Articles

Found 10 Documents
Search

Peta Kajian Hadis Ulama Banjar

Jurnal Tashwir Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Tashwir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on the development map of hadiths study of Banjar Islamic scholar becomes important to see the extent to which typology of hadiths study that have been developed, either the pattern or its tendency. Using descriptive method and historical approach, it is identified that the hadiths study of Banjar Islamic scholars is plotted in two forms—al-riwayah and al-dirayah. Such typology of hadith study seems to refer to the major classification of the science of hadiths which has been pioneered by the classical scholars—‘ilm al-hadiths riwayah and ‘ilm al-hadiths dirayah. The hadiths study of Banjar scholars in the form of al-riwayah dominates almost all their works of hadiths and is classified into some tendency, such as: syarh study, ta’liq and takhrij study, arba’in hadiths study, thematic study of hadiths with fiqh fragments, the primacy of the noble, and faith, and hadiths study of encyclopedic-referents. Moreover, in the form of al-dirayah, the works of Banjar scholars is tracked relatively fewer, and which can be classified  into two tendency, ie: mushthalah study of general hadiths formatted in the form of dialogue and special mushthalah study (thematic) which specifically highlights the musalsal hadiths theoretically and practically.  Key words: Study map, Hadiths works, Banjar Islamic scholars.  Penelitian terhadap peta perkembangan kajian hadis ulama Banjar, menjadi penting dilakukan, untuk melihat sejauh mana tipologi kajian hadis yang telah dikembangkan, baik bentuk [pola] ataupun kecenderungannya. Dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan sejarah, diperoleh temuan bahwa kajian hadis ulama Banjar terpola dalam dua bentuk; al-riwāyah dan al-dirāyah. Tipologi studi hadis ini nampaknya memang mengacu klasifikasi mayor ilmu hadis yang dicetuskan oleh para ulama klasik; ‘ilm al-hadīts riwāyah dan ‘ilm al-hadīts dirāyah. Untuk kajian hadis ulama Banjar dalam bentuk al-riwāyah, yang mendominasi hampir seluruh karya-karya hadis mereka, diklasifikasikan dalam beberapa kecenderungan yaitu; kajian syarh, kajian ta’līq dan takhrīj, kajian hadis arba’īn, kajian hadis tematis dengan fragmen fikih, keutamaan orang-orang yang mulia, dan keimanan, dan kajian hadis ensiklopedis-referen . Kemudian untuk bentuk al-dirāyah ini, karya-karya ulama Banjar yang terlacak relatif sangat minim, yang dapat diklasifikasikan dalam dua kecenderungan, yaitu; kajian mushthalah hadis umum, yang diformat dalam bentuk dialogis [tanya-jawab]dan kajian mushthalah khusus [tematis], yang secara khusus menyoroti tentang hadis-hadis musalsal secara teoritis dan praktis. Kata kunci; Peta Kajian, Karya Hadis, Ulama Banjar

Strategi Kompetitif Dalam Lembaga Pendidikan

TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : State College of Islamic Studies Pamekasan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.44 KB)

Abstract

Maraknya pertumbuhan lembaga pendidikan dalam tahun terakhir ini menunjukkan dinamisnya perkembangan sektor pendidikan. Meningkatnya kesadaran akan pendidikan menjadi salah satu unsur yang mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai lembaga pendidikan. Namun demikian, kompetisi kualitas pendidikan menjadi penilaian utama dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang semakin menjamur di lingkungan kita.  Lembaga pendidikan yang berhasil tumbuh dengan baik yaitu lembaga pendidikan yang mampu mengembangkan strategi kompetitif dengan cara melihat peluang yang ada, selain selalu melakukan pengembangan secara berkelanjutan. Dalam mencapai semua keinginan tersebut, diperlukan beberapa strategi. Keunggulan kompetitif adalah salah satu kemampuan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang dan minat konsumen melalui maksimisasi penerimaan dari investasi yang dilakukan. Sehingga strategi kompetitif menjadi salah satu solusi utama dalam melihat persaingan lembaga pendidikan. Kata Kunci: Strategi, Kompetitif, Lembaga Pendidikan

Modernisasi Lembaga Pendidikan Pesantren

Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, STKIP PGRI Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.066 KB)

Abstract

Pesantren is an Islamic institution which has the advantage of both aspects of the scientific tradition as well as the transmission side and the intensity of the Muslims. The rise of globalization has threatened the existence of pesantren, so it appears the idea of modernizing the environment of schools to the challenges of social transformation needs. But many people worry about the idea of modernization-oriented pesantren of the present can affect idenitas and primary function of pesantren education institutions. Therefore, it is important we discus and further analyze how the role of the modernization of pesantren education institutions today. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam. Derasnya arus globalisasi telah mengancam eksistensi pesantren sehingga muncul gagasan modernisasi dilingkungan pesantren demi menjawab tantangan kebutuhan transformasi sosial. Akan tetapi banyak kalangan mengkhawatirkan tentang gagasan modernisasi pesantren yang berorientasi kekinian dapat mempengaruhi idenitas dan fungsi pokok lembaga pendidikan pesantren. Oleh karena itu, perlu kiranya kita membahas dan menganalisis lebih jauh bagaimana peranan modernisasi lembaga pendidikan pesantren saat ini.

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN ISLAM (Konsep Pendidikan Hadhari)

Jurnal Penelitian Vol 11, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN
Publisher : P3M STAIN kUDUS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.42 KB)

Abstract

AbstrakPersoalan pendidikan islam sedari dahulu hingga sekarang menjadi kajian sosial yang menarik untuk tetap dikaji. Persoalan relevansi pendidikan islam, kurikulum pendidikan islam, hingga dikotomi pendidikan menjadi hal yang masih eksis dalam kajian akademik. Salah satu peran dalam melihat banyaknya persoalan tersebut, maka diperlukan pembaharuan strategi pendidikan yang membumi, dan untuk melakukan pembaharuan pendidikan Islam diperlukan paradigma pendidikan yang mampu mengarahkan pada tujuan dan sasaran pendidikan Islam. Islam sendiri tidak mengenal adanya dikotomi. Al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber umat Islam telah memberikan penjelasan yang lugas adanya ilmu pengetahun (Science) dan pemahaman agama secara baik. Masalah dikotomi keilmuan pun menjadi persoalan yang tidak pernah habisnya diperdebatkan dalam pendidikan Islam. Dari uraian tersebut, secara fundamental pendidikan hadhari adalah pendidikan yang berupaya membangkitkan kembali spirit keilmuan Islam yang integratif tanpa dikotomi dengan menginternalisasikan prinsip-prinsip wahyu dan etika Islam tentang  pendidikan. Ketiga entitas yaitu hadharah al-nash, hadharah al-falsafah dan hadharah al-‘ilm adalah entitas yang tidak dapat berdiri sendiri.  Hadharah al-nash tidak bisa berdiri sendiri tanpa hadharah al-‘ilm dan  hadharah al-falsafah dan sebaliknya. Relevansi pendidikan hadhari dengan permasalahan pendidikan Islam saat ini adalah pendidikan Islam harus mampu menginternalisasikan sumber nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam melihat permasalahan kontemporer sebagai landasan penyelesaian pendidikan Islam.Kata Kunci: Paradigma, Pendidikan Islam, Hadhari

Modernisasi Lembaga Pendidikan Pesantren Perspektif Azyumardi Azra

Nadwa Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The existence of pesantren as an Islamic educational institution that has advantages both from aspects of scientific tradition and the transmission and intensity of Muslims has been threatened by the current globaisasi. Based on literature study, this paper intends to write Azyumardi Azra idea about modernization of pesantren. The result of the research shows that the idea of pesantren modernization should be able to develop a proper appreciation of all the developments that occur in the present and future, so that it can produce a broad-minded scholar, but must retain the main character of producing ulama and tafaqquh fiddien center without carrying the flow of globalization Abstrak Eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam terancam oleh adanya arus globaisasi. Berdasar studi pustaka, tulisan ini bermaksud untuk menuliskan gagasan Azyumardi Azra tentang modernisasi pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan modernsasi pesantren harus bisa menumbuhkan apresiasi yang sepatutnya terhadap semua perkembangan yang terjadi di masa kini dan mendatang, sehingga dapat memproduksi ulama yang berwawasan luas, namun harus tetap mempertahankan ciri utamanya yaitu memproduksi ulama dan pusat tafaqquh fiddien tanpa terbawa arus globalisasi.

TRADISI BACA KITAB GUNDUL DI PONDOK PESANTREN PUTRI AL-ISHLAHIYAH SINGOSARI

IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 15 No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto, Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to investigates the supporting and inhibiting factors in non vowel Islamic’s Kitab Kuning (The Yellow Books) educa- tion at Pesantren Putri al-Ishlahiyyah Singosari. Qualitative research method is used in this study by using descriptive qualitative data. From the analysis, this study finds : 1) The implementation of the education is still in a traditional form, which is, using only pesantren’s material and exclude the public school’s general material in it’s curriculum. Moreover, language learning methods used in Madrasah Diniyah classes consist of enumeration methods ( bandongan ), rote methods ( hafalan ), and assess- ment methods; 2) This study concludes that supporting factors in this pesantren are: educational infrastructure and facilities , interconnected learning materials, highly educated santri and ustadz . Meanwhile, the in- hibiting factors are : less active and motivated students, lack of the in- structional media and related books, the existence of translation books which make students less motivated to learn the non-translated source books, Monotonous teaching methods, and lastly, insufficient duration due to short period and time allocation.

ANTARA BUDAYA DAN AGAMA; Menegaskan Identitas Islam Nusantara

Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2017): Madania
Publisher : Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.648 KB)

Abstract

Persinggungan antara budaya dan agama di Indonesia menjadi salah satu diskursus yang menarik untuk ditelisik lebih mendalam. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana persentuhan agama Islam dengan kebudayaan lokal Indonesia yang memunculkan istilah Islam Nusantara (IN). Selain itu, Islam masuk ke Indonesia tidak dalam kondisi hampa budaya. Telah ada budaya setempat yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Hal itu melahirkan akulturasi budaya antara ajaran Islam dan budaya masyarakat setempat. Keragaman sebagai salah satu tipologi Islam Nusantara adalah buah dari pergumulan panjang antara agama dan budaya; antara teks dengan konteks yang saling melengkapi satu sama lain sehingga menelurkan Islam yang ramah, inklusif dan fleksibel. Hadirnya agama tidak untuk menghilangkan budaya, begitu juga sebaliknya hadirnya budaya tidak untuk meniadakan agama. Keduanya saling melengkapi yaitu; bisa jadi agama menguatkan budaya, meluruskan budaya, memberikan petunjuk bagi kebudayaan yang benar dalam perspektif syari’at agama. Berangkat dari pijakan epistemologis dan historis, artikel ini mencoba menyuguhkan diskursus lama yang kembali mencuat di seputaran pertengahan tahun 2015 seiring dengan dihelatnya Muktamar NU. Hadirnya tulisan ini untuk mengeksplorasi substansi identitas Islam Nusantara di Indonesia dan bagaimana persinggungan antara agama dan budaya yang terjadi.

FAZLUR RAHMAN; PENDIDIKAN ISLAM DAN RELEVANSINYA DENGAN DUNIA MODERN

HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.1 KB)

Abstract

Pemahaman pendidikan islam terkadang terasa sangat bimbang jika disandingkan dengan dunia modern meskipun aggapan itu tidak benar adanya. Kurangnya pemahaman secara komprehenship menjadikan sebagain orang beranggapan islam hanya sebatas pengetahuan agama yang terasa defensive belaka, sehingga mengakibatkan islam seakan-akan terasa kurang mendunia. Salah satu tokoh intelektual muslim yang berpengaruh mendobrak persoalan itu adalah Fazlur rahman. Ia memberikan paradigma baru dalam memberikan solusi persoalan pendidikan islam. Terobosan baru dengan memaknai al-Qur’an dalam konteksnya dan memproyeksikannya kepada situasi sekarang menjadi kunci utama dalam melihat fenomena aktualisasi nilai-nilai islam yang kekinian dengan tidak meninggalkan nilai sosial-historinya di masa yang lampau. Dengan demikian, revitalisasi pemikiran islam kekinian menjadi solusi utama dalam mengintegrasikan keilmuan umum (science) dan agama (religious). Kata Kunci: Pendidikan Islam, Modern

TUHAN; MANUSIA DAN PENDIDIKAN

HIKMAH: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.819 KB)

Abstract

Manusia adalah makhluk yang memiliki berbagai potensi yang sempurna dibanding dengan makhluk lainnya. Dengan kesempurnaan itulah manusia memiliki derajat yang lebih tinggi. Komponen ruh dan jasad ditambah dengan potensi akal manusia menjadi sosok yang dipantaskan diri oleh Tuhan untuk menjadi kholifah di muka bumi. Akal yang menjadi ketidaksamaan manusia dengan makhluk lain memang secara jelas menjadi symbol nyata bahwa mereka beda dengan yang lain. Namun demikian,  dengan kelebihannya itu dalam kehidupan ini manusia dianjurkan untuk berpendidikan sebagai wadah pengembangan potensi-potensinya. Keterkaitan yang erat manusia dan pendidikan secara jelas memberikan panduan bahwa melalui hal itulah manusia akan mencari kebenaran tuhannya selain sebagai pendewasaan. Sehingga suatu keniscayaan bahwa hubungan pendidikan yang menghantarkan manusia yang sempurna akan mengenalkan dirinya sebagai makhluk yang bertuhan. Kata Kunci: Tuhan, Manusia dan Pendidikan

Sejarah Perundang-Undangan Pendidikan Islam di Indonesia

INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 23 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.984 KB)

Abstract

Abstrak: Sejarah panjang pendidikan Islam di Indonesia tidak lepas dari perkembangan kebijakan historisitas dari masa ke masa. Tulisan ini akan membahas secara khusus tentang perkembangan pendidikan Islam di Indonesia dalam kurun waktu pasca kemerdekaan, yakni dari tahun 1945 hingga pemerintahan Soekarno (1959-1966), pemerintahan Soeharto (1966-1998), dan pemerintahan di era Reformasi (1998–sekarang). Perjalanan sejarah bangsa dan negara yang panjang itu juga tidak terlepas dari perjalanan praksis pendidikan Islam, yang juga mengalami pasang-surut, yang ditandai dengan peristiwa-peristiwa penting sebagai tonggak sejarah dalam merumuskan kebijakan peran pendidikan Islam di tengah-tengah masyarakat. Kata Kunci: Constitution, Islamic Education