A.P. Bayuseno
Dosen Jurusan Teknik Mesin Undip

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

KAJIAN PUSTAKA TENTANG GENERATOR LISTRIK BERBASIS MATERIAL PINTAR ELECTROACTIVE POLYMER SEBAGAI PENYEDIA DAYA LISTRIK PORTABLE Bayuseno, A.P.
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material pintar (smart materials) sangat potensial untuk mengkonversi energi lingkungan menjadi sumber energi terbarukan (renewable energy). Metode ini sangat cocok diterapkan untuk keperluan penyedia daya listrik yang bersih dan murah karena material ini memiliki sifat ringan dan kerapatan energi (energy density, J/cc) dan kerapatan energi spesifik (specific energy density, J/g) yang tinggi. Akan tetapi penggunaan smart material sebagai teknik produksi listrik berbasis tenaga manusia belum banyak dikembangkan di Indonesia karena penguasaan teknologi yang masih terbatas. Tulisan ini bertujuan memperkenalkan sistem material pintar sebagai generator mikro dari bahan electroactive polymer (EAP) yang dapat dipasang pada sol sepatu. Untuk menghasilkan daya listrik dari konversi energi regangan mekanis, maka rancangan sol sepatu sebagai generator mikro akan dibahas dalam tulisan ini. Secara khusus dibahas rancangan model generator listrik berbasis material EAP karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem material pintar lainnya, terutama dalam kemudahan dalam pembuatan (manufacture) serta pembentukan (forming). Tulisan ini juga menyajikan berbagai analisa sifat elektromekanik EAP untuk rancangan generator listrik yang digerakan oleh injakan sepatu (a-heel strike generator). Tantangan dalam pengembangan material pintar terhadap ketahanan (durability), pengendalian secara presisi, konsumsi energi (energy consumption) dan implementasinya sebagai alas kaki juga akan dibahas secara singkat. Kata kunci: Material pintar, electroactive polymer dan daya listrik
KAJIAN PUSTAKA TENTANG GENERATOR LISTRIK BERBASIS MATERIAL PINTAR ELECTROACTIVE POLYMER SEBAGAI PENYEDIA DAYA LISTRIK PORTABLE Bayuseno, A.P.
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material pintar (smart materials) sangat potensial untuk mengkonversi energi lingkungan menjadi sumber energi terbarukan (renewable energy). Metode ini sangat cocok diterapkan untuk keperluan penyedia daya listrik yang bersih dan murah karena material ini memiliki sifat ringan dan kerapatan energi (energy density, J/cc) dan kerapatan energi spesifik (specific energy density, J/g) yang tinggi. Akan tetapi penggunaan smart material sebagai teknik produksi listrik berbasis tenaga manusia belum banyak dikembangkan di Indonesia karena penguasaan teknologi yang masih terbatas. Tulisan ini bertujuan memperkenalkan sistem material pintar sebagai generator mikro dari bahan electroactive polymer (EAP) yang dapat dipasang pada sol sepatu. Untuk menghasilkan daya listrik dari konversi energi regangan mekanis, maka rancangan sol sepatu sebagai generator mikro akan dibahas dalam tulisan ini. Secara khusus dibahas rancangan model generator listrik berbasis material EAP karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem material pintar lainnya, terutama dalam kemudahan dalam pembuatan (manufacture) serta pembentukan (forming). Tulisan ini juga menyajikan berbagai analisa sifat elektromekanik EAP untuk rancangan generator listrik yang digerakan oleh injakan sepatu (a-heel strike generator). Tantangan dalam pengembangan material pintar terhadap ketahanan (durability), pengendalian secara presisi, konsumsi energi (energy consumption) dan implementasinya sebagai alas kaki juga akan dibahas secara singkat. Kata kunci: Material pintar, electroactive polymer dan daya listrik
EKSPERIMEN PEMBENTUKAN KERAK GIPSUM PADA PIPA BERALIRAN LAMINIR DENGAN PARAMETER LAJU ALIR DAN ADITIF ION CU2+ : KAJIAN KINETIS Mangestiyono, Wiji; Bayuseno, A.P.; Muryanto, Stefanus
GEMA TEKNOLOGI Vol 16, No 3 (2011): Periode April 2011 - Oktober 2011
Publisher : GEMA TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Wiji Mangestiyono, , A.P. Bayuseno, Stefanus Muryanto, in this paper explain that the problem of gypsum scaling becomes a trouble for some industry in which use some water for its system. Some disadvanteges come up because of : the time of industrial process will be more longer and production cost increase necesery.To prevent the growth of scale, the experiment must be done. Researcher try to answer this problem so an experimental about kinetic study of gypsum scaling established. Flowrate would be a parameter with assume that it has effect on reaction flow. The result of  this experiment are : reaction rate increase when flow rate increase; adition some aditives becomes reaction rate decrease. Keywords : crystal, flow rate, reactio rate, gipsum
KARAKTERISASI BLOK REM KERETA API BERBAHAN BESI COR DAN Al-SiC BERDASARKAN KEKUATAN UJI TARIK DAN HARGA IMPAK Senen, Senen; Bayuseno, A.P.
TEKNIK Volume 33, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.395 KB)

Abstract

The train is currently trusted by the people of Indonesia as a cheap and safe means of transportation. One fromthat must be met by a train is a reliable braking system. Generally the train brake block material is used graycast iron brake block.One of materials based composite as a substitute for train brake block are the Al-SiC (Aluminium SilicaCarbida). The Al-SiC composite material has hard and soft properties. Aluminium (Al) as a matrix and SiC asreinforcement. Metal material composite used for the reseach is Al-SiC composite with composition of SiC 15%,10%, and 15% made through a process of stir casting. The specimens were tested tensile strength and impacttests. The test of results : tensile test for cast iron = 188.56 MPa; aluminium = 131.97 MPa; Al-SiC 5% =127.17 MPa, 10% = 136.41 MPa dan 15% = 107.26 MPa. The result of the energy absorbed of impact test arecast iron = 2.17 Joule; aluminium = 8.67 Joule; Al-SiC 5% = 4.00 Joule, 10% = 4.67 Joule and 15% = 2.83Joule.From the result of test, so replacement of cast iron brake material block is composite brake material block witha composition 10% of AL-SiC.
PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DI DALAM PIPA BERALIRAN LAMINER PADA LAJU ALIR 30 ml/menit HINGGA 50 ml/menit DAN PENAMBAHAN ADITIF ASAM MALAT Ma’mun, Hisyam; Bayuseno, A.P.; Muryanto, S.
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengerakan merupakan masalah yang kompleks dan selalu terjadi di dalam suatu industri. Terjadinya kerak karena proses alami adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air. Kalsium karbonat (CaCO3) adalah salah satu komponen utama dari kerak yang banyak dijumpai.  Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak kalsium karbonat (CaCO3) dalam pipa uji, dengan mereaksikan CaCl2 dan Na2CO3 dengan  laju alir 30 ml/menit, 40 ml/menit, dan 50 ml/menit dengan konsentrasi larutan 3500 ppm Ca2+ sebagai salah satu parameter proses pertumbuhan kerak. Asam malat (C4H6O5) ditambahkan ke dalam larutan sebagai impuritas. Adapun pipa uji berisi empat pasang kupon terbuat dari tembaga. Pembentukan kristal kalsium karbonat (CaCO3) diprediksi dapat diketahui dari menurunnya nilai konduktivitas larutan pada waktu percobaan sehingga waktu induksinyapun dapat diketahui.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan laju alir dari 30 ml/menit ke 50 ml/menit mempercepat waktu induksi. Dengan penambahan aditif  asam malat (C4H6O5)  3  ppm dan  5  ppm menambah/memperlambat waktu induksi.   Kata kunci: asam malat, kerak CaCO3, laju alir
PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DALAM PIPA ALIRAN LAMINER PADA TEMPERATUR 250 C HINGGA 400 C DAN PENAMBAHAN ADITIF ASAM MALAT Usamah, Muhammad; Bayuseno, A.P.; Muryanto, S.
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan kerak (scale) merupakan masalah yang sering dijumpai dalam pipa dalam dunia industri. Terjadinya kerak karena  adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan  ion pembentuk kerak  yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air.  Kalsium karbonat (CaCO3) adalah salah satu  jenis kerak yang banyak dijumpai.  Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak  kalsium karbonat  dalam pipa uji, dengan mereaksikan larutan CaCl2 dan Na2CO3 masing-masing dengan konsentrasi 3500 ppm dengan  laju alir 30 ml/menit dan  temperatur yang digunakan adalah 25, 30 dan 400C. Asam Malat ditambahkan ke dalam larutan sebagai  aditif  dengan konsentrasi 0,  3, dan 5  ppm. Pengkristalan dan selanjutnya pembentukan kerak dalam pipa dengan berubahnya konduktifitas larutan, yaitu konduktifitas makin rendah. Bentuk Kristal kalsium karbonat dapat dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, selanjutnya analisa XRD digunakan untuk membuktikan bahwa kerak yang dihasilkan dalam penelitian ini benar kerak kalsium karbonat. Dengan adanya penambahan aditif asam malat dari 3 ppm dan 5  ppm,  bahwa  kerak yang terbentuk makin sedikit.  Aditif  asam malat    juga  diprediksi mempengaruhi morfologi kristal dan ukurannya.    Keywords: : CaCO3, temperatur, asam malat,  kerak.
PENGARUH VARIASI KECEPATAN PUTAR DALAM METODE STIR CASTING TERHADAP DENSITAS DAN POROSITAS Al- SiC UNTUK APLIKASI BLOK REM KERETA API wilastri, S.; Bayuseno, A.P.; Nugroho, S.
MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang densitas dan porositas pada Al-  SiC yang dihasilkan dari proses pengecoran dengan metode stir casting dengan variasi putaran 300, 500, dan 700 rpm dengan lama waktu pengadukan 10 menit. Pada penelitian ini Al yang digunakan adalah Al hasil limbah produksi dengan penambahan SiC sebesar 10% sebagai penguat yang dicampurkan pada saat pengecoran. Hasil penelitian ditemukan densitas Al-SiC untuk semua variasi putaran, lebih rendah dari besi cor  yaitu 2,75; 2,69 dan 2,66 g/cm3, itu berarti bahwa blok rem kereta api yang terbuat dari Al- SiC lebih ringan massanya daripada blok rem kereta api yang terbuat dari besi cor ( 7,2 g/cm3). Dengan harapan bahwa semakin ringan komponen kereta api akan semakin meningkatkan kehandalan kinerjanya.  Sedangkan  untuk porositas, Porositas yang diperoleh nilainya hampir sama yaitu 0,9900; 0,9902 dan 0,9903. Nilai porositas yang diperoleh dari variasi putaran sangat rendah, sehingga proses pengecoran dengan stir casting dianjurkan untuk mengurangi porositas. Kata kunci: Al- SiC, Stir Casting, densitas, porositas.
PENGARUH ADITIF Zn2+ TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK GIPSUM DALAM PIPA Sutrisno, Sutrisno; Muryanto, S.; Bayuseno, A.P.
MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerak gypsum (CaSO4.2H2O)  yang terjadi dalam pipa sangat merugikan bagi industri karena mengakibatkan penyempitan penampang, mempertebal dinding, menghambat  pemindahan panas dan memperlambat waktu proses. Oleh karenanya, kerak gipsum harus dicegah atau dihambat pertumbuhannya. Pertumbuhan kerak gipsum dipengaruhi oleh konsentrasi, temperatur dan laju alir serta impuritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aditif Zn2+ terhadap pembentukan kerak gipsum. Percobaan pembentukan kerak gipsum dilakukan dengan mereaksikan larutan  CaCl2.2H2O dengan  larutan  NaSO4 dalam alat uji  yang telah dirancang. Percobaan dilakukan dengan konsentrasi aditif 0 ppm  –  10 ppm pada suhu kamar, konsentrasi Ca2+3500 ppm, laju alir 30 ml/menit dan pipa uji stainless steel.   Hasil dari penelitian ini menunjukkan penambahan  aditif Zn2+ mengakibatkan naiknya waktu induksi dan menurunnya massa kerak dan menjadikan ukuran kristal lebih  kecil dan pendek. Hasil pengujian morfologi, komposisi dan kemurnian menunjukkan bahwa kerak hasil percobaan benar-benar gipsum. Keywords : additive, gypsum, scale, zinc
EKSPERIMEN PEMBENTUKAN KERAK GIPSUM DENGAN KONSENTRASI Ca2+ : 3500 ppm DAN ADITIF Fe2+ Sediono, W.; Bayuseno, A.P.; Muryanto, S.
MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengerakan (scaling) merupakan masalah yang kompleks dan selalu terjadi di dalam suatu industri. Terjadinya kerak karena proses alami adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air seperti: Ca2+, SO4-2, CO3-2dan Mg2+. Gipsum (CaSO4.2H2O) adalah salah satu komponen utama dari kerak yang banyak dijumpai. Akibat adanya  pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian  ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak gipsum dalam pipa uji, dengan mereaksikan CaCl2  dan Na2SO4  dengan  laju alir 30 ml/menit dan konsentrasi larutan 3500 ppm, Ca2+. Fe2+ ditambahkan kedalam larutan sebagai impuritas. Adapun pipa uji berisi empat pasang kupon terbuat dari kuningan karena tahan terhadap korosi. Pembentukan kristal gipsum dapat dilihat dari menurunnya nilai konduktivitas larutan pada waktu percobaan sehingga waktu induksinyapun dapat diketahui. Bentuk kristal gipsum dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, Massa kerak ditimbang untuk mengetahui  pengaruh penambahan aditif terhadap massa kerak yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan aditif Fe2+ 5 ppm memperpanjang waktu induksi 27.2 %, menurunkan massa kerak 17.6 % dan penambahan aditif Fe2+ 10 % memperpanjang waktu induksi 54.5 % menurunkan massa kerak 38.5 %.. Aditif juga mempengaruhi morfologi Kristal gipsum yaitu kristal menjadi lebih pendek tapi tidak merubah bentuk kristal, yaitu tetap orthorhombic. Keywords : Fe2+, gipsum, impuritas, pencegahan kerak