Rusli Badaruddin
Halu Oleo University

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS FENOTIP DAN GENETIK AYAM TOLAKI PADA MASA PERTUMBUHAN Badaruddin, Rusli; Sidadolog, Jafendi Hasoloan Purba; Yuwanta, Tri
Buletin Peternakan Vol 37, No 2 (2013): BULETIN PETERNAKAN VOL. 37 (2) JUNI 2013
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tolaki chicken is a local chicken of Konawe, South Konawe, outh-East Sulawesi. This study was aim to identifythe phenotype and genotype of Tolaki chickens in the growth stage. The data were collected from 5 of mating groups between 5 roosters and 15 hens. Every group consisted of 1 and 3 head and produced 144 chicks (78 males and 66 females). The feed was given ad-libitum. Data collection included the phenotype characteristic and body weight of 0 until 12 weeks ages. The data were analyzed using ANOVA with Nested (hierarchical structure) design to obtain thecomponents of variance. The components of variance were used for estimating genetic parameters especially the heritability of the growth phase of Tolaki chicken. The results indicated that the growth of male chicken was faster than a rooster chicken. The heritability of growth trait based on the sire variance component (ĥ2 s) was high and had positive value at 0 to 12 weeks age.(Keywords: Chicken Tolaki, Genotype, Growth, Heritability, henotypes)
ANALISIS GENETIK AYAM TOLAKI PADA MASA PERTUMBUHAN Badaruddin, Rusli; Nafiu, La Ode; Pagala, Muh. Amrullah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 2, No 1 (2015): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.874 KB)

Abstract

Ayam Tolaki merupakan ayam lokal Konawe, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari  Sifat fenotip dan genetik pada pertumbuhan ayam Tolaki. Dari 5 kelompok perkawinan 5 ekor pejantan dan 15 ekor induk masing-masing kelompok 1 ekor pejantan dengan 3 ekor induk dihasilkan 144 ekor anak ayam Tolaki yang terdiri dari (78 ekor jantan dan 66 ekor betina), yang diberi pakan secara adlibitum.  Pengamatan meliputi :, Komponen variansi digunakan untuk mengistimasi nilai-nilai genetik (heritabilitas) sifat pertumbuhan ayam Tolaki. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan ayam jantan lebih cepat dibandingkan ayam betina . kemampuan sifat pertumbuhan ayam Tolaki berdasarkan komponen variansi jantan, betina dan variansi induk cukup berfluktuasi. Pewarisan sifat pertumbuhan berdasarkan komponen variansi jantan (ĥ2s) tinggi pada umur 0 sampai 12 minggu dan bernilai positif Kata kunci : Genetik, Heritabilitas, Ayam Tolaki dan Pertumbuhan  
PERFORMANCES OF VILLAGE CHICKEN FOLLOWING CROSS BREEDING WITH DIFFERENT BREEDS OF CHICKEN Saili, Takdir; Badaruddin, Rusli; Nafiu, La Ode
International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : International Journal of Sustainable Tropical Agricultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.76 KB)

Abstract

The performances of village chicken in South-east Sulawesi, Indonesia were typically small and light weight, and low productivity of both egg and meat. However, they more resistant to disease compared to other breed of chicken such as commercial broiler or layer. Therefore, in this research the more productive breed of cocks were used. The objective of this research was to improve productivity of the village chicken using different breeds of cock. Bangkok-crossed breed chicken, commercial broiler and village chicken were used to mate the hen of village chicken using artificial insemination.  Variables measured were egg fertility, egg hatchability, and day old chick weight of village chicken crossed by different breeds. Duncan multiple range test was applied to compare the averages of each data. The results showed that the higher egg fertility and hatchability were obtained when crossing the hen of village chicken and bangkok-crossed breed cocks, although no statistical differences was showed between breeds of cock. The average of day old chick weight was also higher in a group of village chicken hen crossed by bangkok-crossed breed cocks compare to other breeds, but no significant differences was showed. It was concluded that the bangkok-crossed breed cocks tended to be a good candidate for increasing the productivity of village chicken.
KARAKTERISTIK FENOTIP DAN GENOTIP GEN cGH (Growth Hormon) PADA AYAM TOLAKI Pagala,, Muhammad Amrullah; Aku, Achmad Selamet; Badaruddin, Rusli; Has, Hamdan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 3 (2018): JITRO, September
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan mutu genetik ayam lokal melalui pendekatan genetik dan karakterisasi fenotip untuk keperluan seleksi. Gen cGH (Chicken Growth Hormon) merupakan salah satu gen yang bertanggungjawab terhadap sifat pertumbuhan ayam lokal. Ayam Tolaki adalah ayam lokal yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode fenotyping sifat produksi dan genotyping dengan Teknik PCR. Sebanyak 50 tetua ayam Tolaki dipelihara 4 minggu. Hasil Penelitian menunjukkan Rataan bobot badan ayam Tolaki berkisar antara 1.395 kg – 1.910 kg, Rataan pertambahan bobot badan sebesar 58,78 (g/ekor/minggu),  konsumsi ransum sebesar 81,37 (g/ekor/hari) dan konversi ransum 9,68. Pertambahan bobot badan pada jantan sedikit lebih tinggi (60,30 g/ekor/mg) dibandingkan dengan betina (58,42 g/ekor/mg). Pada penelitian ini berhasil diidentifikasi keberadaan gen cGH ayam Tolaki melalui ekstraksi DNA dan amplifikasi melalui mesin PCR dengan panjang Ruas DNA sebesar 399 bp. Kata Kunci : gen cGH, ayam Tolaki,  PCR, fenotipe
PENDUGAAN BOBOT HIDUP KERBAU MENGGUNAKAN UKURAN DIMENSI TUBUH SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA DI PULAU KABAENA Hadini, Hairil A; Badaruddin, Rusli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan dalam memprediksi bobot badan kerbau menggunakan tinggi pundak, dalam dada, lingkar dada dan panjang badan. Data ukuran kerbau berasal dari 89 ekor kerbau yang terdiri dari 42 ekor kerbau dengan umur kurang dari 3 tahun dan 47 ekor kerbau dengan umur lebih dari 3 tahun yang dipelihara secara tradisional di Pulau Kabaena kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Data dianalisis menggunakan Program Eviews 5,1 untuk mendapatkan persamaan regresi linier berganda. Hasil analisis regresi pendugaan bobot badan kerbau adalah Y = 3,89(TP) + 6,22(LD) – 317,57  (R2) = 0,67 untuk kerbau dengan umur kurang dari 3 tahun dan Y = 5,45(TP) + 1,40(LD) – 240,67  (R2) = 0,63 untuk kerbau dengan umur lebih dari 3 tahun. Lingkar dada memberikan kontribusi yang besar dalam menduga bobot hidup kerbau pada umur kurang dari 3 tahun, sedangkan tinggi pundak memberikan kontribusi yang besar dalam menduga bobot hidup kerbau pada umur lebih dari 3 tahun Kata kunci: Dimensi tubuh, bobot tubuh, Bkerbau
ANALISIS GENETIK AYAM TOLAKI PADA MASA PERTUMBUHAN Badaruddin, Rusli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO)
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam Tolaki merupakan ayam lokal Konawe, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari  Sifat fenotip dan genetik pada pertumbuhan ayam Tolaki. Dari 5 kelompok perkawinan 5 ekor pejantan dan 15 ekor induk masing-masing kelompok 1 ekor pejantan dengan 3 ekor induk dihasilkan 144 ekor anak ayam Tolaki yang terdiri dari (78 ekor jantan dan 66 ekor betina), yang diberi pakan secara adlibitum.  Pengamatan meliputi :, Komponen variansi digunakan untuk mengistimasi nilai-nilai genetik (heritabilitas) sifat pertumbuhan ayam Tolaki. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan ayam jantan lebih cepat dibandingkan ayam betina . kemampuan sifat pertumbuhan ayam Tolaki berdasarkan komponen variansi jantan, betina dan variansi induk cukup berfluktuasi. Pewarisan sifat pertumbuhan berdasarkan komponen variansi jantan (ĥ2s) tinggi pada umur 0 sampai 12 minggu dan bernilai positif Kata kunci : Genetik, Heritabilitas, Ayam Tolaki dan Pertumbuhan
PENINGKATAN NILAI NUTRISI KULIT ARI BIJI KEDELAI YANG DIFERMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI EFEKTIVITAS MIKROORGANISME (EM-4) DAN WAKTU INKUBASI YANG BERBEDA Auza, Fuji Astuty; Badaruddin, Rusli; Aka, Rahim
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.253 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v3i2.4784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat level dan waktu inkubasi terbaik pemberian EM4 terhadap nilai nutrisi kulit ari kedelai. Penelitian akan dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo, Kendari. Penelitian ini menggunakan metode percobaan laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Faktor pertama adalah pemberian level EM-4 , yaitu 0 cc, 1 cc, 2 cc dan 3 cc, faktor kedua ialah waktu inkubasi yang berbeda, yaitu inkubasi 0 jam, inkubasi 24 jam, inkubasi 48 jam, dan inkubasi 72 jam yang masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Peubah yang diamati adalah bahan kering, abu, protein kasar, dan serat kasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian level EM-4 dan waktu inkubasi yang berbeda pada tepung kulit ari biji kedelai memberikan perbedaan nyata (P<0.05) pada nilai kadar abu dan serat kasar, tetapi tidak berbeda nyata (P>0.05) pada nilai bahan kering dan protein kasar, namun ada peningkatan atau perbaikan protein kasar dari tepung kulit ari biji kedelai pada level pemberian 3 cc EM-4 dan waktu inkubasi 72 jam.
ANALISIS FENOTIP DAN GENETIK AYAM TOLAKI PADA MASA PERTUMBUHAN Badaruddin, Rusli; Sidadolog, Jafendi Hasoloan Purba; Yuwanta, Tri
Buletin Peternakan Vol 37, No 2 (2013): BULETIN PETERNAKAN VOL. 37 (2) JUNI 2013
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v37i2.2425

Abstract

Tolaki chicken is a local chicken of Konawe, South Konawe, outh-East Sulawesi. This study was aim to identifythe phenotype and genotype of Tolaki chickens in the growth stage. The data were collected from 5 of mating groups between 5 roosters and 15 hens. Every group consisted of 1 and 3 head and produced 144 chicks (78 males and 66 females). The feed was given ad-libitum. Data collection included the phenotype characteristic and body weight of 0 until 12 weeks ages. The data were analyzed using ANOVA with Nested (hierarchical structure) design to obtain thecomponents of variance. The components of variance were used for estimating genetic parameters especially the heritability of the growth phase of Tolaki chicken. The results indicated that the growth of male chicken was faster than a rooster chicken. The heritability of growth trait based on the sire variance component (ĥ2 s) was high and had positive value at 0 to 12 weeks age.(Keywords: Chicken Tolaki, Genotype, Growth, Heritability, henotypes)
PERFORMA PENETASAN TELUR AYAM HASIL PERSILANGAN AYAM BANGKOK DENGAN AYAM RAS PETELUR Badaruddin, Rusli; Syamsuddin, .; Astuty, Fuji; Pagala, Muhammad Amrullah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 2 (2017): JITRO, Mei
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.457 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa produksi telur dan reproduksi hasil persilangan ayam Bangkok dengan ayam Ras petelur.dilaksanakan di Laboratorium Unit Unggas Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari, pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan ayam Bangkok betina sebanyak 15 ekor, ayam Bangkok jantan sebanyak 3 ekor, ayam Ras petelur jantan sebanyak 2 ekor dan ayam Ras petelur betina 15 ekor. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif dan uji T untuk mengetahui perbedaan peubah-peubah anatara persilangan BP (Persilangan ayam Bangkok jantan dengan ayam Ras petelur betina) dan PB (Persilangan ayam Ras petelur jantan dengan ayam Bangkok betina). Hasil uji T menunjukkan bahwa hasil persilangan BP memiliki bobot telur, bobot tetas, produksi telur dan mortalitas emrio yang nyata (p
Karakteristik Fenotip dan Genotip Gen GH (Growth Hormon) pada Ayam Tolaki Pagala, Muhammad Amrullah; Aku, Achmad Selamet; Badaruddin, Rusli; Has, Hamdan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 3 (2018): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.558 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v5i3.4705

Abstract

This study aims to improve the genetic quality of local chickens through genetic approaches and phenotypic characterization for selection purposes. The cGH gene (Chicken Growth Hormone) is one of the genes responsible for local chicken growth traits. Tolaki chicken is a local chicken from Southeast Sulawesi. This study uses the phenotyping method of production and genotyping traits with PCR technique. A total of 50 parents of tolaki chicken were kept 4 weeks. The results showed average body weight of tolaki chicken ranged from 1,395 kg - 1,910 kg, average body weight gain was 58,78 (g / head / week), feed consumption was 81,37 (g / head / day) and ration conversion 9,68.  Body weight gain in males was slightly higher (60.30 g / head / mg) compared to females (58.42 g / head / mg). In this study, the presence of the tolaki chicken cGH gene was identified through DNA extraction and amplification through a PCR machine with a length of DNA section of 399 bp.