Articles

Found 3 Documents
Search

PEMETAAN TOPOGRAFI, GEOFISIKA DAN GEOLOGI KOTA SURABAYA

Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA),ISSN:2087-9946 Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA),ISSN:2087-9946

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya suatu informasi tentang kondisi geologi, geofisika dan hidrogeologi di wilayah Kota Surabaya, diperolehnya kerangka acuan dalam pengambilan kebijakan perkotaan  terkait mitigasi bencana maupun pembangunan kota berdasarkan potensi  kebumian dan diperolehnya manfaat hasil-hasil penelitian bidang geologi dan geofisika bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Surabaya. melalui tahap inventarisasi yang Untuk mencapai tujuan penelitian ini digunakan metode deskriptif melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pengumpulan data sekunder dan  studi literature yang meliputi; inventarisasi data geofisika, inventarisasi data geologi dan inventarisasi data seismologi yang meliputi pengumpulan data kegempaan dari tahun ke tahun yang merusak dan dirasakan penduduk Surabaya, data seismotektonik Surabaya. Tahap selanjutnya adalah kajian dan analisa data peta topografi dan geologi. Pada tahap ini yang dilakukan analisa/interpretasikan data dari peta dasar citra satelit resolusi tinggi, studi literatur dan kebijakan yang terkait. Pada tahap evaluasi dan pemetaan hasil, yang dilakukan adalah kompilasi, evaluasi dan interpretasi data geologi, geofisika dan hidrogeologi. Tahap akhir adalah merumuskan secara makro tentang arahan kebijakan mitigasi bencana dan pembangunan bawah bumi yang dapat dilakukan. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah titik pertama lokasi di sebelah barat kampus Stikom Surabaya di Sebelah barat Kampus Stikom Surabaya. Di dapatkan pada kedalaman (0,44–5,48 dan 0,44–5,48) lapisan atas didominasi oleh selang seling lapisan aquiver asin dan payau. Aquiver produktif rendah sampai sedang (aquiver tawar) berupa pasir sisipan lempung, pasir, pasir sisipan kerikil. Diperkirakan aquiver ini berada di kedalaman mulai 25 hingga 100 meter. Titik kedua lokasi di Jl. Kenjeran - Mulyorejo Surabaya. Di dapatkan lapisan atas didominasi oleh selang seling lapisan aquiver asin, payau dan tawar. Akuifer produktif rendah sampai sedang berupa pasir sisipan lempung, pasir, pasir sisipan kerikil. Diperkirakan aquiver ini berada di kedalaman mulai 40 hingga 100 meter. Titik Ketiga Lokasi Jl. Raya Tandes Margomulyo Surabaya. Di dapatkan bahwa lapisan atas didominasi oleh lapisan aquiver asin. Berdasarkan gambar penampang tersebut terlihat bahwa terdapat dua batas antara lapisan aluvium dan formasi Kabuh, dan juga terlihat adanya fenomena dorongan pengisian siklus hidrologi yang menyusup melewati formasi Kabuh, mengingat formasi ini didominasi oleh lapisan lempung, pasir, kerikil dengan tingkat porositas sedang hingga tinggi. Aquiver tawar diduga berada di kedalaman mulai 40 hingga 100 meter.Titik Keempat  di Timur Kampus UWK Surabaya. Di dapatkan bahwa lapisan atas didominasi oleh lapisan aquiver asin. Berdasarkan gambar penampang tersebut terlihat bahwa terdapat dua batas antara lapisan aluvium dan formasi Kabuh, dan juga terlihat adanya fenomena dorongan pengisian siklus hidrologi yang menyusup melewati formasi Kabuh.

Polarisasi Melingkar Antena Mikrostrip Persegi Panjang dengan Pencatuan Ganda Secara Langsung Menggunakan Transformator λ/4

Jurnal Elektro Unika Atma Jaya Jurnal Elektro Vol 8 No 1
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WiMAX adalah teknologi tanpa kabel yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. Peraturan dan ketentuan WiMAX diatur dalam standar IEEE 802.16 dan WiMAX Forum menetapkan 2 band frekuensi utama pada certification profile untuk Fixed WiMAX, yaitu band 3.5 GHz dan 5.8 GHz, sementara untuk Mobile WiMAX ditetapkan 4 band frekuensi, yaitu band 2.3 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz dan 3.5 GHz. Sedangkan alokasi frekuensi untuk WiMAX di Indonesia adalah pada frekuensi 2.3 GHz dan frekuensi 3.3 GHz berdasarkan ketetapan keputusan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Indonesia. Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip berbentuk persegi panjang dengan polarisasi melingkar yang dicatu menggunakan pencatuan ganda menggunakan transformator λ/4 untuk diaplikasikan pada teknologi WiMAX yang bekerja pada frekuensi 2.3 GHz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antena dapat bekerja pada frekuensi 2.3 GHz dengan return loss sebesar -37,48 dB dan VSWR 1,027. Bandwidth yang dihasilkan adalah 576 MHz atau sekitar 25,04% dan hasil pengukuran pola radiasi didapatkan nilai Half Power BeamWidth (HPBW) sebesar 50o..

PENGARUH SUBSTITUSI KONSENTRAT OLEH HAY DAUN KALIANDRA DAN UMBI SINGKONG PADA RANSUM BERBASIS RUMPUT GAJAH DAN SILASE BIOMASSA JAGUNG TERHADAP POPULASI BAKTERI DAN PROTOZOA CAIRAN RUMEN SAPI PERAH (In Vitro)

Students e-Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda Mei 2016
Publisher : UPT TI Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.521 KB)

Abstract

Penelitian  ini  dilaksanakan  di  Laboratorium  Nutrisi  Ternak  Ruminansia  dan  KimiaMakanan  Ternak,  Fakultas  Peternakan  Universitas  Padjadjaran  pada  tanggal  25