Moehammad Awaluddin
Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Published : 71 Documents
Articles

PENAJAMAN DAN SEGMENTASI CITRA PADA PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

TEKNIK Volume 31, Nomor 1, Tahun 2010
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2140.426 KB)

Abstract

Image processing takes an image to produce a modified image for better viewing or some other purposes Imageanalysis takes an image into something other than an image such as number of object types, size of an object,etc.The main purpose of Enhancing Image is to produce image in order to have a suitable image forApplication requirement. Image segmentation is divided into a several segment considering area of the object.We need the Enhancement technique and segmentation to have a good image. In this case , it was trying toprocess image with a several stage , stretching, lowpass filter, laplace filter, edgesenh filter and clustering inSPOT image in aceh coverage area.

ANALISIS ALTERNATIF BATAS WILAYAH LAUT KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN KENDAL

Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari 33 provinsi dan mayoritas wilayahnya berupa laut. Untuk menjaga pengelolaan darat dan laut masing-masing daerah maka diberlakukan Permendagri No 1 Tahun 2006 tentang pedoman Penengasan Batas Daerah yang mengacu kepada Undang-Undang No 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Batas wilayah di laut merupakan pemisah antara daerah yang berbatasan berupa garis khayal (imajiner) di laut dan daftar koordinat di peta yang dalam implementasinya merupakan batas kewenangan pengelolaan sumber daya di laut. Berkaitan dengan undang-undang tersebut,  khususnya dalam pengelolaan sumber daya laut dan pesisirnya, ketegasan batas wilayah laut antar daerah menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Kepastian batas antar daerah yang berdekatan dimaksudkan untuk menghindari  konflik antar daerah dalam hal pengelolaan wilayah laut yang sangat mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan batas-batas dan cakupan kewenangan wilayah laut Kota Semarang dan Kabupaten Kendal yang dilakukan secara kartometrik dan menggunakan tiga peta yaitu peta LPI, peta RBI dan Peta Laut. Penelitian ini dilaksanakan dengan menentukan titik dasar dan garis dasar sebagai awal penarikan batas wilayah laut dan dilanjutkan dengan menentukan klaim 4 mil laut untuk masing-masing daerah. Penentuan batas laut Kota Semarang dan Kabupaten Kendal dilakukan dengan prinsip sama jarak (Equidistance) untuk pantai yang bersebelahan (adjacent coast).

DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN METODE BILKO DAN AGSO (STUDI KASUS KAWASAN PANTAI SELATAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 1997 SAMPAI TAHUN 2012)

Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coastline change detection in Yogyakarta Province conducted in 15 years (1997-2012)  utilizing Landsat satellite imagery in 1997, 2002, 2006, and 2012. According to Sudarsono, 2011 coastline is the meeting between the shore (land) and water (ocean). A certain water level was chosen to explain the position of the coastline, the water line (high water line) as the coastline and the line of low water (low water line) as a reference depth. The conclusion from the results of digitization and validation using GPS handeld tracking in the field in 2012 with Landsat image data are applied to the formula BILKO and AGSO obtained the best accuracy values ​​of 95% for BILKO formula. Average coastline change from the best formula is (1) Average coastline change in 1997-2002 caused by the abrasion of 212.20 Ha, and average result of the accretion of 107.89 Ha. (2) Average coastline change in 2002-2006 caused by the abrasion of 287.00 hectares, and average result of the accretion of 236.89 Ha. (3) Average year 2006-2012 coastline changes that occur due to abrasion of 379.50 Ha, and average result of the accretion of 250.07 Ha.   Key words : Landsat Satellite Imagery, Coastline Change

PEMBUATAN APLIKASI PETA RUTE BUS TRANS JOGJA BERBASIS MOBILE GIS MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID

Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu kota pariwisata, ada beberapa komponen yang harus dipenuhi oleh Yogyakarta untuk mempermudah wisatawan, sehingga mereka dapat merasa nyaman untuk menikmati suguhan wisata di Yogyakarta. Salah satu komponen itu adalah transportasi. Transportasi yang baik meningkatkan mobilitas wisatawan yang menjadikan mereka tidak perlu repot untuk mengakses seluruh tempat wisata di Yogyakarta. Sejak Maret 2008, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta sudah memberlakukan moda transportasi bus Trans Jogja. Trans Jogja sudah beroperasi dengan cukup baik dan memberikan kemudahan kepada masyarakat Yogyakarta sendiri maupun wisatawan. Namun ketersediaan informasi mengenai pedoman penggunaan Trans Jogja yang mudah diakses masyarakat masih sangat minim. Masih sangat sedikit informasi rute dan shelter yang tersedia baik secara manual maupun internet. Peningkatan popularitas smartphone Android merupakan opsi menarik untuk menjadikannya sebagai platform informasi bus Trans Jogja. Aplikasi berbasis mobile GIS adalah salah satu pilihan yang banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi Android. Dengan teknologi Global Positioning System (GPS) yang dikombinasikan dengan Location Based Service (LBS) melalui visualisasi pada Google Map, kita dapat mendapatkan informasi berdasarkan letak geografis pada perangkat mobile. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan Framework Android SDK, bahasa pemrograman java dan PHP, MySQL sebagai basis data, dan Google Map. Kata Kunci : Trans Jogja, Aplikasi, GIS, Mobile GIS, GPS, LBS, Android

PEMANTAUAN POSISI ABSOLUT STASIUN IGS

Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

International GNSS Service Stations merupakan stasiun-stasiun pengamat GPS yang tersebar di berbagai benua. Pengamatan data GNSS dari stasiun-stasiun ini mempunyai peranan yang sangat penting terutama yang berkaitan dengan ilmu kebumian. Adanya fenomena pergerakan lempeng, memungkinkan terjadinya pergerakan kecepatan stasiun-stasiun IGS. Akibat dari pergerakan kecepatan tersebut adalah perubahan posisi stasiun IGS sehingga diperlukan penelitian mengenai pemantauan posisi absolut stasiun-stasiun IGS untuk melakukan analisis perubahan nilai koordinat absolut terhadap nilai standar deviasi penentuan posisi secara absolut. Penelitian ini memakai data RINEX hasil pengamatan stasiun-stasiun IGS dari tahun 2001 sampai tahun 2011. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan download data Compact RINEX untuk selanjutnya dilakukan pemilihan data hasil pengamatan stasiun IGS. Langkah selanjutnya data RINEX diolah dengan software TopconTools v.8 yang kemudian dilakukan pengolahan dengan impor data rapid ephemeris sehingga didapatkan nilai koordinat absolut. Setelah itu, nilai koordinat absolut stasiun IGS diimpor ke AutoCAD, kemudian dilakukan perhitungan nilai pergeseran koordinat sequential. Pada tahap akhir dilakukan perhitungan nilai standar deviasi serta pembuatan grafik nilai komponen koordinat absolut dari tiap-tiap stasiun IGS. Penelitian pada tugas akhir  ini mengindikasikan bahwa tidak terjadi perubahan yang signifikan pada komponen horisontal. Berdasarkan hasil pengolahan, nilai pergeseran koordinat sequential rata-rata terbesar dimiliki oleh stasiun RABT Maroko dengan nilai sebesar 0,3577 meter. Nilai pergeseran koordinat sequential rata-rata terkecil dimiliki oleh stasiun NYAL Norwegia dengan nilai sebesar 0,0944 meter. Nilai standar deviasi komponen koordinat absolut terbesar dimiliki oleh stasiun RABT Maroko dengan nilai σ N : ± 0,511 m, σ E : ± 0,289 m, σ El : ± 2,312 m. Sedangkan nilai standar deviasi komponen koordinat terkecil dimiliki oleh stasiun NYAL Norwegia dengan nilai σ N : ± 0,095 m, σ E : ± 0,041 m, σ El : ± 0,351 m. Kata Kunci : Perubahan nilai koordinat, koordinat absolut, standar deviasi.

ANALISIS PERUBAHAN NILAI TANAH AKIBAT AKTIVITAS PENAMBANGAN BATU KAPUR DI KECAMATAN GUNEM KABUPATEN REMBANG

2337-845X Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Gunem adalah sebuah Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Rembang. Kecamatan ini merupakan kecamatan yang paling kaya akan bahan tambangnya, hal ini dibuktikan dengan adanya aktivitas penambangan batu kapur dan adanya wacana akan dibangunnya pabrik semen di wilayah tersebut. Kondisi tersebut dapat menjadi pemicu perubahan penggunaaan lahan sehingga berdampak pada perubahan nilai tanah, hal ini akan berlangsung secara terus menerus sejalan dengan semakin meningkatnya kegiatan penambangan di daerah tersebut. Penelitian ini awalnya dilakukan pembuatan peta zona nilai tanah Kecamatan Gunem dengan software Aplikasi Pengolahan Data ArcView 3.3 versi BPN untuk tahun 2006, 2010 dan 2012. Langkah selanjutnya peta di overlay dengan software ArcGis 9.3 antara peta ZNT tahun 2006 dengan 2010 yang menghasilkan peta perubahan harga tanah sebelum adanya penambangan dan overlay antara peta ZNT 2010 dengan 2012 yang menghasilkan peta perubahan harga tanah sesudah adanya penambangan. Setelah itu dilakukan analisis dengan menggunakan software SPSS versi 13 untuk mengetahui perbedaan nilai tanah dan pola sebar harga tanah. Hasil Penelitian menunjukan dalam rentang waktu tahun 2006 sampai 2010 dan 2010 sampai 2012 perubahan harga tanah terbesar terjadi pada zona pemukiman, sedangkan perubahan harga tanah terkecil terjadi zona pertanian, sedangkan dari uji perbedaan rata-rata kenaikan nilai tanah oleh pasar sebelum dan sesudah adanya aktivitas penambangan didapat nilai signifikansi sebesar 0.000 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata kenaikan nilai tanah oleh pasar sebelum dan sesudah adanya aktivitas penambangan. Untuk pola sebar harga tanah setelah adanya penambangan batu kapur berdasarkan uji ANOVA dapat disimpulkan harga pasar pada zona pemukiman lebih tinggi dibanding dengan zona sawah baik pada lokasi yang dekat dengan tambang maupun yang jauh dari tambang. Kata Kunci : Perubahan, harga tanah, penambangan, analisis statistik.

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS API (STUDI KASUS: KEC. KALIWUNGU KAB. KENDAL)

2337-845X Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kaliwungu sebagai salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Kendal merupakan wilayah yang padat penduduk dan berkembang. Aspek pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah tatanan masyarakat yang mana dengan pendidikan tersebut tingkat sumber daya masyarakat dapat berkembang dan mengalami kemajuan. Dinas Pendidikan Kecamatan Kaliwungu mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bidang pendidikan di wilayah Kecamatan Kaliwungu. Penyediaan informasi kepada masyarakat mengenai pendidikan, khususnya sekolah, menjadi hal yang sangat penting guna mendukung kegiatan pelayanan Dinas Pendidikan Kecamatan Kaliwungu. Aplikasi informasi sarana dan prasarana pendidikan berbasis WebGIS dipilih karena dalam penyampaian dan tampilan sebuah sistem informasi geografis lebih menarik dan sangat merepresentasikan kondisi sebenarnya yang ditampilkan dalam sebuah peta, baik peta garis, citra satelit, maupun model permukaan digital. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan kerangka website HTML, bahasa pemrograman (JavaScript dan PHP), MySQL sebagai basis data, dan Google Maps API. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa aplikasi WebGIS yang menyajikan informasi sarana dan prasarana pendidikan berdasarkan posisi, kemudian dilengkapi dengan peta, penunjuk arah, dan fitur lainnya. Kata Kunci : Kaliwungu, Sarana, Prasarana, Pendidikan, Aplikasi, GIS, Web, Google Maps

IDENTIFIKASI NILAI AMPLITUDO SEDIMEN DASAR LAUT PADA PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER

Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multibeam echosounder memiliki kemampuan dalam merekam amplitudo dari gelombang suara yang kembali. Amplitudo yang kembali tersebut telah berkurang karena interaksi dengan medium air laut dan sedimen dasar laut. Analisis terhadap amplitudo dari gelombang suara yang kembali (backscatter) memungkinkan untuk mengekstrak informasi mengenai struktur dan kekerasan dari dasar laut, yang digunakan untuk identifikasi jenis sedimen dasar laut. Sinyal kuat yang kembali menunjukan permukaan yang keras (rock, gravel) dan sinyal yang lemah menunjukan permukaan yang lebih halus (silt, mud). Hal tersebut karena semakin besar impedansi suatu medium semakin besar pula koefisien pantulannya. Gelombang akustik dalam perambatannya memiliki energi dan mengalami atenuasi (pengurangan energi) karena interaksinya dengan medium. Penelitian menggunakan data hasil survey batimetri multibeam echosounder ELAC SEBEAM 1050D di laut jawa daerah Balongan Indramayu. Pengolahan dilakukan dengan software CARIS HIPS and SIPS dalam pengolahan kedalaman dan software  MbSystem untuk pengolahan nilai amplitudo. Nilai amplitudo yang didapat dibandingkan dengan hasil coring sedimen sehingga dapat diketahui nilai amplitudo dari suatu sedimen. Hasilnya terdapat 3 sedimen dengan nilai amplitudo: 300-350 sedimen Silt (Lanau), 350 – 400 sedimen Silty Clay (Lempung Lanaunan) dan 400 – 450 Clayey Silt (Lanau Lempungan). Perbedaan nilai amplitudo tersebut karena adanya perbedaan impedansi tiap sedimen dalam mengurangi energi gelombang akustik.

KAJIAN REGANGAN SELAT BALI BERDASARKAN DATA GNSS KONTINU TAHUN 2009-2011

Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia bagian barat terdiri dari Sunda Shelf (landas kontinen Asia Tenggara), yang meliputi pulau-pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan barat daya bagian dari Sulawesi. Sunda Shelf adalah bagian dari lempeng Eurasia yang luas, tetapi tabrakan dari India dengan Asia Tengah memungkinkan terjadinya gerakan yang signifikan dari Asia Tenggara dan Sunda Shelf relatif terhadap Eurasia. Selat Bali teletak diantara pulau Jawa dan Bali yang termasuk ke dalam blok Sunda. Blok Sunda meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi bagian barat [Hamillton, 1979]. Saat Lempeng Indo-Australia bergerak kebawah Lempeng Eurasia, terjadi kontak bidang antar lempeng sehingga terakumulasi regangan. Regangan yang telah melewati batas elastisitas akan dilepaskan sebagai gempa bumi. Namun demikian berdasarkan Journal of Geophysical Research tahun 2003 hasil penelitian Bock mengenai Crustal motion in Indonesia from Global Positioning System Measurements disebutkan bahwa regangan yang terjadi di Blok Sunda adalah kecil yaitu 5 x 10-8 per tahun. Berdasarkan hasil pengolahan data hasil pengamatan GNSS di Selat Bali menggunakan software Bernese versi 5 dapat diketahui bahwa Selat Bali mengalami pergeseran ke arah tenggara yang mengindikasikan adanya proses inter-seismic. Besar regangan (strain) yang terjadi di Selat Bali dihitung  menggunakan metode perhitungan regangan (strain) garis sehingga dapat di tentukan besar regangan antara ke dua titik pengamatan GNSS CORS yang digunakan pada penelitian ini.   Kata Kunci : Sunda Shelf, Selat Bali, Regangan (Strain), Pergeseran, Bernese

PEMBUATAN PROGRAM PERATAAN JARING GPS

Jurnal Geodesi Undip Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Jurnal Geodesi Undip

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In GPS surveying, GPS data processing is intended to calculate the coordinate of the points in a network based on observation data and get the coordinate of the observed points. In the measurement of control point network, to get the accurate coordinate, the first step is processing the baseline then followed by network adustment. Network adjusment is intended to make  the baseline that compose the network can be integrated correctly and consistently to get the coordinate of the observed points that is unique. Network adjusment generally use the least square adjustment method. Along with the progress in computers and programming, the calculation of the GPS network become more practical in its processing.   Gnet 1.0 applications using the windows programming language called Visual Basic 2008. This applications can automatically adjust the network using baseline data network.  The results of the Gnet 1.0 application compared with the results from Adjust and Sokkia Spectrum Survey show relatively similar results. It was concluded that the Gnet 1.0 application  can be used for GPS baselines network adjusment   Keywords : visual basic, GPS, baselines, least square adjustment.

Co-Authors Alfien Rahmenda, Alfien Ali Amirrudin Ahmad Amal Fathullah, Amal Amri Perdana Ginting Ana Rosida Andika Rizal Bahlefi Andri Suprayogi Anggi Tiarasani Arief Laila Nugraha Arintia Eka Ningsih Aruma Hartri, Aruma Aufan Niam Bambang Darmo Y Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bhekti Hapsari Bobby Daneswara Indra Kusuma, Bobby Daneswara Budi Prayitno Cindy Puspita Sari Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Dina Wahyuningsih, Dina Dwi Arini Dzaki Adzhan, Dzaki Ega Gumilar Hafiz Enersia Ihda K. U, Enersia Ihda Fajar Dwi Hernawan, Fajar Dwi Fanni Kurniawan Fanny Rachmawati Fathan Aulia, Fathan Fauzi Iskandar, Fauzi Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Gina Andriyani Habib Azka Ramadhani, Habib Azka Handayani Nur Arifiyanti Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Haris Yusron, Haris Heri Setiawan Ikhlasul Amal Ahyani Indra Laksana irwan meilano Kindy Ibrahim Hari, Kindy Ibrahim L. M. Sabri LM. Sabri Lufti Rangga Saputra Lutfi Eka Rahmawan, Lutfi Eka Lutgar Sudiyanto Sitohang Maulana Eras Rahadi Meita Arddinatarta, Meita Moh Kun Fariqul Haqqi, Moh Kun Fariqul Much. Jibriel Sajagat, Much. Jibriel Muhamad Arif Debalano, Muhamad Arif Muhammad Danny Rahman, Muhammad Danny Muhammad Iqbal Akhsin, Muhammad Iqbal Muhammad Rifqi Andikasani Nanda Dewi Arumsari, Nanda Dewi Nasytha Nur Farah Nina Ratnaningrum Nur Lail, Muhammad Hudayawan Nurnaning Aisyah Qur’ani, Juwita Widya Ramdhan Thoriq Setyabudi Rico Waskito Putro Rizky Saputra, Rizky Sabri, LM Safii, Ayu Nur Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira Sarmedis Anrico Situmorang, Sarmedis Anrico Satrio Wicaksono Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani Septiawan Setio Hutomo Setiaji Nanang Handriyanto Sigit Irfantoro Sitorus, Brinton Patuan Sutomo Kahar Syachril Warasambi Mispaki, Syachril Warasambi Wibowo, Sidik Tri Yolanda Adya Puspita, Yolanda Adya Yudo Prasetyo