Imam Baehaqie
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 19 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Sastra Indonesia

Perbandingan Leksikon Bahasa Jawa dengan Bahasa Sunda di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Rosyadi, Diding; Zulaeha, Ida; Baehaqie, Imam
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2017): Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan leksikon bahasa Jawa dan Bahasa Sunda di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes berdasarkan bentuk dan makna serta hubungankekerabatan kedua bahasa tersebut. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah leksikon, sementara sumber data penelitian ini adalah tuturan dari informan bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Pengumpulan data menggunakan metode cakap dengan teknik dasarnya yaitu teknik pancing yang dilanjutkan dengan teknik cakap bersemuka, teknik catat, dan teknik rekam. Metode yang digunakan adalah metode agih dan padan. Analisis data menggunakan metode padan dengan aneka tekniknya yang disesuaikan dengan karakter data yang diperoleh dan tujuan penelitian yaitu teknik pilah unsur penentu sebagai teknik dasar dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjut. Hasil analisis disajikan dengan formal. BJB dan BSB terdapat pada kelas kata nomina, verba, dan numeralia (2) leksikon bentuk sama makna berbeda pada BJB dan BSB terdapat pada kelas kata nomina, verba, dan numeralia (3) leksikon bentuk berbeda makna sama pada BJB dan BSB terdapat pada kelas kata nomina, adjektiva, verba, pronomina, dan numeralia (4) leksikon bentuk mirip makna sama pada BJB dan BSB terdapat pada kelas kata nomina, adjektiva, verba, dan numeralia (5) leksikon bentuk mirip makna berbeda pada BJB dan BSB terdapat pada kelas kata nomina, verba, dan adjektiva (6) hubungan kekerabatan bahasa Jawa dan bahasa Sunda di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes termasuk dalam kategori tingkat kekerabatan serumpun atau stock yaitu rumpun bahasa, karena memiliki tingkat persentase mencapai 32%.
Kecermatan Penggunaan Satuan Lingual Dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Tahun 2007 Margiani, Margiani; Hartono, Bambang; Baehaqie, Imam
Jurnal Sastra Indonesia Vol 6 No 3 (2017): Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kecermatan penggunaan satuan lingual dalam wacana Peraturan Daerah Kota Semarang Tahun 2007. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Pendekatan teoretis yang digunakan berupa teori analisis wacana, sedangkan pendekatan metodologis yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan wacana Peraturan Daerah Kota Semarang Tahun 2007. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, kemudian dilanjutkan dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian informal. Simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, ketidaktepatan pilihan kata terdiri atas: penggunaan kosakata tidak baku, penggunaan kata yang boros, penggunaan kata yang tidak tepat, penggunaan konjungsi korelatif yang salah, dan penggunaan verba berpreposisi yang salah. Kedua, ketidakefektifan kalimat terdiri atas: ketidaklengkapan, ketidakparalelan, ketidakhematan, ketidakpaduan, dan ketidaklogisan. Ketiga, kesatuan pasal-pasal.
PEMAKAIAN FONOLOGI DAN LEKSIKON BAHASA JAWA: STUDI SOSIODIALEKTOLOGI DI KABUPATEN BATANG Hastuti, Anisa Puji; Zulaeha, Ida; Baehaqie, Imam
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi fonologi berdasarkan pekerjaan, pendidikan, dan usia; variasi leksikon berdasarkan pekerjaan, pendidikan, dan usia; serta kekhasan bahasa Jawa Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiodialektologi dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dijaring dengan menggunakan metode simak dan cakap. Analisis data digunakan metode padan fonetis artikulatoris. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, variasi fonologi berdasarkan pekerjaan, pendidikan, dan usia meliputi (1) korespondensi vokal, (2) korespondensi konsonan, (3) variasi vokal, variasi konsonan, (4) penambahan bunyi, dan (5) pengurangan bunyi. Kedua, variasi leksikon berdasarkan pekerjaan, pendidikan, dan usia meliputi onomasiologis dan semasiologis. Ketiga, kekhasan bahasa Jawa Batang meliputi kekhasan fonologi dan leksikon. The aim of this study describe phonology variation based job, education, and age; lexicon variation based job, education, and age; and characteristics of Batang Java language. This study uses sosiodialectology approach and qualitative approach. Data was captured using hear and speak methods. Analysis of the data using articulatoric phonetic unified methods. The result showed as follows. First, phonology variation based job, education, and age includes (1) vocal correspondence, (2) consonant correspondence, (3) vocal variation, (4) consonant variation, (4) increment of sound, and (5) decrement of sound. Second, lexicon variation based job, education, and age includes onomasiologis and semasiologis. Thrid, characteristics of Batang Java language includes phonology  characteristics  and lexicon  characteristics
Tindak Tutur Ilokusi di Pondok Modern Selamat Kendal Prahastiwi, Arunika Harum; Haryadi, Haryadi; Baehaqie, Imam
Jurnal Sastra Indonesia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan jenis dan mengidentifikasi fungsi tindak tutur ilokusi yang diucapkan warga pondok yang ada di pondok. Pendekatan yang digunakan ada dua, pendekatan teoretis dan pendekatan metodologis. Data dalam penelitian berupa penggalan wacana percakapan saat melaksanakan kegiatan sehari-hari. Hasil penelitian ini berbagai jenis dan fungsi tindak ilokusi yaitu (1) jenis tuturan ilokusi dalam tuturan warga pondok terdiri atas lima macam yaitu tuturan ilokusi asertif yaitu mengeluh, menyarankan, mengakui, dan menyatakan; tuturan ilokusi direktif yaitu menyuruh, mengajak, dan memesan; tuturan ilokusi ekspresif yaitu memberi selamat, berterima kasih, dan memuji; tuturan ilokusi deklarsi yaitu menghukum, berpasrah, dan mengizinkan; tuturan ilokusi komisif yaitu berjanji, dan menawarkan.;(2) fungsi dari tindak tutur ilokusi terdiri atas empat macam yaitu fungsi bersaing memerintah, meminta, dan menuntut; fungsi menyenangkan mengajak, menyapa, mengucapkan, terima kasih, dan memberi selamat, fungsi bekerja sama melaporkan, dan mengumumkan; fungsi bertentangan yaitu memarahi. The purpose of this research is to describe the type and identify the function of illocutionary speech acts are spoken by female students in a modern cottage survived Kendal. The approach used in this study there are two theoretical approaches and methodological approaches. The data in this study a discourse fragment of conversation when carrying out daily activities. The results of this study show the different types and functions of illocutionary acts: (1) type speech illocutionary in residents of the cottage. speech consists of five kinds of assertive illocutionary speech that complain, suggest, recognize, and states. Directive illocutionary speech that is sent, inviting, and ordering. Illocutionary expressive speech that congratulated, thanked and praised him. Illocutionary speech deklarsi ie punish, surrender and allow. Illocutionary speech commissive that promise, hang out and menawaarkan; (2) the function of illocutionary speech act consists of four kinds of functions compete among others ruled, asking and demanding. The function fun among others invited, say hello, say, thank you, and congratulations. Functions work together among others, report, and announced. Conflicting functions is scolding
ISTILAH-ISTILAH SESAJI RITUAL JAMASAN KERETA KANJENG NYAI JIMAT DI MUSEUM KERETA KERATON YOGYAKARTA Supriyani, Dwi; Baehaqie, Imam; Mulyono, Mulyono
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan istilah sesaji ritual jamasan kereta Kanjeng Nyai Jimat di museum kereta Keraton Yogyakarta, makna dalam istilah sesaji ritual jamasan kereta Kanjeng Nyai Jimat, serta fungsi istilah-istilah sesaji sesaji ritual jamasan kereta Kanjeng Nyai Jimat di museum kereta Keraton Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolinguistik dan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dijaring dengan menggunakan metode simak dan cakap. Analisis data menggunakan metode agih dengan teknik BUL, metode padan dengan teknik pilih unsur penentu, dan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, istilah-istilah sesaji ritual jamasan kereta Kanjeng Nyai Jimat terdiri atas bentuk satuan lingual berupa kata dan frasa. Kedua, istilah-istilah sesaji ritual Jamasan kereta Kanjeng Nyai Jimat diklasifikasi berdasarkan makna leksikal dan makna kultural. Ketiga, fungsi istilah-istilah sesaji ritual jamasan kereta Kanjeng Nyai Jimat terdiri atas sebagai alat komunikasi serta sebagai penghubung dunia gaib dan dunia nyata.  This study aims to describe the term offerings in the ritual cleanse chariot Kanjeng Nyai Jimat at chariot museum of Yogyakarta Palace, meaning terms offerings in the ritual cleanse chariot Kanjeng Nyai Jimat, as well as the function of the terms of offerings in the ritual cleanse chariot Kanjeng Nyai Jimat at chariot museum of Yogyakarta Palace. This study uses an ethnolinguistic approach and a qualitative descriptive approach. Data was captured by hear and speak methods. Analysis of the data using agih method by BUL technique, method of padan with technique of choosing determinant element, and interactive method. The results showed as follows. First, the terms of offerings ritual cleanse chariot Kanjeng Nyai Jimat consists of a lingual unit form of words and phrases. Second, the terms of offerings ritual cleanse chariot Kanjeng Nyai Jimat classified based on the meaning of lexical and cultural meaning. Third, the function of the terms offerings ritual cleanse chariot Kanjeng Nyai Jimat consists of as a means of communication as well as a connector of the unseen world and the real world.
PEMERTAHANAN FONOLOGIS dan LEKSIKAL BAHASA JAWA di KABUPATEN WONOGIRI: KAJIAN GEOGRAFI DIALEK Antono, Arif; Zulaeha, Ida; Baehaqie, Imam
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsi wujud pemertahanan fonologis dan leksikal serta faktor-faktor yang turut memengaruhi pemertahanan tersebut berdasarkan tuturan dari pengguna bahasa Jawa di Kabupaten Wonogiri serta merujuk pada hasil penelusuran prabahasanya. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah leksikon serta sumber data penelitian ini adalah tuturan langsung dari informan atau pengguna bahasa Jawa di Kabupaten Wonogiri. Instrumen penelitian ini menggunakan 250 daftar tanyaan swadesh yang dikembangkan menjadi 755 tayaan. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan cakap dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Penggunaan metode cakap menggunakan teknik pancing dilanjukan dengan teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik catat. Metode yang digunakan adalah metode padan. Analisis data menggunakan metode padan dengan tekniknya yaitu teknik pilah unsur penentu sebagai teknik dasar dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjut. Dalam menelusuri prabahasa menggunakan metode rekontruksi induktif dengan teknik recontruction buttom up dan menggunakan metode rekontruksi deduktif dengan teknik recontruction top down. Hasil analisis disajikan dengan formal. Dalam BJW ditemukan wujud pemertahanan fonem vokal /*i/, /*u/,/*ə/,/*o/,/*a/, dan fonem konsonan /*b/, /*c/, /*d/, /*g/, /*k/, /*j/, /*m/, /*n/,/*p/, /*r/, /*s/, /*t/, /*w/, dan /*y/. Pada tataran leksikon ditemukan 117 leksikon yang masih dipertahankan dari 18 medan makna. Faktor yang turut memengaruhi pemertahanan tersebut yakni faktor penutur, geografi, dan budaya.   Abstract __________________________________________________________________ The purpose of this study is to describe the phonological and lexical forms of defense as well as the factors influencing the defense based on the speech of the Javanese language user in Wonogiri District and referring to the results of his pre-trial. This research approach using qualitative descriptive approach. The data of this research is lexicon and data source of this research is direct speech from informant or user of Java language in Wonogiri Regency. This research instrument uses 250 list of swadesh questionnaires developed into 755 celebrations. Collecting data using the method of referring and proficient with technically skilled involved, recording technique, and record technique. The use of skill method using the technique of fishing line is done with advanced skill technique, recording technique, and technique of note. The method used is the method of match. Analysis of data using the method in combination with the technique that is the technique of decisive elements as the basic techniques and techniques of appeal as an advanced technique. In tracing the proto language using inductive reconstruction method with recontruction buttom up technique and using deductive reconstruction method with top down recontruction technique. The results of the analysis are presented formally. In BJW we find the vowel phoneme defense formation /*i/, /*u/, /*ə/, /*o/, /*a/ and consonant phoneme /*b/, /*c/, /*d/, /*g/, /*k/, /*j /, /*m/, /*n/, /*p/, /*r/, /*s/, /*t/, /*w/, and /*y/. At the level of lexicon found 117 lexicon that is still maintained. Factors contributing to the defense are speaker, geography, and cultural factors.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM WACANA NASKAH DRAMA DELEILAH TAK INGIN PULANG DARI PESTA KARYA PUTHUT E.A. indrayanti, Novita; Haryadi, Haryadi; Baehaqie, Imam
Jurnal Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengindentifikasi jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam wacana naskah drama “Deleilah Tak Ingin Pulang dari Pesta” karya Puthut E.A. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis yaitu pragmatis dan metodologis yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan metode simak dengan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat pada wacana wacana naskah drama “Deleilah Tak Ingin Pulang dari Pesta” karya Puthut E.A. adalah (1) tindak tutur representatif meliputi representatif memberitahukan, mengeluh, membanggakan, dan mengakui, (2) tindak tutur direktif meliputi direktif mengajak, memerintah, menasihati, dan meminta, (3) tindak tutur komisif meliputi komisif berjanji, mengancam, dan menawarkan, (4) tindak tutur ekspresif meliputi ekspresif memuji, mengkritik, mengucapkan terima kasih, mengecam, menyindir, menyalahkan, dan mengucapkan selamat, dan (5) tindak tutur isbati meliputi isbati mengundurkan diri dan membatalkan. Adapun fungsi tindak tutur ilokusi yang ditemukan yaitu (1) fungsi kompetitif meliputi kompetitif mengkritik, memerintah, dan membanggakan, (2) fungsi menyenangkan meliputi menyenangkan mengucapkan terima kasih, memuji, mengajak, menawarkan, dan mengucapkan selamat, (3) fungsi bekerja sama meliputi bekerja sama berspekulasi, memberitahukan, mengeluh, melaporkan, mengumumkan, dan mengakui, dan (4) fungsi bertentangan meliputi bertentangan mengancam, mengecam, dan menyalahkan.   This study aims to describe and identify the types and functions of illocutionary speech acts contained in the drama script discourse “Deleilah Tak Ingin Pulang dari Pesta” by Puthut E.A. This study uses a theoretical approach that is pragmatic and methodological which belong to descriptive qualitative. This research was carried out by using scrutinized method and note technique. The results of this research showed that the type of illocutionary speech acts contained in the discourse plays " Deleilah Tak Ingin Pulang dari Pesta " by Puthut E.A. were: (1) the representative speech acts include the representative of telling, complaining, boasting, and recognizing, (2) the directive speech acts include directive of inviting, instructing, advising, and asking, (3) the commissive speech acts include commissive of promising, threatening, and offering, (4) the expressive speech acts include expressive of praising, criticizing, thanking, inveighing, teasing by illusion, blaming, and congratulating, and (5) the isbati speech acts include the isbati of resigning and canceling. The functions of illocutionary speech acts which were found were: (1) the function competitively includes the competitive of criticizing, commanding, and encouraging, (2) the pleasing functions include pleasing to thank, praise, encourage, offers, and congratulate, (3) the functions of work in team include working in team to speculate, inform, complain, report, announce and acknowledge, and (4) the contradict function includes contradictory threatening, critical, and blame.