Nurpilihan Bafdal
Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran, Jln. Raya Bandung - Sumedang Km. 21 Jatinangor.

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

MODIFIKASI MODEL HIDROGRAF ALIRAN PERMUKAAN WOODING UNTUK DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAERAH TROPIS -, Wagiono; Bafdal, Nurpilihan; Bermanakusumah, Ramdhon; Asdak, Chay
Jurnal Teknotan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model hidrograf debit aliran permukaan yang dimodifikasi dari model Wooding, untuk kejadian hujan di daerah tropis, luas DAS yang lebih besar dan diharapkan lebih baik tingkat ketelitiannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Desember 2004.Percobaan kalibrasi model telah dilakukan pada  plot percobaan berbentuk ellips dengan panjang sumbu pendek 2,0 m  dan sumbu panjang 3,0 mdi Jatinangor untuk memperoleh parameter yang akan memberikan estimasi hasil hidrograf terbaik, dan validasi model untuk menguji keandalan model pada skala DAS  di sub DAS Cigulung seluas 36,8 km2 dan sub DAS Cikapundung Maribaya seluas 76,7 km2.          Hasil kalibrasi plot percobaan mendapatkan η (koefisien detention) terpakai sebesar - 0,5 dan pengujian keandalan model definitif menunjukkan hidrograf debit aliran permukaan yang dihitung dengan menggunakan model definitip  tidak berbeda nyata pada tingkat kepercayaan 95% terhadap hidrograf debit aliran permukaan hasil pengukuran lapangan. Sedangkan analisa sensitivitas menunjukkan perubahan luas DAS dan intensitas hujan akan berpengaruh terhadap hasil perhitungan debit aliran permukaan model. Kata kunci: Hidrograf aliran permukaan  
UJI KINERJA ZAT ADITIF HIDROGEL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENAHAN AIR (WATER HOLDING CAPACITY) PADA TANAH ANDISOL LEMBANG YANG DITANAMI BABY KAILAN Sistanto, Bambang Aris; Bafdal, Nurpilihan; Suryadi, Edy
Jurnal Teknotan Vol 1, No 3 (2007)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Ketersediaan air dalam tanah, terutama di daerah perakaran tanaman dipengaruhi oleh kondisi fisik tanah, tekstur dan struktur tanah. Kondisi fisik tanah yang berbeda akan menghasilkan kemampuan menahan air berlainan pula. Kemampuan menahan air (water holding capacity) dinyatakan sebagai sejumlah air tanah yang tertahan, sebelum  terdrainase ke lapisan tanah yang lebih dalam (Israelsen dan Hansen, 1979).Tanaman hortikultura, biasa dibudidayakan di pegunungan pada ketinggian lebih dari 1000 m dpl. didominasi tanah jenis Andisols yang berwarna gelap, struktur sangat porous, tekstur didominasi oleh fraksi debu, kisaran 30 % - 40 %. sehingga kemampuan meloloskan air (konduktivitas hidrolik) sangat tinggi.Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis bahan pemantap tanah hidrogel dan interval pemberian air yang tepat dalam upaya meningkatkan kemampuan tanah menahan air (water holding capacity) dari tanah Andisol, efisiensi pemberian air, pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan dapat menjadi suatu sumbangan temuan yang bermanfaat sebagai upaya pendekatan teknologi terhadap upaya peningkatan kemampuan menahan air tanah (water holding capacity) untuk memperbaiki dan meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil produksi  pertanian, khususnya tanaman hortikultura dan peningkatan efisiensi pemberian air pada tanah Andisol.Penelitian dilakukan dengan metode Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial dengan dua faktor yaitu Dosis Pemantap Tanah Hidrogel dan Interval Pemberian Air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian air memberikan nilai yang berbeda nyata untuk kemampuan menahan air tanah (1,507.8 mm), efisien irigasi (76.79 %). Sedangkan untuk kandungan air dalam tanah baik pelakuan dosis hidrogel (24.1805 mm) maupun pemberian air (24.2893 mm) memberikan nilai yang berbeda nyata. Kata kunci: Kemampuan menahan air, Andisols, Porous, Hidrogel, Hortikultura
Prediksi Erosi Dengan Persamaan Modified Universal Soil Loss Equation di Lahan Pertanian Berlereng Curam Bafdal, Nurpilihan; Amaru, Kharistya; Suryadi, Edy
Jurnal Teknotan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Pengambilan data erosi di lapangan telah dilaksanakan di lahan penelitian Laboratorium Hijauan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Plot penelitian mempunyai kemiringan lahan 22 % dengan panjang lereng 22 meter dan lebar 9 meter. Berdasarkan analisis pada segitiga tekstur tanah, tanah di lahan penelitian masuk kedalam Liat Berdebu. Penelitian ini bertujuan memprediksi erosi dengan menggunakan pengembangan model  prediksi erosi Modified Universal Soil Loss Equation / MUSLE dan disesuaikan dengan karakteristik daerah penelitian. Hasil pengamatan lapang menunjukkan jumlah erosi kecil, dengan intensitas berkisar antara 0.03 mm/menit sampai 0.89 mm/menit. Intensitas tersebut belum dapat mengakibatkan erosi yang tinggi. Hasil perbandingan antara data pengukuran dengan data perhitungan prediksi erosi berdasarkan metoda Sum Square Error memberikan hasil yang memuaskan dalam prediksi erosi. Sum Square Error menunjukkan  nilai yang berkisar antara 0.43 hingga nol, berarti persamaan dapat digunakan di daerah penelitian. Hasil simulasi dengan variasi kategori hujan menunjukkan korelasi yang erat pada hubungan antara tinggi hujan dan erosi, hal ini dapat terlihat pada nilai korelasi yang mendekati satu. Kata kunci : Prediksi erosi, MUSLE, Lahan kemiringan curam, Lahan pertanian
Kajian Kelembaban Tanah dan Kebutuhan Air Beberapa Varietas Hibrida DR UNPAD Amaru, Kharistya; Suryadi, Edy; Bafdal, Nurpilihan; Asih, Fitri Punden
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aimed for examining the effect of soil moisture toward the amount and efficiency of water application of hybrid maize DR Unpad. This research was conducted in the greenhouse located in Faculty of Agriculture Padjadjaran University, which is situated at about 801 meters above mean sea level. The research method was using the experimental method of Split Plot Design with three replicates. The first factor was the hybrid corn varieties, i.e.: DR-A, DR-B, DR-F, and BISI-2. The second factor wasthe arrangement of soil moisture, i.e.: 100% field capacity, 90% field capacity, and 80% field capacity.The results showed that there was no interaction between the treatment of maize varieties and soil moisture.On soil moisture maintained at 90% field capacity, the plants has the highest water requiremenst is 345.45 mm/season.It has showed the best plant growth, the yield and water-use efficiency at the highest level at1.83 g/L. Plants that showed the highest water requirement, the best in growth and yield, in a row are hybrid corn BISI-2, DR-F, DR-A, and DR-B.Keywords: soil moisture, water requirement, hybrid corn DR Unpad, and field capacity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelembaban tanah terbaik terhadap jumlah kebutuhan dan efisiensi penggunaan air tanaman jagung hibrida DR Unpad. Penelitian dilakukan di rumah kaca KebunPenelitian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki ketinggian ± 801 meter di atas permukaan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas jagung hibrida, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: DR-A, DR-B, DR-F, dan BISI-2. Faktor kedua adalah pengaturan kelembabantanah, yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: kelembaban tanah 100 % kapasitas lapang (KL), 90 % KL, dan 80 % KL. Hasil penelitian menunjukan bahwa antara perlakuan varietas jagung dan kelembaban tanah ternyata tidakterjadi interaksi. Pada kelembaban tanah dipertahankan 90 % kapasitas lapang, tanaman membutuhkan air paling tinggi, yaitu 345.45 mm/musim dan memperlihatkan pertumbuhan dan hasil tanaman paling baik, serta efisiensi penggunaan air paling tinggi yaitu 1.83 g/L. Tanaman yang menunjukkan kebutuhan air tertinggi, y pertumbuhan dan hasil yang terbaik dalam, berturut-turut adalah jagung hibrida BISI-2, DR-F,DR-A, dan DR-B.Kata Kunci: kelembaban tanah, kebutuhan air, jagung hibrida DR Unpad, dan kapasitas lapangDiterima: 08 April 2013; Disetujui: 09 Juli 2013
Kajian Kelembaban Tanah dan Kebutuhan Air Beberapa Varietas Hibrida DR UNPAD Amaru, Kharistya; Suryadi, Edy; Bafdal, Nurpilihan; Asih, Fitri Punden
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aimed for examining the effect of soil moisture toward the amount and efficiency of water application of hybrid maize DR Unpad. This research was conducted in the greenhouse located in Faculty of Agriculture Padjadjaran University, which is situated at about 801 meters above mean sea level. The research method was using the experimental method of Split Plot Design with three replicates. The first factor was the hybrid corn varieties, i.e.: DR-A, DR-B, DR-F, and BISI-2. The second factor wasthe arrangement of soil moisture, i.e.: 100% field capacity, 90% field capacity, and 80% field capacity.The results showed that there was no interaction between the treatment of maize varieties and soil moisture.On soil moisture maintained at 90% field capacity, the plants has the highest water requiremenst is 345.45 mm/season.It has showed the best plant growth, the yield and water-use efficiency at the highest level at1.83 g/L. Plants that showed the highest water requirement, the best in growth and yield, in a row are hybrid corn BISI-2, DR-F, DR-A, and DR-B.Keywords: soil moisture, water requirement, hybrid corn DR Unpad, and field capacity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelembaban tanah terbaik terhadap jumlah kebutuhan dan efisiensi penggunaan air tanaman jagung hibrida DR Unpad. Penelitian dilakukan di rumah kaca KebunPenelitian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki ketinggian ± 801 meter di atas permukaan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas jagung hibrida, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: DR-A, DR-B, DR-F, dan BISI-2. Faktor kedua adalah pengaturan kelembabantanah, yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: kelembaban tanah 100 % kapasitas lapang (KL), 90 % KL, dan 80 % KL. Hasil penelitian menunjukan bahwa antara perlakuan varietas jagung dan kelembaban tanah ternyata tidakterjadi interaksi. Pada kelembaban tanah dipertahankan 90 % kapasitas lapang, tanaman membutuhkan air paling tinggi, yaitu 345.45 mm/musim dan memperlihatkan pertumbuhan dan hasil tanaman paling baik, serta efisiensi penggunaan air paling tinggi yaitu 1.83 g/L. Tanaman yang menunjukkan kebutuhan air tertinggi, y pertumbuhan dan hasil yang terbaik dalam, berturut-turut adalah jagung hibrida BISI-2, DR-F,DR-A, dan DR-B.Kata Kunci: kelembaban tanah, kebutuhan air, jagung hibrida DR Unpad, dan kapasitas lapangDiterima: 08 April 2013; Disetujui: 09 Juli 2013
APLIKASI GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) PADA PENYUSUNAN DATA SPATIAL LAHAN KRITIS (STUDI KASUS SUB DAS CIKERUH KABUPATEN SUMEDANG) Amaru, Kharistya; Dwiratna, Sophia; Bafdal, Nurpilihan
Jurnal Teknotan Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Data lahan kritis yang disusun dalam bentuk data spasial lahan kritis merupakan data yang tersimpan dalam format yang baik dan mudah diakses sehingga dapat diperoleh rekomendasi yang berdaya guna sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan rehabilitasi hutan dan lahan. Keterbatasan waktu dan dana menjadikan SIG metode yang coock untuk melakukan analisis spasial dalam luasan yang besar. Penelitian ini dilakukan di Sub DAS Cikeruh dengan luas area kurang lebih 16.529 Ha, terletak diantara 107,684- 107,808°BT dan 6,811- 6,987 °LS. Metode penelitian adalah metode analisis deskriptif yang meliputi survey lapangan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki luasan lahan Agak Kritis sebesar 3.080 Ha, lahan Kritis 516 Ha, Potensial Kritis 6.852 Ha. Tingkat Bahaya Erosi (TBE) Sub DAS Cikeruh didominasi oleh Kelas Sangat Ringan seluas 7.186 Ha, Kelas Berat seluas 3.172 Ha. Kelas Sangat Ringan dan Ringan terjadi pada daerah dengan solum tanah > 90 cm, sedangkan Kelas Ringan – Sedang – Berat terjadi pada daerah dengan solum tanah pada 60-90 cm, dan Kelas Berat dan Sangat Berat terjadi pada daerah dengan solum tanah pada < 30 cm. Kata kunci : Sistem Informasi Geografis, lahan kritis, data spasial, analisis spasial
Analisis Rasio Luas Daerah Tangkapan Air (Catchment Area) dan Areal Budidaya Pertanian (Cultivated Area) dalam Desain Model Run Off Management Integrated Farming di Lahan Kering Bafdal, Nurpilihan; NP, Sophia Dwiratna NP; Amaru, Kharistya
Jurnal Teknik Sipil Vol 21, No 3 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.85 KB)

Abstract

Abstrak. Salah satu kendala lahan pertanian lahan kering adalah kurangnya ketersediaan air untuk tanaman pada musim kemarau. Pada area pertanian lahan miring, potensi run off (air limpasan) masih jarang dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi. Air limpasan ini dapat ditampung dan dimanfaatkan sebagai sebagai air irigasi di musim kemarau. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis rasio luas daerah tangkapan air (catchment area) dan daerah budidaya tanaman (cultivated area) pada sistem pengelolaan run off di lahan kering. Penelitian dilaksanakan dengan metode survey dan deskriptif analitik melalui pengamatan kondisi lapangan, pemetaan lokasi serta analisis potensi runoff. Lokasi penelitian adalah area lahan kering di Jatinangor. Hasil analisis runoff secara teoritis dengan metode Rasional menunjukkan bahwa jumlah kumulatif runoff dalam setahun sebesar 1160,05 m3, menunjukkan bahwa limpasan permukaan berpotensi sebagai alternatif sumber air irigasi di lahan kering. Analisis rasio daerah tangkapan dan daerah budidaya menunjukkan nilai C : CA sebesar 14,8, berarti bahwa untuk memenuhi kebutuhan air tanaman jagung pada lahan seluas 1000 m2 selama 3 kali musim tanam dalam setahun dibutuhkan daerah tangkapan air sebesar 14800 m2.Abstract. One obstacle dryland agricultural land is the lack of availability of water for crops in the dry season. On sloping land agricultural areas, the potential for runoff (runoff) is rarely used as a source of irrigation water. Water runoff can be collected and used as a irrigation in the dry season. The purpose of this study to analyze the ratio of catchment and cultivable area of the run-off management system in dry land. The research was conducted by survey method and descriptive analytic by observation field conditions, mapping the location and analysis of potential runoff. The location of research is an area of dry land in Jatinangor. The results of the analysis of runoff theoretically with rational method showed that the cumulative runoff in a year amounted to 1160.05 m3, indicating that the surface runoff is potentially as an alternative source of irrigation in dry land. Analysis of the ratio of catchment areas and cultivated areas show the value of the C: CA 14.8, meaning that in order to meet the water needs of the corn crop in the area of 1000 m2 for 3 seasons in a year needed catchment area of 14800 m2.
Differences Growing Media In Autopot Fertigation System And Its Response To Cherry Tomatoes Yield Bafdal, Nurpilihan; Dwiratna, Sophia; Kendarto, Dwi Rustam
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.14369

Abstract

Hydroponic cultivation system is one solution to overcome the limited agricultural land. This farming system is widely used in farming high-value horticulture, one of them is a cherry tomato plants. The key to success in the hydroponic system is the management of water and nutrients appropriate to the needs of plants. Nevertheless, fertigation system on hydroponic plant cultivation requires a fairly high production costs and dependent on electrical energy for circulation. This study aims to assess the application of fertigation systems that do not use electricity for the circulation of water and nutrients using autopot technology. Fertigation system using this autopot applied to the cherry tomato plants using three combinations of planting medium is husk-compost, husk charcoal-humus and husk-cocopeat with a ratio of 50%: 50%. The results showed that autopot system capable of supplying the needs of water and plant nutrients to the level of irrigation efficiency is very high also minus consumption of electrical energy. The combination of growing media and compost husk cherry tomato plants to respond favorably with yields of 4.72 kg/plant. Keywords : Hydroponics; Autopot technology; Growing media; Cherry tomatoes; Fertigation automation
PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SUB DAS CIKERUH KABUPATEN BANDUNG-SUMEDANG Amaru, Kharistya; N.P., Sophia Dwiratna; Bafdal, Nurpilihan; Abidin, Jenal
Jurnal Teknotan Vol 7, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di Sub DAS Cikeruh. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan parameter-parameter Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di SubDAS Cikeruh Kabupaten Bandung-Sumedang, dengan model prediksi erosi USLE (Universal Soil Loss Equation) dan kedalaman solum tanah yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki Tingkat Bahaya Erosi yang bervariasi yaitu, sangat ringan 43,57 %; ringan 17,82 %; sedang 6,11 %; berat 31,96 %; dan sangat berat 0,54 % dari luas total Sub DAS Cikeruh dan laju erosi rata-rata di Sub DAS Cikeruh adalah sebesar 10,30 ton/ha/tahun. Kata kunci: Tingkat Bahaya Erosi, Sub DAS Cikeruh, Sistem Informasi Geografis (SIG)
Uji Kinerja Sistem Fertigasi Autopot pada Budidaya Tomat Cherry Dwiratna, Sophia; Bafdal, Nurpilihan; Kendarto, Dwi Rustam
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v7i3.13499

Abstract

Air merupakan faktor penting dalam sektor pertanian dan juga menjadi salah satu faktor pembatas pertama produksi pertanian. Tindakan konservasi dan peningkatan efisiensi penggunaan air dapat menjadi salah satu alternatif  untuk mengatasi kekurangan air. Salah satu teknologi yang dapat mengoptimalkan penggunaan air adalah dengan menggunakan sistem fertigasi menggunakan autopot. Sistem fertigasi autopot adalah teknologi pemberian larutan nutrisi sesuai kebutuhan air tanaman tanpa menggunakan listrik untuk mensirkulasikan larutan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kehandalan kinerja sistem fertigasi autopot pada budidaya tomat cherry berdasarkan parameter keseragaman irigasi, penggunaan air konsumtif dan efisiensi penggunaan air. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse ALG, Universitas Padjadajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Budidaya tomat cherry menggunakan media tanam campuran arang sekam dan zeolit dengan perbandingan 9:1 dengan ketinggian media 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem fertigasi autopot memiliki kinerja yang sangat baik, berdasarkan nilai keseragaman irigasi rata-rata sebesar 89,4% dan efisiensi penggunaan air per autopot sebesar 22,93 kg/m3. Seluruh air irigasi yang diberikan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman saja, tanpa ada yg hilang karena drainase maupun rembesan. Kata kunci: Fertigasi, Autopot, Efisiensi Irigasi, Kinerja Irigasi, Soilless Culture