Articles

Found 34 Documents
Search

Kajian Perbandingan Debit Andalan Sungai Cimanuk Metoda Water Balance dan Data Lapangan

MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Tahun 16, Nomor 2, JUNI 2008
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.645 KB)

Abstract

Provision of an adequate quantity of water has been a matter of concern since the beginning of civilization. Rivers is an important water resource for water supply. The availability of water to be supplied for many purpose of demand is measured in discharge. There are several methods can be used to calculate and analyze it. In this research and paper two methods was used and compared. There are FJ Mock method called water balance method, compared with actual discharges that measured at field. From the process in analyzing and comparing its appeared that there is two views in evaluate the difference between calculating result and measuring result. First is in absolute amount, and second is in percentage of amount of the difference toward actual amount from measuring in field. The data in this research is used as the case study was taken from Cimanuk River. The conclusion is there will be better to look the difference between the results from calculating method and measuring method, in the absolute amount of discharge. Keywords: Available discharge, calculating method, measuring method, percentage value difference, absolute amount difference ABSTRAK Persoalan kecukupan jumlah ketersediaan air telah menjadi perhatian sejak awal peradaban manusia. Sungai adalah sumber alam penting untuk suplai terhadap kebutuhan air. Ketersediaan air untuk memenuhi berbagai kebutuhan diukur dengan debit. Terdapat berbagai metoda untuk menghitung dan menganalisa debit. Dalam tulisan dan penelitian ini dua metoda digunakan dan dibandingkan. Yaitu metoda FJ Mock yang disebut metoda neraca kesimbangan air, lalu dibandingkan dengan metoda hasil pengukuran langsung dilapangan. Dalam proses analisis muncul dua sudut pandang dalam membandingkan hasil kedua metoda tersebut, yaitu pertama adalah selisih absolute dari debit dan kedua adalah prosentasi selisih debit. Data untuk penelitian ini diambil dari Sungai Cimanuk, sebagai tempat studi kasus. Kesimpulan yang didapat dari penelitian adalah bahwa akan lebih baik membandingkan hasil perhitungan analisa antara metoda hitung dan metoda pengukuran lapangan dalam besaran selisih debit.Kata kunci : Debit andalan, metoda kalkulasi, metoda pengukuran, selisih nilai persentasi, perbedaan nilai absolutPermalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3694[How to cite: Bakhtiar (2008), Kajian Perbandingan Debit Andalan Sungai Cimanuk Metoda Water Balance dan Data Lapangan, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Tahun 16, Nomor 2, pp. 200-207]

Analisis Pengembangan Manfaat Situ (Studi Kasus : Situ Cangkuang, Kabupaten Garut, Jawa Barat)

MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Tahun 16, Nomor 3, OKTOBER 2008
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.843 KB)

Abstract

Situ in english is nearly meaning with lake. It is a reservoar in the surface of earth which naturaly shaped, also it can be shaped artificialy. Lake can be act as the water resource, water in the lake heve been coming from ground water, run off from rainfall, or supplied from river. The exist of lakes inside some areas is very important in create the hydrology equlibrium and run off arrangement. Also lakes can be used as a water resources for supply resident or domestic water demand, irrigation, ground water recharging, fishery, avoid sea water intrution, alernate energy, and tourism.  In order to maximie the potential purpose of lake it is important to be knowed the water to be used and it alocation, the amount of water discharges flow inside lake and  lake pit volume.  Determination of dependable discharge for the lake must be consider by wacth all water resources which contribute to the lake as a reservoar. Situ Cangkuang has two resources there are run off from its catchment area it self and the water discharge that can be suplied from Cipapar Dam, Cipapar River.  In this research, analysis was done by calcutating the various water demand, and comparing with available water supply with water balance principle.Then it can be known ideal volume, that is area and depth of the lake, in orther to give optimum benefit for the society.  Keywords: Water Demand, Water Supply, Rainfall, Run Off, Lake ABSTRAK Situ adalah suatu tampungan air atau reservoir diatas permukaan bumi yang terbentuk oleh alam, situ dapat juga dibentuk melalui rekayasa. Situ dapat berperan sebagai sumber air, air di dalam situ berasal dari air tanah, aliran air permukaan dari curah hujan, atau dialirkan sengaja dari sungai.  Keberadaan situ-situ di dalam suatu wilayah adalah sangat penting dalam menciptakan keseimbangan hidrologi dan pengaturan air permukaan. Situ juga dapat digunakan sebagai sumber air untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga atau domestic, irigasi, pengisian air tanah, perikanan, mencegah intrusi air laut, energy alternative, dan pariwisata. Untuk memaksimalkan potensi manfaat situ adalah penting untuk diketahui jumlah air yang akan digunakan dan alokasinya, besarnya debit air yang mengalir ke situ dan volume tampungan situ. Perhitungan debit yang diperlukan untuk mengisi situ harus mempertimbangkan secara seksama semua sumber air yang memberikan kontribusi pada situ sebagai suatu reservoir. Situ Cangkuang memiliki dua sumber air yaitu air aliran permukaan dari daerah tangkapan airnya dan curah hujan yang jatuh langsung diatasnya, serta debit air yang dapat dialirkan dari bending Cipapar yang terletak di Sungai Cipapar. Dalam penelitian ini, analisis telah dilakukan dengan menghitung berbagai keperluan air, lalu diperbandingkan dengan ketersediaan suplai air dengan prinsip keseimbangan air.  Sehingga dapat diketahui volume, yaitu luas area dikali kedalaman situ, dalam rangka memberikan manfaat optimum bagi masyarakat.Kata kunci: Kebutuhan Air, Suplai Air, Curah Hujan, Air Permukaan, SituPermalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3701[How to cite: Bakhtiar (2008), Analisis Pengembangan Manfaat Situ (Studi Kasus : Situ Cangkuang, Kabupaten Garut,  Jawa Barat), Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Tahun 16, Nomor 3, pp. 291-301]

Uji daya gabung tiga galur mandul jantan dengan sepuluh galur kandidat restorer pada tanaman padi (Oryza sativa L.)

-
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.796 KB)

Abstract

The purpose of this research was to obtain lines of candidates restorer that has a good combining ability against three plants Cytoplasmic Male Sterile (CMS/A). The research was conducted at the research field at PT. Syngenta Indonesia Cikampek West Java, Jati Sari, Balonggandu village. Crossed design and  analysis arranged by following  line x tester desing. Ten hybrid line restorer fertility and three line CMS planted the field using randomized complete block design with  2 replications, treatment consisting of 43 treatment so getting 86 unit experiment with the analysis resources combining ability. This research was the observed against character of high of plants, number of filled grain per clump , number of filled per clump, number of unfilled per clump, weights 1000 grains, number of productive, panicle length, persentase fertiliy panicle. The result showed that all the characters observed having had significant variance of general combining ability (GCA) and specific combining ability (SCA). Expression of the characters above controlled by the action of genes additive or non-aditif.

NIKAH WISATA; PENDEKATAN MAQASHID AL-SYARI’AH

Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tour marriage as is done in a certain time basically it seems nothing wrong and there is no terms of harmonious violated from the fulfillment side of harmonious and requirements. However, in terms of the purpose of marriage, the law and maqasid al-syariah contain marriage problem. In addition, there can also be equated with  mutah marriage that is allowed by syii. The type of this marriage is not appropriate with the maqasid al-syariah, not only ashliyah but also tabiiyah. Then the impact could be on the implications of the worst  neglect.Keywords : The tour marriage, maqasid al-Syariah and mudharatCopyright © 2012 by Kafa`ah All right reservedDOI : 10.15548/jk.v2i2.56

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN TEGANGAN PERMUKAAN TANAH PADA PEMBUMIAN SISTEM GRID-ROD DALAM STRUKTUR TANAH DUA LAPIS (SUATU ANALISA KASUS)

Jurnal Teknik Mesin SINERGI Tahun ke-11, No. 2 (2013)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin SINERGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang menjadi penyebab turun/ rendahnya nilai tegangan permukaan tanah khususnya tegangan sentuh sentuh yang timbul saat terjadi gangguan,Besarnya tegangan sentuh dipengaruhi banyak factor shingga dalam merencanakan sisatem pembumian perlu diketahui faktor yang dominan berpengaruh terhadap tegangan sentuh tersebut. Data-data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh pada P.T PLN khususnya PIKITRING SULMAPA antara lain nilai tahanan jenis tanah, ketebalan lapisan tanah bagian pertama, tegangan kerja sistem yang direncanakan. Kegiatan ini diawali dengan menghitung: Luas Daerah Pembumian, Ukuran Minimum Elektroda Pembumian, Jumlah Minimum Batang Konduktor serta seluruh panjang batang pembumian yang diperlukan untuk selanjutnya hasilnya digunakan menghitung Tegangan Sentuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor faktor yang dominan berpengaruh terhadap rendahnya atau turunnya tegangan sentuh secara berturut turut adalah sbb: i). Perubahan jarak antara konduktor paralel(D). Semakin kecil jarak konduktor parallel maka semakin panjang elektroda grid yang dibutuhkan. Dengan semakin kecilnya nilai tahanan dari konduktor yang paralel tersebut berarti semakin memudahkan jalan arus gangguan ke tanah sehingga tegangan pada permukaan tanah menjadi semakin kecil. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setiap penambahan 1 meter jarak konduktor paralel (dari 3 meter sampai dengan 12 meter) menyebabkan terjadinya perubaha rata-rata tegangan sentuh sebesar 11,36 %. Untuk ρ1 = 30,4 (Ω.m) dan ρ2 = 11,3 Ω.m ii), Perbandingan tahanan jenis tanah lapisan pertama dan lapisan kedua. Dan iii) kedalaman penanaman elektroda grid. Hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa semakin dalam elektroda tersebut tertanam dalam tanah (dari 0,5 meter sampai dengan kedalaman 1,0 meter) tegangan sentuh semakin kecil. Namun bila kedalaman penanaman elektroda ditambah terus melibihi 1,0 meter ternyata tegangan sentuh menjadi semakin besar. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dalam IEEE, bahwa penanaman elektroda grid akan efektif menurunkan tegangan sentuh hanya sampai pada kedalaman 1,0 meter.

Pengaruh Curah Hujan Rata-rata Tahunan terhadap Indeks Erosi dan Umur Waduk pada DAS Citarum Hulu

MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 19, Nomor 1, JULI 2013
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.41 KB)

Abstract

The aim of this study is to find out the effect of annual rainfall on the erosion index and the life of a reservoir. The erosion index is defined as the total soil loss divided by the tolerable soil loss. The life of a reservoir is affected by the amount of sediment flowing into the reservoir and sediment trap, which is a function of the effective capacity of the reservoir and the inflowing water. Soil and Water Assessment Tool (SWAT) version 2005 model was incorporated into this study to simulate hydrological processes taking place in the catchment. ArcSWAT (ArcGIS Interface for SWAT 2005) program was used as a preprocessing tool to write in input files to be executed by SWAT.SWAT model involves a great number of parameters. Hence, its reliability depends so much on the data availability and some parameter adjustments. From the calibration and validation results on annual data, the model is considerably of good performance. This was proven from the coefficient of correlation (r), coefficient of determination (R2), model efficiency (ME), and index of agreement (IA) which are close to 1 except for the sediment inflow. The difference between the observed and simulated sediment inflow resulted because the SWAT model accounts for the annual variation in precipitation and mean inflow discharge which is not manifested in the observed data. The modeling results revealed that the average inflowing sediment into the reservoir is 5,102,000 ton/year resulting in 46.18 year effective life of the reservoir which corresponds to the critical degree of 1.15. The graph plotting the values of the sediment inflow and the critical degree of the reservoir life reveals a linear relationship.

KARAKTERISTIK ALIRAN AIR DALAM MODEL SALURAN TERBUKA MENUJU KAJIAN HIDROLIKA EROSI DAN TRANSPOR SEDIMEN

MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Tahun 17, Nomor 2, JUNI 2009
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.67 KB)

Abstract

This paper is prepared as a comprehensive resume of results of continuing research of the author at Fluid Mechanics and Hydro dynamics Laboratory,  Departement  of Civil Engineering, Engineering Faculty, Sangga Buana YPKP University, in collaborating with lecturer team and last year student researchers. The propose of this research is to prove theoretical and mathematical of fluid mechanics and fluid dynamics with observation and measurements to the real water flow in laboratory channel model. Two parts of experiments was done, first allowing water discharge in glass ditch model, and second with add the bottom channel with sand layer. So these research included the difference viscosity of fluids. The results proved that theoretical and mathematical models of fluid mechanics and fluid dynamics characteristic are agreed with experimental observations and measurements in laboratory. Those characteristics included discharge, velocity, flow depth, Froude number, hydraulic radius, and shear stress. Next, these research also propose to be continue to observe the characteristic of sediment transport in water flow. Keywords : Theoretical discharge, theoretical velocity, Froude number, observed discharge, observed velocity, water flow depth, hydraulic radius, shear stress. ABSTRAK Makalah ini merupakan rangkuman hasil pekerjaan penelitian yang dilakukan penulis selama di Laboratorium Mekanika Fluida dan Hidrodinamika Jurusan Teknik Sipil Universitas Sangga Buana YPKP, bersama tim dosen dan para mahasiswa tugas akhir. Tujuan penelitian terutama adalah untuk pembuktian model-model teoritik melalui pengamatan langsung aliran air nyata dalam saluran yang dimodelkan. Dua bagian eksperimen telah dilakukan yaitu dengan saluran kaca dan saluran kaca yang dasarnya dihampar pasir, dengan demikian aliran air pada eksperimen kedua akan membawa pasir, sehingga penelitian ini menguji karakteristik dua aliran dengan viskositas yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik aliran air di saluran terbuka yang diturunkan secara teoritik dan didekati dengan model matematik sesuai dengan hasil pengamatan dan pengukuran pada model saluran di laboratorium. Karakteristik yang terbuktikan menyangkut debit, kecepatan, kedalaman aliran, bilangan Froude, jari-jari hidrolis, dan tegangan geser. Penelitian ini ditujukan pula untuk mendalami aspek transportasi sedimen, sebagai penelitian lanjutannya. Kata kunci: Debit teoritik, kecepatan aliran teoritik, bilangan Froude, debit pengamatan, kecepatan aliran pengamatan, kedalaman aliran pengamatan, jari-jari hidrolis, tegangan geser.

KARAKTERISTIK ALIRAN AIR DALAM MODEL SALURAN TERBUKA MENUJU KAJIAN HIDROLIKA EROSI DAN TRANSPOR SEDIMEN

MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Tahun 17, Nomor 2, JUNI 2009
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.67 KB)

Abstract

This paper is prepared as a comprehensive resume of results of continuing research of the author at Fluid Mechanics and Hydro dynamics Laboratory,  Departement  of Civil Engineering, Engineering Faculty, Sangga Buana YPKP University, in collaborating with lecturer team and last year student researchers. The propose of this research is to prove theoretical and mathematical of fluid mechanics and fluid dynamics with observation and measurements to the real water flow in laboratory channel model. Two parts of experiments was done, first allowing water discharge in glass ditch model, and second with add the bottom channel with sand layer. So these research included the difference viscosity of fluids. The results proved that theoretical and mathematical models of fluid mechanics and fluid dynamics characteristic are agreed with experimental observations and measurements in laboratory. Those characteristics included discharge, velocity, flow depth, Froude number, hydraulic radius, and shear stress. Next, these research also propose to be continue to observe the characteristic of sediment transport in water flow. Keywords : Theoretical discharge, theoretical velocity, Froude number, observed discharge, observed velocity, water flow depth, hydraulic radius, shear stress. ABSTRAK Makalah ini merupakan rangkuman hasil pekerjaan penelitian yang dilakukan penulis selama di Laboratorium Mekanika Fluida dan Hidrodinamika Jurusan Teknik Sipil Universitas Sangga Buana YPKP, bersama tim dosen dan para mahasiswa tugas akhir. Tujuan penelitian terutama adalah untuk pembuktian model-model teoritik melalui pengamatan langsung aliran air nyata dalam saluran yang dimodelkan. Dua bagian eksperimen telah dilakukan yaitu dengan saluran kaca dan saluran kaca yang dasarnya dihampar pasir, dengan demikian aliran air pada eksperimen kedua akan membawa pasir, sehingga penelitian ini menguji karakteristik dua aliran dengan viskositas yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik aliran air di saluran terbuka yang diturunkan secara teoritik dan didekati dengan model matematik sesuai dengan hasil pengamatan dan pengukuran pada model saluran di laboratorium. Karakteristik yang terbuktikan menyangkut debit, kecepatan, kedalaman aliran, bilangan Froude, jari-jari hidrolis, dan tegangan geser. Penelitian ini ditujukan pula untuk mendalami aspek transportasi sedimen, sebagai penelitian lanjutannya. Kata kunci: Debit teoritik, kecepatan aliran teoritik, bilangan Froude, debit pengamatan, kecepatan aliran pengamatan, kedalaman aliran pengamatan, jari-jari hidrolis, tegangan geser.

Perbedaan Jarak Tanam dan Dosis pupuk Kandang Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Hasil Padi Sawah

Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.316 KB)

Abstract

Plant Spacing Differences and  Dose of Manure on Soil Chemical Properties and Yield of  Lowland PaddiesAbstract: Objectives of the study were to determine the best plant spacing differences, the dose of manure on soil chemical properties and yield of lowland paddies. Experimental design used was a factorial randomized block design with three replications. The treatments consisted of plant spacing (30 x 15, 30 x 30 and 30 cm x 45 cm) and manure doses (0, 10 and 20 tons manure ha-1). The results showed that a mixture of manure and urea significantly affect the C-organic, N-total and P-available in the soil. The average increase in soil organic C classified as low categories, medium N-total and low P-available. There was significant interaction effect between plant spacing and mixture of manure and urea on Cation Exchange Capacity (CEC) in the soil, so it rises to very high category. Mixture of manure and urea significantly affect grain yield. The average grain yield 6.26 tonnes ha-1 which gained in doses of 10 tons ha-1 manure and urea mixture.Abstrak: Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan jarak tanam yang terbaik, dosis pupuk kandang terhadap sifat kimia tanah dan hasil padi sawah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas jarak tanam (30 x 15, 30 x 30 dan 30 cm x 45 cm) dan dosis pupuk kandang (0, 10 dan 20  ton  pupuk kandang ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran pupuk kandang dan urea berpengaruh nyata terhadap C-organik, N-total dan P-tersedia tanah. Rata-rata peningkatan C-organik tanah tergolong kategori rendah, N-total sedang, dan P-tersedia tanah rendah. Terjadi pengaruh interaksi yang nyata antara jarak tanam dan campuran pupuk kandang dan urea terhadap Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, sehingga meningkat sampai kategori sangat tinggi. Campuran pupuk kandang dan urea nyata mempengaruhi hasil gabah. Rata-rata hasil gabah 6,26 ton ha-1 yang terjadi pada takaran 10 ton ha-1 pupuk kandang dan campuran urea.

Serapan Hara dan Efisiensi Pemupukan Phosfat Serta Pertumbuhan Padi Varietas Lokal

Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Desember 2012
Publisher : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan, Pascasarjana, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrient Uptake and Efficiency Fertilizing to Growth Variety Local of RiceAbstract: The study was aimed to determine effects of phosphate fertilizer dosage and varieties on growth, nutrient uptake and fertilizing efficiency of landrace paddy. The research was conducted in Village Aneuk Glee, Indrapuri Sub District, Aceh Besar District. Analysis of phosphorus uptake of rice plants was performed at Laboratory of Soil Research Institute, Bogor. Experiment was arranged in a split plot design with three replications. Factor of phosphorus fertilizer dosage, consisting of three levels (0 kg/ha, 50 kg/ha and 100 kg/ha) was set as main plot and variety (50 varieties) as subplot. Variables observed were plant height, number of tillers, wet weight biomass, dry weight biomass and fertilizing efficiency. Results showed that phosphorus fertilizer dosage exerted highly significant effects on plant height, number of tillers at 20, 23 and 26 days after transplanting, dry weight biomass, nutrient uptake and fertilizing efficiency and exerted significant effects on number of tillers at 14 days after transplanting and wet weight biomass. Variety exerted highly significant effects on plant height, number of tillers, wet weight biomass and dry weight biomass. There were no significant interactions between phosphorus fertilizer dosage and variety on all the observed variables.Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk fosfat dan varietas terhadap pertumbuhan, serapan hara dan efisiensi pemupukan tanaman padi lokal. Pelaksanaan penelitian lapangan dilakukan di Desa Aneuk Glee Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar dan analisis serapan fosfor tanaman dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Tanah, Bogor. Menggunakan rancangan percobaan petak terpisah (split plot design) dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas dosis pemupukan phosfat sebagai petak utama dan varietas (50 varietas) sebagai anak petak. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, serapan hara dan efisiensi pemupukan. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk fosfat berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada semua umur pengamatan, jumlah anakan umur 20, 23 dan 26 hari setelah tanam (HST), berat berangkasan kering, serapan hara dan efisiensi pemupukan serta berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan umur 14 HST dan berat berangkasan basah. Varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara dosis pupuk fosfat dan varietas terhadap semua peubah yang diamati.