Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Belajar “Pemerintahan Desa dan Pemerintahan Kecamatan” Pada Pelajaran PKn melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) di Kelas V SD Inpres 124 Unfai Mahgalik Kelurahan Mariat Gunung Dist Baru, Yohanis; Pinontoan, Marien; Tuerah, Roos
Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan (JFIP) Vol 1, No 1 (2014): PGSD-PSKGJ
Publisher : Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan (JFIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

ABSTRAK Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Together (NHT) merupakan salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktif. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran. Model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) merupakan model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari danmenyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain. Penelitian memandang bahwa menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) adalah sebagai metode sangat efektif dalam meningkatkan kualitas hasil pembelajaran. Dalam metode ini, siswa tidak hanya sebagai obyek pendengar. Dimana siswa harus melakukan penyediaan bahan medianya untuk melakukan diskusi. Dari latar belakang di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di Kelas V SD Inpres 124 Unfai Mahgalik Kelurahan Mariat Gunung Distrik Aimas Kabupaten Sorong. Dari hasil tes awal semester I tahunpelajaran 2014/2015 dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diikuti siswa kelas V sebanyak 20 orang, hasilnya hanya 8 orang (40%). Artinya sebanyak 12 orang (60%) dalam mata pelajaran PKn baik secara klasikal maupun individual “belum menguasai” materi Pembelajaran Desa dan Pemerintahan Kecamatan. Berdasarkan pada kegagalan penguasaan materi oleh sebagaian besar siswa kelas V, maka perbaikan pembelajaran mata pelajaran PKn itu bertujuan meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran diatas melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan perbaikannya direncanakan dalam 2 siklus, diikuti 20 siswa kelas V SD Inpres 124 Unfai Mahgalik. Dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran melalui kedua siklus tersebut ditemui hasil sebagai berikut : siklus I lulus 6 orang sehingga yang tuntas menjadi 14 orang (70%), dan siklus II lulus 4 orang sehingga yang tuntas menjadi 18 orang (90%). Dengan total keberhasilan sampai siklus II sebanyak 18 orang (90%). Berdasarkan temuan ( hasil yang diperoleh ) ini dapat disimpulkan bahwa melalui 2 siklus perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan, siswa kelas V SD Inpres 124 Unfai Mahgalik telah menguasai secara “tuntas” materi Pemerintahan Desa dan Pemerintahan Kecamatan dalam mata pelajaran PKn pada semester I tahun pelajaran 2014/2015. Dengan demikian dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, hasil belajar yang pada akhir setiap kegiatan belajar mengajar senantiasa dijadikan umpan balik dan merefleksi diri guna melakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
ANALISIS EFEKTIVITAS, KONTRIBUSI PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN PADA PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPTEN SLEMAN (Studi kasus pada Dinas Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2011-2016) Baru, Yohanis; Ayem, Sri; Sunarto, Sunarto
JURNAL EKOBIS DEWANTARA Vol 1 No 5 (2018): JURNAL EKOBIS DEWANTARA
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UST

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.182 KB) | DOI: 10.26460/ed_en.v1i5.365

Abstract

Regional Revenue (PAD) also contributes significantly to the Sleman District Budget, with an average increase of 30.54% per annum over the last five years (2011-2015). This shows the financial capacity of the local government of Sleman Regency is quite capable. Meanwhile, the comparison between the target and realized revenues from PAD during the same period showed substantial increases. The components of PAD in Sleman Regency are numerous. Sleman Regency is interesting to be examined by the author is the tax Hotel and Restaurant. This type of research is quantitative research. Variables in this study are regional income, hotel and restaurant tax. Data completion technique is done by documentation. Data obtained from the Regional Financial Management and Finance Office of Sleman Regency in the financial statements Sleman District Government of 2011 to 2016. The analysis used is an effective analysis and contribution analysis. The results showed: (1) The average rate of hotel reception in Sleman Regency in 2011-2016 amounted to 114.81 (very effective), the average acceptance rate of restaurants in Sleman in 2011-2016 amounted to 119.99 is very effective) , (3) The average rate of hotel revenues and restaurant taxes in Sleman District in 2011-2016 amounted to 116.73 (very effective), (4). The average contribution of tax revenues to indigenous peoples (PAD) of Sleman Regency in 2011-2016 is 9,33% or strongly donated (SB), (5) Contribution of average of acceptance of restaurant to indigenous community (PAD) Sleman Regency in 2011- 2016 of 5.69% or very (PAD) of Sleman Regency in 2011-2016 of 15.01% or strongly donated (SB).