Articles

Found 21 Documents
Search

Perancangan Alat Ukur Kadar Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2) dan Hidro Karbon (HC) Pada Gas Buang Kendaraan Bermotor Kosegeran, Victor V.; Kendekallo, Elia; Sompie, Sherwin R.U.A.; Bahrun, Bahrun
JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : JURNAL TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER UNSRAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.328 KB)

Abstract

Abstrak - Kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menghasilkan emisi gas buang yang mengandung gas-gas polutan dapat merusak lingkungan sekitar, juga mengganggu kesehatan manusia. Dibutuhkan pengukuran kadar polutan gas CO, CO2, dan HC yang dikeluarkan kendaraan bermotor untuk mengendalikan polutan dari pembakaran bahan bakar kendaraan. Kosentrasi gas diukur dari banyaknya partikel unsur dalam kumpulan gas buang kendaraan. Untuk penanganan dan pengontrolan kadar emisi kendaraan bermotor bensin, dibuatlah alat yang mengukur kadar emisi gas buang kendaraan bermotor gas CO dan HC menggunakan sensor gas TGS-2201, dan untuk gas CO­2 menggunakan sensor gas MG-811. Kit minimum system ATMega 8535 dipakai sebagai prosesor pengendali alat ukur ini. Alat ukur ditera menggunakan standar alat ukur milik Dinas Perhubungan Manado. Kadar emisi mesin kendaraan 2 tak lebih tinggi dibandingkan kadar emisi mesin kendaraan 4 tak. Kadar tertinggi emisi terukur CO sebesar 0,11%, CO2 sebesar 5,32%, dan HC sebesar 99ppm. Pengukuran gas-gas polutan CO, CO2, dan HC cukup cepat sehingga membantu efisiensi waktu operator dalam pengukuran kadar emisi kendaraan. Kata kunci:         gas buang kendaraan bermotor, gas CO, gas CO2, gas HC ,sensor gas MG-811, sensor gas TGS-2201. Abstract - gasoline-fueled vehicles produce exhaust emissions gases containing pollutants that damage the environment, as well as health problems in humans. Measurement of gaseous pollutants CO, CO2, and HC in the exhaust of motor vehicles needed to do for control pollutants from fuel combustion vehicles. Gas concentration was measured from the number of element particles in the exhaust gas vehicles. For controling and handling exhaust emissions of gasoline-fueled vehicle, was invented a tool that can measure the levels of vehicle exhaust emissions for gas CO and HC with gas sensor TGS-2201, and for emission gas CO2 with gas sensor MG-811. Minimum system kit ATMega 8535using for proccessor controling this invated tool. Measuring tool was build by standart of Transport Department Manado measuring tool of exhaust emissions gases. Emissions of 2 stoke vehicles was higher than emission of 4 stoke vehicles. The higher emission was measured for CO is 0,11%, CO2 is 5,32%, and HC is 99ppm. Measuring of gaseous pollutants CO, CO2, and HC quick enough to do than efficiency time of operator help to measurement vehicles emissions levels. Key words:          exhaust vehicle, gas CO, gas CO2, gas HC , gas sensor MG-811, gas sensor TGS-2201.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MENCIPTAKAN SUASANA KONDUSIF DI SMA NEGERI 3 PALU Thalib, Thalib; Bahrun, Bahrun
Istiqra: Jurnal Hasil Penelitian Vol 2 No 1 (2014): Januari-Juni 2014
Publisher : Istiqra: Jurnal Hasil Penelitian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.323 KB)

Abstract

Multicultural education is a form of education that are expected to shape the behavior of learners of character or morality. In the National Education Law No. 20, 2003, namely: national education aims to develop students' potentials to become a man of faith and devoted to God Almighty, noble, healthy, knowledgeable, skilled, creative, independent, and become citizens of a democratic and responsible. Correspondingly, reinforced in national education functions to develop the skills and character development as well as a dignified civilization in order to educate the nation. Therefore, multicultural education is expected to provide color on the behavior of learners who have an awareness of cultural diversity, human rights and the reduction or elimination of the type of prejudice to a fair public life and advanced society. Therefore, multicultural education is expected to be implemented in school education, so that it becomes a character for students who are able to appreciate and respect the diversity of cultures, races, and religions which ultimately can create a conducive atmosphere in the school
PROBLEMATIKA BELAJAR YANG DIHADAPI OLEH MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2010-2011 Sara, Ita Ani; Bahrun, Bahrun; Husen, Muhammad
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.827 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang berjudul “problematika belajar yang dihadapi oleh mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling” bertujuan untuk mendeskripsikan tentang problem studi yang dihadapi oleh mahasiswa prodi bimbingan dan konseling FKIP UNSYIAH angkatan 2010/2011. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa prodi bimbingan dan konseling berjumlah 55 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian  menunjukkan terdapat 92 masalah belajar yang umum dihadapi mahasiswa. Sedangkan untuk mutu kegiatan belajar mahasiswa secara keseluruhan pada umumnya mahasiswa berada dalam kategori tinggi, sedikit sekali berada pada kategori sedang dan rendah. Dalam aspek Prasyarat penguasaan materi pelajaran pada umumnya mahasiswa berada pada kategori tinggi dan sedikit sekali berada pada kategori sedang dan rendah. Aspek keterampilan belajar pada umumnya mahasiswa berada pada kategori tinggi dan sedikit sekali berada pada kategori sedang dan rendah. Aspek sarana belajar sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sebagian kecil berada pada kategori sedang dan rendah. Aspek keadaan diri sendiri sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sebagian kecil berada pada kategori sedang dan sedikit sekali kategori rendah. Dan untuk aspek keadaan lingkungan fisik dan sosio-emosional sebagian besar mahasiswa berada pada kategori tinggi, sebagian kecil berada pada kategori sedang dan sedikit sekali berada pada kategori rendah. Kata Kunci: Problema studi mahasiswa fkip unsyah 2010-2011
Analisis Pendapatan dan Pola Pengeluaran Rumah Tangga Miskin Di Kabupaten Sarolangun Bahrun, Bahrun; Syaparuddin, Syaparuddin; Hardiani, Hardiani
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The purpose of the research entittled ’An Analysis of Income and Expenditure Patterns of the Poor Households di Sarolangun Regency’, they are: First, to analyze the poor households income in Sarolangun Regency. Second, to analyze the education level of the poor households in Sarolangun Regency. Third, to analyze the expenditure pattern of the poor households in Sarolangun Regency. Forth, to analyze the poor households income’s inequality in Sarolangun Regency. The result of the research shows that, First; the monthly average of poor households income in Sarolangun Regency is Rp.852.057,- each family. Second, in the education level point of view, 90,6% of the poor household only completed their Elementary School. Third, in the expenditure-pattern point of view, in average, the expenditure-pattern of  72,96%  poor households in Sarolangun Regency spent their income in food consumption, other 12,07% spent their income in primary needs (electricity, gas, water) and the rest 14,97% for vary. It is indicate that the expenditure pattern of poor households in Sarolangun Regency still concern to the primary consumption. Fourth, the poor households income’s inequality in Sarolangun Regency in average is 0,30. Keywords: primary need, expenditure pattern, income’s inequality
PROGRAM SEKOLAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI SMAN 13 DAN SMAN 7 BANDA ACEH Juita, Erna; Bahrun, Bahrun; Nurhasanah, Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.193 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Program Sekolah dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program yang dilaksanakan di SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan untuk mendeskripsikan pandangan siswa SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh mengenai narkotika. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, kepala sekolah dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan suatu gejala atau peristiwa yang sedang terjadinya perilaku penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar  khususnya di sekolah menengah atas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan data dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah kepala sekolah membuat tata tertib sekolah dengan sanksi yang tegas dan memaksimalkan tugas guru. Guru bimbingan konseling  melakukan razia secara intensif, bekerjasama dengan instansi terkait guna penyuluhan dan sosialisasi, menggunakan ekstrakurikuler sebagai sarana pencegahan, memasukkan materi tentang narkotika kedalam kurikulum pengajaran. Siswa di sekolah banyak yang mengetahui tentang dampak dan akibat yang timbul jika memakai narkotika sehingga siswa menolak untuk menggunakannya. Kata Kunci: Upaya Pencegahan, Penyalahgunaan Narkotika, Pelajar.
REGULASI DIRI PADA IBU TUNGGAL YANG MEMILIKI ANAK REMAJA Arham, Zawil; Bahrun, Bahrun; Bakar, Abu
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 2 (2017): Periode Agustus 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.864 KB)

Abstract

Arham, Zawil 2016. Self Regulation In Single Mothers Who Have Children. Thesis, Department of Guidance and Counseling, the Faculty of Education, University of Syiah Kuala. Supervisor: (1) Dr.Bahrun, M. Pd, (2) Drs. Abu Bakr, M.Si Keywords: Self-Regulation, Single Mother, Teens This study entitled "Self Regulation In Single Mothers Who Have Children". The purpose of this study to find out how self-regulation in the single mother who has a teenage son. This research method is descriptive qualitative. The research location is housed in Johan Pahlawan sub-district of West Aceh district with 5 key respondents. The process of collecting data using interviews conducted during the first week. Data analysis using case analysis per respondent narrative. The results showed each of the respondents have a self-regulation vary. Each respondent memili its own way of regulating itself. Respondents first, second, fourth and fifth more democratic parenting apply to the child are free to express their opinions, while the third respondent is applying to authoritarian parenting. Single mothers in the district Gupta heroes have been able to regulate itself properly, they already have a clear objective and a plan to regulate the behavior of children.
Analisis penggunaan media internet di kalangan siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh dalam kaitannya dengan perilaku belajar Effendi, Riski; Nurhasanah, Nurhasanah; Bahrun, Bahrun
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 2, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Prodi BK FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.401 KB)

Abstract

The internet utilization has a relation in changes of persons behavior which can be positive or negative. If the internet is used to support student in learning activities, it will affect the learning behavior anyway. The purpose of this research to find out internet media utilization to students of Senior High School 6 in Banda Aceh and the relationship between internet media utilization with learning behavior of students, using a qualitative approach. The subjects of this research are 6 students from class XI, while the object of this research is internet media utilization in relation with learning behavior. The data collection used was interview. The results of data analysis showed that internet media utilization on students including frequency of use (everyday), duration of use (2-16 hours per day) and the materials studied (academic/non-academic). The internet media utilization is closely related to students learning behavior. The intense of internet utilization can lead to addiction which effects on achievement and patterns of student learning behavior. If students are wise and smart in using the internet and clever in set the time, it will bring a good influence on the desire and behavior in learning. The students are interested to learn because through the internet they can get knowledge and extensive insight. That is shown by students behavior asking in learning process that consists of concentrating on the subject matter, take notes, ask for an explanation or asking, fulfillment of learning obligations or task and positioning of sitting in the classroom. Then, the behavior when an exam is a lot of studying before the exam and learning behavior at home.Keywords: Utilization, Internet Media, Learning Behavior of StudentsABSTRAKPenggunaan internet berkaitan dengan perubahan perilaku seseorang yang bisa menjadi positif dan juga negatif. Jika internet digunakan untuk mendukung aktivitas pembelajaran siswa, maka akan mempengaruhi perilaku belajarnya pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media internet pada siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh dan kaitan antara penggunaan media internet dengan perilaku belajar siswa, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian siswa kelas XI sebanyak 6 orang, sedangkan objek penelitian adalah penggunaan media internet dalam kaitannya dengan perilaku belajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan media internet pada siswa meliputi frekuensi penggunaan (setiap hari), lama penggunaan (2-16 jam perhari) dan materi yang dikaji (akademik/non akademik). Penggunaan media internet berkaitan erat dengan perilaku belajar siswa. Intensnya penggunaan internet dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak pada prestasi dan pola perilaku belajar siswa. Jika siswa bijak dan cerdas dalam menggunakan internet serta pandai membagi waktu, maka akan membawa pengaruh yang baik terhadap keinginan serta perilakunya dalam belajar. Siswa jadi tertarik belajar karena melalui internet bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang luas. Hal tersebut ditunjukkan melalui perilaku siswa mengikuti proses pembelajaran yang terdiri dari memusatkan perhatian pada materi pelajaran, membuat catatan, meminta penjelasan atau bertanya, pemenuhan kewajiban belajar atau tugas dan penempatan posisi duduk di kelas. Kemudian perilaku saat menghadapi ujian yaitu banyak belajar sebelum ujian dan perilaku belajar di rumah.Kata kunci: Penggunaan, Media Internet, Perilaku Belajar Siswa
Bahasa Makian dalam Masyarakat Pesisir Kabupaten Pidie Safrizal, Andi; Bahrun, Bahrun
Master Bahasa Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (16.275 KB)

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan (1) bentukbentuk bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie, (2) referensi yang terdapat pada bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie, (3) makna yang terdapat pada bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie, dan (4) tujuan bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie. Makian adalah sebuah ungkapan yang biasanya berkonotasi negatif, diucapkan sebagai bentuk ekspresi keadaan psikologis yang dirasakan seseorang. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif, dan data yang dikumpulkan adalah data lisan. Data penelitian ini adalah percakapan yang terjadi di kecamatan Muara Tiga dan kecamatan Batee. Pengolahan data dilakukan dengan beberapa tahap, pertama data diseleksi sesuai dengan daerah dan kebutuhan penelitian, kemudian ditraskripsi, dan terakhir analisis data. Analisis data dilakukan dalam beberapa tahap, pertama adalah tahap interpreasi bentuk-bentuk makian, kemudian interpretasi referensi dan makna makian, serta interpretasi tujuan penggunaan bahasa makian. Hasil penelitian mengungkapkan bahasa makian sebagai berikut: (1) bentuk-bentuk bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie terdiri atas bentuk monomorfemik, polimorfemik, frase, klausa dan kalimat, (2) referen bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie terdiri atas binatang, makhluk halus, benda-benda, istilah agama, bagian tubuh manusia, kekerabatan, manusia, sifat, aktivitas, sumpah, profesi, penyakit, dan seru, (3) Makna yang terdapat dalam bahasa makian masyarakat pesisir kabupaten adalah makna denotatif dan makna konotatif (4) tujuan bahasa makian dalam masyarakat pesisir kabupaten Pidie adalah untuk mengungkapkan kemarahan, mengungkapkan kekesalan, mengintimidasi lawan bicara, mengekspresikan keheranan, menghina, sebagai gurauan dan mengakrabkan suasana.
Mathematical Creative Thinking and Student Self-Confidence in the Challenge-Based Learning Approach Nufus, Hayatun; Duskri, Muhammad; Bahrun, Bahrun
(JRAMathEdu) Journal of Research and Advances in Mathematics Education Vol. 3, No. 2, July 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.377 KB) | DOI: 10.23917/jramathedu.v3i2.6367

Abstract

The new curriculum (K13) requires a teacher to develop students’ ability in order to learn and fully understand Mathematics. The important abilities needed for a student in understanding Mathematics are the creative thinking and self-confidence. The certain study is essential in order to enhance students’ ability of mathematical creative thinking and self-confidence. Challenge-Based Learning is not only demanding a student to discover a solution to a problem, but also to be confident in what he has done. The qualitative method is used in this research to describe the students’ mathematical creative thinking ability and self-confidence. The subjects are six students chosen from 21 students of seventh grade at one of Junior High Schools in Aceh, Indonesia. They are the student with high, moderate, and low creative thinking ability. The research instrument is a test for creative thinking ability, a questionnaire of self-confidence and an interview guideline. The result indicates that the students with high and moderate level meet at least three indicators of creative thinking ability. They are also confident in solving the problem. In contrast, the student with low level did not reach any indicators of creative thinking ability and have poor self-confidence.  Keywords: Challenge-based Learning, Creative thinking ability, Self-confidence.
Students Mathematical Communication Ability through the Brain-Based Learning Approach using Autograph Triana, Mailis; Zubainur, Cut Morina; Bahrun, Bahrun
(JRAMathEdu) Journal of Research and Advances in Mathematics Education Vol. 4, No. 1, January 2019: Issue In Press
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v1i1.7294

Abstract

Students’ ability in expressing mathematical ideas in various ways is still not as expected. Teachers need to apply learning method that gives students the opportunity to express mathematical ideas based on their own mindset. Learning with the Brain-Based Learning approach assisted by Autograph software is expected to help students to grow their mathematical communication skills. This study aims to analyze the development of students mathematical communication skills. The subjects of this study were 28 students of class X in one high school in Banda Aceh. The instrument used was a mathematical communication ability test problem. Data analysis techniques was done using descriptive analysis. The results of the study showed that mathematics learning with an Autograph-assisted BBL approach can improve students mathematical communication skills.