Sudarman Bennu
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

Adversity Quotient: Kajian Kemungkinan Pengintegrasiannya dalam Pembelajaran Matematika Bennu, Sudarman
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini masih banyak siswa yang mempunyai kesan negatif terhadap matematika, misalnya: matematika dianggap sebagai momok, matematika menakutkan, bahkan ada siswa yang fobia terhadap matematika. Adversity quotiont (AQ) adalah kecerdasan mengatasi kesulitan. Siswa yang memiliki AQ tinggi disebut siswa tipe climber. Siswa tipe climber gigih, ulet, dan tabah dalam menghadapi kesulitan. Mereka selalu berusaha mencari jalan keluar penyelesaian jika menghadapi kesulitan. Mereka tidak pernah membiarkan ada sesuatu yang menghalangi cita-citanya. Sehingga AQ sangat diperlukan siswa dalam belajar matematika. Adversity Quotient dapat diintegrasikan pada setiap fase pembelajaran matematika. Pada fase pendahuluan AQ disampaikan sebagai apersepsi. Pada fase inti guru dapat memanfaatkan potensi siswa climber sebagai tutor sebaya, juru bicara kelompok. Pada fase penutup siswa climber dapat membantu siswa lainnya menyimpulkan hasil diskusi dan merangkum materi pelajaran. Kata-kata kunci: Adversity Quotient,  quitter, camper, climber, dan matematika
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS DI SMP NEGERI 19 PALU Sari, Pujiati; Bennu, Sudarman; Mallo, Bakri
AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas di Kelas VIII SMP Negeri 19 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas mengikuti langkah-langkah yaitu (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data, (3) penyusunan dugaan sementara (konjektur), (4) pemeriksaan dugaan sementara (konjektur), (5) penarikan kesimpulan, (6) penerapan konsep.Kata Kunci: Penemuan Terbimbing; Hasil Belajar; Luas Permukaan dan Volume Limas
ANALISIS KESALAHAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI PECAHAN BENTUK ALJABAR Julian, Rofi S; Bennu, Sudarman; Lefrida, Rita
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian  ini bertujuan  untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa  kelas VIII SMP Negeri 19 Palu dalam  menyelesaikan  soal operasi pecahan bentuk aljabar. Jenis penelitian  ini adalah  penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 siswa yang diambil dari siswa kelas VIIIC. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa yaitu kesalahan  konseptual dan  kesalahan  prosedural. Kesalahan  konseptual meliputi kesalahan konsep, prinsip, dan fakta. 1) Kesalahan konsep yang dilakukan yaitu: a) kesalahan  tidak menyamakan penyebut pada operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan bentuk aljabar dengan penyebut berbeda, b) kesalahan  konsep penjumlahan suku yang sejenis, c) kesalahan konsep pembagian pecahan bentuk aljabar yaitu kesalahan tidak membalik pecahan dari pembilang menjadi penyebut atau dari penyebut menjadi pembilang dan d) kesalahan memahami sifat disributif perkalian bentuk aljabar, 2) kesalahan prinsip yaitu kesalahan menenetukan pecahan yang senilai, dan  3) kesalahan  fakta yaitu: a) kesalahan tidak menuliskan tanda negatif pada hasil operasi yang seharusnya bernilai negatif dan b) kesalahan menuliskan variabel. Kesalahan prosedural meliputi 1) kesalahan prosedur tidak lengkap yaitu: a) kesalahan tidak menyederhanakan pecahan bentuk aljabar kebentuk yang sederhana dan b) kesalahan tidak mengoperasikan jawaban yang seharusnya dapat dioperasikan, 2) kesalahan mengerjakan sembarang, 3) kesalahan operasi hitung pada bentuk aljabar dan 4) kesalahan menyederhanakan pecahan bentuk aljabar.Kata Kunci : Analisis kesalahan, konseptual dan prosedural, operasi pecahan bentuk aljabar.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI SATU ATAP LIK LAYANA INDAH Harmawati, Harmawati; Bennu, Sudarman; Hamid, Abdul
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan contextual teaching and learning (CTL) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan di Kelas VII SMP Negeri Satu Atap LIK Layana Indah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis and Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Keberhasilan tindakan dapat diketahui dari aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran di kelas dan aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menerapkan CTL. Aktivitas guru dan siswa dinyatakan berhasil apabila kualitas proses pembelajaran untuk setiap aspek yang dinilai menggunakan lembar observasi berada dalam kategori baik atau sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang memuat komponen-komponen, yaitu: 1) konstruktivis, 2) bertanya, 3) penemuan, 4) masyarakat belajar, 5) pemodelan, 6) refleksi, dan 7) penilaian.Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, hasil belajar, soal cerita penjumlahan dan pengurangan pecahan.
PROFIL PENYELESAIAN SOAL PEMBAGIAN PECAHAN SISWA KELAS VII SMPN MODEL TERPADU MADANI PALU Sahib, Sri Ratnasari; Hasbi, Muh.; Bennu, Sudarman
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian  ini bertujuan untuk mendiskripsikan penyelesaian soal pembagian pecahan siswa kelas VII SMPN Model Terpadu Madani Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang diambil 27 siswa di kelas VII Kerajalembah SMPN Model Terpadu Madani Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian siswa yang berkemampuan  tinggi: (1) mengubah  bilangan kebentuk pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan  kebalikan dari pecahan kedua,  mengalikan  pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan  penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB; (2) mengalikan pecahan pertama dengan  kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan  penyebut dengan  penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB. Penyelesaian siswa yang berkemampuan  sedang: (1) mengubah  bilangan  kebentuk pecahan, mengalikan  pecahan pertama dengan  kebalikan dari pecahan  kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan  penyebut, dan  menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan  FPB; (2) mengubah  bilangan  kebentuk pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan  pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut. (3) mengalikan  pecahan  pertama dengan  kebalikan dari pecahan kedua, mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut, dan menyederhanakan pecahan dengan cara membagi pembilang dan penyebut dengan FPB. Penyelesaian siswa berkemampuan rendah: (1) mengubah  bilangan  kebentuk  pecahan, mengalikan pecahan pertama dengan kebalikan dari pecahan  kedua dan  mengalikan  pembilang dengan pembilang dan  penyebut dengan  penyebut, (2) mengalikan  pecahan  pertama dengan  pecahan kedua, mengubah tanda kali menjadi  tanda bagi, mengalikan  pembilang dengan  pembilang dan  penyebut dengan penyebut; (3) pembagian  pecahan biasa dengan  pecahan biasa:  membagi pecahan pertama dengan  pecahan kedua. Kemudian membagi pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.Kata kunci : Profil penyelesaian, penyelesaian soal, pembagian pecahan.
PROFIL TEKNIK GURU MENGAJARKAN SIFAT-SIFAT KUBUS, BALOK, TABUNG, DAN BOLA PADA SISWA KELAS IV TUNANETRA DI SDLB ABCD MUHAMMADIYAH PALU Risaldi, Luppi; Jaeng, Maxinus; Bennu, Sudarman
AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang profil teknik guru mengajarkan  sifat-sifat kubus, balok, tabung, dan  bola pada siswa kelas IV tunanetra di SDLB ABCD Muhammadiyah Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan  pendekatan deskriptif  kualitatif. Untuk  memperoleh  hasil penelitian, digunakan empat teknik pengumpulan data, yaitu  rekaman video, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam  mengajarkan  sifat-sifat kubus, balok, tabung, dan bola, guru menerapkan tiga teknik pembelajaran yang terdiri dari; (1) teknik analogi, yaitu guru mengajarkan sifat-sifat kubus, balok, tabung, dan bola dengan  menggunakan alat  peraga berupa model bangun ruang dari masing-masing bangun ruang  yang akan diajarkan. Guru mengajarkan titik sudut kubus dan balok dengan  menganalogikan  titik sudut sebagai bentuk yang runcing dan rusuk sebagai garis. (2) teknik aturan, yaitu terlebih dahulu guru menyampaikan sifat-sifat kubus, balok, tabung, dan bola, kemudian diucapkan  kembali oleh siswa sesuai dengan  yang  telah disampaikan oleh guru. (3) teknik keterlibatan, yaitu guru melibatkan semua siswa untuk ikut meraba alat peraga dari masing-masing bangun ruang yang diajarkan, dan ikut membilang banyak titik sudut, sisi, dan rusuk pada alat peraga kubus dan balok.Kata kunci: profil, tunanetra, sifat-sifat kubus, balok, tabung, bola.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN MODEL TERPADU MADANI PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL Astuti, Yeni; Bennu, Sudarman; Paloloang, Baharuddin
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil identifikasi kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII SMPN Model Terpadu Madani pada materi aritmatika sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Taufik Ismail SMPN Model Terpadu Madani yang berkemampuan matematika rendah, sedang dan tinggi. Data dikumpulkan dengan metode tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika rendah (MA) mencapai level 1 kemampuan literasi matematika, yaitu  subjek dapat menjawab pertanyaan dengan konteks yang dikenal serta semua informasi yang relevan tersedia dengan pertanyaan yang jelas. Mengidentifikasi informasi, dan melakukan cara-cara yang umum berdasarkan instruksi yang jelas. Subjek juga dapat menunjukan suatu tindakan sesuai dengan stimulasi yang diberikan. Subjek berkemampuan matematika sedang (CM) mencapai level 2 kemampuan literasi matematika, yaitu subjek dapat menafsirkan dan mengenali situasi dengan konteks yang memerlukan kesimpulan langsung. Subjek mampu memilah informasi yang relevan dari sumber tunggal, dan menggunakan cara penyajian tunggal, mengerjakan algoritma dasar, menggunakan rumus, melaksanakan prosedur, atau kesepakatan. Subjek juga dapat memberi alasan secara tepat dari hasil penyelasaiannya. Subjek berkemampuan matematika tinggi (GA) mencapai level 3 kemampuan literasi matematika, yaitu dapat melaksanakan prosedur dengan jelas termasuk prosedur yang memerlukan keputusan secara berurutan. Mampu memecahkan masalah dan menerapkan strategi yang sederhana.  Subjek dapat menafsirkan dan menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda dan mengemukakannya secara langsung. Kata Kunci: Kemampuan Literasi, Aritmatika Sosial, literasi matematika
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VII A SMP LABSCHOOL UNTAD PALU Heryanto, A.A. Agus; Jaeng, Maxinus; Bennu, Sudarman
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VII A SMP Labschool UNTAD Palu pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan mengikuti langkah-langkah, yaitu: (1) orientasi siswa pada masalah, (2) mengorganisasikan siswa untuk belajar, (3) membimbing penyelidikan individu dan kelompok, (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.Kata Kunci: Model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning); hasil belajar; penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL SISWA CLIMBER PADA KELAS VII SMP NEGERI 3 PALU Padliani, Padliani; Bennu, Sudarman; Rizal, Muh.
Mitra Sains Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.911 KB)

Abstract

This research aimed to describe the profil of students? problem solving of one variable linear equations of the climber students? in the grade VII of SMP Negeri 3 Palu. The research subject was gained by adversity response profile questionnaire to classify the type of student that type of adversity quotient climber, camper, and a quitter. Subjects used in this research only one student type of climber. The results of this research shows that: (1) understand the problem, students climber unyielding so as to identify and propose things that are known and questioned on the issue, (2) make a plan, students climber motivate yourself and not easily satisfied so as to propose a contingency plan that will be done to solve the problem, (3) carrying out the plan, students climber always trying and not give up so as to implement the plan as planned and the results obtained are correct, and (4) looking back, students climber is not so just believe in the truth of the results obtained, so the retest by linking it known denfan results.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL SISWA KELAS VII SMP NEGERI 9 PALU Nurhikmah, Nurhikmah; Bennu, Sudarman; Rochaminah, Sutji
Mitra Sains Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.306 KB)

Abstract

This is a classroom action research aims at describing the application of cooperative learning model of Think Pair Share type to improve mathematic communication ability on social arithmetic material of the seventh grade of SMP Negeri 9 Palu. The learning model of Think Pair Share comprises seven phases of learning, namely: (1) Material display, (2) Thingking together, (3) Transition to pair, (4) Monitoring, (5) Sharing answer, (6) Evaluation and (7) Reward. The design of the research adopted from Kemmis and Mc Taggart consisting of four stage, namely: Planning, implementation of action, observation and reflection. The subject was all student of class VIIF numbered 30 persons. The data collection was test, observation and field-notes. The data analysis refers to analysis developed by Miles and Huberman consisting of three stages, namely: (1) Data reduction, (2) Data display, and (3) Drawing conclusion. The research result reveals that the application of cooperative learning model of Think Pair Share type can improve mathematic communication ability of the seventh grade students of SMP Negeri 9 Palu on social arithmetic material.