Yosrihard Basongan
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Efek Gas Korosif terhadap Propagasi Retak Material Clading (Baja-Tembaga) untuk Material Bejana Tekan dengan Uji Kuat Tarik Basongan, Yosrihard
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-8, No. 1 (2010)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah menganalisis (1) kekuatan material cladding (baja-tembaga) sebagai material bejana tekan untuk gas elpiji, (2) efek bahan bakar gas elpiji dengan beban statis terhadap intensitas tegangan material cladding (3) pengaruh tekanan internal bejana terhadap kecepatan propagasi retak korosi material bejana cladding. Untuk mencapai maksud tersebut, kegiatan ini dibagi beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan analisa. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lama pengkorosian, dan bentuk takik bejana material cladding. Data-data diperoleh melalui hasil pengujian tarik. Kesimpulan yang diperoleh ialah (1) Penurunan kekuatan tarik, dan intensitas tegangan berbanding lurus dengan lamanya pengkorosian dalam medium gas elpiji, (2) Intensitas tegangan mengalami perubahan bervariasi dengan lamanya pengkorosian dalam medium gas elpiji, dan (3) Kombinasi tekanan, takik, dan lamanya material dalam media korosi menyebabkan penurunan kuat tarik dan intensitas tegangan namun bentuk takik tidak berpengaruh secara signifikan.
Analisis Efek Gas Korosif terhadap Propagasi Retak Material Clading (Baja-Tembaga) untuk Material Bejana Tekan dengan Metode Uji Ring-C Basongan, Yosrihard
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-8, No. 2 (2010)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bejana tekan digunakan untuk menyimpan fluida bertekanan pada rentang waktu tertentu. Efek fluida bertekanan di dalam bejana dapat mengakibatkan kegagalan bejana, efeknya dapat berupa korosi abrasi yang merusak permukaan dalam bejana. Korosi abrasi akan merambat dan dipercepat oleh tekanan dalam bejana. Material clading dimaksudkan untuk meminimumkan efek korosi yaitu dengan memadukan material induk yang dilapisi dengan lapis pelindung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek gas elpiji korosif terhadap intensitas tegangan dan perambatan retak bejana tekan. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dan uji perambatan retak korosi dilakukan masing-masing 60, 120, 180, 240 hingga 300 hari pada tekanan 16,48 MPa. Metode uji intensitas tegangan dan perambatan retak dengan uji ring-C. Material uji baja karbon dengan kuat tarik 397,8 MPa. Material pelapis tembaga dengan tegangan tarik 326 MPa. Hasil dianalisa Two-Way Calssification menunjukkan koefisien korelasi antara elastisitas dengan waktu proses korosi (hari) = -0,941 antara elastisitas dengan posisi takik (takik) = -0,053. Adapun kontribusi faktor intensitas tegangan kritis retak korosi (korosi) terhadap waktu proses korosi (hari), posisi takik (takik), yaitu sebesar 0,825. Tekanan dan lamanya material clading dalam elpiji menyebabkan propagasi retak terlihat dengan menurunnya intensitas tegangan dan kuat tarik material clading.
Optimalisasi Proses Pengupasan Kulit Tanduk dan Sangrai untuk Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Biji Kopi Basongan, Yosrihard; Habe, Muh. Arsyad; , Dermawan
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-9, No. 1 (2011)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memudahkan pelepasan kulit tanduk biji kopi, menurunkan beban kerja para pekerja, meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas biji kopi. Metode Penelitian yaitu metode perbaikan desain konstruksi mekanisme pengupasan kulit tanduk pada bagian penggilas, pemisahan bilit dan biji, kecepatan penggilas, dan motor penggerak. Produk hasil gilasan biji kopi diuji pada kecepatan bervariasi, kapasitas gilas, waktu gilas untuk mengetahui kemampuan produk mesin yaitu kuantitas dan kualitas dapat diketahui. Penelitian ini menghasilkan mesin pengupas kulit tanduk biji kopi terdiri dari rangka, meknisme penggilas, motor penggerak, blower pemisah biji kulit dan elemen penggerak. Hasil uji coba menunjukkan kapsitas maksimum 57 kg/jam kualitas pengupasan 95.6% dapat dilakukan oleh 1 orang.
PENGARUH VARIABEL TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR PADA PROSES QUENCHING TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN KEKUATAN IMPAK BAJA EMS-45 Rasyid, Syaharuddin; Tangkemanda, Abram; Basongan, Yosrihard; Arman, Arman
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-11, No. 2 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variabel temperatur media pendingin air pada proses quenching terhadap nilai kekerasan dan kekuatan impak baja EMS-45. Metode penelitian yang digunakan adalah spesimen Baja EMS-45 dipanaskan pada suhu 850oC di dalam tungku listrik selama 4 jam. Setelah dilaku panas kemudian spesimen dicelup ke dalam air pada suhu masing-masing 0o, 5o, 10o, 15o, 20o, 25o, 30o, 40o, 50o, 60o, 70o, 80o, 90o, 100oC. Spesimen yang telah dicelup kemudian diuji kekerasan dan kekuatan impak. Data-data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa telah terjadi kenaikan nilai kekerasan pada Baja EM-45 dengan adanya variasi temperatur media pendingin. Kekerasan terbesar terjadi pada suhu 0oC sebesar 62,5 HRC dan nilai kekerasan semakin menurun dengan naiknya suhu media pendingin. Nilai kekuatan impak berbanding terbalik dengan nilai kekerasan dengan naiknya temperatur media pendingin. Nilai impak Baja EMS-45 pada suhu 0oC sebesar 250,07 N.m dan mengalami kenaikan kekuatan impak sejalan dengan naiknya suhu media pendingin.