Articles

Kajian Perbandingan Debit Andalan Sungai Cimanuk Metoda Water Balance dan Data Lapangan Bakhtiar, Bakhtiar
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Tahun 16, Nomor 2, JUNI 2008
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.645 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v16i2.3694

Abstract

Provision of an adequate quantity of water has been a matter of concern since the beginning of civilization. Rivers is an important water resource for water supply. The availability of water to be supplied for many purpose of demand is measured in discharge. There are several methods can be used to calculate and analyze it. In this research and paper two methods was used and compared. There are FJ Mock method called water balance method, compared with actual discharges that measured at field. From the process in analyzing and comparing its appeared that there is two views in evaluate the difference between calculating result and measuring result. First is in absolute amount, and second is in percentage of amount of the difference toward actual amount from measuring in field. The data in this research is used as the case study was taken from Cimanuk River. The conclusion is there will be better to look the difference between the results from calculating method and measuring method, in the absolute amount of discharge. Keywords: Available discharge, calculating method, measuring method, percentage value difference, absolute amount difference ABSTRAK Persoalan kecukupan jumlah ketersediaan air telah menjadi perhatian sejak awal peradaban manusia. Sungai adalah sumber alam penting untuk suplai terhadap kebutuhan air. Ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan diukur dengan debit. Terdapat berbagai metoda untuk menghitung dan menganalisa debit. Dalam tulisan dan penelitian ini dua metoda digunakan dan dibandingkan. Yaitu metoda FJ Mock yang disebut metoda neraca kesimbangan air, lalu dibandingkan dengan metoda hasil pengukuran langsung dilapangan. Dalam proses analisis muncul dua sudut pandang dalam membandingkan hasil kedua metoda tersebut, yaitu pertama adalah selisih absolute dari debit dan kedua adalah prosentasi selisih debit. Data untuk penelitian ini diambil dari Sungai Cimanuk, sebagai tempat studi kasus. Kesimpulan yang didapat dari penelitian adalah bahwa akan lebih baik membandingkan hasil perhitungan analisa antara metoda hitung dan metoda pengukuran lapangan dalam besaran selisih debit.Kata kunci : Debit andalan, metoda kalkulasi, metoda pengukuran, selisih nilai persentasi, perbedaan nilai absolutPermalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3694[How to cite: Bakhtiar (2008), Kajian Perbandingan Debit Andalan Sungai Cimanuk Metoda Water Balance dan Data Lapangan, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Tahun 16, Nomor 2, pp. 200-207]
Analisis Pengembangan Manfaat Situ (Studi Kasus : Situ Cangkuang, Kabupaten Garut, Jawa Barat) Bakhtiar, Bakhtiar
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Tahun 16, Nomor 3, OKTOBER 2008
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.843 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v16i3.3701

Abstract

Situ in english is nearly meaning with lake. It is a reservoar in the surface of earth which naturaly shaped, also it can be shaped artificialy. Lake can be act as the water resource, water in the lake heve been coming from ground water, run off from rainfall, or supplied from river. The exist of lakes inside some areas is very important in create the hydrology equlibrium and run off arrangement. Also lakes can be used as a water resources for supply resident or domestic water demand, irrigation, ground water recharging, fishery, avoid sea water intrution, alernate energy, and tourism.  In order to maximie the potential purpose of lake it is important to be knowed the water to be used and it alocation, the amount of water discharges flow inside lake and  lake pit volume.  Determination of dependable discharge for the lake must be consider by wacth all water resources which contribute to the lake as a reservoar. Situ Cangkuang has two resources there are run off from its catchment area it self and the water discharge that can be suplied from Cipapar Dam, Cipapar River.  In this research, analysis was done by calcutating the various water demand, and comparing with available water supply with water balance principle.Then it can be known ideal volume, that is area and depth of the lake, in orther to give optimum benefit for the society.  Keywords: Water Demand, Water Supply, Rainfall, Run Off, Lake ABSTRAK Situ adalah suatu tampungan air atau reservoir diatas permukaan bumi yang terbentuk oleh alam, situ dapat juga dibentuk melalui rekayasa. Situ dapat berperan sebagai sumber air, air di dalam situ berasal dari air tanah, aliran air permukaan dari curah hujan, atau dialirkan sengaja dari sungai.  Keberadaan situ-situ di dalam suatu wilayah adalah sangat penting dalam menciptakan keseimbangan hidrologi dan pengaturan air permukaan. Situ juga dapat digunakan sebagai sumber air untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga atau domestic, irigasi, pengisian air tanah, perikanan, mencegah intrusi air laut, energy alternative, dan pariwisata. Untuk memaksimalkan potensi manfaat situ adalah penting untuk diketahui jumlah air yang akan digunakan dan alokasinya, besarnya debit air yang mengalir ke situ dan volume tampungan situ. Perhitungan debit yang diperlukan untuk mengisi situ harus mempertimbangkan secara seksama semua sumber air yang memberikan kontribusi pada situ sebagai suatu reservoir. Situ Cangkuang memiliki dua sumber air yaitu air aliran permukaan dari daerah tangkapan airnya dan curah hujan yang jatuh langsung diatasnya, serta debit air yang dapat dialirkan dari bending Cipapar yang terletak di Sungai Cipapar. Dalam penelitian ini, analisis telah dilakukan dengan menghitung berbagai keperluan air, lalu diperbandingkan dengan ketersediaan suplai air dengan prinsip keseimbangan air.  Sehingga dapat diketahui volume, yaitu luas area dikali kedalaman situ, dalam rangka memberikan manfaat optimum bagi masyarakat.Kata kunci: Kebutuhan Air, Suplai Air, Curah Hujan, Air Permukaan, SituPermalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3701[How to cite: Bakhtiar (2008), Analisis Pengembangan Manfaat Situ (Studi Kasus : Situ Cangkuang, Kabupaten Garut,  Jawa Barat), Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Tahun 16, Nomor 3, pp. 291-301]
Identifikasi Beberapa Varietas Unggul Padi Gogo di Aceh Besar Bakhtiar, Bakhtiar; Hasanuddin, Hasanuddin; Hidayat, Taufan
Jurnal Agrista Vol 17, No 2 (2013): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.931 KB)

Abstract

ABSTRAK. Padi varietas unggul baru merupakan salah satu terobosan inovasi teknologi yang paling mudah diadopsi petani karena teknologi ini murah dan sangat praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memilih varietas unggul baru padi gogo yang dapat beradaptasi baik di Aceh Besar. Penelitian lapangan dilakukan di kebun petani di desa Turam Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar pada musim kering 2012. Lima varietas yang digunakan yaitu Tuwoti, Situ Patenggang, Situ Bagendit, Limboto, dan Inpago 6 ditata dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Situ Patenggang memiliki pertumbuhan dan komponen hasil yang baik. Situ Patenggang memberikan hasil tertinggi yaitu 4,47 ton ha-1 dan berbeda nyata dengan varietas lainnya. Varietas Situ Patenggang merupakan varietas yang sangat potensial untuk dikembangkan di Aceh Besar. The Identification Some Upland Rice Superior Varieties in Aceh BesarABSTRACT. New varieties of rice is one of the most innovative technology for the most easily adopted by farmers because the technology is cheap and very practical. Adaptation of varieties is needed to know rice performance new superior variety of upland rice can be adaptation in Aceh Besar. A field experiment was conducted at Farmer Farm, to screen suitable upland rice varieties in Aceh Besar District on dry season 2012. Five upland rice varieties ei, Tuwoti, Situ Patenggang, Situ Bagendit, Limboto, and Inpago 6 were evaluated in randomized block design with three replications. The result shows that the performance of rice varieties Situ Patenggang in vegetative stage of growth and yield component are very good. The upland rice variety Situ Patenggang produced the highest grain yield of 4,47 ton ha-1and it was significantly superior to other rice varieties. Varieties Situ Patenggang potential to be developed in Aceh Besar. 
Karakterisasi Plasma Nutfah Padi Lokal Aceh untuk Perakitan Varietas Adaptif pada Tanah Masam Bakhtiar, Bakhtiar; Kesumawati, Elly; Hidayat, Taufan; Rahmawati, Marai
Jurnal Agrista Vol 15, No 3 (2011): Volume 15 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.575 KB)

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat agro-morfologi dan mengidentifikasi plasma nutfah padi local Aceh yang dapat beradaptasi baik pada tanah masam. Jumlah aksesi yang dievaluasi adalah 33 aksesi. Tinggi bibit pada umur 15 Hari Setelah Tanam dari varietas yang dievaluasi berkisar dari 20-40 cm. Jumlah anakan pada fase bibit berkisar antara 1 sampai 6 anakan. Tanaman terpendek yang mempunyai tinggi 90 cm adalah Kuku Balam 1 dan Tuwoti, sedangkan tanaman yang berbatang tinggi adalah Rangan dan Dupa, masing-masing secara berturut-turut mencapai 156 dan 151 cm. Warna pangkal batang umumnya hijau dan berwarna ungu serta ungu bergaris, varietas yang memiliki pangkal batang ungu adalah Cirata, Sirias, Ramos, Tition, sedangkan yang ungu bergaris adalah Cantek Puteh. Hasil uji toleransi plasma nutfah padi Aceh pada tanah masam diperoleh 9 aksesi varietas local Aceh toleran (skor 1-3). Varietas tersebut adalah Sikuneng, Leukat Jeurejak, Sambei, Bo Santeut, Leukat Adang, Itam Tangke, Pade Kapai, dan Lekat Panah. Varietas yang tergolong peka adalah Kuku Balam 1, Kuku Balam 2, Sigudang, Situ Bagendit, Cirata, Rasi Putih, Bo Padang, Danau Gaung, Limboti, Kepala Gajah Kinco, Pineung, Bo Rayek, Sirias, dan Ramos Tition.Characterization of Aceh Rice Germplasm for Developing Adapted Variety in Acid SoilsABSTRACT. The aims of this work were to make a morpho-agronomic characterization and to identify of the Aceh rice germplasm with a good adapted in acid soils. The total accession rice for evaluation were 33 varieties. The higher of seedling for evaluation were approximately 20-40 cm after 15 days planting. The number of tiller were 1-6 tillers. Kuku Balam-1 and Towoti variety showed 90 cm short plants, whereas Rangan and Dupa variety tallest which have been 156 and 151 respectively. Generally, the color of starting point was green, purple or purple with lines. The purple starting point were Cirata, Sirias, and Ramos Tition. Cantek Puteh variety was purple’s lines variety. The Aceh rice germplasm showed that 9 variety were tolerant to acid soils (skor 1-3). That variety were Sikuneng, Leukat Jeureujak, Sambei, Bo Santeut, Leukat Adang, Itam Tangke, Pade Kapai, and Leukat Panah. The sensitive variety were Kuku Balam-1, Kuku Balam-2, Sigudang, Situ Bagendit, Cirata, Rasi Putih, Bo Padang, Danau Gaung, Lomboto, Kepala Gajah Kinco, Pineung, Bo Rayek, Sirias, and Ramos Tition.
Penyaringan Ketahanan Jalur Haploid Ganda Padi Gogo Hasil Kultur Antera Terhadap Penyakit Blas Daun Bakhtiar, Bakhtiar; Purwoko, Bambang S; Amir, Mukelar
Jurnal Agrista Vol 13, No 2 (2009): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2009
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.185 KB)

Abstract

Screening of Doubled Haploid Lines Derived from Anther Culture of Upland Rice to Leaf Blast DiseaseABSTRACT. Rice blast disease caused by Pyricularia grisea (cooke) Sacc, is one of limiting factors to increase upland rice production. Many resistant varieties have been developed, but they have become susceptible within a few years after their release. Breeding for blast disease resistance should be done continuously. This study was conducted in Laboratory and Screenhouse at ICABIOGARD, Bogor. Preparation of rice seedlings and inoculums, inoculation technique and scoring system were done according to standard procedures established by IRRI. The evaluation of doubled haploid lines showed that SGJT3, SGJT16, SGJT28, SGJT29, SGJT34, SGGM5, SGGM8, GRGM9, and GRJT12 lines were resistant to leaf blast disease race 173, 033, and 001.
Uji daya gabung tiga galur mandul jantan dengan sepuluh galur kandidat restorer pada tanaman padi (Oryza sativa L.) Aisah, Siti; Hayati, Erita; Bakhtiar, Bakhtiar
-
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.796 KB)

Abstract

The purpose of this research was to obtain lines of candidates restorer that has a good combining ability against three plants Cytoplasmic Male Sterile (CMS/A). The research was conducted at the research field at PT. Syngenta Indonesia Cikampek West Java, Jati Sari, Balonggandu village. Crossed design and  analysis arranged by following  line x tester desing. Ten hybrid line restorer fertility and three line CMS planted the field using randomized complete block design with  2 replications, treatment consisting of 43 treatment so getting 86 unit experiment with the analysis resources combining ability. This research was the observed against character of high of plants, number of filled grain per clump , number of filled per clump, number of unfilled per clump, weights 1000 grains, number of productive, panicle length, persentase fertiliy panicle. The result showed that all the characters observed having had significant variance of general combining ability (GCA) and specific combining ability (SCA). Expression of the characters above controlled by the action of genes additive or non-aditif.
NIKAH WISATA; PENDEKATAN MAQASHID AL-SYARI’AH Bakhtiar, Bakhtiar
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v2i2.56

Abstract

The tour marriage as is done in a certain time basically it seems nothing wrong and there is no terms of harmonious violated from the fulfillment side of harmonious and requirements. However, in terms of the purpose of marriage, the law and maqasid al-syariah contain marriage problem. In addition, there can also be equated with  mutah marriage that is allowed by syii. The type of this marriage is not appropriate with the maqasid al-syariah, not only ashliyah but also tabiiyah. Then the impact could be on the implications of the worst  neglect.Keywords : The tour marriage, maqasid al-Syariah and mudharatCopyright © 2012 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v2i2.56
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN TEGANGAN PERMUKAAN TANAH PADA PEMBUMIAN SISTEM GRID-ROD DALAM STRUKTUR TANAH DUA LAPIS (SUATU ANALISA KASUS) Tadjuddin, Tadjuddin; Gaffar, Ahmad; Bakhtiar, Bakhtiar
Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-11, No. 2 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang menjadi penyebab turun/ rendahnya nilai tegangan permukaan tanah khususnya tegangan sentuh sentuh yang timbul saat terjadi gangguan,Besarnya tegangan sentuh dipengaruhi banyak factor shingga dalam merencanakan sisatem pembumian perlu diketahui faktor yang dominan berpengaruh terhadap tegangan sentuh tersebut. Data-data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh pada P.T PLN khususnya PIKITRING SULMAPA antara lain nilai tahanan jenis tanah, ketebalan lapisan tanah bagian pertama, tegangan kerja sistem yang direncanakan. Kegiatan ini diawali dengan menghitung: Luas Daerah Pembumian, Ukuran Minimum Elektroda Pembumian, Jumlah Minimum Batang Konduktor serta seluruh panjang batang pembumian yang diperlukan untuk selanjutnya hasilnya digunakan menghitung Tegangan Sentuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor faktor yang dominan berpengaruh terhadap rendahnya atau turunnya tegangan sentuh secara berturut turut adalah sbb: i). Perubahan jarak antara konduktor paralel(D). Semakin kecil jarak konduktor parallel maka semakin panjang elektroda grid yang dibutuhkan. Dengan semakin kecilnya nilai tahanan dari konduktor yang paralel tersebut berarti semakin memudahkan jalan arus gangguan ke tanah sehingga tegangan pada permukaan tanah menjadi semakin kecil. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 meter jarak konduktor paralel (dari 3 meter sampai dengan 12 meter) menyebabkan terjadinya perubaha rata-rata tegangan sentuh sebesar 11,36 %. Untuk ρ1 = 30,4 (Ω.m) dan ρ2 = 11,3 Ω.m ii), Perbandingan tahanan jenis tanah lapisan pertama dan lapisan kedua. Dan iii) kedalaman penanaman elektroda grid. Hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa semakin dalam elektroda tersebut tertanam dalam tanah (dari 0,5 meter sampai dengan kedalaman 1,0 meter) tegangan sentuh semakin kecil. Namun bila kedalaman penanaman elektroda ditambah terus melibihi 1,0 meter ternyata tegangan sentuh menjadi semakin besar. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dalam IEEE, bahwa penanaman elektroda grid akan efektif menurunkan tegangan sentuh hanya sampai pada kedalaman 1,0 meter.
Pengaruh Curah Hujan Rata-rata Tahunan terhadap Indeks Erosi dan Umur Waduk pada DAS Citarum Hulu Bakhtiar, Bakhtiar; Hadihardaja, Joetata; Hadihardaja, Iwan K.
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 19, Nomor 1, JULI 2013
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.41 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v19i1.7834

Abstract

The aim of this study is to find out the effect of annual rainfall on the erosion index and the life of a reservoir. The erosion index is defined as the total soil loss divided by the tolerable soil loss. The life of a reservoir is affected by the amount of sediment flowing into the reservoir and sediment trap, which is a function of the effective capacity of the reservoir and the inflowing water. Soil and Water Assessment Tool (SWAT) version 2005 model was incorporated into this study to simulate hydrological processes taking place in the catchment. ArcSWAT (ArcGIS Interface for SWAT 2005) program was used as a preprocessing tool to write in input files to be executed by SWAT.SWAT model involves a great number of parameters. Hence, its reliability depends so much on the data availability and some parameter adjustments. From the calibration and validation results on annual data, the model is considerably of good performance. This was proven from the coefficient of correlation (r), coefficient of determination (R2), model efficiency (ME), and index of agreement (IA) which are close to 1 except for the sediment inflow. The difference between the observed and simulated sediment inflow resulted because the SWAT model accounts for the annual variation in precipitation and mean inflow discharge which is not manifested in the observed data. The modeling results revealed that the average inflowing sediment into the reservoir is 5,102,000 ton/year resulting in 46.18 year effective life of the reservoir which corresponds to the critical degree of 1.15. The graph plotting the values of the sediment inflow and the critical degree of the reservoir life reveals a linear relationship.
KARAKTERISTIK ALIRAN AIR DALAM MODEL SALURAN TERBUKA MENUJU KAJIAN HIDROLIKA EROSI DAN TRANSPOR SEDIMEN Bakhtiar, Bakhtiar; Hadihardaja, Joetata
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Tahun 17, Nomor 2, JUNI 2009
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.67 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v17i2.7880

Abstract

This paper is prepared as a comprehensive resume of results of continuing research of the author at Fluid Mechanics and Hydro dynamics Laboratory,  Departement  of Civil Engineering, Engineering Faculty, Sangga Buana YPKP University, in collaborating with lecturer team and last year student researchers. The propose of this research is to prove theoretical and mathematical of fluid mechanics and fluid dynamics with observation and measurements to the real water flow in laboratory channel model. Two parts of experiments was done, first allowing water discharge in glass ditch model, and second with add the bottom channel with sand layer. So these research included the difference viscosity of fluids. The results proved that theoretical and mathematical models of fluid mechanics and fluid dynamics characteristic are agreed with experimental observations and measurements in laboratory. Those characteristics included discharge, velocity, flow depth, Froude number, hydraulic radius, and shear stress. Next, these research also propose to be continue to observe the characteristic of sediment transport in water flow. Keywords : Theoretical discharge, theoretical velocity, Froude number, observed discharge, observed velocity, water flow depth, hydraulic radius, shear stress. ABSTRAK Makalah ini merupakan rangkuman hasil pekerjaan penelitian yang dilakukan penulis selama di Laboratorium Mekanika Fluida dan Hidrodinamika Jurusan Teknik Sipil Universitas Sangga Buana YPKP, bersama tim dosen dan para mahasiswa tugas akhir. Tujuan penelitian terutama adalah untuk pembuktian model-model teoritik melalui pengamatan langsung aliran air nyata dalam saluran yang dimodelkan. Dua bagian eksperimen telah dilakukan yaitu dengan saluran kaca dan saluran kaca yang dasarnya dihampar pasir, dengan demikian aliran air pada eksperimen kedua akan membawa pasir, sehingga penelitian ini menguji karakteristik dua aliran dengan viskositas yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik aliran air di saluran terbuka yang diturunkan secara teoritik dan didekati dengan model matematik sesuai dengan hasil pengamatan dan pengukuran pada model saluran di laboratorium. Karakteristik yang terbuktikan menyangkut debit, kecepatan, kedalaman aliran, bilangan Froude, jari-jari hidrolis, dan tegangan geser. Penelitian ini ditujukan pula untuk mendalami aspek transportasi sedimen, sebagai penelitian lanjutannya. Kata kunci: Debit teoritik, kecepatan aliran teoritik, bilangan Froude, debit pengamatan, kecepatan aliran pengamatan, kedalaman aliran pengamatan, jari-jari hidrolis, tegangan geser.