Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Jenis Minyak Nabati terhadap sifat Fisik dan Akspetabilitas Mayonnaise (The Effect of Various Vegetable Oils on Physical Properties and Accebtability of Mayonnaise) Azizah, Nurul; Wulandari, Eka; Suradi, Kusmajadi
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/jit.v15i2.9521

Abstract

Mayonnaise  merupakan  produk  olahan  emulsi  semi  padat  minyak  dalam  air  (o/w) dengan  konsentrasi  minyak  yang  tinggi.  Oleh  karena  itu,  penggunaan  jenis  minyak  nabati diduga  akan  mempengaruhi  sifat  fisik  dan  akseptabilitas  mayonnaise.    Tujuan  penelitian  ini untuk mengetahui  pengaruh  jenis minyak nabati terbaik terhadap sifat fisik (kestabilan  emulsi dan   viskositas)   dan   akseptabilitas   (rasa,   aroma,   warna,   tekstur,   dan   total   penerimaan) mayonnaise.   Penelitian dilakukan secara eksperimen, menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan  5 perlakuan,  yaitu  minyak  bunga  matahari  (P1),  minyak  jagung  (P2),
PENGARUH KONSENTRASI BAKTERI ASAM LAKTAT Lactobacillus plantarum DAN Lactobacillus casei TERHADAP MUTU MIKROBIOLOGI DAN KIMIA MAYONNAISE PROBIOTIK Azizah, Nurul; Suradi, Kusmajadi; Gumilar, Jajang
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.24198/jit.v18i2.19771

Abstract

Mayonnaise merupakan produk pangan emulsi yang dapat dikembangkan menjadi salah satu pangan fungsional melalui modifikasi dalam proses pengolahannya.  Salah satunya dengan cara menambahkan berbagai konsentrasi bakteri asam laktat dalam mayonnaise sehingga bermanfaat bagi kesehatan manusia dan aman untuk dikonsumsi. Bakteri asam laktat yang dapat digunakan yaitu Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus casei.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bakteri asam laktat terbaik terhadap sifat mikrobiologi (jumlah bakteri total dan jumlah bakteri asam laktat) dan sifat kimia (pH dan kadar asam laktat) mayonnaise probiotik.  Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan, yaitu 5% L. plantarum(P1), 5% L.casei (P2), 10% L. plantarum (P3), 10% L.casei (P4), 15% L. plantarum (P5), dan 15% L.casei (P6) dengan 3 kali ulangan.  Analisis sidik ragam digunakan untuk mengetahui konsentrasi bakteri asam lakat terhadap sifat mikrobiologi dan sifat kimia mayonnaise dan selanjutnya dilanjutkan Uji Tukey untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 15% bakteri asam laktat menghasilkan jumlah bakteri total masing-masing sebesar 1,89 x 109 cfu/g (L.plamtarum), 1,60 x 109 cfu/g (L.casei) dan jumlah BAL sebesar 2,34 x 109 cfu/g (L.plamtarum), 2,14 x 109 cfu/g (L.casei) tertinggi dengan pH  sebesar  4,42 (L.plamtarum), 4,37 (L.casei) dan kadar asam laktat sebesar 0,48% (L.plamtarum), 0,55% (L.casei).
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA TOPIK CAHAYA DI MTS NU TRATE GRESIK AZIZAH, NURUL; Sunarti, Titin
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
RESISTENSI ISOLAT LOKAL Escherichia coil PEMBAWA GENA VT1 DAN VT2 ASAL BABI DAN DOMBA/KAMBING TERHADAP 6 ANTIBIOTIK = RESISTANCE OF LOCAL ISOLATES OF VT1 AND VT2 GENES-BEARING Escherichia coil FROM SHEEP/GOAT AND SWINE Azizah, Nurul; Astuti, M. Kenti; Yudhabuntara, Doddy
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 2 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan resistensi Escherichia coil pembawa gena VT1 dan VT2 hasil isolasi domba/kambing dan babi terhadap penisilin, ampisilin, amoksilin, tetrasiklin, streptomisin, dan kloramfenikol. Sejumlah sembilan isolat Escherichia coli pembawa gena VT1 dan VT2 as,s1 domba/kambing dan 23 asal babi diuji resistensinya terhadap keenam antibiotik menggunakan rnetode difusi disk yang tersedia secara komersial. Jumlah isolat resisten dan sensitif dari domba/kambing dan babi dianalisis dengan menggemakan statistik x2. Hasilnya menunjukkan bahwa.resistensi kedua asal isolat tidak berbeda secara bermakna (P > 0,05) terhadap penisilin (x2 = 0.244), ampisilin (x2 = 0.035, amoksilin (x2 = 0.195 dan kloramfeniol (x2 = 0). Terdapat perbedaan resistensi yang bermakna (P < 0.05) terhadap tetrasiklin (x2 – 5.45) dan streptomisin (x2 = 4.59), dengan isolat babi resistensinya selalu lebih tinggi. Hasil ini dapat digunkan sebagai rekomendasi untuk pengobatan infeksi VTEC pada manusia dengan mengingat asal bakteri yang menginfeksi.
The Potency of Propolis on Honey Bees Nest on Inhibiting The Infection of P. Falciparus as Supporting Therapy on Malaria Tropicana Azizah, Nurul; Kencono Wungu, Citrawati Dyah; Viradella, Jofan
The Journal of The Indonesian Medical Students Association Vol. I No. 01 January - June 2010
Publisher : The Journal of The Indonesian Medical Students Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The incidence of malaria in Indonesia increases every year, even reached seven times higher in 2000 thank that in 1997. This disease is caused bt Plasmodium parasite. Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax are the most common species, but the deadliest one is Plasmodium falciparum. However, there are many P. falciparum cases resistant to antimalaria drugs. Hence, it is necessary to look for other antimalaria drugs as alternative therapy.There are many medicating effects of bees products. In this paper, we try to study propolis, a compound extracted from resin, mixed with bee wax, honey, and enzyme. Luteplin 7-O glucoside is a flavonoid compound in propolis, identified as antimalaria agent. Luteolin 7-O glucoside has specific target FabI, regulator and repressor exzyme for type 2 FAS. This compound inactivated FabI enzyme, blocked the biosynthesis of Plasmodium fatty acid, and hence disturbed the metabolism and growth of Plasmodium.Another flavonoid component of propolis, chalcone, has also important effect on blocking erythrocyte hemolysis in P. falciparum infection so symptoms can be reduced. Key words: P. falciparum, flavonoid, Luteolin 7-O glucoside, type21 FAS, chalcone
Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Bantuan Logistik Bencana Banjir di Jawa Tengah Berdasarkan Proses Hierarki Analitik Azizah, Nurul; Riyanto, Djalal Er; Adhy, Satriyo
Journal of Informatics and Technology Vol 2, No 3 (2013): Wisuda Agustus 2013
Publisher : Journal of Informatics and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.599 KB)

Abstract

Bencana banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi setiap tahun di Propinsi Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai instansi yang terkait kebencanaan bertanggung jawab menyediakan kebutuhan logistik. Penyediaan tersebut membutuhkan data kejadian bencana terbaru dari tim khusus BPBD di tempat kejadian. Tim tersebut bernama Tim Reaksi Cepat (TRC). TRC mengirimkan data terbaru melalui email ke BPBD untuk kemudian dianalisis secara manual. Tugas Akhir ini membangun sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk suplai logistik bencana banjir di Jawa Tengah. Sistem dibangun dengan metode Proses Hierarki Analitik (PHA) dan berbasis web. Metode PHA menguraikan masalah pemberian bantuan logistik yang kompleks menjadi bagian-bagian yang sederhana berbentuk hierarki sehingga permasalahan menjadi lebih terstruktur dan sistematis. Sistem ini menggunakan lima kriteria pertimbangan yaitu, jumlah kematian, jumlah luka dan pengungsi, kerugian harta benda, kerusakan infrastruktur, dan daerah banjir. Hasil dari sistem adalah bahan pendukung yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan pemberian bantuan logistik.
ANALISIS PENERAPAN ENVIRONMENTAL MANAGEMENT ACCOUNTING (EMA) SEBAGAI BENTUK ECO-EFFICIENCY DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF PERUSAHAAN (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara X Unit Usaha Pabrik Gula Ngadiredjo Kabupaten Kediri Periode Tahun 2009-2 Azizah, Nurul
Jurnal Administrasi Bisnis Vol 6, No 2 (2013): DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.355 KB)

Abstract

Kegiatan bisnis yang mengarah pada industri, khususnya bidang manufaktur, menjadi salah satu sorotan yang menjadi penyebab degradasi lingkungan, karena kegiatannya yang berhubungan langsung dengan lingkungan alam dan sosial.  PT. Perkebunan Nusantara  X  unit usaha Pabrik Gula Ngadiredjo salah satu perusahaan manufaktur dengan  produk utama gula dan tetes. Sehingga peneliti berusaha memaparkan secara transparan dari segi PEMA (physic) dan MEMA (moneter) terkait kinerja lingkungan pada Pabrik Gula Ngadiredjo. Bentuk penerapan EMA pada Pabrik Gula Ngadiredjo dilihat dari penerapan program EDO pada tahun 2010 dan IHK pada tahun 2011. Berdasarkan informasi PEMA dan MEMA yang diperoleh dapat digunakan sebagai dasar analisis eco-efficiency, dengan cara PEMA dibagi MEMA. Hasil perbandingan tersebut menjelaskan bahwa tingkat eco-efficiency pada Pabrik Gula Ngadiredjo pada tahun 2009 sebesar 32%, tahun 2010  sebesar 28%, tahun 2011 sebesar 35%. Sehingga   bisa ditarik  kesimpulan EMA sebagai bentuk eco-efficiency pada Pabrik Gula Ngadiredjo rata-rata 30% dari perbandingan seluruh kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan. Meningkatnya perhatian terhadap lingkungan bukan lagi sebuah beban perusahaan, namun menjadi tool dalam menigkatkan eco-efficiency pada Pabrik Gula Ngadiredjo hingga 35% pada tahun 2011. EMA merupakan strategi mencapai keungulan kompetitif berdasarkan upaya ramah lingkungan, bukan lagi kategori strategi yang hanya digunakan untuk memenuhi tanggungjawab sosial perusahaan. Kata kunci :Environmental Management Accounting (EMA), Eco-efficiency, Keungulan Kompetitif Abstract Business activities that lead to the industry, particularly manufacturing, to be one of the highlights was the cause of environmental degradation, because the activities are directly related to the natural and social environment. PT. PTPN X Sugar Factory Ngadiredjo business unit manufacturing company with one of the main products of sugar and molasses. So the researchers tried exposing transparent in terms of PEMA (physics), and MEMA (monetary) related to environmental performance at Sugar Factory Ngadiredjo. EMA application forms at Sugar Factory Ngadiredjo seen from EDO program implementation in 2010 and the CPI in 2011. Based MEMA and PEMA information obtained can be used as a basis for eco-efficiency analysis, PEMA divided by MEMA. The comparison results explained that the level of eco-efficiency at Sugar Factory Ngadiredjo in 2009 by 32%, in 2010 by 28%, in 2011 by 35%. So the conclusion can be drawn EMA as a form of eco-efficiency at Sugar Factory Ngadiredjo average of 30% of the comparison of the whole environmental performance to financial performance. The increasing concern for the environment is no longer a company expense, but a tool in improving eco-efficiency at Sugar Factory Ngadiredjo up to 35% in 2011. EMA is a strategy to achieve competitive superiority based on eco-friendly efforts, is no longer the only category of strategies used to fulfill corporate social responsibility. Kata kunci :Environmental Management Accounting (EMA), Eco-efficiency, Keungulan Kompetitif
Analisis pola kemitraan usaha peternakan ayam pedaging sistem closed house di Plandaan Kabupaten Jombang Azizah, Nurul; Utami, Hari Dwi; Nugroho, Bambang Ali
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 23, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.329 KB)

Abstract

This research was conducted on the close house broiler farm owned by Mr. Nanang’s partnership with “Pesona Ternak Gemilang” Ltd at Plandaan subdistrict, Jombang Regency. The data were collected from 19th March to 19th April 2013. The purpose of this research was: 1) to investigate the broiler farm partnership pattern, 2) to determine the efficiency of broiler farm business. Descriptive analysis was carried out to analyze the rights as well as the obligations between the nucleus and the plasma. Also, the method was used to calculate the cost of production, revenues, profits and the R/C Ratio. The study shows that plasma has committed to the letter of treaty obligations in raising broiler. The first period of broiler farming using closed house system was found more efficient compared to other periods in which the production cost paid for 31,000 broilers was IDR. 615,554,603 or IDR. 19,857/bird and it could earn revenue about IDR. 740,397,545 or IDR. 27,225/bird. The profit per period was IDR.124,842,942 or IDR. 4,027.-/bird and the R/C ratio was 1.372.   Keywords: nucleus and plasma partnership, broiler, R/C ratio
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN POLA TIDUR DENGAN FLOUR ALBUS (KEPUTIHAN) PADA REMAJA Abiyoga, Aries; Pringgotomo, Gathut; Azizah, Nurul
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v3i2.41

Abstract

The Flour Albus is abnormal vaginal secretions in women. The Flour Albus caused by infection usually accompanied by itching in the vagina and around the outer lip of the vagina, often accompanied by a bad smell and cause pain during urination or intercourse. Impact of Flour Albus which is not handled and persistently disrupts the function of the woman reproductive organs with the occurrencesexually transmitted disease(STD) in young women.Factors that affect the occurrence Flour Albus is many kinds, one of which is the lack of sleep that makes hormones in the body is not balanced. The aim of this study is to determine the correlation between sleep pattern disturbance with the flour albus in young women. The study design was cross sectional approach. The sampels of this study are  60respondents with a simple random sampling technique.The study result was Kolmogorov-Smirnov test, there are  58respondents(96,7%)experience sleep pattern disturbance with frequent and occasionalcategories and42 respondents (70%) experience Flour Albus not normal. Indicated that the p value of 0,000 (<0,05).The conclusion of this study there was a correlation between sleep pattern disturbance with the flour albus. In suggesting to the respondents order to pay attention and raise awareness about good sleep patterns.  
Antibacterial and Antioxidant activities of Indonesian ginger (jahe emprit) essential oil extracted by hydrodistillation Azizah, Nurul; Filaila, Euis; Salahuddin, Salahuddin; Agustian, Egi; Sulaswatty, Anny; Artanti, Nina
Jurnal Kimia Terapan Indonesia (Indonesian Journal of Applied Chemistry) Vol 20, No 2 (2018)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.817 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v20i2.401

Abstract

The rhizome of ginger is commonly used as a spice, food, beverage as well as medicine. Plant essential oils including from ginger have been widely used for food preservation, pharmaceutical and alternative medicines.  Currently there are growing interest of consumer for natural sources such as essential oils for natural antibacterial and antioxidant.  Jahe emprit (Zingiber officinale var. Amarum) is one of Indonesian ginger variety used to obtain ginger essential oil. The objective of current study was to investigate the effect of solvent to feed (SF) ratio in hydrodistillation process on yield, chemicals content, antibacterial and antioxidant activities of ginger essential oils from jahe emprit.  SF ratio used in this study is 0.7: 1, 1.7: 1, 2.7: 1.  Chemicals content was conducted using GCMS analysis.  Antibacterial assay was conducted using disc diffusion method against Escherichia coli and Staphylococcus aureus.  Antioxidant assay was conducted using DPPH free radical scavenging assay.  The results show that the highest essential oil yield was obtained from SF ratio 1.7:1 which gave yield of 3.7%.  GCMS analysis shows that camphene was always the major compound present in those 3 SF ratio, although the amount present was differed.  Besides, 4 other major compounds present were varied.  Antibacterial assay using 1% concentration showed ginger oil obtained from SF 0.7:1 and 2.7:1 have the same activities for S. aureus, whereas SF ratio 1.7:1 has the lowest activities.  However for E. coli, all SF ratio gave same results.  For antioxidant activities at 1000 ppm concentration, the highest activity was obtained from SF ratio 2.7:1