Ahmad Bashri
Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Nusantara PGRI Kediri

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Baku Limbah Sisa Makanan dengan Penambahan Berbagai Bahan Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Wasilah, Qurrotul Aini; Winarsih, Winarsih; Bashri, Ahmad
LenteraBio Vol 8, No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kandungan hara N, P, K dan rasio C/N dalam pembuatan pupuk organik cair bahan baku limbah sisa makanan dengan penambahan berbagai bahan organik, pengaruhnya dan konsentrasi yang paling optimal terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik cair pada setiap media dengan 5 perlakuan yaitu: P0 (0,1 gram urea/L air/polybag); P1 (2,6 mL/L air/polybag); P2 (5,2 mL/L air/polybag); P3 (7,8 mL/L air/polybag); dan P4 (10,4 mL/L air/polybag). Pengulangan sebanyak 5 kali, sehingga keseluruhan terdapat 25 unit percobaan. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa basah tanaman sawi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan hara N, P, dan K pada pupuk organik cair termasuk dalam kriteria sangat tinggi masing masing sebesar N = 1,918%; P = 0,642%; dan K = 1,593%. Sedangkan unsur hara rasio C/N sebesar 13 termasuk dalam kriteria sedang. Konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa basah tanaman sawi. Perlakuan P4 dengan konsentrasi 10,4 mL/L air/polybag merupakan perlakuan yang paling optimal pada penelitian ini untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi.
KERAGAMAN DAN KEMAMPUAN LICHEN MENYERAP AIR SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN UDARA DI KEDIRI Nurjanah, Siti; Anitasari, Yousep; Mubaidullah, Shofa; Bashri, Ahmad
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.277 KB)

Abstract

Lichen  dapat digunakan  sebagai bioindikator  pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan mempelajari keragaman morfologi talus dan persentase penutupan di lokasi kawasan industri pabrik rokok Gudang Garam dan kawasan Ubalan Kediri. Data sampel talus  Lichen  diambil menggunakan metode transek dalam plot dengan modifikasi. Pengamatan sampel  Lichen berupa penutupan talus dan kemampuan  Lichen  dalam menyerap air. Sampel  Lichen  diambil dengan cara dikerik dari permukaan kulit batang pohon (bark) pada kedua sisi batang pohon di ketinggian kira-kira 100-200 cm dari permukaan tanah. Kemampuan Lichen menyerap air dihitung melalui selisih bobot jenuh (BJ) dengan bobot kering (BK). Tipe morfologi talus yang ditemukan di kawasan Gudang Garam dan Ubalan yaitu Crustose dan Foliose. Pada kawasan Ubalan Persentase penutupan talus Tipe  Foliose  8,38% dan Crustose  3,56% sedangkan pada kawasan Gudang Garam persentase penutupan talus Tipe Foliose 0,60% dan Crustose 2,20%. Kemampuan Lichen menyerap air di kawasan Ubalan tipe Foliose yaitu 4,347 g/2 g sampel dan Crustose  1,773 g/2 g sampel sedangkan kemampuan menyerap air di kawasan Gudang Garam tipe  Foliose  2,5 g/2 g sampel dan tipe Crustose  2,34 g/2 g sampel. Jumlah  Lichen  yang ditemukan pada lokasi pengamatan semakin bertambah seiring dengan banyaknya tegakan pohon, kualitas udara, suhu dan kelembapan yang semakin baik. Kualitas udara di kawasan indutri Gudang Garam rendah karena polusi kendaraan yang lewat setiap harinya yaitu 72 kendaraan/menit saat jam sibuk. Selain itu, juga memiliki suhu dan kelembapan udara rata-rata yang relatif lebih tinggi yaitu 280C, kelembapan udara 75,5 % bila dibandingkan dengan Ubalan ini dikarenakan adanya aktivitas industri dan kurangnya vegetasi penghijauan.   Kata kunci: Lichen, Bioindikator Pencemaran Udara
RESPON PERTUMBUHAN BEBERAPA AKSESI TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP PUPUK HAYATI SELAMA PEMBIBITAN Bashri, Ahmad
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.331 KB)

Abstract

Physic nut (Jatropha curcas L.) is a potential plant for biofuels production. The objectives of this study was to analyze seedling growth response to application of biofertilizer during seedling establishment. The experiment were carried out in green house used Block Randomized Design with two factor and three replication. The first factor was four plant accessions i.e S1, J2, JB, and B3. The second factor was fertilizer treatment i.e with and without NPK at recommended rate, 36 g of AMF, and 30 g of PGPR. The result of this experiment indicated that the AMF and PGPR application increased vegetative growth and nutrient uptake of physic nut seedling.  Key words: Jatropha Curcas L., Biofertilizer
Pengembangan Handout Perkuliahan Model Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Keterampilan Merencanakan Pembelajaran Bagi Mahasiswa Indana, Sifak; Bashri, Ahmad
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.908 KB) | DOI: 10.17977/jpb.v9i2.5390

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan handout perkuliahan dengan model pembelajaran kooperatif yang valid, mudah dilaksanakan, dan efektif untuk mengembangkan keterampilan merencanakan pembelajaran bagi mahasiswa. Perangkat perkuliahan yang dikembangkan dapat dipergunakan oleh dosen dan mahasiswa yang diharapkan dapat meningkatkan mutu perkuliahan pembelajaran inovatif II. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Secara prinsip pengembangan perangkat pembelajaran ini menerapkan empat tahap pengembangan yang disebut Model 4-D atau Four –D Model, yaitu tahap pendifinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan pendisiminasian (dessiminate). Penelitian ini berfokus pada pengembangan perangkat perkuliahan dengan model pembelajaran kooperatif. Produk utama yang dihasilkan dari penelitian ini adalah Perangkat perkuliahan berupa handout, mahasiswa dalam mengembangkan perencanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kuantitatif dan inferensial. Hasil penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa handout tipe-tipe pembelajaran kooperatif yang dapat diselesaikan dengan baik. Hasil uji validitas oleh ahli dan mahasiswa menunjukkan hasil bahwa handout ini layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai perangkat perkuliahan acuan penyusunan RPP. Keunggulan handout ini adalah dapat menambah wawasan mahasiswa dalam menyusun RPP karena dilengkapi dengan contoh implementasi dalam pembelajaran dan menarik minat baca.
PERTUMBUHAN BIBIT TREMBESI (Samanea saman) DENGAN INOKULASI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA PADA MEDIA BEKAS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) KLOTOK KEDIRI Bashri, Ahmad
Prosiding Seminar Biologi Vol 11, No 1 (2014): Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.277 KB)

Abstract

Abstract- Waste is a complex problem that is common in urban areas. The aims of this research to study the seedlings growth of Samanea saman on landfills media of Klotok Kediri. Breeding experiments was conducted during June-November 2013 on passive landfills and Laboratory of Biological Plant Physiology UNP Kediri. The factors of this research consist of a media i.e soil-compost, landfills, and landfills-compost. The second factor consist of fertilizers i.e without fertilizers, NPK with recommended, and arbuscular mycorrhiza fungi. The observed data was a percentage of normal living plants, plant height, stem diameter, and number of leaves. The results of this research that the landfills and landfills-compost was reduced the growth of Samanea saman seedling up to 20%. Application of arbuscular mycorrhiza fungi (AMF) was helped growth seedling up to 100% on landfills and landfills-compost media. AMF was increased significantly of plant height, diameter growth, stem, and leaf number of Samanea saman seedling on the landfills. Keywords: Samanea saman, CMA, TPA Klotok
Potential Of Nata De Legen In Improving Local Wellness Of Natural Resources And Human Resources In Dalegan Village, Gresik District Asri, Mahanani Tri; Ducha, Nur; Ratnasari, Evie; Bashri, Ahmad
Jurnal Pengabdi Vol 1, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.31 KB) | DOI: 10.26418/jplp2km.v1i2.28998

Abstract

Dalegan Village of Gresik District, East Java, is a large Legen / neera and Palmyra fruit producing village. During this time legen siwalan was sold in the form of natural drinks. The problem faced by partners at this time is this Palmyra fruit spoils relatively quick so it doesn’t have high selling value. A technology is needed in the form fermentation to produce Nata de Legen using Acetobacter xylinum. Training method used were in form of lectures, demonstrations, discussions, direct practice, independent tasks, evaluation and marketing trials. The training was conducted in 3 groups consisting of 10 Local Welfare Organization (PKK) members and 5 Youth Organization members. The expected output target at the end of the program is that all participants succeeded in making the starter and Nata de Legen correctly. Participants also managed to whiten and soften raw Nata, which then made into end-products in the form of fruit-flavored Nata de Legen drinks (honeydew, strawberry, orange and cocopandan) and desserts in form of jelly and pudding packed in cup and bulk with the selling price calculated accordingly to Nata de Legen entrepreneurial training. 
Miskonsepsi Siswa pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan dengan Menggunakan Three Tier Test Sundari, Siti; Yuliani, Yuliani; Bashri, Ahmad
BioEdu Vol 7, No 2 (2018): BioEdu
Publisher : BioEdu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miskonsepsi merupakan perbedaan definisi konsep yang dipahami oleh siswa dengan definisi konsep yang telah disepakati ahli.Miskonsepsi terjadi pada materi yang memuat banyak konsep, salah satunya yaitu materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Miskonsepsi harus segera ditangani karena dapat mempengaruhi pembentukan konsep lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan miskonsepsi yang dialami siswa pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan faktor penyebabnya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tahapan membuat instrumen three tier test, melakukan uji coba soal pada siswa dan guru, dan melakukan kegiatan wawancara. Analisis hasil penelitian menggunakan tabel kriteriathree tier test dan dilanjutkan penarikan kesimpulan. Sasaranpenelitian ini siswa SMAN 1 Porong kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2 sebanyak 70 siswa dan guru biologi. Hasil penelitian menunjukkan siswa mengalami miskonsepsi dengan persentase sebesar 60.72%, siswa paham konsep sebesar 32.00% dan siswa tidak memahami konsep sebesar 7.28%. Miskonsepsi tertinggi terjadi pada konsep ciri jaringan parenkim pada berkas pembuluh dan ciri jaringan kolenkimsebesar 90%.Miskonsepsi terendah terjadi pada konsep ciri parenkim palisade sebesar 7.14%. Faktor penyebab miskonsepsi terdiri dari siswa, guru, cara mengajar, buku teks, dan konteks. Kata Kunci: miskonsepsi, three tier test, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
THE VALIDITY AND PRACTICALITY OF E-BOOK FLIPBOOK-BASED ON TISSUES STRUCTURE AND ORGAN FUNCTION OF PLANT IN 11TH GRADES HIGH SCHOOL MATERIAL Septiana, Bella; Indana, Sifak; Bashri, Ahmad
BioEdu Vol 7, No 2 (2018): BioEdu
Publisher : BioEdu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flipbook is one of media-based e-Book designed with a software application-shaped book that containing the intended content, such as pages and can be well-thumbed. Media development  e-Book with flipbook-based is one of supporting learning in the curriculum of 2013 on Biology material Base Competence of 3.3. Analyzing the relationship between the structure of the cells in tissue of the organ functions in plants and 4.3. Presenting data on observations of the structure of tissues and organs in plants. The purpose of this study was to develop electronic textbook (e-Book) flipbook-based of the material tissue structure and function of plant organs as well as to describe the validity and practicality. The stages of the development e-Book reference to development model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation or Delivery, and Evaluations). The validity obtained based on the validation expert lecturer material and expert lecturer media. The practicality obtained from readability of e-Book flipbook-based and students' response. The results of the validation media showed the average value based on component of content, component of the presentation, and linguistic component was 4 with the valid criteria. The practicality of e-Book flipbook-based on readability showed that e-Book fit for student in 11th grades and students' response showed the average value was 98.33%. The overall results of the study concluded that e-Book flipbook-based suitable for use as a learning medium in supporting learning tissue structure and function of plant organs material for eleventh high school students. Keywords: E-Book flipbook-based, development, tissue structure and organs function of plant
KELAYAKAN TEORETIS BUKU AJAR MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN BERBASIS COLLABORATIVE LEARNING KELAS X SMA UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN LITERASI SAINS Anggraini, Nurlita; Rachmadiarti, Fida; Bashri, Ahmad
BioEdu Vol 8, No 2 (2019): BioEdu
Publisher : BioEdu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku  ajar  adalah  bahan  ajar  yang  digunakan  dalam  proses  pembelajaran  yang  memudahkan  peserta  didik  untukmemahami  materi  pelajaran.  Materi  perubahan  lingkungan  mempelajari  mengenai  lingkungan  sekitar.  Collaborativelearning merupakan model pembelajaran yang didalamnya memuat kegiatan berkolaborasi/berkelompok dengan tahapan-tahapan antara lain engagement, exploration, transformation, presentation dan reflection yang menekankan pada kegiataneksplorasi  peserta  didik.  Sedangkan  literasi  sains  merupakan  kemampuan  peserta  didik  dalam  menggunakan  ilmupengetahuannya  untuk  memecahkan  permasalahan di  lingkungan  sekitar.  Penelitian  ini bertujuan  untuk  mendeskripsikankelayakan  teoretis  buku  ajar  materi  perubahan  lingkungan  berbasis  collaborative  learning.  Penelitian  ini  menggunakanmodel  pengembangan  4D  yakni  define,  design,  develop  dan  disseminate,  namun  tanpa  tahap  disseminate.  Teknikpengambilan  data  dilakukan  menggunakan  metode  validasi  terhadap  tiga  validator  diantaranya  dosen  ahli  materi,  dosenahli  pendidikan  dan  guru  biologi  SMA.  Teknik  analisis  data  dilakukan  dengan  analisis  deskriptif  kuantitatif.  Buku  ajaryang dikembangkan diharapkan dapat melatihkan literasi sains peserta didik. Hasil penelitian diperoleh  jumlah skor rata-rata  keseluruhan  validitas  3,93  dengan  persentase  sebesar  98,25%  yang  menunjukkan  buku  ajar  yang  dikembangkansangat valid.Kata Kunci: kelayakan teoretis buku ajar, perubahan lingkungan, collaborative learning, literasi sains.
Identifikasi Strukur Sekretori yang Berpotensi Menghasilkan Minyak Atsiri pada Genus Coleus Sulistyowati, Sulistyowati; Yuliani, Yuliani; Bashri, Ahmad
LenteraBio Vol 7, No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spesies dari genus Coleus berpotensi sebagai tanaman obat karena mengandung minyak atsiri dan senyawa metabolit sekunder lainnya. Senyawa metabolit yang dimanfaatkan sebagai obat umumnya terakumulasi pada struktur sekretori. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur sekretori pada Coleus. Penelitian dilakukan pada helai daun Coleus amboinicus, Colus scutellarioides, dan Coleus tuberosus yang belum berbunga. Pengamatan jenis dan sebaran struktur sekretori menggunakan sayatan segar secara transversal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori yang terdapat pada genus Coleus yang berpotensi menghasilkan minyak atsiri adalah trikoma kelenjar dengan empat jenis, yaitu kapitat, peltat, konoidal, dan digitiform. Trikoma kelenjar kapitat dan digitiform ditemukan pada ketiga tumbuhan dari genus Coleus. Trikoma kelenjar peltat ditemukan pada tumbuhan Coleus scutellarioides dan Coleus tuberosus. Trikoma kelenjar konoidal ditemukan pada tumbuhan Coleus scutellarioides. Sebaran trikoma kelenjar kapitat paling banyak terdapat pada nodus ke 1 permukaan adaksial dan abaksial helai daun Coleus amboinicus. Semakin bertambah usia daun (nodus 3-5) ada penurunan jenis dan sebaran trikoma kelenjar.Spesies dari genus Coleus berpotensi sebagai tanaman obat karena mengandung minyak atsiri dan senyawa metabolit sekunder lainnya. Senyawa metabolit yang dimanfaatkan sebagai obat umumnya terakumulasi pada struktur sekretori. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur sekretori pada Coleus. Penelitian dilakukan pada helai daun Coleus amboinicus, Colus scutellarioides, dan Coleus tuberosus yang belum berbunga. Pengamatan jenis dan sebaran struktur sekretori menggunakan sayatan segar secara transversal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori yang terdapat pada genus Coleus yang berpotensi menghasilkan minyak atsiri adalah trikoma kelenjar dengan empat jenis, yaitu kapitat, peltat, konoidal, dan digitiform. Trikoma kelenjar kapitat dan digitiform ditemukan pada ketiga tumbuhan dari genus Coleus. Trikoma kelenjar peltat ditemukan pada tumbuhan Coleus scutellarioides dan Coleus tuberosus. Trikoma kelenjar konoidal ditemukan pada tumbuhan Coleus scutellarioides. Sebaran trikoma kelenjar kapitat paling banyak terdapat pada nodus ke 1 permukaan adaksial dan abaksial helai daun Coleus amboinicus. Semakin bertambah usia daun (nodus 3-5) ada penurunan jenis dan sebaran trikoma kelenjar.