak dan infiltrasi sel radang dan satu ekormencit mengalami nekrosis. Pemberian dosis 1000 mg/kg bb, tampak adanya infiltrasi selselradang, degenerasi melemak dan nekrosis pada semua mencit yang digunakan.Simpulan penelitian adalah pemberian ekstrak etanol daun Ashitaba pada dosis 1000 mg/kgbb dapat menimbulkan gangguan gambaran struktur histopatologi ginjal mencit (Musmusculus) jantan.
Perubahan Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus) yang Diberikan Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica keiskei) Swarayana, I Made Indrayadnya; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 4 No.2 Agustus 2012
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan histopatologi hati mencit (Musmusculus) yang diberikan ekstrak daun Ashitaba (Angelica keiskei). Penelitian inimenggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi secara acak sederhana menjadi 5 grup.Grup A sebagai kontrol diberikan aquades, dan grup B, C, D, dan E masing-masingdiberikan 125 mg, 250 mg, 500 mg dan 1000 mg extrak Ashitaba secara oral. Pemberianekstrak etanol daun Ashitaba dilakukan setiap hari selama 21 hari. Pada hari ke 22 semuamencit dinekropsi dan hati diambil untuk diproses pembuatan preaparat dengan metodeembedding blocking dengan paraffin serta pewarnaan hematoxylin eosin (HE). Pemeriksaanperubahan histopatologi dilakukan berdasarkan adanya degenerasi melemak dan nekrosis.Hasil penelitian menunjukkan adanya nekrosis dan degenerasi yang ringan pada semuagrup perlakuan. Hasil analisis statistik dengan metode Kruskal Wallis menunjukkan hasilyang tidak berbeda diantara grup perlakuan. Penelitian ini membuktikan ekstrak daunAshitaba (Angelica keiskei) antara dosis 125 mg sampai 1.000 mg tidak menimbulkan efektoksik pada hati mencit.
Kajian Ekstrak Daun Kedondong (Spondias dulcis G.Forst.) Diberikan Secara Oral Pada Tikus Putih Ditinjau Dari Histopatologi Ginjal Suparman, I Putu; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No.1 Pebruari 2013
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tanaman kedondong sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat alternatif  untuk mengobati berbagai macam penyakit. Sedangkan penelitian tentang toksisitas daun kedondong pada ginjal belum pernah dilakukan. Dalam penelitian ini tikus putih (Rattus norvegicus) dibagi secara acak menjadi lima kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 5 tikus putih. Kelompok A sebagai kontrol (placebo) yang diberi aquades peroral; kelompok B diberikan ekstrak daun kedondong 100 mg/kg bb (0,2 ml/ekor); kelompok C diberikan ekstrak daun kedondong 200 mg/kg bb (0,4 ml/ekor); kelompok D diberikan ekstrak daun kedondong 300 mg/kg bb (0,6 ml/ekor); kelompok E diberikan ekstrak daun kedondong 400 mg/kg bb (0,8 ml/ekor). Pemberian ekstrak daun kedondong dilakukan secara oral menggunakan sonde khusus yang dimasukkan langsung ke lambung dan dilakukan selama 14 hari. Nekropsi untuk pengambilan organ ginjal dilakukan pada hari ke 15. Jaringan ginjal selanjutnya diproses untuk pembuatan preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin (HE). Pemeriksaan histopatologi pada ginjal tikus putih yang diberikan ekstrak daun kedondong tidak ditemukan adanya peradangan, degenerasi melemak dan nekrosis pada kontrol (placebo). Sedangkan ditemukan adanya nekrosis pada pemberian dengan dosis 100 mg/kg bb (0,2 ml), 200 mg/kg bb (0,4 ml), 300 mg/kg bb (0,6 ml), 400 mg/kg bb (0,8 ml). Pada pemeriksaan yang didasarkan adanya infiltrasi sel-sel radang ditemukan adanya peradangan pada dosis 400 mg/kg bb (0,8 ml). Hasil ini menunjukkan pemberian ekstrak daun kedondong (Spondias dulcis G.Forst) dengan rentang dosis 100 mg/kg bb sampai dengan dosis 400 mg/kg bb selama 14 hari, menyebabkan gangguan histopatologi pada organ ginjal tikus putih (Rattus novegicus).
Kajian Retrospektif Gambaran Histopatologi Kasus Streptokokosis Pada Babi Dan Monyet Di Provinsi Bali Veralyn, Laila Gianita; Berata, I Ketut; Supartika, I Ketut Eli
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan distribusi lesi dan tingkat keparahan gambaran histopatologi antara babi dan monyet yang positif menderita streptokokosis dari tahun 1994-1998 di Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan 15 preparat histologi (metode pewarnaan Harris- Hematoksilin-Eosin) dari 15 babi positif streptokokosis dan 7 preparat histologi dari 7 monyet positif streptokokosis. Preparat histologi tersebut berasal dari organ otak, jantung, paru-paru, ginjal dan limpa. Preparat diamati dengan menggunakan mikroskop perbesaran 200x dan 400x. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan bahwa distribusi lesi jaringan pada beberapa organ babi dan monyet tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan serta tidak terdapat perbedaan tingkat keparahan gambaran histopatologi pada organ otak, jantung, paru-paru dan limpa antara babi dan monyet. Tingkat keparahan gambaran histopatologi yang dominan pada organ otak, paru-paru dan limpa babi maupun monyet yaitu kategori lesi sedang; dicirikan dengan terjadinya kongesti diikuti infiltrasi sel radang neutrofil. Pada organ jantung, baik pada babi maupun monyet sama-sama  masuk kategori lesi ringan; dicirikan dengan terjadinya kongesti dan edema ringan. Perbedaan hanya terjadi pada organ ginjal, pada babi dicirikan dengan terjadinya hemoragi sedangkan pada ginjal monyet dicirikan dengan terjadinya kongesti yang diikuti infiltrasi sel radang neutrofil.
Studi Histopatologi Penyakit Malignant Catarrhal Fever pada Sapi Bali Dikaitkan dengan Populasi Domba (Studi Retrospektif) Khatimah, Husnul; Berata, I Ketut; Supartika, Ketut Eli
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No. 2 Agustus 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The aim of this study was to investigate the differences in histopathological changes of Malignant Catarrhal Fever in bali cattle based on sheep population in West Nusa Tenggara Province. This studied used 69 samples consist of the brains, lungs, livers hearts and kidneys, respectively from the bali cattles that affected the Malignant Catarrhal Fever disease. Those organs was processed by paraffin embedded blocking and were stained by Harris Haematoxylin-eosin method. The  histopathological preparations were examined based on the pathognomonical lesion that is vasculitis or inflammation of the blood vessel and other lesions. Result of the histopathological examination of the brains, lungs, livers, myocards and kidneys of the samples showed a varied of the level lymphoid cells infiltration in each of the organs. From the 69 samples showed the lymphoid cells infiltration lesions consist of  67 samples (97,10%) on the brain, 60 samples (86,95%) on the lungs, 63 samples (91,30%) on the liver, 45 samples (65,21%) on the myocard, and 47 samples  (68,11%) on the kidney. The conclusion were not difference variation histopathological lesions on the bali cattles that suffered Malignant Catarrhal Fever among the villages in West Nusa Tenggara with the varied sheep population. The  next researchs are needed to study the relationships of other animals as a reservoir of Malignant Catarrhal Fever virus.
Studi Histopatologi Organ Usus dan Jantung Anjing Terinfeksi Virus Parvo Purnamasari, Ida Ayu Ary; Berata, I Ketut; Kardena, I Made
Buletin Veteriner Udayana VOL. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Parvovirosis pada anjing merupakan penyakit infeksius yang menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini disebabkan oleh Canine Parvovirus tipe 2 (CPV-2). Secara klinis bentuk parvovirosis ada dua yaitu bentuk enteritis dan miokarditis. Telah dilakukan penelitian mengenai Studi Histopalogi Organ Usus dan Jantung Anjing Terinfeksi Virus Parvo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi tingkat keparahan lesi histopatologi pada usus dan otot jantung anjing terinfeksi virus parvo. Penelitian ini menggunakan 15 sampel organ (usus dan otot jantung) yang positif terinfeksi canine parvovirosis yang diperoleh dari Laboratorium Patologi Veteriner, Universitas Udayana, Denpasar selama periode 2010 -2012. Untuk perhitungan tingkat hemoragi dan peradangan organ usus dan otot jantung disajikan dalam bentuk persentase. Gambaran umum histopatologi hemoragi dan peradangan organ usus dan otot jantung dianalisis secara kualitatif, dengan membandingkan tingkat hemoragi dan peradangan organ usus dan otot jantung pada anjing yang berumur ? 2 bulan dan > 2 bulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lesi histopatologi usus berupa hemoragi dan peradangan pada infeksi parvovirus anjing umur > 2 bulan lebih parah dari pada umur ? 2 bulan. Lesi histopatologi otot jantung berupa hemoragi dan peradangan pada infeksi parvovirus anjing umur ? 2 bulan lebih parah dari pada umur > 2 bulan
Studi Histopatologi Limpa Anjing Penderita Distemper Dikaitkan Dengan Sebaran Sel-Sel Radang Pada Otak Dan Paru (HISTOPHATOLOGICAL STUDY OF SPLEEN ON DOGS INFECTED WITH DISTEMPER ASSOCIATED TO INFLAMATION IN THE BRAIN AND LUNGS) Fadilah, Muhamad Furkam; Berata, I Ketut; Kardena, I Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This study aim was to determine the distribution of inflammatory cells in canine distemper in terms of the level of inflammation in the spleen, brain and lungs. The sample used 20 infected dogs wihich from the spleens, brains, and lungs of the dogs were collected. These organs were processed for histophatological observation using harris hematoxilyn-eosyn stain. The inflammation of the organs examined by using binocular microscope with 200X magnification. the results showed that inflammation was observed in the spleens: 9 samples (45%) showed the presence of lymphoidcells that experienced a mild inflammation 7 (35%) moderate inflammation, and 4 (20%) severe inflammation in brain, 3 samples (15%) did not show observe inflammation, 12 (60%) mild, 5(25%) moderate inflammation, and not observed any severe inflammation in brain, pulmonary: 6(30%) mild inflammation, 11 (55%) moderate inflammation, and 3 (15%) severe inflammation. It can be concluded that the inflammation was observed microscopically in the spleen, brain and lungin the dog that infected with canine distemper virus
Co-Authors AAA Mirah Adi, AAA Mirah Agnes Endang Tri H Aida Louise Tenden Rompis Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Arjana ANAK AGUNG GDE ARJANA Anak Agung Gede Arjana Anak Agung Sagung Kendran Aulia Insani, Aulia Budiartawan, I Komang Alit Darmawan, I Gusti Ayu Chintya Dewa Ayu Dwita Karmi Dhinar Wahyu Prasetyo DORTY PRIHASTINA SALBAHAGA Elyda ., Elyda Erwanti Siti Rabiah, Erwanti Siti Farhan Abdul Hasan, Farhan Abdul Fitri Irawan Rahmawandani Gusti Agung Ayu Putu Adriyati, Gusti Agung Ayu Hendrina Konda M Meha, Hendrina Konda M Husnul Khatimah I Dewa Made Adhiwitana, I Dewa Made I GEDE ENDRA KUSUMA I Gusti Bagus Sathya Dharma, I Gusti Bagus Sathya I Gusti Ketut Suarjana I Ketut Budiasa I KETUT ELI SUPARTIKA I Ketut Eli Supartika I Ketut Puja I Ketut Wirata, I Ketut I Made Damriyasa I Made Indrayadnya Swarayana I Made Kardena I Made Merdana I Made Putra Wiadnyana, I Made Putra I Nengah Kerta Besung I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Putu Suparman I Wayan Budiarsa Suyasa I Wayan Sudira IB Oka Winaya Ida Ayu Ary Purnamasari, Ida Ayu Ary Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Oka Winaya Iwan Harjono Utama Iwan Harjono Utama Ketut Budiasa Ketut ELI Supartika Kristi Agusti Putri, Kristi Agusti Laila Gianita Veralyn Luh Eka Setiasih Lusiana Flora Ndagu Made Oka Adinata Made Rahayu Kusumadewi, Made Rahayu Manullang, Dini Hilary MAS DJOKO RUDYANTO Muhamad Furkam Fadilah, Muhamad Furkam Nesia Masniari Helena Sibarani Ni Luh Eka Setiasih Ni Nyoman Werdi Susari Nyoman Sadra Dharmawan Pratama, Ayu Prawitasari Citra Prista Oktafebri Yulestari Purnama, Komang Andika Purnata, I Dewa Nyoman Alit Putra, I Putu Agus Antara Putri Yuliana Mangindaan RAHMI MUSTABA Sam suri Samsuri Samsuri Sari Sartini, Sari Sri Kayati Widyastuti Vaswani Samaria Napitupulu Yanne Yanse Rumlaklak Yesi Veronica Sitepu