p-Index From 2014 - 2019
8.601
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kehutanan PROSIDING SEMINAR NASIONAL Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan COPING (Community of Publishing in Nursing) Pastura; Journal Of Tropical Forage Science Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Jurnal Floratek Jurnal Ilmiah Universitas Bakrie Jurnal Ilmu Manajemen (JIM) Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak PUBLIC HEALTH AND PREVENTIVE MEDICINE ARCHIVE (PHPMA) Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan CAUCHY Paramita: Historical Studies Journal Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Intuisi Jurnal Bahan Alam Terbarukan Jurnal Analisis Makara Journal of Technology Indonesian Journal of Urology Jurnal Semantik Cordova Jurnal Tata Arta Wardah: Jurnal Dakwah dan Kemasyarakatan El-Idare JURNAL AMPERE Jurnal Studi Agama dan Masyarakat UNEJ e-Proceeding Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual AL-WIJD�N: Journal of Islamic Education Studies Shautut Tarbiyah Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Agro Industri Perkebunan Al-Hikmah Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman SAR (Soedirman Accounting Review) : Journal of Accounting and Business INOVTEK Polbeng - Seri Informatika JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen Basis Data (SIMADA) JPPI | Jurnal Penelitian Pendidikan Islam JKPD : Jurnal Kajian Pendidikan Dasar JURNAL SYARIKAH : JURNAL EKONOMI ISLAM JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis JURNAL PENELITIAN CAM JOURNAL: Change Agent For Management Journal Jurnal Smart Keperawatan Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan PALAR | PAKUAN LAW REVIEW Al-MUNZIR JURNAL SURYA ENERGY JURNAL PEMASARAN KOMPETITIF Avant Garde Ulumuna: Jurnal Studi Keislaman Sirok Bastra
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL AMPERE

EVALUASI KETERSEDIAAN DAYA PADA PT. PLN (PERSERO) GARDU INDUK BUNGARAN PALEMBANG Azis, Abdul; Febrianti, Irine Kartika
JURNAL AMPERE Vol 3, No 2 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.748 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i2.2397

Abstract

Power losses are the loss of electrical power in the network and the load where the lost power is not used by the load, so the power available on the network will be reduced. Power losses in the distribution network are caused by the presence of prisoners in the carrier. The lost power can be in the form of heat energy generated on the channel, and unused heat energy is called active power losses. Power losses in each channel are very important to take into account because power losses in the network can cause a reduction in electrical energy after arriving at the load. Power requirements that must be supplied by the source to the load depend on the absorption of power by the load and power losses on the network. Large capacity of power requirements is influenced by the amount of power losses, so it can be said that the capacity of power needs is the amount of absorption of power by the load and power losses on the network. One of the substations in the city of Palembang is the Bungaran Substation which has the function of delivering electrical energy to consumers through a medium voltage distribution system. To serve consumers electrical energy needs, currently the Bungaran Palembang Substation has a Transformer 1, 30 MVA 70/20 kV which has a load of four feeders, namely: Akasia Feeder, Sungkai Feeder, Tembesu Feeder, and Cendana Feeder. The results showed that Transformer 1 had an installed power capacity of 30 MVA or 255,000,000 Watts. While the capacity of the total power requirements of the four feeders is 18,786,167.4264 W. So the availability of transformer 1 power is still sufficient to serve the load of four feeders, because only 7.3671% of the installed power capacity is absorbed by the load. Rugi-rugi daya adalah kehilangan daya listrik di jaringan dan beban dimana daya yang hilang tersebut tidak terpakai oleh beban, sehingga daya yang tersedia di jaringan akan berkurang. Rugi-rugi daya pada jaringan distribusi disebabkan oleh adanya tahanan pada penghantar. Daya yang hilang dapat berupa energi panas yang ditimbulkan pada saluran, dan energi panas yang tidak terpakai disebut sebagai rugi-rugi daya aktif. Rugi-rugi daya disetiap saluran sangatlah penting untuk diperhitungkan karena rugi-rugi daya di jaringan dapat menyebabkan berkurangnya energi listrik setelah sampai di beban. Kebutuhan daya yang harus disuplai oleh sumber ke beban tergantung pada penyerapan daya oleh beban dan rugi-rugi daya di jaringan. Besar kapasitas kebutuhan daya dipengaruhi oleh besarnya rugi-rugi daya, sehingga dapat dikatakan bahwa kapasitas kebutuhan daya merupakan jumlah penyerapan daya oleh beban dan rugi-rugi daya di jaringan. Salah satu gardu induk di Kota Palembang adalah Gardu Induk Bungaran yang mempunyai fungsi menyalurkan energi listrik ke konsumen melalui sistem distribusi tegangan menengah. Untuk melayani kebutuhan energi listrik konsumen, saat ini Gardu Induk Bungaran Palembang mempunyai Transformator 1, 30 MVA 70/20 kV yang mempunyai beban empat buah penyulang, yaitu: Penyulang Akasia, Penyulang Sungkai, Penyulang Tembesu, dan Penyulang Cendana. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa Transformator 1 mempunyai kapasitas daya terpasang sebesar 30 MVA atau 255.000.000 Watt. Sedangkan kapasitas kebutuhan daya total dari empat penyulang adalah 18.786.167,4264 W. Jadi ketersediaan daya Transformator 1 masih mencukupi untuk melayani beban dari empat penyulang, karena hanya 7,3671 % dari kapasitas daya terpasang daya yang diserap oleh beban.
PENGARUH JARAK ANTAR SUB KONDUKTOR BERKAS REAKTANSI INDUKTIF SALURAN TERHADAP TRANSMISI 150 KV DARI GARDU INDUK KERAMASAN KE GARDU INDUK MARIANA Nurdin, Alimin; Azis, Abdul
JURNAL AMPERE Vol 3, No 2 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.723 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i2.2395

Abstract

Electricity is a source of energy that is very much needed by society and electricity is one of the most important needs to support human life today in meeting daily needs, both in the household and in business. The generated electricity is then channeled through the transmission line. In the distribution of electric power, there will be a channeling power losses which are proportional to the length of the channel. The use of a higher voltage level is the solution to these problems, but if the voltage is increased continuously there will be a corona and to reduce the environmental impact of the corona can use a file conductor. Increasing the amount of conductive wire in a beam reduces the corona effect and reduces reactance, reducing reactance due to an increase in GMR from the conductor. Elevation of the voltage on the electric power transmission line can reduce power losses, but the transmission voltage increase can cause corona in the transmission wire. This corona causes power losses and interference with radio communications. One way to reduce the corona effect is to use a condenser file on the transmission line. Besides reducing the corona effect, the beam conductor can also reduce the channel's inductive reactance. From the results of the study, the results show that the distance between the file sub conductors affects the size of the GMR of the file conductor, where the distance between the file sub conductors is greater, the GMR of the conductor will increase. With the increasing size of GMR conductor, the inductive reactance on the transmission line will be even greater. With the increasing conductivity of the beam conductor reactance, the reactive power losses on the transmission line will be even greater. Listrik adalah sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan listrik merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting untuk menunjang kehidupan manusia saat ini dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik dalam rumah tangga maupun dalam bisnis. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik tersebut, maka pemerintah membangun pusat-pusat pembangkit tenaga listrik. Dalam penyaluran daya listrik akan terjadi rugi-rugi daya penyaluran yang besarnya sebanding dengan panjang saluran. Penggunaan tingkat tegangan yang lebih tinggi merupakan solusi dari permasalahan tersebut, tetapi jika tegangan ditingkatkan terus menerus akan terjadi korona dan untuk mengurangi dampak lingkungan dari korona tersebut dapat menggunakan konduktor berkas. Peningkatan jumlah kawat penghantar dalam suatu berkas mengurangi efek korona dan mengurangi reaktansi, pengurangan reaktansi disebabkan oleh kenaikan GMR dari konduktor. Peninggian tegangan pada saluran transmisi daya listrik dapat mengurangi rugi-rugi daya, tetapi peninggian tegangan transmisi dapat menimbulkan korona pada kawat transmisi. Korona ini menimbulkan rugi-rugi daya dan gangguan terhadap komunikasi radio. Salah satu cara untuk mengurangi efek korona yang dilakukan adalah dengan menggunakan kondukor berkas pada saluran transmisi. Di samping mengurangi efek korona, penghantar berkas dapat juga mengurangi reaktansi induktif saluran. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa jarak antar sub konduktor berkas mempengaruhi besarnya GMR konduktor berkas, dimana apabila jarak antar sub konduktor berkas semakin besar maka GMR konduktor berkas akan semakin besar. Dengan semakin besarnya GMR konduktor berkas maka reaktansi induktif pada saluran transmisi akan semakin besar. Dengan semakin besarnya reaktansi induktif konduktor berkas maka rugi-rugi daya reaktif pada saluran transmisi akan semakin besar.
PERANAN AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR SEBAGAI PENGENDALI TEGANGAN GENERATOR SINKRON Nurdin, Alimin; Azis, Abdul; Rozal, Reri Aresta
JURNAL AMPERE Vol 3, No 1 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.728 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i1.2144

Abstract

Synchronous generators are electrical machines that function to convert mechanical energy into electrical energy. Synchronous generators have problems that are voltage instability when the load changes, so it requires equipment that can control the stability of the synchronous generator voltage, namely Automatic Voltage Regulator (AVR). Automatic Voltage Regulator (AVR) is a voltage regulating device used in synchronous generators to stabilize the output voltage generated from a synchronous generator. Automatic Voltage Regulator (AVR) works by regulating the excitacy of the exciter, if the load increases then the Automatic Voltage Regulator (AVR) will command the exciter to work by increasing the reverse excitation current if the load decreases then the Automatic Voltage Regulator (AVR) will command the exciter to reduce excitation flow. ABSTRAK Generator sinkron merupakan mesin-mesin listrik yang berfungsi untuk mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Generator sinkron mempunyai permasalahan yaitu ketidakstabilan tegangan pada saat perubahan beban, sehingga dibuthkan peralatan yang dapat mengendalikan kestabilan tegangan generator sinkron yaitu Automatic Voltage Regulator(AVR).Automatic Voltage Regulator (AVR)  merupakan sebuah divais pengatur tegangan yang digunakan pada generator sinkron untuk menyetabilkan tegangan keluaran yang dihasilkan dari generator sinkron. Automatic Voltage Regulator (AVR)  bekerja dengan mengatur arus penguatan (excitacy) pada eksiter,  apabila  beban bertambah  maka Automatic Voltage Regulator (AVR)  akan memerintahkan eksiter untuk  berkerja dengan menambah arus eksitasi sebaliknya apabila beban berkurang maka Automatic Voltage Regulator (AVR)  akan memerintahkan  eksiter untuk  mengurangi arus eksitasi
RUGI-RUGI DAYA PADA TRANSFORMATOR U.019 PT PLN (PERSERO) WS2JB RAYON AMPERA AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN Azis, Abdul; Nurdiana, Nita; Nisa, Ulfa Lathifatun
JURNAL AMPERE Vol 3, No 1 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.453 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i1.2145

Abstract

Power losses in distribution transformers can cause neutral currents. Neutral currents in distribution transformers can be caused by load imbalances. This study investigates the load imbalance on the secondary side of the transformer U.019 PT. PLN (PERSERO) Palembang Ampera Rayon. Measurement results and calculations show that if a neutral current load is equalized and power losses due to load imbalance in the distribution transformer are reduced. Unbalanced expense loss due to the neutral current of Peak Expense of 41,5090A and the lowest Expense of 12,1244A so that the percentage of loss in Peak Load loss is 5,3443% and the lowest expense is 1,8562%, and due to the falling unbalanced load voltage is obtained Percentage of Peak Loads of 7.28365% and Lowest Load of 2.43736% of balanced load loss due to neutral currents at balanced load, At Peak Load of 4.9482% and afternoon of 1.7647% and due to balanced load voltage drop in Peak can be 4,94819% and the lowest load can be 1,76471%. The load equalization results in the average peak load that is 262.66667 A with the current load current is IR 262A, IS 263A and IT 263A and at the lowest load average current is 95.0000 A, with a perfect load current IR 94 A, IS 95 A and IT 95 A. Difference Between Unbalanced Charges due to neutral currents with a balanced load at peak loads of 3.961% and the lowest load of 915% while the difference in the voltage drop is unbalanced and balanced at peak load 2.33546% and the Lowest Load amounting to 0.67265% ABSTRAK Rugi-rugi daya pada transformator distribusi dapat menimbulkan arus netral. Arus netra lpad atransformator distribusi dapat disebabkan ketidakseimbangan beban. Penelitian ini menyelidiki ketidakseimbangan beban pada sisise kunder transformator U.019 PT. PLN  (PERSERO) Rayon Ampera Palembang. Hasil pengukuran dan perhitungan menunjukkan bahwaapa bila dilakukan pemerataan beban arus netral dan rugi – rugidayaakibatketidakseimbanganbebanpadatransformatordistribusiberkurang.rugi rugi beban ketidak seimbang akibat arus netral Beban Puncak sebesar 41,5090A dan Beban terendah sebesar  12,1244A sehingga persentase rugi rugi daya Beban Puncak sebesar  5,3443% dan beban Terendah 1,8562% ,dan akibat jatuh tegangan beban ketidak seimbang di peroleh persentase pada Beban Puncak  Sebesar 7,28365%  dan Beban Terendah 2,43736% rugi rugi beban seimbang akibat arus netral pada beban seimbang, Pada Beban Puncak sebesar  4,9482% dan siang 1,7647%  dan akibat jatuh tegangan beban seimbang  Benan Puncak  di dapat 4,94819% dan Beban Terendah di dapat  1,76471%. Hasil pemerataan beban di dapat arus rata rata Beban Puncak  yaitu 262,6667 A dengan arus beban perfasa yaitu IR  262A , IS 263A dan  IT  263A dan pada beban Terendah arus rata rata  yaitu 95,0000 A ,dengan arus beban perfasa yaitu IR 94 A , IS 95 A dan  IT 95 A. Selisih Antara Beban Tidak Seimbang akibat arus netral  dengan beban seimbang pada beban puncak sebesar 3,961% dan beban Terendah sebesar 915% sedangkan selisih pada jatuh tegangan tidak seimbang dan seimbang pada beban puncak 2,33546% dan Beban Terendah sebesar 0,67265% 
PENGARUH ANDONGAN TERHADAP KAPASITANSI KE TANAH PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV DARI GARDU INDUK KERAMASAN KE GARDU INDUK MARIANA Azis, Abdul; Nurdin, Alimin
JURNAL AMPERE Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v4i1.2955

Abstract

Transmission line wire that is installed between two transmission towers, will not be in the form of a horizontal straight line, but will form an arch or an arc. Because the transmission line voltage is a high voltage, the voltage conducting wire can cause capacitance. The capacitance of a transmission line is caused by the presence of a potential difference between the conductors, and the earth can affect the capacitance of the transmission line because the presence of the earth will change the electric field of the channel. If you carry a wire that is too large it will affect the value of capacitance to the ground which will be even greater. This study aims to determine the height of transmission lines, and the amount of capacitance to the ground in the transmission line with sag, then analyze the effect of sag on capacitance to the ground on the 150 kV Transmission Line from Keramasan Palembang Substation to Mariana Substation. From the results of the study it was found that the 38-39 goal and 01-02 span had the smallest number and had the smallest capacitance to the ground. Then the goal (span) 39-40 and the span 05-06 have the largest number and have the greatest capacitance to the ground. It can be concluded that the capacitance to the ground in the transmission line is influenced by the caravan, where if the vehicle becomes larger, the capacitance to the ground will be even greater.Abstrak—Kawat penghantar saluran transmisi yang dipasang antara dua menara transmisi, tidak akan berbentuk suatu garis lurus horizontal, melainkan akan membentuk suatu lengkungan atau andongan. Karena tegangan saluran transmisi merupakan tegangan tinggi, maka kawat penghantar yang bertegangan dapat menimbulkan kapasitansi. Kapasitansi suatu saluran transmisi diakibatkan oleh adanya beda potensial antara penghantar, dan bumi dapat mempengaruhi kapasitansi saluran transmisi karena kehadiran bumi itu akan mengubah medan listrik saluran tersebut. Apabila andongan kawat penghantar yang terlalu besar akan mempengaruhi nilai kapasitansi ke tanah yang akan semakin besar pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi andongan saluran transmisi, dan besar kapasitansi ke tanah pada saluran transmisi dengan andongan, kemudian menganalisis pengaruh andongan terhadap kapasitansi ke tanah pada Saluran Transmisi 150 kV dari Gardu Induk Keramasan Palembang ke Gardu Induk Mariana. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa gawang 38-39 dan gawang (span) 01-02 mempunyai andongan paling kecil dan mempunyai kapasitansi ke tanah yang paling kecil. Kemudian gawang (span) 39-40 dan gawang (span) 05-06 mempunyai andongan yang paling besar dan mempunyai kapasitansi ke tanah yang paling besar. Dapat disimpulkan bahwa kapasitansi ke tanah pada saluran transmisi dipengaruhi oleh andongan, dimana apabila andongan semakin besar maka kapasitansi ke tanah akan semakin besar pula. 
Co-Authors - Khalidin A.A.Ayu Emi Primayanthi, A.A.Ayu Emi A.R., Syamsuddin Achmad Jaelani Adhelia Desi Prawestri, Adhelia Desi Adi Wiratno, Adi Afriani Afriani Agus Fakhrina Agus Susilo Ahmad Lubis Ghozali, Ahmad Lubis Ahmad Rosyid Albertus Sudirman, Albertus Alhafidz, Mohammad Alhabieb Andari Puji Astuti, Andari Puji Andreasta Meliala, Andreasta Arifa, Laily Nur Bakhtiar Bakhtiar Barati, Dwi Anggani Lingga Barati, Dwi Anggani Lingga BT, Albertus Novian Budiono Budiono Cahyani, Suci Cahyani, Suci Darsih, Darsih Dias Ayu Budi Utami, Dias Ayu Budi Djalal Rosyidi Doddy M. Soebadi Dwi Yulianti Dwija Yasa, I Dewa Gede Elin Herlina, Elin Elvia Ivada Fahmida Manin Febrianti, Irine Kartika Firman Jaya Ganis Lukmandaru Hajrah Hajrah, Hajrah Hanny, Rissa Hendrival Hendrival Iskandar Mirza istiqomah istiqomah Iswanto, Sufandi Iwan Zaenul Fuad Langlang Handayani Lestari Wibowo, Lestari Lilik Eka Radiati Luh Mira Puspita, Luh Mira Lukman Hakim Lutfan Lazuardi M Irwan Zakir Mahdi Santoso Meliyana Meliyana, Meliyana Mohammad Nasikin Muhamad Isnaini Muhammad Haikal Muhsinin, Mahmud Mukhtar Mukhtar Munandar, Didih Syakir Munira, Widia Muslim, Nor Mustakim Mustakim Muyassir Muyassir Ni Siluh Putu Nuryanti Nisa, Ulfa Lathifatun NITA NURDIANA, NITA Nova Maulidina Ashuri, Nova Maulidina Nurasiah Nurasiah Nurdin, Alimin Nurmala, Eneng Oktami, Wantia Oktami, Wantia Pasanda, Octovianus S. R. Pebrianti, Irine Kartika Prayitno, Tibertius A Prayitno, Tibertius A. Prihartono, Agustinus Prihartono, Agustinus Rahmawati Prihastuty, Rahmawati Rahmawati, Aulia Pungki Rita Arbianti Rozal, Reri Aresta Sa?adah, Noor Nailis Sa’adah, Enok Hilmatus Selamet Selamet Siti Aminah Siti Zainab, Siti Sri Minarti Sukma, Ating Sumarti, Sri Susilowati Sumarti, Sri Susilowati Susilaningsih - Sutjipto A Hadikusumo T.A. Prayitno Teduh Dirgahayu, Teduh Testiana Deni Wijayatiningsih Toheri Toheri, Toheri Tomy Listyanto Utami, Diaz Ayu Budi wahjoe djatisoesanto Widastra, I Made Wiwik Indrawati, Wiwik Yuhdi Fahrimal, Yuhdi Zurrahmi Wirda