Articles

Found 11 Documents
Search

Perancangan Instalasi Penangkal Petir Eksternal Gedung Bertingkat (Aplikasi Balai Kota Pariaman) Bandri, Sepannur
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 13, No 2 (2012): Volume 13 No 2 Agustus 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.766 KB)

Abstract

Gedung Balai Kota Pariaman merupakan pusat Pemerintahan Kota Pariaman, dibangun diatas tanah seluas 4 Ha dengan ukuran 63,70 m x 51,70 m x 27,3 m. Secara fisik bangunannya lebih tinggi dan menonjol dari bangunan yang berada disekitarnya. Sebagai pusat pemerintahan bangunan ini banyak terdapat peralatan-peralatan elektronik seperti komputer, telephone, AC dan lain-lain. Untuk mengamankan gedung dan peralatan tersebut perlu dilindungi dari bahaya sambaran petir. Dalam penelitian ini analisa dilakukan berdasarkan kajian teori-teori yang berhubungan dengan sistem proteksi gedung terhadap sambaran petir. Penelitian dilakukan dengan survey ke lokasi, kemudian data-data teknis dilokasi diolah dengan data dari BMKG Stasiun Sicincin. Data yang telah terkumpul dianalisa bedasarkan persamaan yang ada dan dengan melukis wilayah perlindungan pada perlindungan Gedung Balai Kota Pariaman tersebut baik tampak depan, samping, belakang dan atas. Dari hasil analisa, perkiraan bahaya, luas daerah yang menarik sambaran petir 14530,882 m², jumlah sambaran petir 0,06 sambaran petir per hari per km² dan kemungkinan gedung tersambar petir 0,5231 sambaran per tahun.
STUDI PERHITUNGAN PENGARUH INTENSITAS MEDAN LISTRIK KABEL 150 kV YANG BERADA DALAM TEROWONGAN TERHADAP MANUSIA Bandri, Sepannur
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 No 2 Agustus 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.644 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh besarnya intensitas medan listrik terhadap manusia. Pertimbangan IRPA/INIRC dalam penentuan ambang batas intensitas medan listrik adalah didasarkan atas adanya kemungkinan efek langsung dari arus induksi pada tubuh akibat intensitas medan listrik tersebut. Batas arus induksi diambil sedikit lebih besar ataupun sama dengan arus yang terjadi secara normal didalam tubuh, yaitu dinyatakan dalam harga kerapatan arus (x mA/m²). Pengaruh medan listrik terhadap manusia juga tergantung dari jarak dan besar kuat medan listrik itu sendiri dan berapa lama seseorang berada dalam jangkauan medan listrik. Dalam hal penentuan batas exposure pada tubuh apabila nilai rapat arusnya telah lebih dari 10 mA/m2 akan menimbulkan efek-efek yang dapat merusak sistem syaraf tubuh dan stimulasi jaringan sel-sel tubuh manusia bahkan menimbulkan vibrasi pada jantung. Dilihat dari populasi lingkungan kerja (PLTA Singkarak), exposure dibatasi hanya sepanjang jam kerja dalam jangka waktu satu shift per 24 jam. Exposure medan listrik terus menerus sepanjang hari kerja dilingkungan itu sebaiknya dibatasi sampai 10 kV/m. Apabila lebih 10 kV/m atau nilai intensitas medan listriknya mencapai hingga 20 kV/m sampai 30 kV/m sebaiknya pekerja menghindari pengaruh medan listrik dengan cara mempersingkat waktu pekerja tersebut pada saat melakukan perawatan (maintenance) dalam jangkauan kuat intensitas medan listrik tersebut.
PERANCANGAN INSTALASI PENANGKAL PETIR EKSTERNAL GEDUNG BERTINGKAT (APLIKASI BALAI KOTA PARIAMAN) Bandri, Sepannur
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.222 KB)

Abstract

Gedung Balai Kota Pariaman merupakan pusat Pemerintahan Kota Pariaman, dibangun diatas tanah seluas 4 Ha dengan ukuran 63,70 m x 51,70 m x 27,3 m. Secara fisik bangunannya lebih tinggi dan menonjol dari bangunan yang berada disekitarnya. Sebagai pusat pemerintahan bangunan ini banyak terdapat peralatan -peralatan elektronik seperti komputer, telephone, rad AC dan lain-lain. Untuk mengamankan gedung dan peralatan tersebut perlu dilindungi dari bahaya sambaran petir. Dalam penelitian ini analisa dilakukan berdasarkan kajian teori-teori yang berhubungan dengan sistem proteksi gedung terhadap sambaran petir. Penelitian dilakukan dengan survey ke lokasi, kemudian data-data teknis dilokasi diolah dengan data dari BMKG Stasiun Sicincin. Data yang telah terkumpul dianalisa bedasarkan persamaan yang ada dan dengan melukis wilayah perlindungan pada perlindungan Gedung Balai Kota Pariaman tersebut baik tampak depan, samping, belakang dan atas. Dari hasil analisa, perkiraan bahaya, luas daerah yang menarik sambaran petir 14530,882 m², jumlah sambaran petir 0,06 sambaran petir per hari per km² dan kemungkinan gedung tersambar petir 0,5231 sambaran per tahun.
ANALISA PENGARUH PERUBAHAN BEBAN TERHADAP KARAKTERISTIK GENERTOR SINKRON Bandri, Sepannur
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.94 KB)

Abstract

Generator adalah salah satu jenis mesin listrik yang digunakan sebagai alat pembangkit energi listrik dengan cara menkonversikan energi mekanik menjadi energi listrik. Pada generator, energi mekanik didapat dari penggerak mula yang bisa berupa mesin diesel, turbin, baling-baling dan lain-lain. Pada pembangkit-pembangkit besar, salah satu alat konversi yang sering digunakan yaitu generator sinkron 3 phase. Generator sinkron yang ditinjau adalah generator sinkron 37 MVA, 10.5 kV, hubungan Y pada PLTG Pauh Limo. Pengoperasian generator dituntut suatu kestabilan agar kinerja generator menjadi optimal. Kestabilan generator dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu beban, arus eksitasi, faktor daya, jumlah putaran generator, dan lain sebagainya. Perubahan besar tegangan terminal akibat dihubungkan ke beban akan menyebabkan ketidakstabilan generator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan melihat kinerja generator sinkron tiga fasa terhadap perubahan beban daya aktif. Dari hasil analisa diperoleh bahwa semakin bertambahnya beban maka GGL induksi juga akan naik dan arus medan juga naik dimana GGL induksi yang di dapat pada saat beban puncak dari factor daya lagging adalah 6397.211 V dan arus medan 304.629 A, GGL induksi pada factor daya leading adalah 6043.474 V dan arus medan 287.784 A.
SISTEM PROTEKSI PETIR INTERNAL DAN EKTERNAL Bandri, Sepannur
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.463 KB)

Abstract

Sistem proteksi petir merupakan suatu sistem yang sangat diperlukan pada saat ini, mengingat peralatan listrik semakin berkembang dengan pesat. Sistem ini melindungi kita baik dan peralatan listrik kita dari sambaran langsung maupun sambaran tidak langsung (lightning electromagnetic pulse). Di Indonesia sendiri sebagai kawasan dengan intensitas petir yang tinggi, sistem ini mutlak diperlukan. Secara umum, sistem proteksi petir terdiri dari dua yaitu sistem proteksi eksternal dan sistem proteksi internal. Dalam tulisan ini dibahas mengenai jenis-jenis proteksi terhadap petir baik internal maupun eksternal yang umumnya banyak digunakan manusia.
ANALISIS KEGAGALAN ISOLASI AKIBAT PARTIAL DISCHARGE PADA KABEL NA2XSEBY 20 KV BERISOLASI XLPE DAN PVC Bandri, Sepannur
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 16, No 2 (2014): Volume 16 No 2 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.664 KB)

Abstract

Saluran distribusi dengan kabel bawah tanah akhir – akhir ini banyak digunakan pada daerah perkotaan, karena baik dilihat dari faktor keamanan dan keindahan. Dalam penelitian ini mengetahui sejauh mana keandalan isolasi terhadap Partial Discharge pada dengan bahan isolasi XLPE dan PVC. Studi kasus dilakukan pada jaringan distribusi pada GIS Simpang Haru ke GH Gor Agus Salim yang menggunakan kabel NA2XSEBY 20 KV berisolasi XLPE dan PVC. Dari analisis ini menunjukkan besar tegangan stres, kenaikan temperatur, tegangan rongga dan kapasitansi pada isolasi XLPE dan PVC untuk kabel bawah tanah NA2XSEBY 20 KV, yang mana peluahan terjadi apabila tegangan sumber kerja sebesar 20 KV lebih besar dari pada insepsi yang diterapkan V.
ANALISA GANGGUAN PETIR SUTT 150 KV DENGAN MEMPERHATIKAN TEGANGAN PADA LIGHTNING ARRESTER DAN TRAFO Bandri, Sepannur
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.129 KB)

Abstract

Sejalan dengan kebutuhan energi listrik yang semakin meningkat, maka diperlukan suatu sistem tenaga listrik yang dapat bekerja secara optimal. Sistem tenaga listrik menyalurkan daya dari pembangkit tenaga listrik ke konsumen melalui jaringan tenaga listrik yang terdiri dari saluran transmisi dan distribusi. Penyaluran daya listrik dengan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) terkadang melalui daerah dengan potensi sambaran petir yang cukup tinggi, dapat mengalami gangguan akibat sambaran langsung. Sambaran petir yang mengenai sistem tenaga listrik akan menimbulkan tegangan lebih. Tegangan lebih ini akan membahayakan peralatan apabila dibiarkan mengalir pada sistem dan tersalurkan ke beban. Tegangan lebih yang terjadi akibat sambaran petir dapat dipotong dengan arrester sehingga tidak membahayakan peralatan yang terhubung dengannya. Arrester petir memiliki kemampuan mengamankan peralatan listrik dari gangguan surja petir. Alat pengaman ini memiliki nilai tahanan non-linier pada setiap tingkat tegangan dan arus. Data yang terdapat pada datasheet menunjukkan bahwa alat ini memiliki karakteristik dinamis yang penting untuk koordinasi proteksi khusus.
PREDIKSI PERKEMBANGAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI UNIT PLN KAYU ARO Bandri, Sepannur
Menara Ilmu Vol 13, No 6 (2019): Vol. XIII No. 6 April 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v13i6.1417

Abstract

Listrik sebagai salah satu sumber tenaga, merupakan suatu sarana yang dapat membantu meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat, karena keberhasilan di bidang tenaga listrik erat kaitannya dengan pendapatan perkapita penduduk. Untuk menyediakan tenaga listrik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, diperlukan perencanaan yang akurat dalam menentukan kapasitas tenaga listrik. Perencanaan pembangunan sistem tenaga listrik memerlukan prediksi yang tepat dan akurat, seperti penelitian pada Kayu Aro, Kab. Solok. Penelitian akan menghasilkan gambaran perkiraan kebutuhan listrik sampai Tahun 2020.
Pemanfaatan Pin Control Dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Pin Data pada Port Parallel untuk Mengendalikan Motor Langkah Bandri, Sepannur
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.037 KB)

Abstract

Port parallel (DB25) merupakan interface yang dapat dimanfaatkan sebagai penghubung untuk sistem kendali, hanya saja pin pada port parallel ini  hanya terdiri dari 8 pin data yang bisa difungsikan  sebagai pin output untuk mengendalikan motor langkah  (Stepper) 4 fase sehingga pin data yang hanya berjumlah 8 Pin hanya bisa mengontrol 2 buah motor langkah. Dengan memanfaatkan salah satu Pin Kontrol yang berfungsi untuk mengaktifkan relay untuk mengatur perpindahan pengontrolan motor langkah maka kapasitas dari pin data dapat meningkat menjadi 100% yaitunya motor langkah 4 fase dapat di kontrol sebanyak 4 Buah dengan memanfaatkan 8 pin Data dan 1 pin Kontrol. Hasil dari peningkatan kapasitas pin data ini diaplikasi melalui prototype sistem parkir, yang mana satu motor langkah 4 fase di pergunakan untuk penggerak Portal gerbang masuk dengan gerakan buka dan tutup sedangkan 3 buah motor langkah yang lainnya dipergunakan untuk penggerak 3 blok parkir dengan gerakan naik dan turun.
KINERJA DISTANCE RELAY PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV DI GI PAYAKUMBUH Bandri, Sepannur
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.055 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis kinerja Distance Relay pada saluran transmisi 150 kV GI Payakumbuh, aplikasi penelitian ini dari GI Payakumbuh ke GI Batusangkar. Distance Relay merupakan salah satu alat proteksi saluran transmisi sekaligus sebagai pengaman utama saluran transmisi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui lokasi gangguan pada saluran transmisi 150 kV Gardu Induk Payakumbuh, Untuk mendapatkan settingan Relay Distance pada saluran transmisi 150 kV Gardu Induk Payakumbuh.Dari hasil analisa didapatkan bahwa gangguan hubung singkat satu fasa ketanah, dua fasa, dan tiga fasa semakin dekat gangguan kesumber maka arus gangguan semakin besar. Dari hasil perhitungan  didapatkan settingan impedansi untuk relay jarak yaitu untuk Zona 1 impedansinya 1,61Ω dengan waktu definite 0s,  Zona dua dengan waktu 0,4s nilai impedansinya adalah 3,21 Ω, dan untuk Zona tiga dengan waktu 1,2-1,6s nilai impedansinya didapatkan 4,02 Ω .