Muhammad Yahya Batubara
Teknik Elektro ITS Surabaya

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Komputasi Penghamburan dan Penyerapan Gelombang Elektromagnetik karena Titik Hujan dengan Metode Analitis pada Frekuensi diatas 10 GHz Batubara, Muhammad Yahya; Setijadi, Eko; Hendrantoro, Gamantyo
Jurnal Teknik ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik ITS (ISSN 2301-9271)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1825.547 KB)

Abstract

Pertumbuhan pesat yang terjadi pada dunia komunikasi mendesak para engineer untuk mengembangkan sistem komunikasi gelombang mikro yang bekerja pada frekuensi yang lebih tinggi. Dalam penggunaannya, frekuensi diatas 10 GHz rentan terhadap redaman yang disebabkan oleh partikel-partikel di atmosfer yang akan menurunkan keandalan dan kinerja dari hubungan komunikasi radar dan ruang terkait. Partikel-partikel tersebut meliputi oksigen, ice crystals, hujan, kabut, dan salju. Diantara partikel tersebut, redaman terbesar disebabkan oleh titik-titik hujan. Memprediksi kinerja sistem yang terganggu akibat endapan lapisan ini sangat penting dengan melakukan pengujian.Pengujian dilakukan dengan asumsi titik hujan tersebut berbentuk bola (spherical). Untuk intensitas curah hujan yang tinggi, bentuk oblate spheroidal-lah yang lebih realistis. Pembangkitan dan pengalokasian titik hujan menggunakan lima distribusi, yaitu distribusi Eksponensial Marshall-Palmer, Eksponensial Le Wei Li, Eksponensial Lince, Weibull Sekine, dan Weibull Lince. Metode perhitungan redaman yang dilakukan adalah metode redaman hujan spesifik dan metode analitik.Berdasarkan hasil analisis, besar redaman hujan berbanding lurus dengan besar curah hujan dan frekuensi kerjanya. Semakin tinggi curah hujan dan semakin besar frekuensi kerjanya, maka gelombang akan mengalami redaman yang makin besar pula. Redaman hujan mulai berpengaruh pada frekuensi 10 GHz dan mengalami nilai tertinggi pada frekuensi antara 100 hingga 120 GHz.