Eri Bachtiar
Staf Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PERANAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN MANGROVE TERHADAP INFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila PADA IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) Mulyani, Yeni; Bachtiar, Eri; Agung, Muhammad Untung Kurnia
Jurnal Akuatika Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Perikanan budidaya di Indonesia sangat beragam macamnya. Akan tetapi, pesatnya perkembangan budidaya belum ditunjang dengan biosecurity yang tepat. Penyakit merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi usaha budidaya perikanan dan menimbulkan kerugian. Salah satu penyebab penyakit adalah bakteri Aeromonas hydrophila. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan bakteri tersebut adalah penggunaan anti bakterial yang bersifat alami dan efektif untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri, ramah lingkungan serta mudah terurai di perairan, salah satunya senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan senyawa metabolit sekunder tumbuhan mangrove terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan mas (Cyprinus carpio L.). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi FPIK Universitas Padjadjaran dari bulan Mei sampai November 2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode eksplorasi di laboratorium. Penelitian ini menghasilkan ekstrak daun mangrove sebanyak 127,6 gram padatan dengan warna hijau tua dan uji kandungan senyawa metabolit sekunder mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Sedangkan untuk uji antibakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro dengan menggunakan media agar TSA menghasilkan zona daya hambat sebesar 17,02 mm pada konsentrasi 20.000 ppm.
The Effectiveness of Ascidian Didemnum molle Extracts as Antibactery Vibrio harveyi on Tiger Shrimp (Penaeus monodon) Christin Jelita, Christin Jelita; Bachtiar, Eri; Liviawaty, Evi
Aquacultura Indonesiana Vol 15, No 2 (2014): Volume 15 Issue 2 Year 2014
Publisher : Indonesian Aquaculture Society (MAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.961 KB) | DOI: 10.21534/ai.v15i2.32

Abstract

This research studied the effectiveness of Ascidian Didemnum molle extracts as curative for bacteria Vibrio harveyi infection in tiger shrimp (Penaeus monodon). The purpose of the research was to find out the effective concentration of antibacterial compound Ascidians Didemnum molle to curative the infection of bacteria Vibrio harveyi in tiger shrimp. The Ascidians Didemnum molle which were used in this research was originated from Kepulauan Seribu waters. Ascidians Didemnum molle collected by 3.5 kg with an average size of 5-15 cm per individual. The research was conducted from September to December 2013 at the Biotechnology Laboratory and Aquaculture Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Padjadjaran University. The method which was used in this research was a laboratory experimental method such as phytochemical test, extraction, anti-Vibrio harveyi activity test, LC50 test and chalenge test. Descriptive analysis was used in this research. Based on the anti-Vibrio harveyi activity test, it could be concluded that Ascidian Didemnum molle extract had potential as an antibacterial for Vibrio harveyi, which indicated by inhibition zones as 11.1 mm at a concentration of 1,000 mg/L. The result of EPA Probit analysis on LC50 test, with 48-hours of observation, determine 387 mg/L as a safe extract concentration for tiger shrimp. The chalenge test showed that treatment D with concentration of 290.25 mg/L was effective to be used as treatment for tiger shrimp that were infected by Vibrio harveyi bacteria solution of density 106 CFU/ mL, with the highest survival rate was 51.7%.
Sifat Antibakteri dari Daun Tephrosia vogelii Terhadap Vibriosis Bachtiar, Eri; Syah, Yana Maolana; Juliawaty, Lia Dewi
al-Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 6, No 1 (2019): al-Kimiya
Publisher : Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.785 KB) | DOI: 10.15575/ak.v6i1.4506

Abstract

Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu sumber andalan dalam produksi pembangunan perikanan di Indonesia. Udang merupakan salah satu komoditas unggulan utama dalam menunjang produksi pendapatan devisa non migas. Untuk mencapai target produksi sesuai dengan yang diharapkan, berbagai permasalahan menghambat upaya peningkatan produksi tersebut, antara lain kegagalan produksi akibat penyakit oleh bakteri Vibrio, sehingga penyakit ini dikenal sebagai ‘vibriosis’. Salah satu pencarian senyawa yang bersifat antibakteri adalah dengan cara melakukan penapisan terhadap senyawa-senyawa alam. Salah satu sumber senyawa alam adalah dari tumbuhan Tephrosia vogelii. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi senyawa dari tumbuhan T. vogelii sebagai sumber senyawa antibakteri terhadap dua bakteri Vibrio yaitu Vibrio alginolitycus dan Vibrio harveyi. Bahan ekstrak dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton, sementara uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar secara in vitro. Deguelin dan tefrosin kemudian diisolasi dari ekstrak aseton daun T. vogelii. dengan metode difusi agar senyawa deguelin memberikan nilai inhibisi 6,3 mm terhadap V. harveyi dan 6,2 mm terhadap V alginolitycus. Sedangkan  tefrosin memberikan nilai inhibisi 6,3 mm terhadap V. harveyi dan 6,6 mm terhadap V alginolitycus. Ini adalah evaluasi antibakteri pertama dari deguelin dan tefrosin terhadap dua bakteri yang diuji.