Articles

Found 29 Documents
Search

VIDEO BLOG SEBAGAI MEDIA REPRESENTASI DIRI VLOGGER DI KOTA MAKASSAR Aisyah, Siti; Bahfiarti, Tuti; Sonni, Alem Febri
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.7 No.1 Januari - Juni 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.216 KB)

Abstract

This research aims;  (1). to analyze vloggers intimately in representating identity in their video blog; and (2). to categorize in depth what that influence vloggers in representing identity in their video blog. This study was taken place in Makassar. Informants of this research were the vloggers of Makassar who have the criteria necessarily related to this study. The informants were selected using purposive sampling technique based on certain criteria. The type of this research was descriptive. The primary data were collected through observation and interview, and the secondary data were collected through library research related to this research. The data collected were then presented in the research findings and discussion and analyzed qualitative descriptively. The study results showed that the how the three of observed informants used YouTube as the media of self-representation is different with one another depending on the experiences and their self-background. The three informants form new identities in their video blog that can be seen from how they wear, speak, and determine content presentation, and the factors that form their identity are the environment, social group, and idols. Keyword : Self-Representation, Video Blog, YouTube, Self-Identity  ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisis secara mendalam vlogger dalam merepresentasikan dirinya di video blognya 2. Untuk mengkategorikan secara mendalam apa yang mempengaruhi vlogger dalam merepresentasikan dirinya di video blognya. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar. Adapun informan penelitian ini adalah vlogger yang berada di kota Makassar yang memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian ini. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Tipe penelitian ini bersifat deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dan data sekundernya dikumpulkan melalui hasil studi pustaka yang terkait dengan penelitian.  Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya disajikan didalam hasil penelitian dan pembahasan lalu dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga informan yang diteliti cara memanfaatkan YouTube sebagai media representasi dirinya itu berbeda satu sama lain tergantung dari pengalaman serta latar belakang diri mereka masing-masing. Hasil representasi diri yang mereka ciptakan di YouTube bukanlah identitas mereka yang sebenarnya. Ketiga informan membentuk identitas baru di video blognya yang dapat dilihat dari pakaian yang dikenakan, cara berbicara, content yang dibawakan serta hal-hal yang dapat mempengaruhi pembentukan identitas tersebut ialah karena lingkungan, kelompok acuan serta tokoh idola.  
Pengembangan Hubungan dalam Komunikasi Antarpribadi Mantan Narapidana Perempuan Bugis-Makassar Bahfiarti, Tuti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.661 KB)

Abstract

Interpersonal communication of former woman prisoners in self-adaptation and relationaldevelopment to the value of ‘ade siri’ of Bugis-Makassar society. Focus of this study ishow interpersonal communication of former women prisoners in conducting interpersonal relationaldevelopment to Bugis-Makassar society. This research aims to discovering and categorizinginterpersonal relational development, describing the step pattern of interpersonal relationaldevelopment of former woman prisoners, and the potrait of impression management throughverbal and non verbal language in developing their interpersonal relation with old significantothers and new significant others. To achieve the aim of this research, it is conducted by usingqualitative research methode or interpretative paradigm. According to qualitative research methode,so the data collection is can be conducted through non-participatory observation or nonroleobservation, in-depth interview, documentary study to collect relevant data to the researchof Bugis-Makassar subculture.Interpersonal relational development conducted by former womenprisoners that found in this research is opened, semi-opened, and closed. The determination ofzone area influenced by internal factor (in self) of former women prisoners included the proximityof siri’ owned and external factor (out self) or significant others.
WARISAN NILAI-NILAI GENDER DALAM SUKU BUGIS (PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM KELUARGA ) Fariza, Mutia Nurul; Farid, Muhammad; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.467 KB)

Abstract

ABSTRAK Komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak merupakan salah satu cara dalam mewariskan nilai-nilai yang dapat menjadi dasar dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam mewariskan nilai-nilai gender dalam budaya suku Bugis; (2) untuk mengetahui metode interaksi yang digunakan orang tua dalam mewariskan nilai-nilai gender kepada anak; (3) Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pewarisan nilai-nilai gender melalui komunikasi interpersonal dalam lingkungan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Analisis data dari penelitian ini menekankan kepada nilai-nilai gender yang terinternalisasi dari nilai-nilai lainnya, seperti nilai budaya, nilai pendidikan, nilai politik, nilai seni, nilai agama, dan nilai teknologi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi yang dilalui oleh keempat keluarga adalah sama. Melalui proses komunikasi anak mendapatkan pengetahuan tentang gender yang dijadikan pedoman dalam kehidupan. Metode yang digunakan oleh orang tua dalam mewariskan nilai-nilai gender berbeda-beda. Beberapa metode yang digunakan adalah pemberian nasehat, pemberian contoh, berdialog, penghargaan, dan pemberian hukuman. Kualitas komunikasi keempat keluarga sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung dan penghambat. Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Gender, Pola Asuh, Keluarga, Warisan Nilai-Nilai
FRAMING PEMBERITAAN KASUS KPK VS POLRI DI SURAT KABAR TRIBUN TIMUR Aslam, Muhammad; Hasrullah, Hasrullah; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.6 No.2 Juli - Desember 2017
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.661 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui menggambarkan, serta menganalisis sikap dan posisi media lokal dalam wacana polemik kasus KPK VS Polri, 2) Mengetahui aspek yang cenderung ditonjolkan harian Tribun Timur dalam memberitakan kasus KPK VS Polri. Objek penelitian ini koran lokal Sulawesi Selatan yakni Tribun Timur. Tipe penelitian peneliti mengarah pada penggunaan metode penelitian kualitatif. Ia bermaksud memberi makna atas fenomena secara holistik dan harus memerankan dirinya secara aktif dalam keseluruhan proses studi. Orientasi kerjanya melegitimasi pemikiran bahwa pendekatan penelitian ini adalah subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tribun Timur dalam pemberitaannya mengenai kasus KPK VS Polri mengkonstruksi adanya upaya balas dendam sebagai wujud egoisme lembaga tinggi negara. Secara garis besar dalam pemberitaannya, Tribun Timur mendelegitimasi Polri sebagai penyebab masalah. Tribun Timur dalam pemberitaannya cenderung melihat Kepolisian Republik Indonesia ke arah yang negatif. Namun Tribun Timur tetap menjunjung prinsip cover both sides dengan menghimpun keterangan dari kedua belah pihak.
Seni Ruang dan Waktu dalam Mapacci pada Upacara Perkawinan Adat Bugis Tandyonomanu, Danang; Bahfiarti, Tuti
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.048 KB)

Abstract

Pembagian ruang dalam rumah memiliki tujuan dan berdasarkan pada adat istiadat tertentu.  Konsep rumah bahkan mencerminkan status penghuninya. Konsep ruang rumah adat Bugis kaitannya dengan tingkatan status dan penggunaan ruang dan waktu yang digunakan oleh mereka dalam prosesi perkawinan adat Bugis, khususnya tradisi ”mappacci”.Tujuannya untuk mengetahui seni ruang dan waktu dalam “mapacci” pada upacara perkawinan adat Bugis. Untuk tujuan tersebut metode yang digunakan adalah metode penelitian etnografi. Etnografi adalah penelitian untuk mendeskripsikan kebudayaan sebagaimana adanya. Penelitian ini berupaya mempelajari peristiwa kultural, yang menyajikan pandangan hidup subyek sebagai obyek studi. Hasilnya adalah upacara “mappaci” perkawinan adat bugis tentang proksemik dengan pembagian ruang dalam rumah dapat memberikan gambaran bahwa semakin dekat jarak sosial seseorang dengan pemangku hajat menentukan ruang mana dia ditempatkan dan menentukan juga lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti prosesi perkawinan adat tersebut. Semakin dekat jarak sosial semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti prosesi tersebut
Selective Influence of Political Advertising on Television in Visual Image Building Candidate Presidential Election 2014 Bahfiarti, Tuti
The POLITICS : Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Jul 2015
Publisher : Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.636 KB)

Abstract

Abstract: Political campaign presidential election in Indonesia has grown, along with the in creasing advances in technology and changes in the lectoral system (election). Then, the candidates vying to attract public sympathy, one way to make a Political Advertising that aired on television station. Presidential Elections (Election) in 2014 led to competition both pairs of candidates for president and vice president of the Prabowo-Hatta and Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK), heats up. The heat of competition seen also with the rise of political advertising both pairs of candidates. Political advertising is one way to get support from the community, for example in audio visual media television. The problem is how selective influence of political advertisements aired on television is able to construct a visual image of the presidential candidate in 2014. The aim was to determine the influence of selective political ad that aired in the media in the capture space “discourse” candidate image visualization massively so sehimgga able to raise the collective memory selector that will provide sound support when the momentum of the electorate was held. For the achievement of the objectives of this research are used type of research is a mixed-method research. This type of research that combines qualitative and quantitative research methods (triangulation) to provide a comprehensive analysis of the research problem. The goal is to get the data and comprehensive analysis of the research problem. The results of this study indicate that political advertisements on TV were able to build a visual image of the presidential candidates in 2014 by 87% and aims to improve the prospects of promoting the election of a candidate or candidates for president of programs and policies. Political ads this election is able to build the reputation of candidates or political parties to provide information to the public about the qualifications, experience, background, and personality presisen a candidate or political party. Then selective influence political advertising is changing, maintain adding cognitive, affective, and political behavior of audiences. The communication process takes place with all the elements involved. However, other results showed that the selective influence of political advertising in building the image visualization candidate vice effective only on the TV if it is based on specific situations, such as elections (presidential) only focused on situations in which engagement and voter interest and familiarity candidate or party chairman is quite high. The strength of political advertising in the media 2014 lies not in the idea, program, or solidity policy information directly related to the basic needs of the people. That power is the personal figure presidential candidate.Keywords: Selective Influence, Political Advertising, Television
Kultivasi Nilai-Nilai Budaya Toraja Orang Tua Dan Anak Melalui Komunikasi Keluarga Di Kota Makassar “Cultivation Cultural Values Toraja Parents And Children Through Family Communication In Makassar City” Bahfiarti, Tuti
KRITIS : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 1 Number 2, Dec 2015
Publisher : FISIP UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.373 KB)

Abstract

Abstrak : Komunikasi  keluarga  merupakan  bagian  komunikasi  interpersonal  yang  melibatkan  pertukaran  pesan baik secara verbal dan non verbal antara orang tua dan anak dalam menanamkan atau mengkultivasi anak terhadap nilai-nilai budaya orang tuanya. Tujuan penelitian ini adalah mengkategorisasi kultivasi nilai-nilai budaya Toraja orang tua dan anak melalui komunikasi keluarga. Tipe penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengkaji secara mendalam kultivasi nilai-nilai budaya Toraja. Hasil penelitian menemukan pola kultivasi pertama, orang tua dan anak aktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai- nilai budaya Toraja. Kedua, orang tua yang aktif dan memiliki partisipasi yang tinggi dalam mengajarkan nilai-nilai budaya Toraja pada anak-anak mereka. Ketiga, anak yang lebih proaktif dan berpartisipasi dalam mempelajari nilai-nilai budaya Toraja, dari tetangga sesama Etnik Toraja, teman bermain, dan teman-teman di sekolah yang juga memiliki etnik sama.Kata kunci : Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Keluarga, Kultivasi, Nilai Budaya TorajaAbstract : Family communication is part of interpersonal communication that involves the exchange of messages, both verbal and non-verbal between parents and children in instilling or cultivate the child to cultural values of their parents. The purpose of this study was categorizing cultivation cultural values Toraja parents and children through family communication. This type of research uses qualitative descriptive study to examine in depth the cultivation of cultural values Toraja. The study found a pattern of cultivation first, parents and children of active and participatory in learning cultural values Toraja. Second, parents are active and have a high participation in the teaching of cultural values Toraja on their children. Third, children are more proactive and participatory in learning cultural values Toraja, Toraja ethnic fellow neighbors, playmates and friends at school who also have the same ethnicity.Key words : Interpersonal Communication, Family Communication, Cultivation, Cultural Values Toraja
FENOMENOLOGI PERILAKU KOMUNIKASI SUPORTER FANATIK SEPAKBOLA DALAM MEMBERIKAN DUKUNGAN PADA PSM MAKASSAR Warsa, Andi Widya; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.3 No.1 Januari - Maret 2014
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.051 KB)

Abstract

Abstract Phenomenology is the study which focuses on the discovery of a fact to a social phenomenon and trying to understand human behavior based on the perspective of the participants. This study aims to examine and categorize verbal and non verbal communication behavior of football fanatic fans in supporting PSM Makassar. The study was conducted by looking at the actions of the fans in the stadium while watching a football clubs home game PSM Makassar, visited the headquarters of several groups of fans who are still active and held a meeting in person to learn more about the interview process. The method used in this study is a qualitative research study with a phenomenological approach, with participant observation in which researchers work directly be part of the study, together amid individuals or groups under study, to understand what is happening, understand the patterns and interactions, and in-depth interviews to several informants. The results of the research indicate that verbal and non- verbal communication behavior of football fanatic fans in supporting PSM Makassar involves identity, attributes, action; there is a meaning of message conveyed by football fanatic fans in supporting PSM Makassar. Verbal and non-verbal communication behavior of football fanatic fans in supporting PSM Makassar is not seperated from self- identity and social identity in society. The meaning indicated by fans through verbal and non-verbal merely supports their favorite football club by giving spirit.Abstrak Fenomenologi adalah studi yang berfokus pada penemuan fakta untuk sebuah fenomena sosial dan berusaha untuk memahami perilaku manusia berdasarkan perspektif peserta. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengkategorikan perilaku komunikasi verbal dan non verbal penggemar fanatik sepak bola dalam mendukung PSM Makassar. Penelitian dilakukan dengan melihat tindakan para fans di stadion sambil menonton klub sepak bola pertandingan kandang PSM Makassar, menyambangi markas beberapa kelompok penggemar yang masih aktif dan mengadakan pertemuan secara pribadi untuk mempelajari lebih lanjut tentang proses wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan observasi partisipan di mana peneliti bekerja secara langsung menjadi bagian dari penelitian ini, bersama-sama di tengah individu atau kelompok yang diteliti, untuk memahami apa yang terjadi, memahami pola dan interaksi, dan wawancara mendalam dengan beberapa informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku komunikasi verbal dan non verbal penggemar fanatik sepak bola dalam mendukung PSM Makassar melibatkan identitas, atribut, tindakan; ada makna pesan yang disampaikan oleh para penggemar fanatik sepak bola dalam mendukung PSM Makassar. Perilaku komunikasi verbal dan non verbal penggemar fanatik sepak bola dalam mendukung PSM Makassar tidak dipisahkan dari identitas diri dan identitas sosial dalam masyarakat. Makna yang ditunjukkan suporter melalui perilaku komunikasi verbal dan non verbalnya semata-mata untuk mendukung klub sepakbola kesayangannya dengan memberikan semangat.
PENGARUH EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP PROMOSI JABATAN PADA DINAS SOSIAL DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH Ningsih, Fitriani Puspa; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.3 Juli - September 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.53 KB)

Abstract

Abstrak Pegawai Negeri sipil selalu berhadapan dengan berbagai persoalan yang harus terus menerus diatasi, mulai keluhan terhadap pengurusan administrasi kepegawaian yang rumit, karir yang sulit diterka, sulitnya mengurus kenaikan pangkat, mutasi yang berbelit-belit, dan berbagai kebijakan dan regulasi berkenaan dengan administrasi kepegawaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas komunikasi interpersonal terhadap promosi jabatan pada dinas sosial daerah provinsi Sulawesi Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyatakan bahwa efektivitas komunikasi interpersonal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap promosi jabatan. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi 0,002. Dengan demikian nilai ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Efektivitas Komunikasi Interpersonal memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Promosi Jabatan pada Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Efektivitas Komunikasi Interpersonal dan manajemen personalia (v.kontrol) memberikan kontribusi sebesar 26,1% terhadap variabel terikat Promosi Jabatan pada Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, sedangkan sisanya 73,9% merupakan variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini (diantaranya motivasi karyawan, komitmen organisasi, budaya organisasi dan lain-lain). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa efektivitas komunikasi interpersonal terhadap promosi jabatan memberikan pengaruh yang cukup besar, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin baik efektivitas komunikasi interpersonal dilaksanakan maka semakin baik pula pelaksanaan promosi jabatan.Abstract Civil Servant always faces many problems which have to be continuously solved, beginning with a complaint complicated personnel administration management, unpredictable career, difficulty in managing promotion, complicated mutation, and policies and regulations related to the personnel administration. The goal of this research is to know the influence of interpersonal communication effectiveness towards Profession Promotion on Social Department of Central Sulawesi Province.Research method used was quantitative descriptive with sample determining by using simple random sampling technique. Data collection technique was conducted by questionaire, interview, and documentation. This research stated that the interpersonal communication effectiveness has a positive effect and it was significant towards profession promotion. According to the statistical test result, there was significant score 0.002. As a result, this score shows that Interpesonal Communication Effectiveness variable partially gives positive and significant effect towards profession promotion on Social Department of Central Sulawesi province. The Interpersonal Communication Effectiveness and personal management (control variiable) gives a contribution, 26.1% towards bound variable at Profession Promotion at Social Department of Central Sulawesi, while the rest, 73.9% is other variable which was not joined in this research (employee motivation, organization commitment and cultures, and etc.). The conclusion of this research is that interpersonal communication effectiveness towards profession promotion gives big influence, so it can be told that the interpersonal communication effectiveness conducted well so it can be mentioned that the promotion profession conducting runs better. 
KONSEP DIRI MANTAN PENDERITA KUSTA MELALUI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI Najmuddin, Muhammad; Bahfiarti, Tuti
KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol.2 No.2 April - Juni 2013
Publisher : KAREBA : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.852 KB)

Abstract

Abstrak Perilaku mantan penderita kusta dianggap sebagai bentuk penegasan tentang nilai-nilai yang menjadi konsep diri dalam berkehidupan sekaligus menjadi pengikat antar mereka sebagai mantan penderita kusta dalam komunitasnya dan sebagai pembeda bagi komunitas di luar dirinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana konsep diri dan pola pembentukan konsep diri mantan penderita kusta melalui komunikasi antarpribadi serta bagaimana pengungkapkan diri mantan penderita kusta. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi konsep diri mantan penderita kusta mencakup dua hal, antara lain persepsi dalam dirinya (in self) yang berkaitan dengan bagaimana mantan penderita kusta mempersepsi dirinya secara fisik serta persepsi di luar dirinya (out self) berkaitan dengan bagaimana orang lain menilai diri mantan penderita kusta. Dapat disimpulkan bahwa konsep diri mantan penderita kusta sebagai suatu proses yang dimulai dengan pembentukan informasi tentang diri sampai terbentuk konsep dirinya.Abstract Behavior the formers of leprosy patients considered a form of affirmation of the values of the self-concept in the Bohemian as well as a bond between them as former lepers in the community and as a differentiator for the community outself. The study aims to find out the self-concept and shaping pattern of self-concept of the formers of leprosy patients through interpersonal communication and the self- disclosure of the formers of leprosy patients. This study was used qualitative study with phenomenological approach. The results of this study reveal that the dimension of the self-concept of the formers of leprosy patients consists of two part, in self perception which is related to how they perceive themselves physically, and out self perception which is related to how the other people value themselves. The results of this study can be concluded that the self-concept of formers leprosy patients as a process that begins with the establishment of information about themselves to form the self-concept.