Articles

Found 5 Documents
Search

PERANAN CU MANDIRI BAGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Badrun, Badrun; Hidayat, Paidi
Ekonomi dan Keuangan Vol 1, No 10 (2013)
Publisher : Departemen Ekonomi Pembangunan USU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.549 KB)

Abstract

Abstract : Cooperation is an organization that launched and supported by the government for the purpose of public welfare. The existence of cooperation in Serdang Bedagai Regency aims to build the economy of the people that are expected to improve the economic welfare of the community by increasing revenue.The purpose of this study is to analyze how much the development of CU Mandiri in Serdang Bedagai Regency, analyze how much influence the characteristics of the members to the success of CU Mandiri in Serdang Bedagai Regency, analyze how much influence the CU Mandiri on income members in Serdang Bedagai Regency, as well as to determine the amount of savings and influential members of the loan amount to the success of the Credit Union. The method used in this research is to use the Rank Spearman correlation test and multiple linear regression analysis.The result showed that the CU Mandiri shows the development of the number of members, number of deposits, loan amount, and the asset is increasing every year. Based on the Rank Spearman correlation test was explained that the variable characteristics of members (age, education, number of dependents, and income) are not closely related to the dividend variable statistically. Based on the results of the t-test showed savings and loan variable positive and significant impact on the income variable statistically. Based on the results of t-test variables have positive and significant savings to variable dividends while the loans variable does not significantly affect the dividend statistically.Keywords : Cooperation, Credit Union.
HUBUNGAN SUBTES KEMAMPUAN VERBA, KUALITATIF, DAN PENALARAN TES POTENSI AKADEMIK CALON MAHASISWA NONREGULER Badrun, Badrun
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 36, No 1: Mei 2006
Publisher : LPPM UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.413 KB)

Abstract

Dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberi kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas, di setiap tahunnya Universitas Negeri Yogyakarta menerima mahasiswa baru yang jumlahnya cukup banyak. Penerimaan  mahasiswa baru tersebut melalui tiga macam cara, yaitu : penelusuran bibit unggul (PBU), seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) dengan ujian tertulis, dan seleksi yang dilakukakn oleh UNY sendiri. PBU dan SPMB dilaksanakan dengan tujuan untuk menerima mahasiswa program regular. Khusus untuk SPMB, pelaksanaannya dilaksanakan secara nasional bersama-sama dengan PTN lain dan dapat diikuti oleh calon mahasiswa secara lintas daerah/wilayah. Seleksi yang dilakukan oleh UNY sendiri meliputi tiga macam, yaitu : seleksi untuk masuk program D3 Reguler Fakultas Teknik dengan Ujian Tertulis, Penelusuran Bibit Daerah (PBD), dan seleksi dengan ujian tertulis untuk masuk program S1 dan D3 Non Reguler di lingkungan UNY. Berdasarkan informasi yang diperoleh sebelumnya,  diperkiraakan bahwa jumlah animo calon yang masuk  program Non Reguler UNY Program D3 dan S1 Sore ini jauh lebih banyak daripada daya tampungnya. Daya tampung yang ada hanya sekitar 600 dari sekitar 6500 calon mahasiswa. Oleh karena daya tampung jauh lebih kecil daripada animo masuk, maka alat seleksi masuk  Program D3 dan S1 Sore ini  perlu disiapkan dengan sebaik-baiknya. hal ini dilakukan agar dalam penyelenggaraan seleksi tersebut tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Alat seleksi tersebut berupa suatu tes tertulis yang harus diikuti oleh setiap calon mahasiswa baru. Secara garis besar, jenis tes dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu : (1) Binet dan Tes Intelegensi, (2) Testing Kelompok, (3) Tes Potensi Intelektual atau Tes Potensi Akademik, (4) Tes Hasil Belajar, dan (5) Tes Projektif. Untuk seleksi masuk UNY Program D3 dan S1 Non Reguler UNY ini adalah Tes Potensi Akademik (TPA). Dalam hal ini, instrumen terdiri dari empat subtes, yaitu: subtes Kemampuan Verbal, Kemampuan Kuantitatif, Kemampuan Penalaran, dan subtes Kemampuan Bahasa Inggris. Subtes Kemampuan verbal terdiri dari 30 butir soal, Kemampuan Kuantitatif terdiri dari 30 butir soal, Penalaran terdiri dari 35 butir soal, dan subtes Bahasa Inggris terdiri dari 15 butir soal. Sebagaimana telah disampaikan di atas, agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dalam penerimaan mahasiswa baru, perlu digunakan instrumen atau alat seleksi yang berupa soal tes tertulis yang baik. Dengan demikian perlu diketahui bagaimana kualitas dari soal tes yang digunakan dalam seleksi masuk program S1 dan D3 Non Reguler UNY. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan agar dapat diperoleh informasi yang tepat tentang karakteristik butir soal ujian masuk program S1 dan D3 Non Reguler tahun 2005.
Keefektifan Metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD Ditinjau dari Prestasi dan Motivasi Belajar Siswa di Kelas VIII SMP Badrun, Badrun; Hartono, Hartono
PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2: Desember 2013
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) keefektifan pembelajaran kooperatif model STAD (2) keefektifan pembelajaran konvensional ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa, serta (3) perbandingan keefektifan pembelajaran kooperatif model STAD dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari peningkatan prestasi dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Gamping, Sleman, Yogyakarta. Populasi penelitian ini adalah 215 siswa kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini adalah 36 siswa kelas VIII E sebagai kelompok eksperimen dan 35 siswa kelas VIII C sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis dengan uji manova, one sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran kooperatif model STAD  efektif ditinjau dari prestasi dan motivasi belajar siswa,(2) pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari prestasi tetapi efektif ditinjau dari motivasi belajar siswa, dan (3) pembelajaran kooperatif model STAD lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional ditinjau dari peningkatan prestasi belajar siswa tetapi tidak lebih efektif ditinjau dari peningkatan motivasi belajar.Kata Kunci: STAD, prestasi, motivasi belajar. The Effectiveness of the STAD Type Cooperative Learning Method and Motivation Viewed from Students’ Achievement in Class VIII SMP AbstractThis study aims to describe (1) the effectiveness of cooperative learning model of STAD, (2) the effectiveness of conventional teaching model, and (3) describe the comparison between the effective-ness of cooperative learning model of STAD and the conventional teaching model seen from the performance improvementin terms of students’ achievement and learning motivation. This research was conducted at SMP Negeri 4 Gamping, Sleman, Yogyakarta. The population is 215 year-eight students in their second semester in 2012/2013. A sample of 36 students of class VIII E as an experimental group and 35 students of class VIII C as control group. Data were analyzed using the manova test, one sample t-test, and independent sample t-test. The results show that: (1) the STAD type cooperative learning model effective in terms of students’ achievement and learning motivation, (2) the conventional teaching is not effective in terms of students’ achievement but is effektif in terms of students’ learning motivation, and (3) the STAD type cooperative learning model is more effective than the conventional teaching in terms of improved students’ learning and achievement but it is not more effective in terms of increasing the motivation.Keywords: STAD, achievement, learning motivation.
PEMIKIRAN WAHBAH AL-ZUHAILY TENTANG AHKAM AL-USRAH Syuhadak, Faridatus; Badrun, Badrun
De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah Vol 4, No 2: Desember 2012
Publisher : Fakultas Syariah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.686 KB)

Abstract

This research is a normative judicial, with historical-analytic approach. Method of collecting data uses literature study, while the analysis of the data uses content analysis. The results showed that in applying ijtihad, Wahbah al-Zuhaily first review the texts contained in the  Qur’an  by  using  an  approach  related  disciplines  such  as  linguistics  who  heed  the words mujmal, musytarak, ‘amm or Khass, haqiqah or majaz, haqiqah or ‘urf, muthlaq or muqayyad etc, then the Prophet hadith; qauliyah, amaliyah, and taqririyah. After that he used qiyas and maslahah consideration for the realities faced by using the general rules as istihsan, maslahah mursalah, urf, sadd adh-Dzari’ah and others. Wahbah al-Zuhaily begins discussion of family law with a preliminary discussion of marriage; shari’ah law marriage, marriage sermon, proposed marriage proposal of others, and see the woman who had been groom before marriage. Wahbah al-Zuhaily also explained that the marriage law is not always the Sunnah, but can change mandatory, permissible, forbidden even makruh, depending on the context. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  yuridis  normative,  dengan  pendekatan  historis- analitis. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, sedangkan analisis data menggunakan content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melakukan ijtihad, Wahbah Al-Zuhaily terlebih dahulu melakukan kajian terhadap nash-nash yang terdapat dalam al-qur’an dengan menggunakan pendekatan disiplin ilmu yang terkait seperti ilmu bahasa yang memperhatikan kata-kata mujmal, musytarak, ‘amm atau khashsh, haqiqah atau majaz, haqiqah atau ’urf, muthlaq atau muqayyad dll, kemudian hadits Rasul baik yang Qauliyah, amaliyah, maupun taqririyah. Setelah itu menggunakan qiyas  serta  pertimbangan  maslahah  bagi  realitas  yang  dihadapi  dengan  menggunakan kaidah-kaidah  umum  seperti  istihsan  ,  maslahah  mursalah,  urf,  sadd  adz-Dzari’ah  dan lain-lain. Wahbah Al-Zuhaily memulai pembahasan hukum keluarga dengan pembahasan tentang pendahuluan pernikahan; hukum pernikahan secara syari’at, khutbah pernikahan, meminang  pinangan  orang  lain,  dan  melihat  perempuan  yang  telah  dipinang  sebelum dinikahi. Wahbah  Al-Zuhaily  juga  menjelaskan  bahwa  hukum  pernikahan  tidak  selalu sunnah, tapi bisa berubah wajib, mubah, makruh bahkan haram, tergantung konteksnya.
KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR DAN SUASANA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI (KKPI) SISWA KELAS X TKJ SMKN 4 TAKENGON-ACEH TENGAH Badrun, Badrun; Efrizon, Efrizon; Slamet, Legiman
Jurnal Vokasional Teknik Elektronika dan Informatika Vol 4, No 1 (2016): Januari - Juni 2016
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.397 KB)

Abstract

This study was motivated by the problem of low learning outcomes in subjects Computer Skills and Information Management (KKPI) class X Computer Engineering and Networks in SMK Negeri 4 Takengon, where 30% of students get to learn the results below minimum completeness criteria (KKM). KKM assigned school on the subjects KKPI is 75 with a range of values of 0 - 100. The purpose of this study is to reveal the contribution of learning motivation and learning atmosphere on the results of study subjects Computer Skills and Information Management (KKPI) class X Computer Engineering and Networks SMKN 4 Takengon. This research is a correlation associative nature.The population in this study were all students of class X Computer Engineering and Networks SMKN 4 Takengon, consists of two classes of 40 people. A sampling technique that total sampling where the sample is whole members of the population because the subject is less than 100 persons. The data obtained from the student learning outcomes subject teachers Skills Computer and Information Management (KKPI) SMK Negeri 4 Takengon. While data on the motivation to learn and the learning environment are collected through a questionnaire using a Likert scale that have been tested for validity and reliability. File was analyzed using statistical methods with the help of software Microsoft Excel 2007.The result showed: (1) learning motivation accounted for 24.61% of the results of class X student of SMK Negeri 4 Takengon; (2) Atmosphere Learning accounted for 23.54% of the results of class X student of SMK Negeri 4 Takengon; (3) learning motivation and learning atmosphere together accounted for 47.90% of the results of class X student of SMK Negeri 4 Takengon. So it can be concluded that the motivation to learn and contribute to the learning atmosphere of learning outcomes, the higher the motivation to learn and the better learning environment, then it will get better learning results. Keywords : Motivation, Atmosphere Learning, Learning Outcomes, Associative correlation, Total Sampling.