Articles

Found 9 Documents
Search

SOSIALISASI PERAN AYAH DALAM PENGASUHAN ANAK USIA DINI DI TK BAITURRAHMAN PEKANBARU Bastian, Adolf; ,, Reswita; Wahyuni, Sri
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.992 KB) | DOI: 10.30596/jp.v1i2.1254

Abstract

 Pengasuhan anak kerap diserahkan kepada ibu. Ayah berperan sebagai pencari nafkah dan pelindung keluarga. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan sering dianggap sebatas sebagai pendukung ibu. Padahal ayah sebetulnya punya peran yang sangat besar dalam pengasuhan anak. Ayah memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan ibu untuk mengenali dan menanggapi berbagai kebutuhan bayi serta anak yang lebih besar.  Ayah bisa juga berperan sebagai guru, panutan dan penasihat. Sentuhan ayah  memiliki efek positif yang sama dengan ibu dalam hal kesehatan dan perkembangan bayi. Ayah yang bermain bersama dengan bayi dan balitanya secara sensitif, suportif dan menantang sesuai usia nya, menyemangati, akan memiliki hubungan yang baik dan dekat dengan anak. Dari hasil wawancara dengan pihak mitra, diperoleh informasi bahwa pengasuhan anak sebagian besar diserahkan kepada istri atau orang yang diupah untuk menjaga anak bila istri bekerja. Dengan kata lain,  ayah belum  optimal dalam hal pengasuhan anak secara langsung. Selain itu, mereka memiliki kemampuan terbatas dalam hal pengasuhan anak usia dini. Dari pandangan mereka, mencari nafkah adalah tanggungjawab utama sebagai seorang kepala keluarga. Hal ini sangat disayangkan, karena sebenarnya para ayah dapat mencari nafkah tanpa mengabaikan pentingnya pengasuhan anak secara langsung.
PERAN KOMUNIKASI ORANGTUA DENGAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Filtri, Heleni; Bastian, Adolf; Reswita, Reswita
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2017): Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4034.745 KB) | DOI: 10.31849/dinamisia.v1i1.128

Abstract

Early childhood be in stages unique with progress in conjunction with the sensitive and phase golden ages.Age it is also an ideal time required for the establishment of knowledge, understanding, skill and mental attitude children.Teachers paud play an important role as the children in the development of potential through processing of different perspectives, skill and value. Value delivered teacher for interact with students.Hope, students will have the value of a character through education in paud.The value of a character to be developed for the nation include religious: character, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, the spirit of nationality, love of country, appreciate achievement, friendly, kidding, avid reader, caring environment, socially responsible, responsibility, afraid to take risks, leadership, innovative, cooperation unyielding, realistic and curiosity
VARIATION IN RICE TUNGRO VIRUS TRANSMISSION ABILITY BY GREEN LEAFHOPPER, Nephotettix virescens DISTANT (HOMOPTERA: CICADELLIDAE) ON RICE RESISTANT VARIETIES Widiarta, I Nyoman; Bastian, Adolf; Pakki, Syahrir
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 15, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Indonesian Agency for Agricultural Research and Development - MOA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green leafhopper (GLH), Nephotettix virescens, is the most efficient vector of rice tungro virus disease. The disease is endemic in some provinces of Indonesia and commonly con-trolled using resistant varieties. Resistance of rice varieties to tungro could be classified into resistance to a virus and a vector. The history of GLH resistant varieties adoption affected the GLH adaptation in an area. The study was conducted in the period of 2009-2011 to evaluate the resistance status of five GLH resistant rice variety groups (T0-T4) using survival and transmission test. The GLH populations were collected from 15 tungro endemic provinces in Indonesia. The GLH was then reared in the greenhouse before used for the test. The degree of resistance to tungro viruses was calculated by adding the value of survival (weight x score of survival rate) and virus transmission rate (weight x score of transmission rate). The weights for survival and transmission rate were set to 40 and 60, respectively. The results showed that the rank of resistant variety groups in decreasing order of resistance were T4, T1, T2 and T3. Five variations in GLH transmission efficiency were identified, i.e. 170, 070, 050, 030 and 010. GLH populations from Bali and West Nusa Tenggara were the most efficient vector for rice tungro virus. We concluded that there were diversities in the degree of resistance among GLH resistant varieties. Variation in virus transmission efficiency (biotype) among GLH populations collected from various tungro endemic areas closely related to the history of adoption of rice varieties.
VARIATION IN RICE TUNGRO VIRUS TRANSMISSION ABILITY BY GREEN LEAFHOPPER, Nephotettix virescens DISTANT (HOMOPTERA: CICADELLIDAE) ON RICE RESISTANT VARIETIES Widiarta, I Nyoman; Bastian, Adolf; Pakki, Syahrir
Indonesian Journal of Agricultural Science Vol 15, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Indonesian Center for Agricultural Library Technology Dissemination - IAARD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/ijas.v15n2.2014.65-70

Abstract

Green leafhopper (GLH), Nephotettix virescens, is the most efficient vector of rice tungro virus disease. The disease is endemic in some provinces of Indonesia and commonly con-trolled using resistant varieties. Resistance of rice varieties to tungro could be classified into resistance to a virus and a vector. The history of GLH resistant varieties adoption affected the GLH adaptation in an area. The study was conducted in the period of 2009-2011 to evaluate the resistance status of five GLH resistant rice variety groups (T0-T4) using survival and transmission test. The GLH populations were collected from 15 tungro endemic provinces in Indonesia. The GLH was then reared in the greenhouse before used for the test. The degree of resistance to tungro viruses was calculated by adding the value of survival (weight x score of survival rate) and virus transmission rate (weight x score of transmission rate). The weights for survival and transmission rate were set to 40 and 60, respectively. The results showed that the rank of resistant variety groups in decreasing order of resistance were T4, T1, T2 and T3. Five variations in GLH transmission efficiency were identified, i.e. 170, 070, 050, 030 and 010. GLH populations from Bali and West Nusa Tenggara were the most efficient vector for rice tungro virus. We concluded that there were diversities in the degree of resistance among GLH resistant varieties. Variation in virus transmission efficiency (biotype) among GLH populations collected from various tungro endemic areas closely related to the history of adoption of rice varieties.
REORIENTASI PARADIGMA PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME DAN PROFESIONALISME DOSEN UNTUK MENINGKATKAN MUTU LULUSAN DALAM ABAD PENGETAHAUN Bastian, Adolf
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.916 KB) | DOI: 10.31849/lectura.v6i2.190

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk memaparkan pentingnya sebuahprofesionalisme pendidik khususnya profesionalisme dosen. Penulisan ini bermanfaatbagi para pendidik untuk menilai kinerja dosen dalam proses pembelajaran melaluiangket kinerja dosen yang diisi oleh mahasiswa dalam meningkatkan komitmen merekasehingga menjadi dosen yang profesional dan meningkatkan mutu kelulusan. Paradigmapembelajaran konstruktivisme pada abad pengetahuan berorientasi pada pembelajaranyang berbasis pada aliran konstruktivistik dapat diberikan indikatornya Pertama,aktivitas pembelajaran lebih mengutamakan aktivitas pebelajar dari pada aktivitaspengelola pembelajaran. Kedua, latar belajar dan pembelajaran memperhitungkankonsepsi utama pebelajar yang dibawa ke dalam aktivitas belajar sebagai bagian dariaktivitas pembelajaran. Ketiga, materi pembelajaran perlu diangkat dari pengalamanpersonal pebelajar, mempertimbangkan kehidupan nyata yang dialami, dan di masyarakatsekitar. Keempat, kurikulum tidak lagi dipandang sebagai kumpulan deskripsiketerampilan yang akan ditransfer ke pebelajar, tetapi sebagai rangkaian tugas danstrategi pelaksanaannya. Kelima, karakteristik interaksi belajar di latar kelas bercirikan:aktif dengan konsepsi dirinya terintegrasi dalam situasi belajar untuk membangun makna,dalam membangun makna berlangsung secara personal dan sosial, dosen membawa danmengintegrasikan konsepsinya (isi dan pembelajaran) dalam memfasilitasi prosespembelajaran. Abad 21 (abad pengetahuan) dan meninggalkan abad informasi danindustrial. Kecenderungan abad ini adalah menempatkan human capital/intelectualcapital sebagai tiang utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidup, baik padatataran individu maupun kelompok (masyarakat, bangsa, dan negara).
GAYA BELAJAR ANAK DOWNSYNDROME DI SEKOLAH PAUD INKLUSI RUMAH DONGENG AGUS DS PEKANBARU Bastian, Adolf
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.749 KB) | DOI: 10.31849/lectura.v7i1.234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara/gaya belajar (Learning Style) anakDownsyndrome di Sekolah PAUD Inklusi Rumah Dongeng Agus DS Pekanbaru. Jenis penelitianini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasilangsung ke lapangan dan wawancara mendalam (Depth Interview) dengan informan melaluidokumentasi. Dalam penelitian ini data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah yangdianjurkan oleh Miles (dalam Sugiyono :246) yaitu : (1) mereduksi data, (2) menyajikan data (3)menyimpulkan dan melakukan verifikasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa modelpembelajaran langsung (direct instruction) yang terdapat di Sekolah PAUD Inklusi TerpaduRumah Dongeng Kak Agus DS Pekanbaru terdiri dari 3 fase (tahapan), yaitu: Fase (tahapan)Orientasi, Fase (tahapan) Presentasi/Demontrasi, dan Fase (tahapan) Terstruktur. Berdasarkanhasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa cara/gaya belajar (Learning Style) anakDownsyndrome di Sekolah PAUD Inklusi Rumah Dongeng Agus DS Pekanbaru beranekaragam.Peneliti melihat bahwa anak downsyndrome tertarik untuk belajar lebih baik dan dapat membuattugas dengan baik.
A CORRELATION STUDY: Understanding and Ability to Appreciate Proverbs in Semantics Class Bastian, Adolf
ELT-Lectura Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.787 KB) | DOI: 10.31849/elt-lectura.v2i2.463

Abstract

The purpose of this article is to investigate the correlation between students’ understanding in semanticsand their ability to appreciate English proverbs at the seventh semester of English department students in Lancang Kuning University, Pekanbaru. Based on the findings and discussion in chapter IV, the result was in line with the researcher’s hypothesis that there was significant correlation between students’ understanding in semantics and their ability to appreciate English at the Seventh Semester of English Education Department Faculty of Education and Teachers Training University of Lancang Kuning. The result of semantics test could be categorized “very good” because the percentage of the students who got very good category was 75%. Whereas, the result of English proverbs test could be categorized “very good” because of the percentage of the students who got very good category was 72%. It was found that the more increases semantics score, the more increases also English proverbs score. So, it was strong influence for variable X which was semantics to influence variable Y which was English proverbs and vice versa. The data reveals that the correlation coefficient was 0.846 which was close to +1.00, it meant that there was positive correlation between students’ understanding in semantics and their ability to appreciate English proverbs.
MODEL PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN DALAM JABATAN (Studi Pada Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Pekanbaru Riau) Bastian, Adolf
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.481 KB) | DOI: 10.31849/lectura.v5i1.49

Abstract

Abstract: The aim of this research is to design a development model of teachers’competency through in-service training that can be used as a reference in designing,implementing and evaluating training activities in-service training at Public Senior HighSchool teachers. This research is a preliminary study of a research and development thatresults hypothetic model of teachers’ competency development through in-service trainingand stated 77 teachers as sample by using cluster random sampling. The data weregathered by using a set of questionnaires, interview, and check lists and then analyzed byusing percentage and then described.
Kerjasama antara Sekolah dan Orangtua Siswa di TK At-Tiin Pekanbaru Bastian, Adolf
Lectura : Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/lectura.v8i2.652

Abstract

Anak merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orangtua. Orangtuamemberikan bekal berupa pendidikan dengan memasukkan anak sejak usia dini ke sekolahdengan harapan anak akan mendapat pengalaman dan rangsangan dalam tumbuhkembangnya. Meskipun orangtua mempercayakan pendidikan pada sebuah sekolah, namuntanggung jawab orangtua pada belajar anak tidak lepas begitu saja. Oleh karena itu antaraorangtua dan sekolah harus ada hubungan secara teratur untuk membicarakan kemajuananak. Kerjasama penting dilakukan agar terjadi proses yang berkesinambungan dalammenstimulasi perkembangan anak baik dari sekolah ke rumah maupun sebaliknya. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: (1) Upaya sekolah menjalin kerjasamadengan orangtua siswa; (2) Bentuk kerjasama antara sekolah dengan orangtua siswa; (3)Hambatan dalam kerjasama; dan (4) Upaya sekolah mengatasi hambatan dalambekerjasama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan jeniskualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan orangtua siswa di TK At-Tiin Pekanbaru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dandokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Upaya sekolah menjalin kerjasamadengan orangtua siswa yaitu dengan menciptakan iklim sekolah nyaman, melakukankomunikasi awal dengan orangtua, dan menyediakan kesempatan bagi orangtua untukterlibat; (2) Bentuk kerjasama yang dilakukan antara lain: parenting, komunikasi,volunteer, keterlibatan orangtua pada pembelajaran anak di rumah, dan kolaborasi dengankelompok masyarakat.