Badruzzaman Badruzzaman
Mahasiswa Program Master Pengajaran Bahasa Arab pada Khartoum International Institute for Arabic Language, Khartoum, Sudan.

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

تعليم مهارة الكتابة لغيرناطقين بالعربية Badruzzaman, Badruzzaman
Jurnal Ilmiah Didaktika Vol 14, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA Agustus 2013
Publisher : State Islamic University (UIN) of Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.885 KB)

Abstract

Arabic has four skills are listening, speaking, reading and writing. Writing is a skill that requires a high level to practice continuously be accompanied with a high sense abilities. A culture of the earth shall awake relics sustainability if there that is written about the culture. Writing is an expression of human what is seen and felt. Writing skills in the Arabic language divided two: the first skill to write arabic letters and Arabic words correctly is called with intermediary skills (appliance) needed by the second skill, both the ability to write a sentence in accordance with the Arabic grammar. This article also tries to express the difficulties faced by non-Arabic speakers in Arabic writing, and also try to provide solutions to these difficulties.
PROSES PEMBELAJARAN AKTIF, INTERAKTIF DAN MENYENANGKAN Studi Tindakan Kelas (PTK) Pada Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas X SMA Negeri 14 Makassar Badruzzaman, Badruzzaman
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.736 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menemukan tingkat pretasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menggunakanproses pembelajaran Aktif, Interaktif, dan Menyenangkan. Pembelajaran dibentuk dengan tiga formasi, yaitu FormasiPembelajran Aktif dan Interaktif; Aktif dan Menyenangkan dan Interaktif dan Menyenangkan. Setiap formasi pembelajarandilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama pembelajaran konvensional yang sering dilakukan oleh guru agamayang diakhiri dengan protest. Tahap kedua dilakukan dengan pembelajaran formasi di atas yang diakhir dengan postest.Hasil penelitian menujukkan bahwa prestasi belajar siswa setelah dilakukan ketiga formasi pembelajaran tersebut meningkat.Prestasi belajar PAI siswa sebelum pembelajaran Aktif dan Interaktif, r= 5,29 pada protest meningkat menjadi r= 9,16 padaposttest; pada pembelajaran Aktif dan Menyenangkan protest r= 6,94, meningkat pada postest r= 9,71; dan pada formasiInteraktif dan Menyenangkan protest r= 6,84 meningkat pada postest r= 9,76. Penelitian ini merekomendasikan bahwadalam upaya meningkatkan prestasi belajar PAI siswa yang dominan merupakan meteri pelajaran yang bersifat hafalandibanding penalaran hendaknya menggunakan metode-metode pembelajaran yang merangsang daya hafalan setiap siswaseperti Metode Pembelajaran Aktif, Interaktif dan Menyenangkan. Selain itu, pertimbangan yang lain yang urgen untukdiperhatikan adalah pelibatan tiga jenis bentuk aktivitas belajar dalam setiap pembelajaran yaitu membaca, mengungkapkanhasil bacaan, dan menulis, khususnya pada pembelajaran PAI yang dominan merupakan meteri hafalan.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA DI DAERAH PASCA KONFLIK {Studi Kasus di Kota Ternate Maluku Utara) Badruzzaman, Badruzzaman
Al-Qalam Vol 14, No 2 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.14 KB)

Abstract

This research aims to describe the implication of social-religious conflictto education of religion (formal and informal) implementation. Thiswas conducted at Ternate, North Maluku. Data was collected by depthinterview and observation.This research indicates that social-religious conflict was occured at1999 fisically has no impact to educational process. But, this conflicthad give impact to learning process of religion education. Especially,to Christ and Katolik schools. These schools became refugee camp.Nevertheless, local government regulation to education of religion implementationhave been increase after conflict. But, that regulation seemsdo to certain school.
PERLUASAN DAN PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN DI KABUPATEN SORONG Badruzzaman, Badruzzaman
Al-Qalam Vol 19, No 1 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.311 KB)

Abstract

Ditjen Pendidikan Islam mengarahkan kebijakan perluasan dan pemerataan Akses Pendidikan 2004- 2009 pada upaya perluasan daya tampung satuan Pendidikan Islam dengan mengacu kepada skala prioritas nasional dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik dari berbagai golongan masyarakat yang berbeda. Tujuan penelitian untuk mengatahui tingkat implementasi kebijakan Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Sorong dan peningkatan daya tampung madarasah setelah impelementasi kebijakan tersebut. Hasil penelitian ini menemukan bahwa satuan pendidikan agama Islam telah tersentuh program perluasan dan pemerataan akses pendidikan agama Islam, namun tingkat ketersentuhan itu tampak belum menyeluruh, demikian halnya pada kebijakan peningkatan kesejahteraan guru dan bantuan beasiswa bagi siswa. Penentuan satuan pendidikan yang menjadi sasaran program perluasan dan pemerataan akses pendidikan agama yang mempertimbangkan secara proporsional antara satuan pendidikan umum dan satuan pendidikan agama.
PROSES PEMBELAJARAN AKTIF, INTERAKTIF DAN MENYENANGKAN Studi Tindakan Kelas (PTK) Pada Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas X SMA Negeri 14 Makassar Badruzzaman, Badruzzaman
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.736 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menemukan tingkat pretasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menggunakanproses pembelajaran Aktif, Interaktif, dan Menyenangkan. Pembelajaran dibentuk dengan tiga formasi, yaitu FormasiPembelajran Aktif dan Interaktif; Aktif dan Menyenangkan dan Interaktif dan Menyenangkan. Setiap formasi pembelajarandilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama pembelajaran konvensional yang sering dilakukan oleh guru agamayang diakhiri dengan protest. Tahap kedua dilakukan dengan pembelajaran formasi di atas yang diakhir dengan postest.Hasil penelitian menujukkan bahwa prestasi belajar siswa setelah dilakukan ketiga formasi pembelajaran tersebut meningkat.Prestasi belajar PAI siswa sebelum pembelajaran Aktif dan Interaktif, r= 5,29 pada protest meningkat menjadi r= 9,16 padaposttest; pada pembelajaran Aktif dan Menyenangkan protest r= 6,94, meningkat pada postest r= 9,71; dan pada formasiInteraktif dan Menyenangkan protest r= 6,84 meningkat pada postest r= 9,76. Penelitian ini merekomendasikan bahwadalam upaya meningkatkan prestasi belajar PAI siswa yang dominan merupakan meteri pelajaran yang bersifat hafalandibanding penalaran hendaknya menggunakan metode-metode pembelajaran yang merangsang daya hafalan setiap siswaseperti Metode Pembelajaran Aktif, Interaktif dan Menyenangkan. Selain itu, pertimbangan yang lain yang urgen untukdiperhatikan adalah pelibatan tiga jenis bentuk aktivitas belajar dalam setiap pembelajaran yaitu membaca, mengungkapkanhasil bacaan, dan menulis, khususnya pada pembelajaran PAI yang dominan merupakan meteri hafalan.
PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DIPERKOTAAN Studi tentang Dampak Perkembangan Permukiman Terhadap Kehidupan Sosial Keagamaan di Kota Palopo Badruzzaman, Badruzzaman
Al-Qalam Vol 14, No 1 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.267 KB)

Abstract

This Writing is a conclucion of research, that was conducted in Palopo.This study aims to describe the model of settlement and its implication tosocial relationship. Data was collected using interview, observation,and documentation. Data was analized using qualitative method.This study indicates that model of social settlement at Palopo is segregatedpluralism, based on social stratification, etnic, and occupation.This implicates to social problem, such as social distance, social distortion,drugs, and prostitution
KEMAMPUAN BACA AL-QUR'AN SIS WIKELASIIPADA TIGA SMP DIKABUPATEN ENREKANG Badruzzaman, Badruzzaman
Al-Qalam Vol 13, No 2 (2007)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.377 KB)

Abstract

This research was conducted in Enrekang, South Sulawesi. Especiallyat SMPN 1 Enrekang, SMPN 3 Enrekang, and SMP Darul Falah. Thisresearch aims to describe the student ability on reading Al-Qur'an andfactors influence that ability. This uses quantitative method, where datawas collected by questioner. Then, data was analyzed by statisticalanalysis.This research indicates that ability degree on reading Al-Qur'an ofthose students of the three schools is commonly good enough. Theirmean score are 78.6 to 95.5. SMP Darul Falah get the highest score(95.5), SMPN 1 Enrekang get middle score (87.7), and SMPN 3Enrekang get the lowest score (78.6). This good ability was influencedby some factors, are method in reading Al-Qur'an and the motivationof students.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA DI DAERAH PASCA KONFLIK {Studi Kasus di Kota Ternate Maluku Utara) Badruzzaman, Badruzzaman
Al-Qalam Vol 14, No 2 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.14 KB)

Abstract

This research aims to describe the implication of social-religious conflictto education of religion (formal and informal) implementation. Thiswas conducted at Ternate, North Maluku. Data was collected by depthinterview and observation.This research indicates that social-religious conflict was occured at1999 fisically has no impact to educational process. But, this conflicthad give impact to learning process of religion education. Especially,to Christ and Katolik schools. These schools became refugee camp.Nevertheless, local government regulation to education of religion implementationhave been increase after conflict. But, that regulation seemsdo to certain school.
KOMPETENSI PENGAWAS MADRASAH DI KOTA KENDARI Badruzzaman, Badruzzaman
Al-Qalam Vol 20, No 2 (2014)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.819 KB)

Abstract

Posisi pengawas dalam sistem pendidikan nasional Indonesia sangat strategis.Tugas dan fungsi sebagaitenaga supervisor akademik dan manajerial serta evaluator terhadap peningkatan kualitas kepalamadrasah dan guru mata pelajaran menuntutnya untuk berkerja secara professional.Namun beberapahasil riset parsial menyatakan bahwa tingkat profesionalitas pengawas masih tergolong rendah.Risetkali ini menelusuri tingkat kompetensi pengawas secara komprehensif, yaitu mencakup kompetensiakademik, manajerial, evaluasi pendidikan kelitbangan, kepribadian, dan sosial.Penelitian survei diKota Kendari pada tahun 2012 mengumpulkan data dengan metode kuantitatif dan analisis deskriptifkuantitatif, terhadap 25 responden (pengawas).Penelitian bertujuan untuk menemukan tingkatkompetensi pengawas dengan harapan dapat bermanfaat terhadap kebijakan peningkatan kualitaspengawas madrasah.Ditemukan, bahwa secara umum tingkat kompetensi pengawas madrasah diKota Kendari terkategori ‘sedang’. Dan tingkat kompetensi pengawas berdasarkan karanteristikpengawas tampak variatif.Peningkatan kompetensi pengawas perlu diintensifkan terutama peningkatanpengetahuan, sikap, dan keterampilan yang berkaitan dengan pembinaan dan bimbingan terhadapkepala madrasah dan guru mata pelajaran, penelitian, penilaian kinerja, dan kemahiran membangunkemiteraan.
BERS AMA DAL AM PERBEDA AN (Studi Kasus Pasca Konflik di Kabupaten Alor Provinsi NusaTenggaraTimur) Badruzzaman, Badruzzaman
Al-Qalam Vol 11, No 2 (2005)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.806 KB)

Abstract

Kondisi kerukunan umat beragama pasca konflik perlu digaliuntuk dijadikan bahan rujukan dalam menetapkan kebijakanpembangunan agama, khususnya pola pembinaan kerukunan hidupumat beragama. Aspek yang digali adalah gambaran konflik yangpernah terjadi, kondisi kerukunan hidup umat beragama pasca konflikdan faktor utama yang menyebabkan kondisi kerukunan hidup umatberagama pasca konflik.Konflik yang pernah terjadi di Kabupaten Aim memangtampaknyadipicuoleh oknum tertentu yang berbeda agama. namunrealitas konflik yang munculkemudian bukan k< mllik horizi mtal, akantetapi berupa tuntutan masyarakat terhadap Pemerintah KabupatenAlor agar oknum yang melakukan tersebut ditindak segera secarahukum dan dinonaktifkan dari jabatannya. Konflik horizontal tidakterwujud karena didukung oleh struktur sosial budaya masyarakatseperti pranata budaya lokal yang didukung oleh kckerabatan yangkuat (amalgamation), kebiasaan masyarakat hidup dalam pluralitas,dan upaya-upaya pemerintah. Karena itu kondisi kerukunan hidupumat beragama di Kabupaten Alor tampak kondusif. Keadaaan inidapat dilihat pada aktifitas keagamaan masyarakat yang dirasakanaman dan nyaman, kerjasama antara penganut agama di berbagaikegiatan pendidikan, sosial, dan budaya bahkan pada kegiatankegiatankeagamaan.