Articles

Found 8 Documents
Search

MENILIK KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN

Jurnal Borneo Administrator Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Jurnal Borneo Administrator

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.691 KB)

Abstract

To establish agriculture as a leading sector through a planned, systematic and remain accommodating the existing condition process, a formula is needed to be the framework in preparing the agricultural policy. There are four main components in the framework of agricultural policy, there are : objectives that is expected to be achieved by the policy makers, constraints that limit the results that can be achieved, policies which consist of instruments that are used by the government to change the agricultural outcomes, and the implemented strategies through a well-coordinated policy implementation. It is expected that through the understanding of the agricultural framework, the policy makers can make the appropriate policies to accomplish the vision and mission of agricultural development  Keywords : agriculture, framework,  development

Peranan INCAR (Informasi Cerdas Ala Remaja) Dalam Program GenRe (Generasi Berencana) di Kabupaten Nunukan

Jurnal Borneo Administrator Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : P3KDOD III Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.976 KB)

Abstract

The implementation of Generation Plan (GenRe) Program developed by BKKBN requires supporting methods in order to be implemented appropriately. One method that has been launched by BPPKB is the delivery of information called INCAR (Smart Information for Teenagers) to deliver positive information in attractive and modern ways. This study aims to look at the benefits of INCAR in the implementation of the GenRe (Generation Plan) Program. The method used in this study was descriptive with a qualitative approach. Based on the results of the analysis, this program involves teenagers/children of the same age as "GenRe Ambassador". Teenagers are given information by their peers about reproductive health and life skills, as well as counseling services through digital technology. As a result, various digital information media and social networks were formed, such as: the PIK Teen Blog, youth communities on Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram and others. Constraints to the implementation of GenRe Program especially in the outermost regions of Indonesia are geographical factors and transportation problems. In conclusion, INCAR, in the GenRe Program has helped BPPKB in delivering information to the teenagers, especially in difficult-to-reach areas so that they can get the latest information as soon as possible. While for the community, especially for schools and parents, the benefits are that teenagers can channel their activities in a positive and easily monitored manner so that the school and parents no longer worried about promiscuity. Keywords: GenRe, INCAR, youth Abstrak Pelaksanaan Program Generasi Berencana (GenRe) yang dikembangkan oleh BKKBN memerlukan metode pendukung agar terimplementasi secara tepat. Salah satu metode yang diluncurkan oleh BPPKB adalah penyampaian informasi yang disebut INCAR (Informasi Cerdas Ala Remaja) untuk menyampaikan informasi yang bernilai positif namun tetap dalam kemasan menarik dan modern. Kajian ini bertujuan melihat kemanfaatan INCAR dalam pelaksanaan Program Nasional Generasi Berencana (GenRe). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, program ini melibatkanremaja/anak sebaya sebagai “Duta GenRe”. Remaja diberikan informasi oleh teman sebayanya tentang kesehatan reproduksi, keterampilan dan kecakapan hidup, serta pelayanan konseling melalui teknologi digital. Hasilnya, terbentuk berbagai media informasi digital dan jejaring sosial dalam bentuk Blog PIK Remaja, komunitas remaja di Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram dan lainnya. Kendala pelaksanaan GenRe, khususnya di daerah terluar Indonesia adalah faktor geografis dan masalah transportasi. Kesimpulannya, INCAR dalam Program GenRe telah membantu BPPKB dalam penyampaian informasi kepada remaja khususnya di daerah sulit dijangkau sehingga para remaja dapat meng-update info-info terbaru. Manfaat yang dirasakan masyarakat khususnya sekolah dan orang tua adalah tersalurkannya kegiatan remaja dalam wadah yang positif dan mudah dipantau sehingga pihak sekolah dan para orang tua tidak lagi merasa khawatir dengan pergaulan remaja. Kata Kunci : GenRe, INCAR, remaja

TRANSFORMASI BUDAYA KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA MELALUI PENDEKATAN SIX THINKING HATS (WORK CULTURE TRANSFORMATION IN PENAJAM PASER UTARA REGENCY THROUGH SIX THINKING HATS APPROACH)

Jurnal Borneo Administrator Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Borneo Administrator

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.513 KB)

Abstract

Nowadays, work culture transformations have become the trend setter for local governments in enhancing the performances of their apparatus. Occasionally, aparatus old mind and culture that has been set for a long time make it a challenge to transform it into the apparatus with high integrity, high productivity, high performance, and good personality. Strong will and deliberate efforts which are combined with sustainable evaluations are needed to be able to achieve these goals. This situation must be implemented in comprehensive ways which must be well planned, well structured and sustainable. Besides that, it must also be supported with tremendous discipline, great resources and periods of time. This articel tries to describe the implementation of work culture transformation which is implemented by Penajam Paser Utara (PPU) Region starting from its values formulation, implementation. finally, with the implementation of work culture transformation, it is greatly expected that a better transformation milestone can be attained by PPU.Keywords : Transformation, Work Culture, Organization Transformasi budaya kerja saat ini tampaknya telah menjadi trend setter bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kinerja aparaturnya. Namun ternyata tidak mudah dalam merubah pola pikir dan budaya aparatur lama yang telah tertanam dan berakar kuat menjadi aparatur yang berintegritas, produktif, berkinerja dan berkepribadian tinggi. Diperlukan tekad yang kuat, upaya yang tepat dan evaluasi secara terus menerus. Hal ini harus berjalan secara terencana, terstruktur, komprehensif dan berkelanjutan serta membutuhkan komitmen serta kedisiplinan yang luar biasa, sumber daya yang besar dan waktu yang panjang. Tulisan ini mendeskripsikan pelaksanaan transformasi budaya kerja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari tahapan perumusan nilai-nilai, implementasi, akhirnya, dengan dilaksanakannya transformasi budaya kerja ini, diharapkan menjadi tonggak dasar dalam upaya perubahan yang lebih baik lagi bagi Pemkab PPU.Kata Kunci : Transformasi, Budaya Kerja, Organisasi

TRANSFORMASI BUDAYA KERJA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA MELALUI PENDEKATAN SIX THINKING HATS (WORK CULTURE TRANSFORMATION IN PENAJAM PASER UTARA REGENCY THROUGH SIX THINKING HATS APPROACH)

Jurnal Borneo Administrator Vol 11 No 1 (2015): April 2015
Publisher : P3KDOD III Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.513 KB)

Abstract

Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda : Sebuah Upaya Menuju Perbaikan

Jurnal Borneo Administrator Vol 12 No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : P3KDOD III Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.489 KB)

Abstract

Upaya Penguatan Kelembagaan Pangan

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan Pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, baik dari sisi ketersediaan, kualitas, kelayakan, keragaman, dan kecukupan gizinya secara berkelanjutan. Untuk itu diperlukan kelembagaan yang kuat untuk menangani bidang pangan. Dalam peraturan perundangan pangan pun telah menyebutkan perlunya dibentuk suatu kelembagaan pangan yang memiliki cakupan kewenangan yang luas, hanya saja sampai sekarang kelembagaan yang dimaksud tak kunjung terbentuk. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan alternatif penguatan kepada lembaga pangan yang telah ada untuk lebih mengoptimalkan perannya. Hasil analisis menunjukkan perlunya strategi penguatan peran kelembagaan pangan, yaitu: Harmonisasi Kebijakan dan Perencanaan Program antar Kelembagaan Pangan; Optimalisasi Sumber Daya; Penguatan Implementasi Program; Evaluasi dan Monitoring untuk perbaikan selanjutnya

Upaya Penguatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Samarinda Pasca Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Inovasi Daerah

Jurnal Borneo Administrator Vol 13 No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : P3KDOD III Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.316 KB)

Abstract

Innovation can create better bureaucracy. Article 386 paragraph 1 Law Number 23 Year 2014 concerning Local Government states that in order to improve local government performance, the local governments can create innovations. The successful innovation in Samarinda Municipality in 2016 isa great capital to continue the innovations’ success stories in the municipality. Following the issuance of Government Regulation Number 38 Year 2017 concerning Regional Innovation, it is explicitly mentioned that regional innovation is coordinated by the heads of Research and Development (R & D) Agency. Applying qualitative approach through literature study, this reasearch examines the role of the agency in performing its tasks based on the government regulation. This study aims to contribute ideas about any possible effort that can be done by R & D Agency in Samarinda Municipality in carrying out its function as mentioned in Government Regulation Number 38 Year 2017 concerning Regional Innovation. Result of the research indicates that the agency must strengthen itself as organization in charge of regional innovation by providing criteria for regional innovation, becoming Independent Team Coordinator for local innovation innitiatives derived from local government leader, local parliament member, civil servant, and local government apparatus. The Agency must have ability to think and work fast. The agency must also improve its human resources, both in quantity and quality aspects. Finally, the agency must obtain additional budget to support its coordinating job to improve the Regional Innovation System (SIDa). Keywords: organization strengthening, research and development Agency, innovation. Inovasi dapat menciptakan birokrasi yang lebih baik. Pasal 386 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah menyebutkan bahwa dalam rangka peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, pemerintah daerah dapat melakukan inovasi. Kesuksesan inovasi Kota Samarinda di tahun 2016 merupakan modal besar untuk melanjutkan kisah sukses selanjutnya tentang inovasi di lingkungan PemerintahKota Samarinda. Setelah terbitnya No. 38 Tahun 2017 tentang Inovasi daerah, secara eksplisit disebutkan bahwa inovasi daerah dikoordinasikan oleh Kepala Perangkat Daerah yang membidangi penelitian dan pengembangan.Jika peran Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Samarinda yang begitu besar sebagai leading sector tidak segera merespon tugas dan fungsinya melalui upaya pemetan terhadap segala peluang dan hambatan, maka dikhawatirkan akan dapat menghambat keseluruhan proses inovasi di Pemerintah Kota Samarinda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka terhadap peraturan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pemikiran tentang berbagai langkah konkrit yang dapat dilakukan Badan Penelitian dan PengembanganKota Samarinda dalam menjalankan fungsi inovasi sebagaimana yangtersebut di dalam PP. No. 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.Dari hasil analisa penelitian, yang harus dilakukan oleh Balitbangda untuk melakukan upaya penguatan terhadap organisasinya berdasarkan PP No. 38 tahun 2017 antara lain: memberi input terhadap kriteria inovasi daerah, menjadi Koordinator Tim Independen atas inisiatif Inovasi daerah yang berasal dari Kepala Daerah, anggota DPRD, Aparatur Sipil Negara, danPerangkat Daerah. Balitbangda harus memiliki kemampuan untuk berpikir dan bekerja cepat. karena waktu untuk evalusi terhadap inisiatif inovasi paling lama 10 (sepuluh) hari kerja.Balitbangda Kota samarinda juga harus melakukan pembenahan SDM, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Berkaitan dengan anggaran, Balitbangda harus mendapatkan tambahan alokasi anggaran yang representatif untuk menunjangpelaksanaan fungsi – fungsi koordinasi inovasinya serta upaya untuk mewujudkan penguatan Sistem Inovasi daerah (SIDa). Kata Kunci :Penguatan Organisasi, Inovasi, Penelitian dan Pengembangan

THE ROLE OF “INCAR” (SMART INFORMATION BY ADOLESCENTS) IN THE GENRE PROGRAM (PLANNING GENERATION) IN NUNUKAN DISTRICT

JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol 5 No 2 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.358 KB)

Abstract

Abstract This study aims to see the benefits of INCAR in the implementation of the National Program of Generation Plans (GenRe) for youth and the community. Based on the results of the analysis, the program allows teenagers / peers to pulse to "Duta GenRe". Teens are given information by peers about the importance of health, skills and life skills, and counseling services. The implementation constraints of GenRe in the regions, especially the outer regions of Indonesia are not running smoothly due to risk factors and transportation. Therefore, BPPKB performs a method of delivering information called INCAR (Intelligent Smart Information) to convey the information needed to attract and modernize to solve existing problems using digital media. The result, has formed a variety of digital information media and social networking in the form of Teen PIK Blog, teen sites on Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram and others. In conclusion, the perceived benefit of INCAR in the GenRe Program is that BPPKB has succeeded in delivering information to teenagers in outer areas. With INCAR the teenagers in the remote areas can update the latest info. Benefits felt by the community, especially the school and parents is channeled teenagers activities in a positive container and monitored the activities of children and adolescents Another party and parents no longer feel worried about the association of teenagers.  Keywords: youth, GenRe, INCAR   Abstrak Kajian ini bertujuan melihat kemanfaatan INCAR dalam pelaksanaan Program Nasional Generasi Berencana (GenRe) bagi remaja dan masyarakat. Berdasarkan hasil analisis, program ini melibatkan remaja/anak sebaya berpotensi menjadi “Duta GenRe”. Remaja diberikan informasi oleh teman sebayanya tentang pentingnya kesehatan reproduksi, keterampilan dan kecakapan hidup, serta pelayanan konseling. Kendala pelaksanaan GenRe di daerah, khususnya daerah terluar Indonesia tidak berjalan mulus dikarenakan hambatan faktor geografis dan transportasi. Karena itu BPPKB meluncurkan suatu metode penyampaian informasi disebut INCAR (Informasi Cerdas Ala Remaja) untuk menyampaikan informasi yang bernilai positif namun tetap dalam kemasan menarik dan modern untuk mengatasi permasalahan remaja yang kompleks dengan memanfaatkan media teknologi digital. Hasilnya, telah terbentuk berbagai media informasi digital dan jejaring sosial dalam bentuk Blog PIK Remaja, komunitas remaja di Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram dan lainnya. Kesimpulannya, manfaat yang dirasakan dengan adanya INCAR dalam Program GenRe adalah BPPKB berhasil mengatasi kendala penyampaian informasi kepada remaja di daerah sulit dijangkau. Dengan adanya INCAR para remaja yang berada di pedalaman dapat meng-update info-info terbaru. Manfaat yang dirasakan masyarakat khususnya sekolah dan orang tua adalah tersalurkannya kegiatan remaja di dalam wadah yang positif dan terpantaunya kegiatan anak dan remaja sehingga pihak sekolah dan para orang tua tidak lagi merasa khawatir dengan pergaulan remaja.  Kata Kunci: remaja, GenRe, INCAR.