Articles

Found 10 Documents
Search

KARAKTERISTIK BIOFISIK RUANG TERBUKA HIJAU PADA HUTAN KOTA ALITTA, KOTA PAREPARE PROPINSI SULAWESI SELATAN

Jurnal Hutan Tropis Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Hutan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are many problems in cities such as land problem. This creates un-harmonizing relationship between human and nature, which the cities are just economically developed but the cities are ecologically undeveloped. The Green Open Spaces will be the greatest solution. This research aims to determine biophysical characteristic in Urban Forest of Alitta in Parepare such as soil properties, stands potential, slopes, and rainfall. This research is hoped to be advisement in developing and applying management of urban forest in Parepare. The results of research showed that study site had clay and clay loam texture, soil pH is slightly acidic, organic matter is low, soil color is very dark grayish brown, stands potential is dominated by Tectona grandis), there are also Gmelina arborea, Pterocarpus indicus, Vitex cofassus, Mangifera indica, Swietenia macrophylla, Anacardium occidentale, Psidium guajava, Lannea grandis, Samania saman, Laucanea glauca, Morinda citrifolia, and Ceiba pentandra,. While the slope are hilly and rather steep slope with altitude is between 16-65 meters above sea level, and rainfall is about 1,095.9 mm /year.

Peran Media Tanam Dan Pemberian Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan Anakan Jabon Merah Anthocepalus macrophyllus Di Persemaian

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Biology Department, Hasanuddin University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian peran media tanam dan pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan anakan jabon merah Anthocepalus macrophyllus di persemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antar perlakuan dosis kompos dan komposisi media tanam yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan anakan jabon merah di persemaian. Permberian pupuk kompos dilakukan dengan empat tingkat dosis yaitu, 30 g/anakan, 40 g/anakan, 50 g/anakan, dan 60 g/anakan. Sedangkan media tanam berupa campuran antara top soil,pasir,dan sekam padiyang dibuat dalam tiga macam komposisi dengan perbandingan 4:1:1, 3:1:1, dan2:1:1.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan dosis 50g/anakan yang dikombinasikan dengan media tanam pada perbandingan top soil : pasir : sekam padi (4:1:1) memberikan dampak yang terbaik terhadap pertumbuhan anakan jabon merah di persemaian.Kata kunci : media tanam; kompos;  jabon merah;  persemaian 

Bola Benih Sebagai Kiat Baru dalam Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis di Kecamatan Tinggimoncong, Sulawesi Selatan

Biocelebes Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Biocelebes

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rehabilitate forest and farm critical must special attention and need of the new method that more practical, quick, and cheap. Method of seed ball is its alternative method. with consideration referred, then this research bent on for (1) know seed amount every seed ball that give percentage grows and plants growth sengon the best (2) know size of seed ball diameter the best to percentage grow and plants growth sengon; (3) know appropriate type of farm closing to percentage grow and plants growth sengon; (4) know interaction influence between seed amount every ball, level of seed ball, type of the best farm closing to percentage grow and plants growth sengon at the site. This research is executed start month September 2012 up to final December 2012 in district Tinggimoncong Gowa Regency. this research uses random design complete pattern factorial that consisted of 3 factor that is seed amounts every seed ball as first factor with 4 levels that is 5 seeds, 7 seeds, 9 seeds, and 11 seeds every seed ball, second that is large size factor its diameter of seed ball that consisted of 4 levels that is 2.5 cm, 4 cm, 5.5 cm, and 7 cm, third factor that is farm closing that consisted of 4 levels that is opened (grass), coppice, beams, and cleaned (disc with diameter 20 cm). The three of this treatment factor are combined until got counted 4 x 4 x 4 = 64 treatment units. Every treatment unit consisted of 3 seed balls and repeated 3 times until required 64 x 3 x 3 = 576 seed balls. Variable that perceived is time starts germinate and percentage germinates every week during a month first, plants growth (high and leaf amount) every month after second month for 2 month. Research result indicates that treatment of land cover has an effect on reality to germination percentage, leaf amount, and high plants as for seedball diameter, seed amount and interaction between land cover and seedball diameter have an effect on reality to percentage of germination and leaf amount. Treatment of grass land cover gives influence is done well by germination percentage, leaf amount, and high plants. Seedball diameter 7,0 cm and seed amount 11 seeds give influence is done well by germination percentage. Combination of grass land cover treatment and diameter of seed ball 7,0 cm give best influence. Key words: Formulation, biological control agent, Aspergillus sp., and tablet.

Pengaruh Tegakan Lamtoro Gung Leucaena leucocephala L. Terhadap Kesuburan Tanah di Kawasan Hutan Ko’mara Kabupaten Takalar

Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol 8, No 15 (2017)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.371 KB)

Abstract

Lamtoro gung Leucaena leucocephala L. merupakan tanaman sela kerena mampu  memelihara dan meningkatkan produktivitas tanah. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan membandingkan sifat-sifat tanah dibawah tegakan lamtoro  gung dengan semak belukar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuburan fisik atau kimia tanah (berat volume, volume total pori tanah, nilai kapasitas tukar kation, kandungan bahan organik, nitrogen, fosfor,kalium, kalsium dan magnesium) memperlihatkan nilai yang lebih baik di bawah tegakan lamtoro gung  yang berumur 2 tahun dibanding pada sifat kesuburan tersebut pada semak belukar yang didominasi  oleh semak dan rumput-rumputan. Meningkatkan  kesuburan tanah di bawah tegakan lamtoro gung diduga sebagai pengaruh dari kandungan bahann organik di bawah tegakan tersebut lebih tinggi (9,2%) dibanding dengan kandungan bahan organik pada tanah semak belukar (5,1%), dimana bahan organik ini merupakan sumber pokok beberapa unsur hara dalam tanah. Kata kunci: sifat-sifat tanah, tegakan, lamtoro gung, dan semak beukar 

Identifikasi Daerah Resapan Air di Sub Daerah Aliran Sungai Malino Hulu Daerah Aliran Sungai Jeneberang Kabupaten Gowa

Jurnal Hutan dan Masyarakat VOLUME 9 NOMOR 2, DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.844 KB)

Abstract

Population increase encourages people to change land use in Malino sub watershed. The forest area converted into non-forest areas such as agricultural or settlements. This study aims to determine the status and potential of water absorbtion region. This research was conducted in the Malino sub watershed maps using land units derived from overlapping maps of slope, soil type, rainfall and land use. Moreover, the determination of the water absorbtion region refer to the Technical Plan for Forest and Soil rehabilitation - basin. The results showed that up to 27,05% of the total Malino Sub Watershed is critical condition, normal condition as much as 49,70% and a good conditions as much as 23.25%.  The Malino sub watershed still good potential to absorb water. In natural conditions, the use of land as dry bush agriculture to intervene it is advisable to agroforestry or timber planted with long lasting in order to be a good absorbtion region, while for normal condition advised to planting of agroforestry with pattern alley cropping.

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN EBONI (Diospyros celebica Bakh.) DIPERSEMAIAN

BERITA BIOLOGI Vol 6, No 2 (2002)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.435 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang ayam dan asal anakan agar bibit eboni tumbuh dengan baik.Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Petak Terpisah dengan asal anakan (alam dan persemaian) sebagai petak utama dan lima taraf pupuk kandang sebagai anak petak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pertambahan tinggi serta pertambahan diameter batang anakan asal alam lebih baik dari pada anakan persemaian. Hal ini diduga adanya pengaruh positif dari mikoriza pada anakan yang berasal dari alam.Perlakuan pemupukan mempunyai pengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi dan jumlah daun anakan, tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertambahan diameter anakan eboni.Terdapat interaksi nyata antara asal anakan dengan perlakuan pemupukan terhadap pertambahan tinggi anakan dan tidak berpengaruh nyata terhadap perkembangan diameter batang dan pertambahan jumlah daun.

PERAN MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN JABON MERAH Anthocepalus macrophyllus DI PERSEMAIAN

BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas MIPA, UNHAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.141 KB)

Abstract

Penelitian peran media tanam dan pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan anakan jabon merah Anthocepalus macrophyllus di persemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antar perlakuan dosis kompos dan komposisi media tanam yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan anakan jabon merah di persemaian. Permberian pupuk kompos dilakukan dengan empat tingkat dosis yaitu, 30 g/anakan, 40 g/anakan, 50 g/anakan, dan 60 g/anakan. Sedangkan media tanam berupa campuran antara top soil,pasir,dan sekam padiyang dibuat dalam tiga macam komposisi dengan perbandingan 4:1:1, 3:1:1, dan2:1:1.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan dosis 50g/anakan yang dikombinasikan dengan media tanam pada perbandingan top soil : pasir : sekam padi (4:1:1) memberikan dampak yang terbaik terhadap pertumbuhan anakan jabon merah di persemaian.Kata kunci : media tanam; kompos;  jabon merah;  persemaian

Pengaruh Skarifikasi Dan Pemberian Hormon Tumbuh Terhadap Perkecambahan Benih ArenArenga pinnataMerr. di Persemaian

Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.945 KB)

Abstract

Pohon aren Arenga pinnata Merr. secara alami memiliki masa dormansi biji yang cukup lama, hal ini dikarenakan kulit benih dan endospermnya keras sehingga dilakukan pematahan dormansi melalui skarifikasi agar  diperoleh hasil perkecambahan yang normal dan proses yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara lama pemeraman dan skarifikasi terhadap perkecambahan benih aren. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap (RAL), dimana setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali pengulangan terdiri atas 2 faktor yaitu perlakuan skarifikasi dan pemeraman benih aren. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa interaksi antara lama pemeraman dan perlakuan skarifikasi perendaman giberelin menunjukkan hasil tertinggi perkecambahan benih aren dengan perlakuan pemeraman 32 hari (p4) dengan nilai 45,33 % dan perendaman giberelin 150 ppm (s3) dengan nilai 41,33 % sedangkan terendah pada p0 tidak dilakukan pemeraman dengan nilai 4,00% dantanpa perendaman (s0)dengannilai 9,33 %.

Pengaruh Tegakan Lamtoro Gung Leucaena leucocephala L. Terhadap Kesuburan Tanah di Kawasan Hutan Ko’mara Kabupaten Takalar

Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.371 KB)

Abstract

Lamtoro gung Leucaena leucocephala L. merupakan tanaman sela kerena mampu  memelihara dan meningkatkan produktivitas tanah. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan membandingkan sifat-sifat tanah dibawah tegakan lamtoro  gung dengan semak belukar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuburan fisik atau kimia tanah (berat volume, volume total pori tanah, nilai kapasitas tukar kation, kandungan bahan organik, nitrogen, fosfor,kalium, kalsium dan magnesium) memperlihatkan nilai yang lebih baik di bawah tegakan lamtoro gung  yang berumur 2 tahun dibanding pada sifat kesuburan tersebut pada semak belukar yang didominasi  oleh semak dan rumputrumputan. Meningkatkan  kesuburan tanah di bawah tegakan lamtoro gung diduga sebagai pengaruh dari kandungan bahann organik di bawah tegakan tersebut lebih tinggi (9,2%) dibanding dengan kandungan bahan organik pada tanah semak belukar (5,1%), dimana bahan organik ini merupakan sumber pokok beberapa unsur hara dalam tanah.  

PENGEMBANGAN MULTI PURPOSE TREE SPECIES DAN INOVASI PRODUK BERBASIS CARBON DARI HASIL HUTAN SEBAGAI PRODUK KREATIF BAGI SANTRI DI PONDOK PESANTREN

E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.183 KB)

Abstract

Abstrak. Pondok pesantren adalah salah satu wadah pendidikan islam yang menggabungkan ilmu-ilmu keagamaan (islam) dan ilmu-ilmu sains dalam rangka menciptakan generasi yang tangguh serta tanggap dalam perubahan (Shohwatul Is’ad, 2015). Harapan dengan perubahan yang semakin cepat dan cenderung kepada perubahan yang negatif dapat teredam dengan melahirkan generasi robbani yang mampu menjadi panutan di masyarakat untuk lebih mengenal perintah dan larangan Allah SWT dan Rasulullah SWA. Pola pendidikan di pondok pesantren adalah model pendidikan boarding school dengan tujuan menghasilkan generasi muda yang berakhlak  mulia  sekaligus  menguasai  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi serta mampu membangun kebersamaan diantara sesamanya. Pondok pesantren yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu Pondok Pesantren Bukit Hidayah di Malino Kabupaten Gowa. Bentuk kegiatan yang kami lakukan adalah pembentukan karakter santri yang lebih peduli lingkungan dan berjiwa entrepreneurship. Pembentukan karakter seperti ini penting dikembangkan agar para santri tidak hanya  memiliki nilai lebih dari aspek penguasaan ilmu pengetahuan umum dan keagaamaan tetapi juga pada karakter dan identitas diri, daya kreativitas dalam menemukenali dan mengembangkan potensi sumberdaya yang ada di sekitarnya, serta mampu menghasilkan produk-produk yang bermanfaat sembari berlatih membangun sinergi dengan sesama santri. Untuk membantu membentuk karakter tersebut, maka kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan rangkaian   kegiatan   yang   meliputi;   1)   Pembelajaran dilapangan   untuk meningkatkan penguasaan  ilmu  pengetahuan mitra  mewujudkan pondok pesantren yang berbasis lingkungan, 2). Pelatihan mengembangkan tanaman multy purpose tree (MPTS) sebagai wujud kepedualian terhadap lingkungan sekeliling dan bernilai ekonomi dan 3) Pelatihan inovasi teknologi tepat guna yang sederhana dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan dan dikembangkan di pondok pesantren dengan memanfaatkan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk-produk kreatif berbasis karbon. Pada akhir kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, sekolah mitra diharapkan mampu mewujudkan dan mengaplikasikan pemanfaatan limbah dan sumber daya lokal dengan menggunakan teknologi sederhana sehingga dapat terwujud Pondok Pesantren yang berwawasan lingkungan.